NovelToon NovelToon
CINTA UNTUK SUAMI LUMPUH

CINTA UNTUK SUAMI LUMPUH

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Pembantu / Tamat
Popularitas:141.8k
Nilai: 5
Nama Author: PutrieRose

Erland, pria lumpuh yang harus menikah dengan pelayan pribadinya-Nayra. Pria itu melakukan hanya semata-mata memenuhi syarat untuk mendapatkan semua warisan yang mendiang ayahnya miliki.

Nayra bersedia menikah dengan pria lumpuh itu juga karna ada sebuah alasan. Mereka menikah di atas perjanjian tertulis.

Tanpa ada yang tahu bahwa Nayra sebenarnya sudah memiliki kekasih. Mereka masih berhubungan dan tinggal satu atap.

Dan pada akhirnya cinta bersemi di hati keduanya. Disaat bersamaan, kisah cinta Nayra dengan kekasihnya terungkap.

Bagaimana kelanjutan kisah cinta Nayra dan Erland? Akan kah mereka bersatu dan mengingkari perjanjian di awal pernikahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PutrieRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 KESEDIHAN ERLAND

Sesampainya di kamar penginapan, Nayra langsung memijit kedua kakinya bergantian. Rasa pegalnya menjalar sampai ke pangkal paha. Juga pergelangan tangannya yang sakit karna terus menahan beban dengan mendorong kursi roda.

Melihat istrinya yang kesakitan, Erland mulai iba. Ia memandangi kedua kakinya yang telah tidak berfungsi. Menyusahkan orang itu membuatnya sangat malu.

"Maaf, Tuan. Ayo naik ke ranjang." Nayra baru menyadari bahwa suaminya itu masih duduk di kursi roda. Ia lekas membantunya untuk berbaring di ranjang.

"Tidur lah di sini," pinta Erland kemudian. Ia sengaja berbaring di tepi ranjang membuat sebelahnya kosong.

Wanita itu langsung mengangguk, ia mengambil selimut dan kemudian tidur di sebelahnya. Lampu kamar telah ia matikan sedari tadi, tapi ia menyadari bahwa suaminya belum juga menutup mata.

Tatapan kedua matanya yang terus mengarah pada langit-langit kamar membuat Nayra tak berhenti memperhatikan.

"Apa yang sedang ia pikirkan?"

Nayra langsung menutup matanya saat Erland menoleh ke arahnya.

"Kau belum tidur?"

Hening, tak ada jawaban.

"Jangan pura-pura tidur!" serunya.

"Ehem. Iya, Tuan juga belum tidur," balasnya.

Mereka saling memandang satu sama lain di dalam kegelapan. Mata indah yang dimiliki Nayra membuatnya terasa nyaman dalam memandang.

"Apakah ada yang kau sembunyikan dariku?" tanya Erland tiba-tiba.

Kedua matanya langsung membola, terkejut mendengar pertanyaan tersebut.

"Menyembunyikan tentang apa, Tuan?"

Erland melempar pandangan, ia sedikit menghela napas. "Apakah ada sesuatu yang telah kau rencanakan?"

DEG.

Nayra benar-benar tidak tahu apa maksud dari ucapan Erland.

"Aku tidak mengerti, Tuan. Saya selama ini hanya berusaha menjadi pelayan sekaligus istri yang baik untuk Anda. Melayani Anda dengan baik juga memenuhi semua kebutuhan Anda. Saya—"

"Kau senang jika nantinya kita akan berpisah?"

Semakin dalam ia menatap wajah suaminya yang kini wajahnya menghadap ke atas. Baru kali ini mereka bicara empat mata dengan suasana yang hening juga serius.

"Bukankah kalimat berpisah terlontar dari mulut Anda, Tuan?"

Erland kembali menatap wajah Nayra, ia menyadari bahwa wanita itu terlihat cantik sekalipun dalam cahaya yang gelap.

