NovelToon NovelToon
BUKAN DRAMA PERNIKAHAN

BUKAN DRAMA PERNIKAHAN

Status: tamat
Genre:Patahhati / Perjodohan / Cinta Terlarang / Single Mom / Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Shann29

Hanya dimanfaatkan oleh seorang wanita, kemudian diselingkuhi. Membuat Aldrich Dewantara tidak mempercayai lagi apa itu cinta.
Hingga suatu saat ia bertemu dengan seorang wanita berhati baik bernama Clara, namun ia harus menelah pil pahit saat mengetahui bahwa Clara ternyata sudah menikah dan memiliki suami.

Season 2 Cerita tentang Davan yang jatuh cinta pada anak remaja yang sempat ia tolong dari pembullyan.

Suatu kejadian yang tidak disengaja membuat mereka harus menikah, namun Billa nama gadis remaja itu belum siap dengan pernikahannya, membuat Fadhil harus mengirimnya keluar negri untuk meneruskan pendidikannya yang tertunda dan berpisah dengan Davan.

Hai Readers, Author tepatin janji untuk bikin kisah cintanya Aldrich anak dari pasangan Fariz dan Stevi di Novel TAKDIR CINTA (Ghea&Tristan) dan di season 2 ada cerita tentang Davan dengan segala perjuangan cintanya yang banyak cobaannya.

Jangan lupa yang mampir kesini, tinggalkan jejak Like, Koment, Hadiah, Vote, dan R

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shann29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

"Sudah jam pulang, tapi aku harus pamit sama bos, itu tandanya harus masuk keruangan Aldrich." Batin Clara.

"Clara..." Panggil Rissa, ia cukup penasaran dengan siapa yang menggantikan dirinya menjadi sekertaris CEO.

"Mbak Rissa." Balas Clara.

"Jadi kamu yang gantiin aku disini, Ra?" Tanya rissa sedikit tidak percaya namun cukup senang karna Clara mendapatkan posisi yang bagus di DW Group.

"Iya, Mbak." Jawab Clara.

Rissa duduk bersebrangan dengan Clara, "Pak Aldrich itu pada dasarnya baik Koq Ra, cuma agak dingin dan kaku aja. Dia orangnya teliti, kamu harus harus lebih teliti lagi ya sebelum berkas atau dokumen yang kamu kerjakan diserahkan ke Pak Aldrich." Rissa memberikan pengalamannya.

Clara mengangguk,

"Oh ya, sebelum pulang, kamu harus pamit dulu sama Pak Aldrich dan tanya dulu masih ada yang perlu dikerjakan atau tidak, jika Pak Aldrich meminta bantuanmu, kamu akan mendapat bonus yang lumayan, Ra. Pak Aldrich cukup royal dan gak pelit sama bawahannya." Ucap Rissa lagi.

Ceklekk

Pintu ruangan Aldrich terbuka, Aldrich keluar diikuti oleh Joni.

Rissa dan Clara berdiri saat melihat Aldrich keluar dari ruangannya.

"Rissa, sedang apa kau disini?" Tanya Aldrich pada Rissa, "Kalian saling kenal?" Lalu melihat kearah Clara.

"Maaf, Pak. Mbak Rissa ini Kakak ipar saya." Bukan Rissa yang menjawab tapi Clara dengan cepat menjawab pertanyaan Aldrich.

Rissa langsung menoleh kearah Clara dan Clara memberi isyarat dengan menggelengkan kepalanya samar agar Rissa tidak membocorkan statusnya kini.

Joni pun tak kalah terkejut, ia baru mengetahui jika Rissa dan Clara dulunya saudari ipar.

Aldrich hanya mengangguk, entah apa yang ada dipikirannya.

"Sudah sore, kalian pulanglah." Aldrich berjalan melewati Clara dan Rissa yang menunduk hormat.

"Jon.. Mereka saudari ipar." Gumam Aldrich yang masih terdengar oleh Joni saat mereka sudah berada di dalam lift.

Joni hanya diam.

Sementara itu Clara dan Rissa menaiki lift umum karyawan.

