NovelToon NovelToon
ANTARA DUA HATI

ANTARA DUA HATI

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:223k
Nilai: 4.7
Nama Author: Triana R

Seorang gadis cantik yang bernama Tiara dijodohkan oleh orang tuanya. Lelaki itu bernama Jiho. Singkat cerita mereka saling mencintai. Namun sayangnya, ketika berencana menikah, musibah buruk menimpa keluarga Jiho, tunangannya. Orang tuanya kecelakaan dan meninggalkan hutang yang banyak. Hal itu mengharuskan Jiho merantau ke kota. Saat LDR'an, saat itulah kesetiaan mereka di uji dengan hadirnya orang ketiga yaitu Ferdi, yang tak lain dia adalah sahabat Jiho.

Novel ini mengisahkan tentang cinta segitiga antara Jiho, Tiara dan Ferdi. Dimana hati Tiara akan berlabuh? Masalah demi masalah akan muncul. Dan akan ada kejadian tak mengenakan yang dialami Tiara karena Bos Endra. Bagaimana dengan Jiho? Lalu Ferdi? Mereka tetap setia. Masalah semakin kompleks ketika mereka mengalami kecelakaan. Tiara harus kehilangan orang-orang yang dicintainya.

Sebelum baca, jangan lupa tinggalkan dukungan kalian ya... Like, komen, rate + vote dan klik favorit ya! Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Refreshing

Jiho mengajak Tiara refreshing. Pergi ke tempat wisata yang baru-baru ini lagi viral. Wisata danau buatan, yang dibuat dengan sangat indah dan sempurna. Air yang jernih, pepohonan hijau di samping kanan kiri jalan. Dan spot bunga warna warni yang begitu indah. Ada kolam khusus ikan-ikan yang cantik dan langka. Tiara pasti menyukainya kan? Selain itu, ada wahana becak air, balon air, seluncuran, ember tumpah dan berbagai wahana lainnya. Jiho tidak terlalu paham.

"Sayang, masuk yuk..." ajak Jiho setelah membeli tiket masuk. Tiara mengangguk. Jiho menggandeng tangannya.

"Bagus ya A," ucapnya penuh takjub. "Apa gak apa-apa, kita jalan-jalan terus?" tanyanya kembali.

"Sesekali menyenangkan istri boleh kan?" Jiho malah balik bertanya.

"Hmmm..." jawabnya sambil tersenyum manis.

"Kita kesana, yuuk..." tunjuk lelaki itu ke area spot bunga.

"Yang ada bunga-bunganya?"

"Hmmm... kamu kan suka bunga. Disana ada kolam ikan juga,"

"Iya aku mau."

"Atau mau naik wahana itu?" ajak Jiho sambil menunjuk ke arah wahana becak air.

"Haah? Nanti aja A, kesana dulu ya..." dia merajuk manja. Duuh gemasnya.

Tiba-tiba mereka berpapasan dengan seseorang. Seseorang yang saat ini selalu Jiho hindari. Ya, dia Rania. Gadis yang selalu menggodanya.

"Hai Jiho, kebetulan sekali kita ketemu disini. Kayaknya kita jodoh deh..." ucapnya dengan nada genit.

'Duh! Bisa-bisanya ketemu dia lagi disini. Kenapa dimana-mana ada dia? Ampun deh!' batin Jiho meracau sendiri.

"Kenapa semalam gak berangkat ke kafe?" tanyanya lagi, dia baru sadar kalau Jiho menggandeng seseorang. "Hei, dia siapa?" tanyanya kembali sambil sesekali melirik Tiara dengan tatapan tak suka.

"Oh iya... kenalkan Rania, ini istriku. Namanya Tiara. Hmm... Tiara, ini teman kerja di kafe namanya Rania," ujar Jiho kemudian.

Tiara tersenyum ramah seraya menyalami tangan gadis itu. Berbeda dengannya, senyum Rania seperti dipaksakan.

"Rania, maaf kami permisi dulu ya," sambung Jiho lagi.

"Eh.. eh.. tunggu Jiho," dia kembali mencegah pria itu. "Aku gak akan menyerah biarpun kamu sudah punya istri," bisik Rania di telinganya. Diapun berlalu begitu saja. Telinga Jiho memerah. Sungguh! dia geram sekali dibuatnya.

