Dalam masa revisi!
Tyara Queen Nesya, gadis berusia 23tahun. yang harus menihkah dengan laki-laki dingin bernama Alfin Sanjaya. hanya untuk melunasi hutang Ayahnya yang berjumlah Milyaran rupiah!
Bagaimana kehidupan Tyara setelah menihkah dengan Alfin? Akankah hidupnya akan bahagia atau sebaliknya.
Sampai Tyara meninggal kan Alfin. dan membawa anak dalam kandungan nya pergi jauh dari kehidupan Alfin.
Saat umur Anak Tyara, berusia 17 tahun ia berniat membalas kan dendam kepada Papah nya karna mengira telah melantar kan nya begitu saja. sampai saatt di mana diri nya mengetahui jika Papah nya tidak bersalah dan dalang ke hancuran keluarga nya di sebabkan oleh paman nya sendiri..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Sepanjang perjalan Tyara, sesekali melirik ke arah Alfin bertanya-tanya dalam hatinya kenapa wajah suaminya itu terdapat luka lebam diseluruh wajahnya.
" Bagaimana apa kau sudah tau apa jenis anak yang ada di dalam perutmu itu?" Ujar Alfin angkat bicara.
"Saya belum tau Tuan" Ucap Tyara seraya memegangi perutnya.
"Berapa usia kandunganmu?" Ujar Alfin menatap sebentar kearah Tyara, dan kembali lagi memfokuskan pandangannya pada jalanan.
"3minggu" Ucap Tyara dengan suara pelan tapi masih bisa di dengar oleh Alfin..
Alfin hanya merespon dengan menganggukan kepalanya sedangkan Tyara ia lebih memilih untuk memejamkan matanya.
*******
Tyara terbangun di dalam kamar megah nan mewah milik Alfin kasur empuk tidak seperti kasurnya yang diberikan Alfin. matanya mencari-cari sosok yang membawanya ke kamar ini sampai matanya tertuju kepada pintu kamar mandi yang terbuka dan nampakpah Alfin hanya memakai handuk saja.
"Tuan" Ujar Tyara, menatap kearah Alfin.
"Cepat mandilah dan kembali ketempatmu" Ucap Alfin seraya memakai pakainnya.
"Saya sudah mandi Tuan" Ujar Tyara menyikirkan selimut yang menutupi dirinya betapa terkejutnya dirinya saatt sadar tubuhnya tidak memakai sehelai benang melilitkan kembali Sprai berwarna putih itu ke tubuhnya menatap Alfin dengan tatapan mata bertanya-tanya.
"Kau tidak perlu menatapku seperti itu, itu sudah menjadi tugas seorang istri untuk melayani suaminya bukan" Ucap Alfin berjalan menghampiri Tyara.
"Lagipula kau tadi sangat menikmatinya" Tambahnya lagi seraya duduk di tepian ranjang disamping Tyara.
"Tapi saya tidak merasakan apa-apa Tuan" Ujar Tyara dengan wajah yang merah menahan malu.
"Tidak usah banyak tanya, pergilah cepat ke tempat seharusnya kau berada" Ucap Alfin mendorong pelan pundak Tyara, dan Tyara pun langsung berjalan keluar kamar Alfin sambil memegangi selimut agar tidak jatuh.
Saat sampai di dalam kamarnya Tyara,. langsung masuk kedalam kamar mandi membuka lilitan selimut yang menutupi tubuhnya dirinya kembali dibuat terkejut saatt melihat banyak sekali tanda merah keunguan di perut, dada, dan lehernya mukanya kembali bersemu merah tidak ingin lama-lama membayangkan apa yang tadi Alfin lakukan kapada dirinya, ia pun langsung mandi dibawah guyuran air showwerr,.
********.
Mansion, keluarga Sanjaya..
Arga terlihat sedang melamun di dalam kamarnya menopang dagunya dan menatap keluar jendela sampai saat pintu terbuka membuyarkan lamunannya.
"Kau kenapa?" Ujar Toni berjalan menghampiri Arga dan duduk disampingnya.
"Papa tidak perlu tau" Ucap Arga ketus.
"Kau mencintainya?" Ujar Toni yang mana membuat Arga langsung berbalik dan menatap kearah Papahnya.
"Kenapa dulu tidak aku saja yang dinikahkan dengannya Pa" Ucap Arga seraya meminum kopinya.
"Papa menihkahkan Tyara, dengan abangmu, karna......." Toni menghentikan ucapannya saat melihat Marisa juga memasuki kamar Arga.
"Arga, Mama akan pergi berlib-ur ke negara Z, kau jangan kembali dulu sebelum mama kembali ya sayang" Ujar Marisa seraya mencium kedua pipi anaknya dan Arga hanya membalas dengan deheman saja.
Marisa pun keluar dari kamar Arga, saat Marisa sudah keluar Arga, kembali menanyakan ucapan Toni yang sempat terhenti tadi..
"Karna apa Pa?" Ucap Arga penasaran
"Sudahlah nanti juga kau tau sendiri" Ujar Toni bangkit berdiri dan meninggalkan kamar Arga.
"Pa jenapa Papa. tidak memberi tahunya sekarang saja" Teriak Arga tapi tidak dihiraukan oleh Toni.
"Menyebalkan sekali" Ujar Arga menahan kesal.
Salam hangat dari aku❤.
berasa pipiku yg ditampar tour🤪🤪😵😵