"Pak Aldrich tidak tau jika kamu sudah..." Rissa menggantung kalimatnya.

"Tidak Mba, aku tidak mau orang beranggapan lain denganku, biar saja orang tau aku ini wanita bersuami." Kata Clara.

Mereka diam sesaat.

"Tapi pak Joni tau statusku, dia juga memintaku untuk merahasiakan statusku karna memang aku belum merubah dataku." Kata Clara lagi yang diangguki oleh Rissa.

"Sejalannya waktu pasti semua juga tau dengan sendirinya, Ra. Seperti aku dulu juga gitu, saat masuk kesini aku belum merubah statusku, dan lambat laun orang tau dengan sendirinya." Kata Rissa.

"Iya Mbak, aku juga ingin seperti itu, Biar berjalan mengalir apa adanya." Ucap Clara.

**

Keesokan harinya,

"Bos, ada jadwal untuk peresmian proyek kita di Bali." Kata Joni memberitahu.

"Kapan?"

"Besok siang kita berangkat, dan sepertinya kita harus membawa sekertaris Bos juga." Kata Joni.

Aldrich langsung menatap tajam Joni, "Dia istri orang Jon, gak mungkin aku membawanya ikut serta perjalanan dinasku ini."

"Clara memang istri orang, Bos. Tapi Clara juga sekertaris anda dan ini adalah tugasnya." Jawab Joni dengan tenang.

Aldrich merasa bimbang, disisi lain ia senang bisa berangkat bersama dengan Clara, namun di sisi lain ia waswas karna takut hatinya tidak bisa dikendalikan.

"Jon.. Jangan salahkan aku jika aku jadi pebinor." Kata Aldrich sambil memijat pelipisnya.

Demi apapun Joni sangat ingin mentertawai bosnya yang terlihat frustasi itu, namun Joni masih bisa menjalankan perannya.

"Bos masih mencintai istri orang?" Tanya Joni.

Aldrich menghela nafas, "Bukan mencintai istri orang, tapi aku mencintai Clara." Kata Aldrich.

Keesokan harinya,

Fariz sengaja mendatangi ruangan Aldrich, setelah semalam Joni memberitahunya akan keberangkatan Aldrich ke Bali, Fariz dan Stevi segera pulang untuk memegang perusahaan kembali.

Clara berdiri dan menunduk ketika melihat Fariz.

"Kamu Clara?" Tanya Fariz ramah.

Clara mengangguk, "Saya sekertaris Pak Aldrich Pak." Jawab Clara.

"Bagus, bantulah anak saya untuk menyelesaikan pekerjaannya, Semoga kamu betah bekerja disini." Kata Fariz kemudian masuk kedalam ruangan Aldrich.

"Papap sudah pulang? Kapan?" Tanya Aldrich saat melihat Fariz masuk keruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Semalam, mungkin kau sudah tidur karna memikirkan wanita yang diluar itu kan?" Jawab Fariz sekalian meledek putranya itu.

Aldrich menatap sinis pada Fariz. "Sepertinya Papap tau Clara." Kata Aldrich menyelidik.

Fariz mengerdikan bahunya, "Apakah dia wanita yang sedang ingin kau lupakan, Son?"

Aldrich menghela nafas, "Jangan salahkan Aldrich jika tidak bisa mengontrol diri pada istri orang, Pap. Takdir yang membawanya kesini."

Fariz dan Joni saling melirik, terlihat sekali mereka menahan tawanya.

"Ya Papap tidak akan menyalahkanmu, Papap mungkin akan menyalahkan Joni, mengapa menempatkan Clara didekatmu." Kata Fariz santai.

Mereka terdiam, Aldrich bingung ingin berkata apa.

"Al, merelakan itu tidak bisa langsung, ada fase tersiksa, terpaksa, lalu kau akan terbiasa." Ucap Fariz tiba tiba.

"Al sudah merelakan Clara dari delapan bulan yang lalu, Pap. Al cukup tersiksa untuk melupakannya, Al melakukan semua dengan terpaksa, namun rasa biasa itu tak kunjung datang, malah takdir yang membawanya kembali pada Al, seolah ingin terus menguji Al, Pap." Jawab Aldrich lesu.