"Kenapa A?" tanya Tiara, sepertinya dia menyadari perubahan di wajah suaminya itu.

"Gak apa-apa sayang," jawab Jiho mencoba kembali menstabilkan emosi.

"Hei Jiho, jangan lupa nanti malam berangkat ya!" ujar Rania dengan nada setengah berteriak.

Jiho dan Tiara menoleh. Tiara malah tersenyum padanya.

"Sepertinya mba Rania dekat sama Aa, ya?" tanyanya kemudian.

"Ah oh dia, hanya sebatas teman kerja, sayang..."

"Senang ya jadi mba Rania, orangnya ceria."

"Hmmm sayang, tolong jangan bicarakan dia lagi ya. Ini kan waktu kita, hanya kita saja, oke?"

Dia mengangguk.

"Duduk disitu dulu yuk," ajak Jiho kemudian. Dia masih mengikutinya. "Gimana, suka gak?"

"Suka A," jawabnya kembali.

"Tunggu disini sebentar, Aa mau beli cemilan untukmu," tukas Jiho kemudian.

Tiara mengangguk. Jihopun pergi mencari minuman dan cemilan.

Tiarapun beranjak untuk melihat bunga-bunga yang ditanam warna warni.

Dideretan sebelah kanan dan kiri ada bunga celosia warna merah dan kuning. Pindah ke yang lebih dalam ada deretan bunga ruellia yang berwarna ungu. Lanjut lagi ada deretan bunga Zinnia warna pink fanta dengan kelopak bunga bertumpuk. Adapula bunga cosmos yang berwarna oranye. Dan di pusat taman bunga itu ada bunga matahari dengan warna kuning yang cerah dan ceria.

Tiara menikmati pemandangan itu dengan takjub. Banyak kupu-kupu yang berseliweran disana.

"Tiara...! Tiara...!" Jiho mencari istrinya itu. Dia melihat bangku yang tadi sempat mereka duduki kosong.

'kemana dia?' tanyanya dalam hati. Jiho mencari ke area spot bunga yang dibentuk seperti labirin, tapi sangat indah karena adanya warna warni bunga itu.

"Sayang..." ucap Jiho ketika berhasil menemukan istrinya. Dia menarik tangan istrinya itu.

Tiara tersenyum manis. Jiho menarik nafas lega.

"Aa khawatir sama kamu," ucapnya kemudian. Tiara tak menjawab perkataan suaminya, dia hanya menggelayut manja di lengannya. Lalu mereka kembali ke bangku taman lagi.

Tak berapa lama...

Trililiiit... Trililiiit... Trililiiit...

Nada dering di hape'nya berbunyi. Dia mengambil ponsel yang ditaruhnya di dalam tas. Tiara melirik Jiho setelah melihat layar ponselnya.

"Siapa?" tanya Jiho.

Tiara tak menjawab, hanya menyerahkan ponsel itu pada suaminya.

Mas Ferdi, sebuah panggilan yang tertera dalam layar ponselnya.

"Biar Aa yang angkat ya," tukas Jiho lagi.

'Ah Ferdi, ternyata kau masih saja menghubungi istriku ya! Kapan kau akan menyerah?'

[Halo dek, lagi ngapain?] sapa suara lelaki dari seberang.

[Halo Fer, ini aku...]

[Oh Jiho, apa kabar?]

[Kami baik, kamu sendiri gimana?]

[Alhamdulillah aku juga baik]

[Gimana kabar Bapak sama Ibu?]

[Alhamdulillah baik juga, aku tiap hari selalu main kesana. Mereka sepertinya kesepian ditinggal kalian]

[Hmm ya, sampaikan salam buat Bapak sama Ibu ya]

[Iya pasti aku sampaikan. Kalian lagi ngapain? kamu gak kerja?]

[Enggak, lagi libur dulu. Ini aku lagi ajak Tiara jalan-jalan, refreshing...]

[Waah, senangnyaa. Maaf mengganggu, aku tutup dulu teleponnya. Assalamualaikum]

[Waalaikum salam]

Jiho mengembalikan ponsel itu pada Tiara. Tiara menatapnya seakan penuh tanya.

"Kenapa?" tanya Jiho sambil tersenyum untuk menetralisir kecanggungan.

"Aa gak marah?" tanya Tiara hati-hati.

"Marah kenapa?" Jiho balik bertanya.

"Mas Ferdi..."