"Aku lumpuh. Aku pria yang lumpuh. Seumur hidup aku akan menyusahkan orang-orang terdekat aku. Mustahil jika ada seorang wanita yang mau menerima ketidaksempurnaan aku."

TES!

Air matanya tiba-tiba turun mendengar pernyataan dari Erland. Malam ini ia akhirnya mendengar kalimat kesedihan yang Erland pendam selama ini.

"Mama bersikeras menikahkan aku dengan seorang wanita tanpa tahu hati putranya sangat hancur. Mama begitu ketakutan aku akan hidup tanpa pendamping."

Tiba-tiba tangannya bergerak memegang jari jemari suaminya, lalu menggenggamnya erat. Ia berusaha menguatkan walau ia tahu cairan bening sudah menggenang sedari tadi di pelupuk mata suaminya.

"Tuan, Anda pria yang baik. Tentu akan mendapatkan pendamping yang baik juga."

Nayra lekas menghapus air matanya. Ia merasa bersalah sekarang, hubungannya dengan Frans telah membuatnya sangat berdosa.

"Tuan, maafkan aku."

Walau Erland sendiri yang mengatakan bahwa mereka akan berpisah setelah satu tahun pernikahan, tapi tidak seharusnya Nayra masih menjalin hubungan dengan seorang pria selama masih menjadi seorang istri. Tapi semuanya sudah terjadi, tak bisa ia merubah semuanya. Apalagi Frans sudah tahu tentang perjanjian pernikahan antara dirinya dan Erland.

Mendengar jawaban Nayra, membuat Erland sadar.

"Ternyata kau juga tak ingin menjadi pendampingku, Nayra."

***

Keesokan harinya, Nayra terbangun dengan mata yang sembab. Ia diam-diam menangis tanpa suara malam tadi. Merasa sakit atas apa yang dikeluhkan Erland selama ini. Melihatnya yang masih tertidur pulas membuatnya sangat kasihan.

Dia pria yang malang. Sayang sekali ketampanan dan kekayaan tak menjamin kebahagiaan.

Jam menunjukkan pukul 8 pagi, cukup siang ia baru terbangun saat matahari sudah bersinar terang.

Ia lalu melirik ponselnya yang ia letakkan di dalam laci. Saat ia membuka ponselnya, terlihat banyak sekali notifikasi pesan masuk juga panggilan tak terjawab.

Salah satu pesan yang ia buka tentu dari Frans-kekasihnya.

[Nayra, akan aku kasih perhitungan kamu nanti!]

Frans tentu sangat marah, pikiran negatif pasti sudah bersarang di kepalanya. Tentu yang ia pikirkan adalah dirinya telah melakukan sesuatu di sini bersama Erland.

Ia berusaha abai, tak peduli akan teror dari Frans. Ini adalah kesempatan yang langka, menikmati kebebasannya karna bisa keluar rumah. Menjadi Nayra apa adanya tanpa harus berpura-pura menjadi pasangan suami istri yang bahagia.

Kaki telanjangnya melangkah pelan menuju jendela, ia menyibakkan gorden sepenuhnya. Lalu menatap bangunan-bangunan lain yang menjulang tinggi. Jalanan raya yang padat juga terlihat. Tepat di lampu merah, kendaraan roda empat dan roda dua itu berhenti rapi menunggu pergantian lampu menjadi hijau.

Juga terlihat pedagang kecil yang berjejer di bahu jalan. Menjajakan makanan enak yang menurutnya tak kalah dengan warung makan besar.

Satu pemandangan yang membuatnya terdiam mengamati lekat. Ada sepasang kakek nenek yang berjalan beriringan. Kedua kaki mereka tidak sekuat dulu, tapi mereka terus berpegangan tangan menyelusuri jalanan. Pasangan yang sangat romantis.

Tak terasa matanya mulai berkaca-kaca kembali. Itu bayangan yang pernah ia impikan bersama Frans dulu. Saat cintanya sedang memuncak, ia merangkai masa depan yang indah. Tapi sekarang, takdir cintanya sepertinya akan berubah. Ia tidak tahu hatinya milik siapa.

