NovelToon NovelToon
Separuh Nyawa Suamiku

Separuh Nyawa Suamiku

Status: tamat
Genre:Janda / CEO / Tamat
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Menjadi janda karena suaminya meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Dan takdir membawanya kepada seorang CEO muda yang kemudian sangat memperhatikan semua kebutuhan hidupnya, menyayangi anaknya seperti almarhum suaminya.

Waktu berlalu, kebersamaan yang tanpa mereka sadari membuat keduanya jatuh cinta. Tapi fakta yang sengaja di tutupi selama ini terkuak dan membuat keduanya sama-sama terpukul ketika keduanya sudah menikah..

"Sekalipun kau memberikan dunia ini untuk Ku, tetap saja tidak bisa menggantikan separuh nyawa Suamiku." ungkapnya dengan air mata.

"Tapi sekarang aku juga suamimu. Dan separuh nyawaku ada padamu."


Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagaimana Jika Itu Kak Indri?

Tak ada pembicaraan selanjutnya, Ningrum yang sempat menduga-duga akhirnya memilih pergi ke kamar mandi. Sedangkan Nur masih tertegun dengan pembicaraan mereka yang akhirnya ia mengingat hal yang mungkin saja ada hubungannya.

'Tapi, tidak mungkin rasanya Mas Andra tidak jujur kepada Kak Fiza.'

Mencoba mengingat hari itu ketika Fiza begitu histeris menangis atas meninggalnya Azzam.

'Orang yang menabrak Mas Azzam sedang kritis.' suara Ahmad masih mengiang ditelinga Nur, kala itu ia juga berada di ruang tamu rumah Azzam, menghibur Ara yang menangis.

"Tidak, ku rasa ini hanya sebuah kebetulan." Nur menarik nafas, mencoba kembali berpikir positif.

Dua hari di negeri orang, kedua anak gadis kiyai Marzuki ikut merawat Indri, termasuk ketika sholat keduanya melaksanakannya di ruang rawat Indri. Tak lupa waktu senggang mereka habiskan hanya untuk duduk membaca Al-Qur'an di samping Indri.

Hingga sore di hari kedua tersebut, mereka berkemas meninggalkan Singapura.

Pesawat mulai lepas di udara dengan rasa yang lega sudah melihat keadaan Indri. Tampak dari jendela awan berbaris di kejauhan, bahkan seperti asap tipis terkadang di lewati. Entah di berapa ketinggian sehingga Nur merasa mereka terlalu jauh dengan bumi.

"Di belahan bumi yang mana kau sedang berada, rasanya aku memang harus menghubungimu." Nur berpikir, lalu menyandar dan kemudian terlelap memikirkan Ahmad.

"Kita sudah sampai Kak." Rasanya baru sebentar, lalu kemudian ia dibangunkan Ningrum.

Taksi yang mereka tumpangi melaju sedang. Nur sedikit melirik Tomi, merasa butuh bicara namun ragu memulai darimana. Sungguh angka dua puluh itu mengganggu pikiran Nur saat ini.

"Sebaiknya kami pulang ke pondok terlebih dahulu." Nur membuka obrolan di mobil yang sejak dari bandara terasa sunyi.

"Baiklah. Aku akan kerumah Kakakmu terlebih dahulu, dia harus tahu perkembangan Indri." Tomi melirik kaca spion depan, berbicara dengan Nur yang mengangguk.

"Semoga setelah ini kesehatan Kak Indri terus membaik. Aku yakin sekali dia adalah sosok yang baik." Nur mulai memancing arah pembicaraan.

"Itu benar, dia adalah sosok yang baik, sama seperti Andra. Aku berharap dia masih memiliki kesempatan untuk hidup." Tomi menyandar.

"Seperti apakah Kak Indri kecelakaan sehingga membuat ia terluka begitu parah?" wajah Nur terlihat serius.

"Saat itu, dia baru saja kembali dari luar kota. Dengan perasaan kacau dia menyetir sendiri. Hingga akhirnya kehilangan kendali dan kecelakaan tak bisa dihindari, mobilnya menabrak tiang listrik hingga hancur di bagian depan, beruntung tidak meledak."

"Astaghfirullah." ucap Nur akhirnya membuat si bungsu urung terlelap. "Dimana kecelakaan itu terjadi?"

Tomi menatap Nur seperti terkejut. Jelas terlihat dari kaca depan wajah Nur sangat ingin mendengar jawabannya.

"Apakah ada korban lainnya?"

"Ah, itu..." Tomi terlihat berpikir. "Sebaiknya untuk hal itu kau tanyakan langsung kepada Andra, Hatiku selalu saja merasa bersalah jika mengingat hati itu, aku sering menyalahkan diriku sendiri karena saat itu aku malah tertidur di hotel tempat Indri dan mantan suaminya bertemu. Harusnya aku bersamanya." wajahnya terlihat menyesal.

