Popoy atau Tiara adalah gadis kampung yang sangat baik, cantik dan juga pintar. Dia lulus dengan meraih predikat terbaik di sekolahnya.
Tapi, modal itu saja tidaklah cukup untuk menjamin dirinya bisa mendapatkan pekerjaan yang mapan. Apalagi, Tiara hanya lulusan SMA.
Ekonomi keluarga yang pas-pasan dan incaran rentenir yang ingin memperistri Popoy, membuatnya nekad pergi ke kota. Popoy tidak mau terikat pernikahan dengan bandot tua yang selalu menjerat petani dengan hutang, hingga para orangtua terpaksa harus merelakan anak gadisnya untuk dipersunting demi melunasi hutang mereka.
Namun, Popoy tidak pernah menyangka jika di kota, dirinya malah terlibat banyak masalah. Bekalnya dirampok dan dia hampir saja diperkosa oleh para preman.
Popoy berhasil keluar dari mulut harimau tapi akhirnya masuk ke mulut buaya. Dia bersembunyi di bagasi mobil seorang Miliarder yang terkenal suka bergonti-ganti wanita.
Bagaimanakah nasib Popoy selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30. KESAL
"Eh, kita mau kemana Tuan?" tanya Popoy saat Alex membelokkan mobilnya ke deretan gedung mewah dan bertingkat.
"Malam ini kita menginap di apartemen dulu dan besok, baru aku akan membawamu pulang ke rumahku jika simbok dan Bastian sudah membeli semua perlengkapan yang kamu butuhkan."
"Rumah yang di kompleks perumahan mewah itu?"
"Ya, rumah saat kau seperti pencuri menyelinap masuk ke pekarangan rumah dan akhirnya dengan bodohnya bersembunyi di bagasi mobilku!" jawab Alex.
"Bagaimana Tuan bisa tahu jika aku bersembunyi di sana? Apa semua ini memang jebakan Tuan, agar aku ikut masuk ke dalam kamar hotel malam itu?"
Alex meringis, lalu berkata, "Kamu pikir sendiri! makanya, jadi wanita itu jangan sok pemberani. Untung saja pria malam itu aku, coba jika pria lain, habislah kamu menjadi bulan-bulanan lelaki hidung belang!"
"Dan ingat, jangan coba lari dan menipuku dengan mengingkari perjanjian kita, kemanapun kamu pergi, aku pasti bisa menemukanmu!" ancam Alex.
Popoy diam, dia sebenarnya masih bingung memikirkan kejadian malam itu. Di kepalanya berseliweran saat dia terbangun dan tidak mengenakan sehelai kainpun.
Kepala Popoy jadi sakit memikirkan hal itu, dia merasa menjadi gadis murahan dan sekarang malah menjadi istri kontrakan hanya demi uang.
Popoy memegangi kepalanya, pandangannya memburam dan akhirnya dia berteriak.
Alex pun menutup telinganya sambil berkata, "Hei, kamu sudah gila ya, teriak-teriak di jalanan tengah malam. Apa mau aku tinggalkan di sini, biar kejadian malam itu terulang lagi dengan pria lain!" seru Alex hingga membuat Popoy langsung membekap mulutnya sendiri.
"Dasar Tuan yang pria hidung belang! sial banget aku mengikutimu malam itu. Tuan jahat!" seru Popoy sambil memukuli Alex dengan kedua tangannya yang mengepal.
"Hei hentikan! Nanti kita nabrak, lihat itu Pak polisi kesini!" ucap Alex sambil menunjuk ke arah depan.
Ternyata Alex benar, seorang polisi datang menyetop mobilnya.
Alex pun menepikan mobil dan menurunkan kaca, lalu memeluk Popoy sambil tersenyum ke arah Pak polisi.
Sementara Popoy masih cemberut, dia kesal kenapa nasibnya begitu sial, bisa bertemu pria mengesalkan seperti Alex.
Pak polisi pun menyapa mereka, "Selamat malam Pak! Bisa tolong tunjukkan identitas diri Anda. Anda telah melakukan kesalahan karena melajukan mobil dengan sembarangan yang bisa mencelakai pengendara lain."
"Oh iya, maaf Pak!" jawab Alex sambil mengambil dompet dari dalam saku celananya.
"Ini Pak! Maaf, tadi kami sedang bertengkar dan istri saya memukul lengan, hingga saya tidak fokus menyetir."
"Lain kali jika ingin bertengkar di rumah saja Mbak, jangan membahayakan orang lain! Kali ini saya maafkan kalian, tapi jika terulang lagi, kita akan selesaikan di kantor."
"Terimakasih Pak, kami tidak akan mengulanginya lagi," jawab Alex.
"Hemm, ini SIM Anda! Silakan lanjut perjalanan dan hati-hati karena beberapa malam ini para genk motor suka melintas di sini!" ucap Pak polisi.
"Baik Pak, terimakasih sudah mengingatkan kami."
Alex pun menyimpan identitasnya kembali, lalu melajukan mobil menuju apartemennya yang sudah tidak jauh lagi dari sana.
"Kamu dengar kan! Baru kali ini aku kenal gadis bodoh, ceroboh dan cerewet seperti mu!" ucap Alex kesal sambil kembali fokus menyetir.
