NovelToon NovelToon
CINTA DRUPADI

CINTA DRUPADI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Romansa Fantasi
Popularitas:100k
Nilai: 4.7
Nama Author: AntiSmg

Pada 2 dimensi waktu yang berbeda, 2 gadis sedang terpana pd takdirnya masing masing. Serasa mimpi yang melintasi waktu, apa yang mereka alami seperti siklus kejadian yang sama untuk dilakoni.
Menjalani takdir cinta untuk kebaikan keluarga.
Melepas keinginan hati untuk mencintai belahan jiwa.

Tapi memgapa rasa takdir itu semakin menunjukkan keserakahannya.
Apakah 1 belahan hati tidak memuaskanmu, wahai takdirku ?
Tidakkah kamu tau, jika rasa yang terlalu banyak akan menghancurkan jiwaku ?
Membusuk oleh beratnya amarah dendamku.

Aku tak tau.
dan biarkanlah aku menjadi diriku.
Drupadi dan Drew Araceli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AntiSmg, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEKECEWAAN DRUPADI II

Seperti kata paman Prabu Kresna, dewi Kamaratih membantuku menumbuhkan cintaku pada kangmas Yudhistira.

2 purnama sudah berlalu beberapa hari yang lalu. Selama aku tinggal di bangsal ksatrian yang khusus dibuat oleh Ayahanda Prabu untuk kami ini, belum pernah sekalipun aku bertemu pangeran pangeran Pandawa yang lain.

Hanya saja aku pernah mendengar selentingan kabar tentang pangeran Arjuna yang berubah perangainya.

Dia yang tadinya lembut, saat ini sangat senang pergi ke medan pertempuran.

Apapun yang menjadi bahaya dan kekacauan bagi kerajaan Pancala ini, pangeran Arjuna akan selalu berada di garis depan peperangan.

Dengan kesaktian yang dimiliki semua peperangan itu berhasil dimenangkan olehnya dan menjadikan kerajaan Pancala semakin termasyur dan berhasil merebut kerajaan kerajaan kecil yang ada disekitar kami.

Hal itu membuat ayahanda Prabu dan seluruh kerajaan merasa bersyukur memiliki menantu 5 ksatria Pandawa sehingga tidak ada yang mempergunjingkanku lagi.

Pangeranku,

Apakah nafsu berperangmu itu muncul karena rasa frustasimu karena masih lama kita bisa bersama ?

Hatiku ikut sedih saat kamu memperlakukan dirimu sedemikian keras dalam pertarungan yang bisa melukaimu.

Namun semua rasa ini hanya bisa aku sampaikan melalui angin yang menerbangkan daun daun kering.

Ataukah aku harus menitipkannya pada daun yang ada di tanganku ini ?

Saat sendiri, hatiku sering menjadi gundah. Untunglah kangmas Yudhistira demikian baik dan sabar menghadapi suasana batinku yang berubah ubah karena situasi inipun juga tidak mudah bagiku.

Dia juga membimbingku dengan penuh kelembutan saat kami hanya berdua di peraduan. Sehingga yang awalnya aku hanya bisa memikirkanmu, ahkirnya dengan kasih sayangnya aku ikhlas menyerahkan gadisku pada kangmas Yudhistira dan bisa menikmati sentuhannya di tubuhku.

Maafkan aku pangeranku.

Maafkan juga takdir yang seolah mempermainkan kita ini.

Aku ingin marah, tapi tidak tau pada siapa.

***

ARJUNA

Saat kami sedang menghadap Ayahanda Prabu Salya dan membicarakan beberapa peristiwa penting yang terjadi di perbatasan, tiba tiba terdengar keributan para pengawal yang berjaga di depan.

Dan tak berapa lama kemudian seorang pandhita tergopoh gopoh masuk ke Bale Agung diantar oleh 2 orang pengawal.

" Ampun Yang Mulia Prabu, menghadap seorang Pandhita Agung yang ingin melaporkan 2 raksasa yang sudah mengacaukan padepokan nya di lereng gunung ", lapor pengawal utama.