Ternyata tidak semudah itu mencari jawabannya. Dan Tomi akan curiga jika terus dipaksa.

'Tapi, harusnya seseorang yang memiliki beban akan merasa senang jika memiliki tempat untuk berbagi, tapi sepertinya tidak dengan Tomi. Andaikan itu benar, bagaimana mungkin Mas Andra bisa setega itu, bagaimana dengan Kak Fiza?'

Sedangkan di rumah Andra, laki-laki tampan itu tak henti mengucap syukur selepas mendengar kabar dari Tomi. Denyut nadi yang kembali normal pun adalah sebuah keajaiban baginya. "Semoga Kak Indri bisa sadar, dan sembuh dari tidur panjangnya." ucap Andra menggenggam tangan Fiza yang masih duduk di sofa setelah Tomi pamit pulang.

"Aamiin Mas, Allah akan mengabulkan harapan dan doa kita, terlebih lagi kau dan kak Indri adalah orang baik." Fiza memegang satu sisi wajah Andra, membelai lembut di sana.

"Terimakasih Sayang, kehadiran mu membuatku bahagia, juga menguatkan aku yang kehilangan arah. Tak terbayangkan jika di dunia ini tak ada dirimu. Entahlah." Andra memeluk erat Hafizah.

Sejenak saling memeluk, Hafizah seolah larut dengan ingatan masa lalu.

"Ada apa Sayang?" Andra melonggarkan pelukannya.

"Tidak ada Mas, aku hanya mengingat sesuatu"

Menautkan alisnya. "Apa itu Sayang?"

Fiza tertawa lalu kembali memeluk Andra dengan hangat. "Tidak ada Mas." terdengar begitu merdu, perut besarnya hangat menyentuh lengan Andra.

"Sayang. Apakah aku boleh menanyakan sesuatu?" bisik Andra mengecup telinga yang terbungkus kerudung tersebut.

Dia mengangguk, tanpa beranjak dari pelukan Andra.

"Apakah kau sangat membenci orang yang membuat Azzam meninggal?"

Sejenak mencerna, kemudian melepaskan pelukan Andra, keduanya saling menatap.

"Kak Indri ada di posisi itu." ucap Andra lagi, begitu pelan.

Wajah cantiknya mendadak sendu, hatinya seolah terseret ke masa lalu. Tapi kemudian bayangan Indri yang tak berdaya juga membayang bergantian.

"Maaf jika selama ini aku egois, tidak suka mendengarmu berbicara tentang Azzam. Sejujurnya selain cemburu aku juga merasa posisi kita seperti bertentangan." bisik Andra terdengar sedih. Tapi wajah tampannya begitu menikmati kecantikan juga keindahan wajah yang mendongak tak mau berpaling.

"Aku tidak membencinya Mas." jawaban singkat, namun tidak membuat Andra bahagia.

Terdiam lalu terdengar tarikan nafas yang berat. "Hanya saja, aku terlanjur kecewa dengan mereka yang tidak peduli sama sekali dengan nyawa yang sudah melayang... Tidakkah mereka merasa bersalah walaupun sedikit saja? Ataukah mereka tidak punya perasaan sehingga nyawa Mas Azzam hanyalah seperti tikus yang terlindas di jalanan."

"Fiza!" menghentikan namun tidak membentak.

"Aku tahu aku harus ikhlas Mas."

"Kalau kau tahu, lalu mengapa kau tidak mengikhlaskannya? Bukankah mendendam itu hanya akan mengotori hatimu?" tanya Andra berusaha sepelan mungkin.

Fiza menunduk lebih dalam, benar kata Andra, bahkan karena hatinya yang terlalu lama menyimpan marah, dia kesulitan mengendalikan dirinya sendiri. Ketika hati sudah di huni oleh dendam dan kebencian, maka tak ada lagi ketenangan, kebencian akan terus mengganggu jiwanya, mengotori hatinya, mengusik pikirannya.

"Ku dengar, mereka juga memberikan santunan untuk kelanjutan hidup kau dan Ara? Bukankah artinya mereka masih memikirkan mu?"

"Alangkah baiknya jika mereka datang dan bertemu denganku Mas! Tidak kah ada itikad baik sebagai sesama manusia yang mungkin iya! Tanpa sengaja menewaskan Mas Azzam, dan orang yang menabraknya juga terluka parah. Dan seandainya mereka datang maka aku akan menerimanya dengan ikhlas, aku tidak akan marah, aku tidak akan membencinya, aku juga tidak meminta apapun. Bukan mengganti nyawa Mas Azzam dengan uang."

Seketika lemas seluruh tubuh Andra, ternyata kecelakaan itu masih membuat hati istrinya sangat terluka.

"Fiza... Bagaimana jika orang yang menabrak Azzam adalah Kak Indri, apakah kau masih tetap tak mau memaafkan dia?"

