seandainya suara - suara semangat di ujung Telepon sana, bisa aku tukar dengan kata "Hallo " dari Ibuku,mungkin akulah wanita yang paling berbahagia didetik ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kumala Nainggolan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEORANG PIANIS
Meilin , Robert dan Hebrew tampak berjalan menuju parkiran Mobil dibawah tanah itu , pada Hotel tersebut melalui Lipt.
Tampak juga Meiilin diapit oleh dua Pria yang sama tampannya itu . Meilin bagaikan seorang Princess dan dikawal oleh dua Pangeran Kerajaan yang gagah perkasa . 😂
Kebahagian tampak terlihat di Wajah Hebrew. Ia sangat senang bisa berada didekat Meilin . Jantungnya sungguh tidak karuan tiap kali mencium aroma Parfum Meilin . Aroma yang sangat has sekali dipenciuman Hidung Hebrew . Walaupun Meilin tampak selalu tidak perduli akan keberadaannya , seperti tadi pagi.
Mereka juga sepertinya menikmati perjalanan tersebut . Karena disuguhkan oleh pemandangan Pantai yang sangat Exotis.
Ibu Meilin...bisakah saya bertanya ?" kata Hebrew pada Meilin yang tepat berada duduk disampingnya.
Iya...silahkan..." sahut Meilin , tampa menolehnya.
Kado apakah yang pantas diberikan pada seorang Wanita ? " tanya Hebrew.
Maaf , untuk itu sungguh saya tidak tau !" sahut Meilin.
Terlihat sesekali Pak Robert memandang pada mereka berdua secara bergantian , melalui kaca Sepion Mobil tersebut.
Seperti pria yang pernah dekat dengan Ibu Meilin . Apakah yang ia beri pada Ibu Meilin ?" tanya Hebrew lagi , sesekali melirik Meilin.
Meilin pun tampak tersenyum geli mendengar pertanyaan tersebut.
Baiklah , tentu Ibu Meilin tidak akan mengatakannya bukan ? " kata Hebrew lagi , terkekeh
Bisakah saya mengetahui apakah hal yang Ibu Meilin sukai ?" tanya Hebrew lagi.
Mmmm maksut saya ? ? ?" kata Hebrew , melanjutkan pembicaraannya dengan sedikit agak gugup .
Maksut saya agar dapat insfirasi dari jawaban Ibu Meilin ." lanjutnya.
Saya menyukai musik ." jawap Meilin singkat.
Iya tentu kamu suka musik , dan itu bukan hanya sekedar Hobby . Caramu memainkan Piano saat itu , sudah menyatakan kamu seorang Pianis yang luar biasa ." bathin Robert , diam - diam menguping pembicaraan mereka . Dan tampak sesekali memandang Meilin , masih dari Spion Kaca Mobil itu.
Tampak Hebrew berpikir sejenak , mendengar jawapan dari Meilin.
Bukan kah ini jalan menuju rumah Daddy ?" bathin Hebrew lagi , dipikirannya yang lain.
Mengapa Ibu Meilin diajak kerumah ? " tanyanya lagi pada dirinya sendiri.
Iya , memang benar , mereka sedang menuju rumah Daddy nya.
Baru kali ini Meilin diajak oleh Robert kerumah Orang Tuanya itu.
Rumah yang berlantai dua itu , tampak seperti rumah Arsitektur yang ada di Eropa .
Dengan Cerobong asap pada bagian utara pada rumah itu . Mungkin itu adalah ruang keluarga , atau Cerobong asap pada bagian dapur mereka.
Dengan susunan Batu Bata sebagai Tembok rumah itu , sangat rapi , menambah seni pada rumah tersebut.
View juga yang tampak langsung mengarah kepantai , membuat suasana rumah itu terlihat nyaman . Dan itu adalah nilai tambah pada rumah tersebut.
Tampak sepasang orang tua keluar dari rumahnya , dengan senyum yang sangat ramah , seolah - olah menyambut kedatangan seorang tamu yang istimewa.
Hebrew terlihat lebih dahulu turun dari mobil
tersebut , disusul oleh Meilin dan Robert.
Robert mempersilahkan Meilin untuk berjalan lebih dahulu , dan kemudian Robert berjalan disamping Meilin.
Meilin menyalami kedua orang tua tersebut , dan orang tua tersebut mempersilahkan Meilin masuk kedalam Rumah nan megah tersebut.
Apakah ada sesuatu yang tak kuketahui ? " tanya Hebrew entah sama siapa.
Apakah yang kau katakan bocah ? " sahut kakaknya tersebut.
Hei Bung...bahkan acara dirumah pun aku tidak diberitahu ." kata Hebrew lagi , tampak berjalan berada dibarisan paling belakang.
Mereka memang selalu begitu ." ucap Daddynya pada Meilin.
Pak Robert yang tampak sangat tegas dan sangar , ternyata jika dirumah seperti anak - anak juga tingkah lakunya ." bathin Meilin merasa lucu , dan tersenyum melihat tingkah kedua kakak beradik itu.
Kalian pasti sudah sangat lapar , ayo kita langsung segera makan saja ." ajak Mommy nya lagi , dan mengarahkan mereka pada meja makan.