Popoy diam, dia tidak mau membantah lagi, karena kejadian tadi memang kesalahannya.
Keduanya pun terdiam sampai Alex menghentikan mobilnya di parkiran sebuah apartemen mewah dengan jumlah lantai yang sangat banyak.
Popoy turun dari mobil, mulutnya menganga melihat ketinggian apartemen di depannya yang seperti hendak mencakar langit.
"Tuan tinggal di sini! di lantai berapa? Jika gempa bisa mati kita kejatuhan reruntuhan gedung."
"Nah kamu mulai gila lagi, menginginkan kematian kita di sini!" ucap Alex sembari berjalan meninggalkan Popoy yang masih mematung heran.
Saat dia tersadar, Alex pun sudah tidak terlihat. Kemudian Popoy berlari dan masuk ke dalam gedung.
Popoy celingukan, tapi tidak menemukan Alex di sana. Dengan perasaan cemas, diapun memberanikan diri bertanya kepada resepsionis.
Mbak resepsionis memintanya untuk duduk di sofa depan guna menunggu kedatangan Alex.
Alex memang sempat berpesan, jika ada gadis yang mencarinya diminta menunggu, dia akan segera kembali.
Popoy merasa penasaran, kemana Alex sebenarnya. Baru sebentar sampai sudah menghilang, lalu diapun bertanya, "Mbak, memangnya Pak Alex kemana ya?"
"Tadi ada temannya wanita yang mengajaknya ke arah sana Mbak!" jawab sang resepsionis.
"Hemm, pasti salah satu wanita penghiburnya, dasar bos mesum, entah berapa banyak wanita yang sudah menjadi mainanmu Lex!" monolog Popoy sambil mendudukkan bokongnya di atas sofa.
Belum sempat nyaman dia duduk, terdengar deheman Alex yang tengah berdiri di belakangnya dengan seorang wanita yang menggandeng lengannya.
Popoy yang melihat hal itu pura-pura cuek, walau sebenarnya dia kesal. Ternyata dimanapun Alex datang, ada saja wanita yang menghampirinya.
"Ini kunci kamar kita, kamu masuk dulu! Kamar kita nomornya yang tertera di kunci itu dan berada di lantai 30!" ucap Alex sembari mengulurkan kunci ke arah Popoy.
Popoy menerima kunci tersebut, tapi dia masih saja duduk sambil memperhatikan wanita yang sedang bergelayut manja di lengan suaminya.
"Heh, kenapa diam saja! Kamu berani 'kan naik lift? Jika tidak berani, minta tolong saja kepada pelayan hotel untuk mengantarmu naik ke atas. Kamu paham Poy?"
"Hemm, iya aku paham!"
"Ya sudah, kalau begitu aku pergi sebentar karena ada urusan yang harus ku selesaikan. Tapi ingat, jangan tidur dulu sebelum aku pulang."
"Hemm, iya Tuan. Pergilah, aku bisa mengurus diriku sendiri!" ucap Popoy dengan malas.
"Baguslah kalau begitu," ucap Alex lalu berbalik dan mengajak wanita di sampingnya untuk pergi dari sana.
Setelah kepergian Alex, Popoy pun menuju lift, dia sudah sangat gerah dan ingin lekas mandi dan beristirahat.
Popoy masih bingung bagaimana cara menggunakan lift, lalu diapun minta tolong kepada sesama pengunjung hotel.
Setelah diajari tombol mana saja yang harus di pencet untuk naik ke lantai 30, Popoy pun langsung paham.
Kemudian dia menggunakan lift untuk naik, tapi di pertengahan lantai ada seorang pria yang tampangnya lumayan seram naik bersamanya.
Popoy merasa takut karena mereka hanya berdua di dalam lift. Diapun bersiap, jika sampai pria itu macam-macam terhadapnya.
Tapi rasa takutnya pun hilang saat ada seorang wanita yang hampir sebaya dengannya naik dan juga menuju ke lantai 30.
Popoy memberanikan diri membuka percakapan dan menanyakan beberapa hal. Mereka pun akhirnya langsung akrab, karena wanita itu ternyata berasal dari daerah yang jaraknya tidak terlampau jauh dari kampung halaman Popoy.
Bahkan wanita itu memberikan sebuah kartu nama, agar Popoy bisa berkomunikasi dengannya dan mungkin bisa pulang ke kampung bersama-sama.
Popoy merasa senang, ternyata dia masih mempunyai teman di sana.
Saat pintu lift terbuka, mereka pun keluar menuju kamarnya masing-masing.
Popoy mencari kamarnya dengan nomor 306 A dan kamar temannya itu, ternyata hanya berjarak 5 kamar dari kamar Popoy.
Setelah melambaikan tangan, mereka pun masuk ke kamarnya masing-masing.
Bersambung.....
Oh ya para sobat, sekarang kan cari pembaca rada susah, jadi kami sesama penulis saling dukung.
Aku mohon kalian tidak merasa keberatan untuk mampir juga ke karya sahabatku ini. Tolong dukung juga ya karya Author Ayi. Terimakasih 🙏♥️
smg sukses kedepannya ya author........ 🙏🙏
baru kali ini baca novel ngak di skip2
keren tetap berkarya semogga sukses selalu