1
mama yogi
Luar biasa
Dayang Rindu: terimakasih kak. mampir di karya baru ku... 🙏
total 1 replies
Arkan_fadhila
kok gak ada kelanjutanx....
Arkan_fadhila: ditunggu thorr....kangen Fiza Andra...

sehat selalu author kami tersayang
total 2 replies
Arkan_fadhila
aq tahu ikhlasmu sakit Fiza
tp cobalah posisikan dirimu PD Andra...dia sdh membuatmu anakmu bahagia jgn LG kau ungkit atian suamimu....tak mudah melupakan cinta pertama yg mungkin TDK ada cela....namun semua TDK luput dr qodarullah....sebaik apapun sesempurna apapun kamu ingin mewujudkan impian mu bersama Azzam kalo Kun nya Allah yg berlaku maka fayakun ...
Arkan_fadhila: sempat terpikir kasian si Andra aq thor
total 2 replies
yamink oi
up
Ai Emy Ningrum: iyah pasti ada notif nya kalok kak Oi membalas komentar ku 🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
Arkan_fadhila
Fiza ....hanya kecewa ndra
Andra...kejujuran diawal memang menyakitkan namun hubungan dgn kejujuran akan lebih cepat mengikis luka hati
Ai Emy Ningrum
Betul...
Jujur itu lebih gagah dan terhormat dari pada muter muter gak jelas dan bersikap sok polos 😒😒
Ai Emy Ningrum: oleng kesana , oleng kesini 😁😁
total 13 replies
Arkan_fadhila
jodohx nur kayakx sdh DTG....dan Ahmad akan terlambat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
oppa mingho kena jebakan betmen! silau akan senyum manis dek ningrum sampai mata jadi buram 😂😂
Ai Emy Ningrum: wow 😮😳 abis gajian nih 😍🤩🥳
total 18 replies
Ai Emy Ningrum
Jgn mati dulu oppa😳😳 !! tunggu sampai kisah cintamu berakhir dgn indah ,bukn dgn si Indah tp dgn dek Ningrum 😍😍
Ai Emy Ningrum: ya Allah 🙈🙈🙈
total 20 replies
Arkan_fadhila
jujurlah Andra sblm Fiza tahu dr org lain
yamink oi
apakah fiza akan memaafkannya.....
tunggu kisah dan kelanjutannya.jangan lupa like dan komennya 🤪🤪🤪
Ai Emy Ningrum: geje 😒😒
total 12 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
wow.. akhirnya pecah bisul! tapi ini Andra beneran ngomong atau cuma ngebatin doang? 😁😁
Ai Emy Ningrum: serta ciri masing2 😎😎
total 10 replies
Ai Emy Ningrum
sampai disini ya ,aku lebih suka dgn kisah oppa Mingho yg masih berusaha mendekati dek Ningrum..bnr kata Andra ,knp tidak bs mngiklhlaskan nya ?? Marah ,sakit hati hny akan mngotori pikiran mu,mngusik ketenangan rumh tangga kalian..lupakan tnpa hrus membenci,kenanglah yg sudah tiada dlm doa...😔😔😌😌
Ai Emy Ningrum: spechless 😔😔
total 10 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
*klik..!!
*dddrrrttt... ddrrttt.. ngenggggg..
*mulai loading
*kak indri... mas azam..
*aha!! 💡
#mulaibuatkesimpulan
Ai Emy Ningrum: iyeee ..kacau lah skenario nya 🤣🤣🤣🤣
total 7 replies
Ai Emy Ningrum
knp sih kalok masih belasan tahun 🤔😳 toh ,age just a number...bnyak kok cewek2 yg belasan tahun tp pikiran nya udh dewasa ato anak2 sekarang yg umur belasan taun tp dandanan dan kelakuan kek tante2 ..contoh nya kasus anak pejabat yg MDS sama pacar nya AG..itu pacar nya masih 15 taun lhoh..😳😳
Ai Emy Ningrum: ga sesuai mahar ya ceu 🤭
total 30 replies
Arkan_fadhila
laki2 berpendidikan malah menchat mantan kakak iparx yg sdh menikah LG dgn org lain???yakin Ahmad itu berpendidikan agama??
Ai Emy Ningrum: muka perang 😤😤
total 9 replies
Ai Emy Ningrum
"Modus" gumam Ningrum...
Jaman sekarang emang susah bedain mana yg modus mana yg tulus...
susah bedain nya ..😒😒
Ai Emy Ningrum: mobil antik 😁😁
total 41 replies
yamink oi
Ningrum up
Ai Emy Ningrum: up mbak Nur 😹😹
total 7 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
jangan kan jadi pahlawan bertopeng, jadi badut mpang pun oppa mingho rela, demi dek ningrum 😍😍😚😚
Ai Emy Ningrum: mantap lah 😚 👍🏻👍🏻
total 13 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
duuh.. sampai Bibik pun ikut2an sport jantung karena menyimpan bom waktu 😲😲
Ai Emy Ningrum: iyah pokok nya pengabdi setia lah 😂😂😂
total 7 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!