NovelToon NovelToon
Lady In Waiting

Lady In Waiting

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:434.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: kumala Nainggolan

seandainya suara - suara semangat di ujung Telepon sana, bisa aku tukar dengan kata "Hallo " dari Ibuku,mungkin akulah wanita yang paling berbahagia didetik ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kumala Nainggolan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEORANG PIANIS

Meilin , Robert dan Hebrew tampak berjalan menuju parkiran Mobil dibawah tanah itu , pada Hotel tersebut melalui Lipt.

Tampak juga Meiilin diapit oleh dua Pria yang sama tampannya itu . Meilin bagaikan seorang Princess dan dikawal oleh dua Pangeran Kerajaan yang gagah perkasa . 😂

Kebahagian tampak terlihat di Wajah Hebrew. Ia sangat senang bisa berada didekat Meilin . Jantungnya sungguh tidak karuan tiap kali mencium aroma Parfum Meilin . Aroma yang sangat has sekali dipenciuman Hidung Hebrew . Walaupun Meilin tampak selalu tidak perduli akan keberadaannya , seperti tadi pagi.

Mereka juga sepertinya menikmati perjalanan tersebut . Karena disuguhkan oleh pemandangan Pantai yang sangat Exotis.

Ibu Meilin...bisakah saya bertanya ?" kata Hebrew pada Meilin yang tepat berada duduk disampingnya.

Iya...silahkan..." sahut Meilin , tampa menolehnya.

Kado apakah yang pantas diberikan pada seorang Wanita ? " tanya Hebrew.

Maaf , untuk itu sungguh saya tidak tau !" sahut Meilin.

Terlihat sesekali Pak Robert memandang pada mereka berdua secara bergantian , melalui kaca Sepion Mobil tersebut.

Seperti pria yang pernah dekat dengan Ibu Meilin . Apakah yang ia beri pada Ibu Meilin ?" tanya Hebrew lagi , sesekali melirik Meilin.

Meilin pun tampak tersenyum geli mendengar pertanyaan tersebut.

Baiklah , tentu Ibu Meilin tidak akan mengatakannya bukan ? " kata Hebrew lagi , terkekeh

Bisakah saya mengetahui apakah hal yang Ibu Meilin sukai ?" tanya Hebrew lagi.

Mmmm maksut saya ? ? ?" kata Hebrew , melanjutkan pembicaraannya dengan sedikit agak gugup .

Maksut saya agar dapat insfirasi dari jawaban Ibu Meilin ." lanjutnya.

Saya menyukai musik ." jawap Meilin singkat.

Iya tentu kamu suka musik , dan itu bukan hanya sekedar Hobby . Caramu memainkan Piano saat itu , sudah menyatakan kamu seorang Pianis yang luar biasa ." bathin Robert , diam - diam menguping pembicaraan mereka . Dan tampak sesekali memandang Meilin , masih dari Spion Kaca Mobil itu.

Tampak Hebrew berpikir sejenak , mendengar jawapan dari Meilin.

Bukan kah ini jalan menuju rumah Daddy ?" bathin Hebrew lagi , dipikirannya yang lain.

Mengapa Ibu Meilin diajak kerumah ? " tanyanya lagi pada dirinya sendiri.

Iya , memang benar , mereka sedang menuju rumah Daddy nya.

Baru kali ini Meilin diajak oleh Robert kerumah Orang Tuanya itu.

Rumah yang berlantai dua itu , tampak seperti rumah Arsitektur yang ada di Eropa .

Dengan Cerobong asap pada bagian utara pada rumah itu . Mungkin itu adalah ruang keluarga , atau Cerobong asap pada bagian dapur mereka.

Dengan susunan Batu Bata sebagai Tembok rumah itu , sangat rapi , menambah seni pada rumah tersebut.

View juga yang tampak langsung mengarah kepantai , membuat suasana rumah itu terlihat nyaman . Dan itu adalah nilai tambah pada rumah tersebut.

Tampak sepasang orang tua keluar dari rumahnya , dengan senyum yang sangat ramah , seolah - olah menyambut kedatangan seorang tamu yang istimewa.

Hebrew terlihat lebih dahulu turun dari mobil

tersebut , disusul oleh Meilin dan Robert.

Robert mempersilahkan Meilin untuk berjalan lebih dahulu , dan kemudian Robert berjalan disamping Meilin.

Meilin menyalami kedua orang tua tersebut , dan orang tua tersebut mempersilahkan Meilin masuk kedalam Rumah nan megah tersebut.

Apakah ada sesuatu yang tak kuketahui ? " tanya Hebrew entah sama siapa.

Apakah yang kau katakan bocah ? " sahut kakaknya tersebut.

Hei Bung...bahkan acara dirumah pun aku tidak diberitahu ." kata Hebrew lagi , tampak berjalan berada dibarisan paling belakang.

Mereka memang selalu begitu ." ucap Daddynya pada Meilin.

Pak Robert yang tampak sangat tegas dan sangar , ternyata jika dirumah seperti anak - anak juga tingkah lakunya ." bathin Meilin merasa lucu , dan tersenyum melihat tingkah kedua kakak beradik itu.

Kalian pasti sudah sangat lapar , ayo kita langsung segera makan saja ." ajak Mommy nya lagi , dan mengarahkan mereka pada meja makan.

1
Leita Rauli Silaban
Sorry thor. agak bingung dgn alur cerita yg lompat lompat. Mgkn krn sy krg cerdas🙏
Leita Rauli Silaban
thor..agak gerah nich.....bnyk yg kata" nya nggak pas penulisannya. cthnya Ipen. high hell
Leita Rauli Silaban
td meilin kyknya ke mesjid. kok hbs itu ada Jesus nya. bingung🤫🙄
Leita Rauli Silaban
lanjut thor. btw gaya bahasanya fibuat lbh nyanrai dong thor. nggak kyk ad jarak gitu.
rayo78
jeleknya aku tuh... klo akhir g happy end, gak bakal aky baca tor😩
Sarmini Ujianto
kok yg like mkn sedikit sih
Sarmini Ujianto
ternyata aku sdh pernh membc novel ini ingatny wkt meilin d bali cm cm satu sahbt dan g duka sm hp
Sarmini Ujianto
biar bs komunikasi mk meilin hrs punya hp catuh
Sarmini Ujianto
sabar thor
Sarmini Ujianto
bahasa apa itu thor
Ida Martinah
knp harus mati thor.......apa rwncanamu thor
neng toyib: terima kasih sudah mampir dan memberi komen dari sentuhan kakk😂😂😂

Belum punya rencana apapun kak.
masih menikmati rencana Yang Tuhan kasih.

Silahkan mampir dinovel qu yg lainnya kak, judulnya EGP. hanya itu yg bisa Up setiap hari. walau cuma sedikit.

big love for you my reader
total 1 replies
velishya
😭😭😭😭😭😭
maria sutriyana
awal cerita yang menarik
Herlina Bio
suka. lanjut thor
Vera😘uziezi❤️💋
Aqu datang dan mampir untuk menyimak dulu
ka ,el
suka
catarina
bagus
nie rya
seru
najah robiah
begini dong novel, bukan hnya sekedar cerita, tp ada pesn yg terkandung. didalamnya
danu
banyak hal yg dipetik dr cerita ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!