Mendengar hal itu, aku segera berlutut di hadapan Ayahanda Prabu untuk meminta tugas tersebut diserahkan bagiku.

Dengan fisik dan kekuatannya. seharusnya kangmas Bima lebih cocok menghadapi raksasa itu. Tapi karena saat ini kangmas sedang ada di Wetan ( -timur ), aku yang akan menghabisi musuh kali ini.

Sebenarnya, perasaanku tidak karuan sejak Dinda Drupadi setuju tinggal bersama dengan kangmas Yudhistira sesuai titah Paman Kresna dan Ibunda.

Diam diam aku sering merasa marah tanpa sebab sehingga ahkirnya musuh musuh di medan pertempuran yang menjadi sasaran amuk ku. Rasa lelah akibat pertarungan tidak menjadi masalah buatku karena dengan bersemadi beberapa jam sudah memulihkan fisik dan kekuatanku.

Namun kelelahan hati karenanyalah yang lebih memberatkanku.

Segera aku mempersiapkan diri untuk tugas ini. Karena yang berulah hanya 2 raksasa tanpa pasukan, aku berencana membawa 1 pasukan saja untuk membantu membereskan kekacauan.

Setengah jalan menuju bangsal ksatrianku, barulah teringat astra (- senjata ) brahmasirsa pemberian guru Drona disimpan kangmas Yudhistira di ruang senjata di sebelah kamar tidurnya.

Apa yang harus aku lakukan ?

Karena hanya dengan astra tsb aku bisa efisien membunuh 2 raksasa itu.

Namun jika aku masuk dan mengambilnya , sudah pasti aku harus menghadapi hukumana, dibuang karena melanggar kesepakatan yang telah kami buat.

Keraguan mulai muncul di pikiranku.

Aku tidak mungkin menggunakan panah dan senjataku yang lain, karena kulit raksasa biasanya sangat kerasi. Bahkan beratus ratus kali lebih keras daripada baju zirah.

Ahkirnya kuputuskan untuk mengambilnya astra pusaka itu ke kamar kangmas. Entah karena tuntutan menjalankan tugas dengan maksimal ataukah karena rasa rinduku pada dinda Drupadi yang lebih menjadi dasar keputusan yang kuambil.

Aku tidak tahu dan tidak memikirkannya lagi.

Siapa tahu mereka sedang keluar kamar sehingga aku tidak harus bertemu dan mengganggu dinda Drupadi.

Oh Dewata.

Mengucapkan nama dinda Drupadi saja sudah membuat darahku semakin meluap.

Tok..tok..

Kuketuk kamar mereka.

Walau tidak ada respon, jangan langsung masuk Jun. Memang hari masih siang, tapi bisa saja mereka sedang bermesraan menikmati asmara pengantin baru yang menggebu gebu. - batinku mengingatkan.

Jantungku berdegup kencang antara ingin melihat Dinda Drupadi dan rasa khawatir jika sampai terlihat dan mengganggu mereka.

Kubuka pintu kamar, berjalan berjingkat dengan sangat perlahan ke arah ruang astra yang ada di samping ranjang kangmas Yudhistira.

Dan yang aku takutkan terbukti.

Tanpa sehelai benangpun mereka sedang memadu asmara diatas ranjang. Bahkan mereka tidak sadar saat aku melewati ranjang peraduan.

Hatiku terguncang mengetahui sebegitu mudahnya dinda Drupadi berpaling dariku dan menyerahkan dirinya kepada kangmas.

Sedangkan aku masih merana karena kehilanganmu.

Bodohmu Jun, batinku tertawa keras.

Rasa frustasi menyebabkanku tidak hati hati saat mengambil astra brahmasirsa yang aku butuhkan. Akibatnya tombak pusaka kangmas terjatuh, menimbulkan suara keras dan ahkirnya membuat mereka yang sedang di atas ranjang terkejut melihatk yang tidak berani menatap mereka.

Dinda Drupadi segera menarik kain sekenanya untuk menutup tubuhnya dan kangmas. Dan setelahnya, kangmas tampak marah menatapku. Sangat, sangat marah.