"Ferdi sering menghubungimu? Iya kan?"

Dia mengangguk. Raut wajahnya berubah jadi sedih. Jiho berasa jadi orang tua yang sedang memarahi anaknya. Duh! dia jadi tak tega melihatnya.

Jiho mengusap rambut Tiara dengan lembut.

"Aa gak marah, sayang... Jangan sedih lagi. Gak apa-apa kalau Ferdi sering menghubungimu. Dia hanya bersilaturahmi. Yang penting hatimu tetap buat Aa, ya kan?" lanjut Jiho. Yang dia ucapkan sangat berseberangan dengan hatinya. Ada rasa sakit yang menyelinap di ruang hati ketika tahu mereka masih berhubungan. Tapi dia tak mungkin mengungkapkan emosiku disini. Ya, Jiho paling tidak bisa untuk melihatnya menangis.

Suasananya sudah tak nyaman sekarang. Sedari

tadi Tiara hanya terdiam.

"Sayang, ayo kita pulang saja," ajak Jiho. Dia hanya mengangguk dan mengikuti langkahnya di belakang.

Gagal sudah, tadinya ingin bersenang-senang tapi malah jadi seperti ini. Gara-gara dua orang yang mengganggu!

***

"Kamu kenapa tiba-tiba suka ngambek begitu? Aa punya salah dimana?" tanyanya sesampainya di rumah.

Tiara hanya terdiam dan menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

"Aa selama ini mencoba bersabar, tapi kamu kayak gini terus... Aa gak tahu kalo kamu gak ngomong. Coba terbuka sama Aa, mau kamu kayak gimana?" pungkasnya lagi dengan nada penuh penekanan.

'Lelakiku ini sedang marah? Ah, ternyata dia bisa marah juga ya? Duh! aku juga gak tahu kenapa suasana hatiku cepat berubah seperti ini. Aku sensitif sekali, terutama mengenai mas Ferdi.' ungkap Tiara dalam hatinya.

Jiho memandangnya cukup lama, tapi Tiara masih terdiam.

"Aa pergi dulu." Ujarnya kembali sambil menyambar jaket yang tadi dilepasnya. Dia pergi meninggalkan Tiara sendirian.

'Hah? jadi dia benar-benar marah?'

Tiara tergugu, rasanya dia egois sekali. Padahal suaminya itu sangat perhatian. Dia melirik jam yang ada di dinding, waktu menunjukkan pukul 11.30 WIB.

'Apa dia akan pulang? Aku belum masak, tapi rasanya malas sekali.'

Tiara meringkuk diatas tempat tidur.

- bersambung -

1
Ida
baru baca prolog udh keliatan klu cerita ini pasti bagus dan yg pastinya bakalan seru dengan kisah cinta segitiga antara Tiara,Ferdi dan Jiho
Yulia Asih
siiip
Anonim
udah punya suami Masih ngladenin telpon laki laki Laen.
Little Peony
Semangat selalu Thor ✨✨✨
Little Peony
Like like like
Little Peony
Lanjut ya Thor ✨✨
Hanipah Fitri
pembinor nekat
Kurnia
Semangat up kak
Armay
semangat berkarya, kutunggu karya selanjutnya thor💪
Friska Petra
like
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk kenovelku.Judulnya "Ray Stardust."

Kutunggu kedatanganmu.

Terima kasih
Djohan
Mudah di pahami sekali alur ceritanya kak. Sukses buat Authornya😊.
Bila berkenan mampir juga ya ke halamanku, terima kasih kak😆
Friska Petra
semangat thortr
Friska Petra
like..
Friska Petra
like
Friska Petra
Astaga thor...
itu Jiho kenapa menggugah selera.. 🤤🤤🤤🤤🤤
😆😆😆😁😁😁😁
Friska Petra
Jiho bawa istri dikasih kerjaan..

kalok didunia nyata, malah dibilang takut istri.. 🙄🙄
Radin Zakiyah Musbich
Ceritanya seru kak 👍👍👍

ijin promo ya 🍜🍜🍜

jgn lupa baca novel dg judul "HITAM"

kisah tentang pernikahan yg tak diinginkan,

jangan lupa tinggalkan like and commen ☀️☀️☀️
Lee Jung So
😍😍😍😍😍
Lee Jung So
🙏🙏🙏🙏 makasih dah saling dukung
#agen penangkap roh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!