"Tuan, sudah bangun." Saat ia berbalik, ia mendapati Erland yang sudah terduduk sembari bersandar di dipan ranjang.

"Kenapa belum mandi? Mama mengirimkan pesan bahwa nanti jam 9 kita akan pergi ke suatu tempat. Ada seorang sopir yang akan menjemput kita."

Mendengar itu, Nayra langsung berlari menuju kamar mandi. Ia cepat-cepat membersihkan tubuhnya. Tak mau membuat Erland lama menunggu karna setelahnya gantian Erland yang mandi.

Matanya tak berhenti melirik jam dinding yang terdapat di ruangan itu. Sembari menunggu Erland selesai mandi, ia juga tak lupa untuk berdandan sebisanya. Rambut berwarnanya ia putuskan untuk diikat saja ke atas, menampakkan leher jenjangnya.

Bibir merekahnya ia poleskan lipstik berwarna peach. Terlihat natural di kulit wajahnya yang bersih.

"Tuan, memangnya kita mau kemana?" tanyanya saat mereka sudah keluar dari penginapan. Mereka berdiri sambil menunggu kedatangan sopir.

"Tidak tahu," jawabnya cuek.

Perutnya terasa kosong, ia merasa lapar sekarang. Nayra pikir, mereka akan sarapan lebih dulu di sini tapi ternyata mereka harus langsung pergi.

Sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan mereka. Sopir yang kemarin rupanya yang menjemputnya di bandara kini beliau yang akan mengantarkan mereka lagi.

"Awww ...."

"Maaf, Tuan." Saat masuk dan ingin duduk, Nayra tak sengaja menduduki tangan Erland yang ternyata berada di jok miliknya. Tangannya terhimpit dengan kedua p*nt*tnya.

"Maaf, saya tidak sengaja. Lagipula ngapain tangan Tuan di sini," gerutunya kemudian.

"Kau yang duduk tidak pakai mata!" serunya tak terima.

1
guntur 1609
sungguh miris kau erland. bagaimana oun kecewanya kau sm nayra. tapi kau tutip mata sama nasib anakmu. oantas kau manusia lumpuh yg patut di tinggalkan
guntur 1609
nayra statusmu adalah seorang istri
Evy
Bisa kacau ini..
Evy
Galaknya Majikan...
Rustan Sinaga
si Frans ngajak ngelud Mario, hati² lo Frans
Putri Chaniago
maunya ada anak cewek satu donk
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Gagal dong punya anak cewe😁😁😁🤭
Terima kasih mba Putri🙏🤗
Ditunggu extra babnya😊
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Satu lagi Nay anak cewe 😂😂😂
Cukup 3 anak y Nay 👍🏽👍🏽👍🏽
Tumba Suangga
nayra gatal tukang selingkuh lagi mikirin frans lagi tu. dasar nayra gak tau diri
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Devan cemburu mau punya adik???
Sehat2 bumil🤗
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Ikatan batin antara ibu dan anak, anak laki2 akan selalu menjadi anak ibu, cinta pertama anak laki2 adalah ibunya, begitu juga sebaliknya cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Stella tetep hari jaga kehamilannya, semoga semua baik2 saja🤗
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Erland kepo apa cemburu ????😂😂😂😂
Tumba Suangga
ntar nayra gatal selingkuh lagi, nayra gatal kan emang tukang selingkuh
Bara Athallah
tolong dong thoor klu jrg up ni 2 bab pas up. aq selalu ngg up nya thoor
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Apa Frans yg nyuruh Dara berhenti kerja, karena bertemu dengan Nayra????
Tumba Suangga
dasar Devan ngapain ambil tu kartu nama🤣
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Ya amplop Devan bikin pp bakalan tidur diluar nih 😂😂😂
🌺aNNa baiTi khaRomaH🌺
wahhh...
si Devan cari gara gara ini🤣..
bakat jd usil ini🫣
Sry Rahayu
waduh Devan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!