Arabella gadis belia berusia 16 tahun yang harus menjadi dewasa sebelum waktunya karena suatu keadaan.
Dia masih duduk di bangku SMA dan terpaksa harus bekerja di diskotik pada malam hari.
Pekerjaannya mengenalkan dia kepada seorang pria bernama Roger, duda berusia 32 tahun yang merupakan seorang pengusaha di Jakarta yang bisa membawa Bella keluar dari dunia malamnya bahkan kelak akan menjadi pendampingnya.
Bagaimana kisah Arabella dan apa yang menyebabkan dia harus menjadi dewasa sebelum waktunya? Ikuti kisahnya di sini....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memilih Baju
Bella mengerucutkan bibir karena merasa kesal dengan ke pede an Roger.
Lima menit kemudian Roger berhenti di sebuah toko pakaian.
Tanpa banyak bertanya Bella menurut perintah Roger yang menyuruhnya turun.
Dia berjalan mengekor di belakang duda ganteng itu.
Kali ini Bella memilih tidak memikirkan hal apapun, karena Roger pasti bisa menebaknya.
"Pilihlah yang kamu suka.." kata Roger kepada Bella setelah masuk ke dalam toko pakaian yang berukuran luas tersebut.
"Pilih? bukannya kata om tadi kita mau makan?" tanya Bella.
"Sudah ku duga kamu akan menanyakan hal itu..." jawab Roger.
"Kalau gitu tebak lagi apa yang saat ini aku pikirkan?" Bella mulai berani menggoda Roger.
"Emmm...pasti kamu bingung mau pilih baju yang mana, dan menolak untuk di ajak makan karena takut aku kasih racun .." jawab Roger dengan yakin.
"Salah ...!" tukas Bella.
"Oh ya..??" sahut Roger.
"Iya...karena sekarang aku lagi berpikir bagaimana caranya aku bisa pergi ke toilet karena dari tadi sudah nggak tahan menahan pipis..." jawab Bella dengan raut muka menahan buang air kecil.
Roger menghembuskan nafas kasar,
"Kirain....??? itu di sebelah toko ada toilet umum" jawab Roger sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah toilet.
"Makasih om..." ucap Bella sambil berlari kecil menuju toilet.
Tanpa di sadari Roger memperhatikan langkah Bella sampai dia menghilang di balik pintu toilet.
Dia tersenyum sendiri melihat tingkah dan kepolosan Bella . Sepertinya dia akan kemakan omongan sendiri. Bukan Bella yang lebih dulu mencintainya, melainkan dirinya sendiri.
Lima menit menunggu Bella, Roger mulai memainkan ponsel dan setelah itu terdengar suara memanggilnya,
"Sudah om...ayo kita masuk..." kata Bella.
"Ngapain??" goda Roger.
"Katanya nyuruh aku milih baju...???" jawab Bella.
"Oh ..aku kira kamu lupa..." jawab Roger asal.
Di dalam toko Bella mulai memandangi banyak pakaian. Namun setelah sempat menghampiri beberapa baju, dia selalu kembali meninggalkannya.
"Kenapa tidak jadi? kamu tidak suka?" tanya Roger.
"Suka om...tapi harga nya mahal...sayang sekali uang ratusan ribu hanya untuk beli satu kaos.." jawab Bella memelas.
Roger menggelengkan kepala dan tidak habis pikir. Namun dalam hatinya kagum, selama dia tinggal di Jakarta dan pernah mengajak beberapa wanita untuk shopping, pasti para wanita itu kegirangan dan mengambil barang barang branded. Lain dengan Bella, yang sangat menyesali satu baju dengan harga ratusan ribu.
"Apa aku tadi menyuruhmu untuk membayarnya?? tidak kan?? aku hanya menyuruhmu untuk memilih..!!" tegas Roger.
Namun ini adalah kali pertama Bella akan shopping dengan seorang pria, jadi tidaklah mudah baginya untuk mengambil barang seenak jidatnya. Apalagi bagi Bella harganya selangit.
"Kenapa harus membeli baju sih om?? bajuku di rumah tante Viona masih ada kok buat ganti..." bantah Bella.
"Arabella.....aku tidak mungkin membawamu kemana mana hari ini dengan memakai seragam sekolahmu...jadi kamu harus ganti kostum agar aku tidak di sangka sebagai penculik anak di bawah umur...!!" tukas Roger yang membuat bibir Bella seketika manyun.
"Emangnya aku anak SD apa?? aku kan sudah gede...masak ada yang mau nyulik...???" gumam Bella dengan lirih.
"Oh..jadi rupanya kamu sudah gede..??kalau gitu sini om ajari gimana cara bertemannya orang gede...!!"
"Uuppssss.....!!"
Seketika Bella langsung menutup bibirnya dengan kedua telapak tangan.
"Bukan ..bukan..om...aku salah bicara...aku belum gede...aku masih di bawah umur..." jawab Bella sambil mengangkat kedua tangannya.
Roger hanya tersenyum simpul melihat tingkah Bella yang semakin membuatnya tertarik.
Semakin dia sadari bahwa Bella benar benar gadis spesial. Walau berasal dari keluarga jelata, tapi dia punya moral yang tinggi.