Fariz mengetuk ngetuk meja dengan pena, "Atau Papap kembalikan saja posisi Rissa untuk jadi sekertarismu, Biar Clara ditempatkan dibagian keuangan susuai dengan kemampuannya." Kata Fariz mencoba menggoda putranya.

"No!!" Potong Aldrich cepat. "Clara hanya akan bekerja denganku, Pap." Kata Aldrich tegas.

Fariz menaikan satu halisnya. "Jangan bermain api, Al."

"Pap, takdir yang membawanya kesini, seolah memberi peluang untuk Al mendekatinya kembali." Kata Aldrich.

Fariz semakin ingin tertawa, namun ia menahannya sekuat tenaga. Mengerjai putranya memang sudah menjadi hobi nya sejak dulu.

"Papap datang kesini ingin memberitahumu, bersiaplah, sepulang kau dari Bali. Papap dan Mama akan mengenalkanmu pada seseorang, mungkin saja dia cocok untukmu." Kata Fariz.

Aldrich berdiri dari duduknya. "Whatt?? Sejak kapan Papap dan Mama ikut campur urusan jodoh Al? Al gak mau, Pap!!" Tegas Aldrich.

Fariz pun ikut berdiri, "Kalau begitu segeralah cari pendampingmu sendiri."

Fariz keluar dari ruangan Aldrich dan mengajak serta Joni.

Clara berdiri kembali saat Fariz keluar dari ruangan Aldrich, Clara melihat sekilas Wajah sumringah Fariz dan Joni seakan telah berhasil mencapai sebuah misi.

Dan benar saja begitu tiba diruangan Fariz, Fariz tak hentinya tertawa, dan Joni pun ikut tertawa.

"Kamu lihat wajah putraku, Jon?" Tanya Fariz dengan tertawa.

"Tuan besar tega sekali." Timpal Joni sambil tertawa.

"Biar saja, Jon. Biar Aldrich tau arti perjuangan dan ia akan lebih menghargai apa yang sudah ia perjuangkan kelak." Kata Fariz.

Sementara diruangan Aldrich, ia tengah ragu untuk keluar dari ruangannya, berkali kali tangannya menyentuh handel pintu namun ia lepaskan kembali.

Disaat Aldrich yakin akan membuka pintunya, terdengar, pintu terbuka begitu saja.

Bughhh

Awsshhhh..

Aldrich memegang jidatnya seketika.

"Bos!!" Pekik Joni.

"JONIIIII....."

***

1
novi 99
suaminya lagi main terong - terongan. ....

janda tapi perawan si Clara ini. , gak rugi si Al
Siti M Akil
kejadian nya sama ky bos teman ku
Bunda Iwar
semoga selalu sukses
Berta marheni
Luar biasa
Yus Warkop
semangat author aku akan mengunjungi karyamu yg lainnya tnggal Eldiska,cinta terlarang dan meniksh dengan kka shabatku yg baru baca 👍👍
Yus Warkop
🥰🥰🥰🥰🥰👍👍👍👍👍💝💝💝
Yus Warkop
duh pompa terus untuk 2 minggu , terus disana dipompa juga 😆🙈
Siti M Akil: 🤣🤣🤣bnr bngt
total 1 replies
Yus Warkop
merindu
Siti M Akil: opyoy
total 1 replies
Yus Warkop
aseek buka puasa
Yus Warkop
terimakasih author
Yus Warkop
lanjut 💝💝💝
Yus Warkop
gas keun alika , gab udah mulai tertarik nih
Yus Warkop
jadikan mantu aja yah dady aldrick
Yus Warkop
witwiw alika berani juga yah manis 😆😆💝
Yus Warkop
hati" alaska jihan cembury sama jove🥰🥰🥰 , kamu harus peka
Yus Warkop
alhamdulillah
Yus Warkop
nah gitu dong jidan
Yus Warkop
dasar gila
Yus Warkop
duuuuuh dagdigdugder
Yus Warkop
makin greget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!