Setelah menghaturkan sembah dan mengutarakan dengan singkat situasi darurat yang membuatku nekat melanggar kesepakatan dan tidak malu masuk ke kamar, aku segera berpamitan dan kabur keluar kamar tanpa sedikitpun mengarahkan pandanganku pada dinda Drupadi lagi.

***

Misi kali ini dengan mudah diselesaikan Arjuna berkat astra brahmasirsa yang sangat ampuh digunakan dalam pertarungan duel dengan 2 raksasa kakak beradik yang mengamuk dan ingin memangsa warga desa itu.

Dan hal bagus lainnya adalah tdak ada satu korbanpun dari pengawal yang dibawanya.

Namun sesudah 1 purnama, barulah Arjuna pulang kembali ke istana setelah belajar kitab kebijaksanaan dari bapa Pandhita yang sudah diselamatkan nya.

Saat tinggal di padepokan setelah pertarungan, tanpa ilmu kebatinanpun semua orang bisa merasakan kegundahan yang membebani Arjuna. Dan ahkirnya mendorong bapa pandhita memberikan beberapa ilmu dalam kitab jiwa yang ternyata berhasil mencerahkan hati pemuda itu.

Kepada Prabu Salya, Arjuna beralasan kepulangan nya yang agak mundur dari jadwal setelah menghabisi 2 raksasa itu karena dia memutuskan menginap lebih lama untuk membantu padepokan pandhita dan pemukiman warga sekitar yang rusak.

Setelah melepas lelah sejenak, Arjuna segera menyiapkan perbekalan untuk pengembaraan nya. Dia hanya membawa sepotong baju, rempah bumbu, senjata dan uang dalam buntalan kantung kambingnya.

Atas keputusan nya waktu itu. Arjuna sudah bersiap menjalani hukuman yang harus ditanggungnya. Dibuang alias diusir selama 12 purnama.

Diambilnya sebuah daun lontar dan ditulisnya surat untuk Drupadi.

Selamat tinggal dinda Drupadi.

Ahkirnya aku harus ikhlas menerima kenyataan bahwa hati dan dirimu bukan hanya untukku. Tapi benar benar untuk kami *berlima.

1 purnama di padepokan pandhita Agung, membuatku bisa berpikir jernih bahwa kemarahan yang selama ini kutahan adalah akibat egoku yang belum ikhlas menerima keadaan kita*.

Dinda,

dengan hukuman pengembaraan ini aku berharap bisa lebih mudah memadamkan cintaku padamu dan menemukan kedamaian untuk mengisi kekosongan jiwa yang ditinggalkan olehmu.

Maafkan kanda yang belum bisa membahagiakanmu.

Sampai bertemu kembalii cinta pertamaku.

Kangmas Arjuna

Setelah memasukkan nya ke dalam bumbung bambu kecil, surat itu dititipkan nya pada Yudhistira saat Arjuna berpamitan kepada seluruh keluarga.

Dan dalam keremangan senja saat matahari lelah menerangi langit, Drupadi membakar surat itu sebelum menyeduh abunya dalam gelas minum dengan raut wajah sedih atas ketidakikhlasan.

1
Joice Sandri
kisah yg bagus. bhs juga good...
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🦀
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🐙
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss😁
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss u
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss😋
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🥲
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss😡
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🦑
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🦭
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss😋
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss😁
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🐬
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssss
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssd
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssss
del
novel ini tidak dilanjut lagi?
RR Wulandari
dear giselle... where r u.. huhu merindukan sosoknya yg rame.. semoga sehat dan baik² saja ya ❤
del
suka ceritanya Thor.. tapi aku bener2 gak suka sama Arjuna. maaf referensiku adalah Arjuna di wayang golek yang sudah terpatri di memoriku sejak kecil. tukang kawin emosian gampang terhasut. jadi sulit membayangkan Arjuna sebagai seseorang yang mencintai Drupadi. tapi suerrr aku akan kesampingkan ketidaksukaanku pada Arjuna demi cerita ini Author...
Ai Emy Ningrum
get well soon giselle drupadi 🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!