NovelToon NovelToon
SURVIVE

SURVIVE

Status: tamat
Genre:Zombie / Romansa / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:56.3k
Nilai: 5
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Konspirasi biologis yang dilakukan oleh dua negera menjadi bumerang untuk seluruh dunia. Menjadikan anak anak muda yang masih bertahan hidup harus mati matian mempertahankan populasi manusia di bumi.

Virus mulai menyebar, perlahan manusia menjadi brutal dan tidak terkendali. Membunuh atau terbunuh, hanya dua itu pilihannya. Disaat mereka berusaha bertahan hidup, banyak cinta yang hadir disana. Hingga dua pilihan yang mereka pilih, bertahan hidup atau cinta.

CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA

MOHON BIJAK SAAT MEMBACANYA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Klik!

Samuel melirik pada Ina saat pintu itu berhasil terbuka, dengan perlahan pria itu masuk terlebih dahulu diikuti oleh Ina dan yang lainnya.

Suasana didalam gedung itu sepi dan gelap, mereka melangkah hati hati. Jangan sampai suara kaki mereka membuat suara yang mengganggu, karena Samuel yakin pasti tidak ada yang beres didalam gedung ini.

Samue, Ina dan yang lainnya akhirnya sampai diujung lorong, lorong yang lebih terang dari pada lorong lorong yang mereka lewati sebelumnya.

"Ada yang datang! sembunyi!"

Samuel memberi isyatar kepada mereka semua agar segera bersembunyi, kedua netra pendengarannya dia pasang baik baik saat mendengar derap sepatu mulai mendekat kearah mereka. Bahkan mereka semua mendengar suara dua orang yang tengah berbicara normal, namun sepertinya kedua orang itu tengah tergesa gesa karena mereka tidak menyadari kalau Samuel dan yang lainnya ada dibalik bayangan gelap.

"Mereka mau kemana? kenapa pakaian yang mereka pakai seperti dokter?" Ina mulai angkat bicara saat melihat kedua orang yang semakin jauh dari mereka.

"Ayo! nanti kalian akan tahu yang sebenarnya!"

Samuel tidak memberi jawaban yang diinginkan oleh Ina dan yang lainnya, pria itu mengedarkan pandangannya kesetiap arah, untuk memastikan kalau tidak akan ada orang yang memergoki mereka disini.

selama perjalanan menyelusuri lorong lorong itu, suasana terasa sepi. Udara didalam gedung itu terasa dingin, bahkan jaket hangat yang mereka pakai semakin mereka eratkan ketubuh masing masing.

Samuel berbelok kearah ruang laboratorium, pandangannya terus menatap waspada pada setiap ujung lorong yang mereka lewati. Hingga akhirnya, dia dan rekan seperlariannya sampai disebuah pintu besar berwarna putih. Samuel berhenti sejenak, dia terlihat menghela nafasnya dalam dalam, lalu perlahan Samuel memasukan kartu akses masuk yang ada ditangannya.

"Tunggu! ini ruangan apa Sam?"

Gerakan tangan Samuel terhenti saat Ina menahan tangannya, gadis remaja itu menatap penuh tuntutan pada Samuel. Namun Samuel hanya tersenyum tipis pada Inayna, Samuel tetap memasukan kartu hitam itu.

"Kau akan tahu nanti!"

Klik

Pintu itu terbuka, Ina dan yang lainnya bahkan harus mundur beberapa langkah saat melihat kabut putih keluar dari ruangan itu. Terlihat kabut putih itu segera menyebar keluar, Ina dan yang lainnya bahkan harus menutup hidung mereka dan menutup kedua mata.

"Ayo!"

Samuel menarik lengan Ina dan segera membawa gadis itu masuk kedalam, Ina belum membuka mata serta hidungnya saat Samuel membawanya masuk, begitu juga dengan Anita Zean Aiko dan yang lainya.

"Kita mau kemana Sam? kenapa kita kesin..., Papa!"

Pekikan Ina membuat Anita dan Zean segera membuka kedua matanya, begitu pula dengan Aiko dan yang lainnya. Aiko pun sama terkejutnya saat melihat Akira Mamanya sedang berkutat didalam bilik kaca.

"Mama," Aiko segera mendekat kearah kaca pembatas antara dia dan Akira. Begitu pula dengan Ina Zean dan Anita, ketiganya mendekat kearah pembatas kaca dimana didalamnya ada Sang Papa yang tengah tersenyum kearah mereka.

Anita bahkan meneteskan air mata, dia bersyukur karena suaminya baik baik saja, walaupun Anita yakin saat ini didalam tubuh pria itu ada yang tidak baik. Walaupun sudah memakai pelindung, tapi tidak menjamin kalau Lukman sehat.

"Papa,"

Ina menatap berkaca kaca pada Papanya, sedangkan Lukman hanya bisa melambaikan tangannya pada sang putri. Pria itu masih berkutat dengan berbagai macam alat laboratorium dan bahan bahannya.

"Kalian pakai ini dulu!" Samuel memberikan mereka sejumlah pil yang harus mereka telan saat itu juga.

"Apa ini Sam?" Ina menatap pada Samuel.

"Telan saja!" Samuel menelan pil itu, namun Ina masih ragu. Dia menatap pada sang Papa, saat melihat Lukman mengangguk Ina baru memasukan pil kecil itu kedalam mulutnya.

"Apa yang sedang kalian lakukan disini?"

SEMOGA KALIAN SUKA, THANKS

1
Mega Arum
baru nemu... semoga seruuu
Fina Fitriani
deg deg an... mana bacanya tengah malem LG... tp seru,,ada kelanjutannya LG gak Thor ceritanya biar makin seru... dan makin greget gtu endingnya..... pokoknya suka sama ceritanya
Hariyati
Emosi liat ina . Sebenarnya dia itu bodoh apa ceroboh sih /Panic/
Hariyati
kenapa gak pergi naik sekitbot? , pergi lewat jalur laut
Ela Faisah
Ceritanya seru dan menegangkan, walaupun singkat
Amanda Saraazillah A
cerita nya bagus, tapi ntah kenapa ceweknya kek ceroboh
💐Lusi81
hadir
Ni Ketut Patmiari
tak sadar tahan nafas dari awal baca sampe akhir...🥴
Ni Ketut Patmiari
novel nya bagus, kok yg like dikit sih
Ni Ketut Patmiari
Ina cerewet banget deh... sebel 🤨
Hariyati: banyak bacot
total 1 replies
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
situasi kek gini gak perlu banyak nanya Ina... bkin emosi aja...
Rahma Hayati
🤧😍
Rahma Hayati
😍
Rahma Hayati
Lliiaa Ginja
Hadir thor
@@Ayyaa@@
tegang nya sedikit z.. ya thor.
@@Ayyaa@@
kalo di sini sekarang, beras lagi naik inayna...
@@Ayyaa@@
sama²... thor
@@Ayyaa@@
ya... thor.

saya mampir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!