🏆JUARA 2 LOMBA MENGUBAH TAKDIR S2🏆
EKLUSIF HANYA DI NOVELTOON! JIKA ADA DI TEMPAT LAIN BERARTI PLAGIAT! LAPORKAN!
Charzo adalah pria miskin yang menikah dengan wanita yang berada yang bernama Clara. Mereka menikah tanpa persetujuan dari orang tua Clara.
Karena Charzo di pecat dari pekerjaan kurir, mau tak mau Charzo harus tinggal di rumah orang tua Clara karena tidak sanggup untuk membayar uang sewa rumah, Clara juga tidak bekerja jadi mereka harus menumpang di Daan untuk sementara waktu menjelang ia mendapat pekerjaan.
Karena melihat Charzo belum juga mendapat pekerjaan, ibu Clara menyuruh mereka bercerai dan ibu Clara juga sudah mendapatkan calon menantu yang kaya untuk Clara.
Namun, Clara tidak mau menceraikan sang suami. Akan tetapi ia di paksa untuk menikah dengan jodoh pilihan sang ibu dan mengurus surat cerai. Di saat Clara memegang pena untuk menanda tangani surat cerai dengan Isak tangis di saat itulah Charzo mendapat system dan ia bisa membuktikan jika i
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Charzo berjalan menuju tengah jalan. Terlihat nenek dengan membawa tongkat ingin melintasi jalan. Mobil juga sudah mendekat, Charzo langsung mengendong nenek tersebut.
Karena ada orang yang melintas, pengemudi mobil itu terkejut dan malah menabrak mobil yang terparkir di pinggir jalan itu dan membuat mobil itu terbalik.
Semua orang teriak panik dan ketakutan, Charzo meletakan nenek itu kebawah dan ia langsung menuju mobil itu kembali.
Dengan cepat ia membuka pintu mobil dan meriksa apa orang di dalam baik-baik saja.
Charzo membantunya orang itu keluar dari mobil, sayangnya kaki si pengemudi terjepit sehingga sangat sulit untuk di keluarkan, yang lain juga sedang membantu untuk mengeluarkan pengemudi tersebut.
Saat mereka sedang bersusah payah menolongnya, ada percikan api yang keluar dari mesin mobil.
"Cepat keluarkan dia! Atau dia tidak bisa di selamatkan!" teriak Charzo.
Mereka seberusaha mungkin untuk mengeluarkannya, apinya malah sudah membesar.
"Satu! Dua! Tiga!" teriak merek bersamaan dan akhirnya pengemudi mobil itu bisa di tarik keluar dan ...
Duaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!
Ledakkan dahsyat itu membuat mobil itu meledak dan terbang ke atas dan menghanguskan mobil tersebut.
Mereka semua. berlarian untuk menjauh agar tidak terkena ledakan tersebut.
Beberapa warga segera menelpon pemadam kebakaran.
"Aaaaaaa!" teriak pria yang mereka selamat kan tadi dan sangat mengejutkan bahwa kaki pria itu ternyata tidak utuh lagi, kakinya terpotong sebagian dari lututnya yang terjepit tadi.
"Bagaimana ini?" tanya mereka pun tambah panik, itu berarti kaki pria tadi juga ikut terbakar dengan bersamaan mobil yang meledak tadi.
"Cepat telpon ambulan!" ucap Charzo mengingatkan.
Mereka yang ada di sana pun langsung menelpon ambulan agar segera datang.
Charzo berjongkok dan membuka bajunya lalu mengikat di kaki pria itu agar darahnya tidak keluar lagi.
"Sana kamu!" teriak pria itu tampak marah dengan Charzo.
"Kenapa? Aku hanya ingin membantumu," ucap Charzo menekuk alisnya.
"Aku tidak perlu bantuan dari orang yang sudah mencelakakan diri ku! Ambil kembali baju mu itu!" teriak pria itu membuka ikatan baju itu dari kaki buntungnya dan melempar kembali ke arah Charzo.
"Aku tidak membuatmu celaka," ucap Charzo.
"Lalu kenapa kau berdiri di tengah-tengah jalan! Apa itu yang tidak membuat ku celaka!" teriak pria itu sambil menahan sakit.
"Dia menolong seorang nenek yang hampir saja mau kau tabrak, seharusnya kau bersyukur jika kami menolong mu tadi, jika tidak kau sudah hangus bersama mobil mu itu," ucap salah satu yang menolong pria tersebut.
"Kalian sama saja, sudah tahu ini jalan raya untuk apa menyebrang!" denggus pria itu marah.
"Sudah tahu ini jalan raya kenapa kamu bawa mobil laju-laju, ini juga bukan jalan nenek moyang mu, ini jalan semua orang dan seharusnya di tempat ramai itu bawa kendaraan pelan-pelan! Buka melaju seperti tadi!" balas mereka yang kesal dengan ucapan pria itu.
"Iya, bukannya terima kasih, malah marah-marah nggak jelas, dasar nggak tau balas Budi, ayo kita pergi, tinggal saja dia sendiri!" ucap orang itu dan mereka meninggalkan pria yang memegang kaki buntungnya itu.
Charzo melihat itu ia menarik nafas panjang dan mencoba mendekati pria itu lagi, bisa jadi pria itu masih belum terima dengan apa yang ia alami saat ini.