NovelToon NovelToon
CINTA PARA ANAK JURAGAN

CINTA PARA ANAK JURAGAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:750.6k
Nilai: 4.2
Nama Author: Henny

Hai.....!
Ini adalah lanjutan dari kisah MENJADI ISTRI KETIGA JURAGAN. Ini kisah tentang anak-anak mereka yang tak jauh kehidupan cinta segi tiga, poligami dan juga cinta tak terbalas. Namun bisa juga dibaca tanpa membaca novel sebelumnya.

Erdana menjalin hubungan dengan Mentari. Sementara Prayuda sangat mencintai Mentari. Namun karena suatu peristiwa, Erdana harus bersama Yasmin. Bagaimana kisah ini akhirnya mencapai titik kebahagiaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lombok Part 2

Yasmin yang sedang asyik bercanda dengan teman-temannya, melihat kalau Elmira datang bersama rombongan Erdana dan Bojes.

"Elmira Furkan tuh!" Kata Vita dengan antusias. Ia sangat mengidolakan bintang film yang sedang naik daun itu karena filmnya kembali viral.

Andre yang melihat kedatangan Elmira bersama Erdana, melirik ke arah Yasmin yang terlihat masih diam.

"Sore ini kita ke pantai, yuk!" Ajak Irfan yang adalah pacarnya Vita.

"Boleh juga. Bagaimana Yas?" Vita menatap Yasmin.

"Boleh juga. Aku temui kak Elmira dulu ya? Nanti telepon aku jika kalian sudah akan ke pantai." Yasmin merasa tak enak hati tak menyapa Elmira pada hal gadis itu sudah melihatnya.

Setelah Yasmin pergi untuk menemui Elmira yang ada di lantai dua, Vita menatap Andre.

"Lu masih akan mengejar Yasmin?" tanya Vita

"Memangnya kenapa? Dia nggak mencintai Erdana. Mereka hanya dijodohkan. Anak mereka juga sudah nggak ada." ujar Andre.

"Tapi Yasmin kayaknya akan sulit pisah dari Erdana Furkan. Keluarga mereka pasti nggak akan mengijinkan." kata Anggita.

"Yang terpenting aku tahu kalau Yasmin masih menyimpan rasa untukku. Hubungan mereka juga nggak berjalan baik. Aku akan mendapatkan kembali apa yang pernah menjadi milikku." Andre berkata tegas. Matanya tetap menatap Yasmin yang sedang menaiki tangga menuju ke restoran.

"Nanti lu dicap pebinor." kata Bara yang tubuhnya paling gembul diantara gank mereka.

"Masa bodoh orang mau bilang apa. Kita ke kamar dulu dan segera siap-siap ke pantai." Ujar Andre sambil mengambil tas ranselnya dan segera mendukungnya sementara tangannya memegang kartu akses untuk membuka pintu kamarnya.

Sementara Yasmin yang sudah berada di lantai dua segera menuju ke restoran.

Di sana ada Erdana, Bojes, Elmira dan seorang pria tampan yang agak bule.

"Hallo kak El!" Sapa Yasmin sambil mendekat.

Elmira langsung berdiri ketika Yasmin sudah berdiri di sampingnya. Keduanya saling berpelukan sambil memberikan ciuman pipi kanan dan kiri.

"Senang melihat kamu lagi. Bagaimana kuliahnya?" tanya Elmira, lalu menarik kursi kosong yang ada di dekatnya. Yasmin pun duduk. Di sebelahnya ada Erdana.

"Baik, kak." Jawab Yasmin sambil tersenyum.

"Sayang, kamu mau minum kopi?" tanya Erdana membuat Yasmin sedikit tersentak. Haruskah mereka terlihat mesra bahkan di depan orang yang sudah tahu bagaimana hubungan mereka? Ataukah karena ada lelaki setengah bule ini? Pacar Elmirakah?

"Nggak. Aku baru minum es dengan teman-temanku tadi." tolak Yasmin sambil tersenyum.

Elmira menahan senyum melihat adiknya mengatakan sayang pada Yasmin dan Yasmin menanggapinya dengan wajah terkejut.

Karena suasana terlihat agak kaku, Bojes mengangkat pembicaraan tentang film terbaru Elmira yang diprediksi sebagai film terlaris saat ini. Percakapan pun mengalir dengan hangat karena Bojes memang orang yang selalu tahu mencairkan suasana yang membeku.

Setelah menghabiskan kopinya, Elmira pun pamit.

"Aku mau istirahat sebentar sebelum berkeliling hotel mu ini. Kopinya enak. Akan ku promosikan di halaman Instragram ku nanti.' ujar Elmira.

"Gratiskan?" tanya Erdana menggoda.

"Bayarannya 30 juta saja. Itu paling murah. Biasanya aku kalau mempromosikan sesuatu bayarannya paling murah 50 juta."

"Sama saudara sendiri saja minta untung."

Elmira tertawa. "Gratis. Tenang saja. Eh Nick, bisa tolong foto kami berempat?"

Nick mengangguk. Ia mengambil ponsel Elmira dan segera mengambil gambar.

"Posenya yang mesra dong. Kan mau promo. Ayo Yas, lebih dekat lagi ke Er. Dan kamu Er, tolong lingkarkan tanganmu ke pundak Yasmin supaya terlihat kalau pemilik hotelnya lagi bahagia."

Bojes menahan tawa melihat Erdana terlihat sedikit kaku saat melingkarkan tangannya di bahu Yasmin.

"Sekarang gantian. Aku yang ambil foto supaya pacarnya mba Elmira bisa difoto juga." Bojes maju dan langsung mengambil ponsel dari tangan Nick.

"Tapi aku...." Nick terlihat bingung.

"Ayo ke sini, Nick!" Elmira langsung menarik tangan Nick agar berdiri di sampingnya. Jadilah mereka berempat difoto.

"Semua nya terlihat muka jodoh." ujar Bojes membuat Yasmin melotot ke arahnya. Bojes menahan tawa karena ia tahu telah membuat Yasmin kesal.

Elmira pun segera ke kamarnya. Nick mengikutinya dari belakang.

"Aku mau mengecek Gendis dulu ya?" pamit Bojes.

"Ok." Angguk Erdana.

Ponsel Yasmin berdering. Ia langsung menerima panggilan telepon dari Vita yang mengatakan kalau mereka sudah menunggu Yasmin di lobby hotel.

"Mau kemana?" tanya Erdana melihat Yasmin akan pergi begitu saja.

"Ke pantai dengan teman-teman ku."

"Memangnya aku sudah memberi ijin?"

"Tadi kan kakak bilang, kalau aku sudah selesai dengan kakak, maka aku bisa pergi dengan teman-temanku." Yasmin terlihat kesal.

"Benar. Tapi ada jamuan makan malam jam 8 nanti. Jadi kau harus pulang sebelum jam 6 sore untuk mandi dan berdandan. Aku sudah siapkan gaun yang akan kau pakai."

Yasmin melihat jam tangannya yang hampir menunjukan pukul 5. "Jamuan makan malam kan nanti jam 8, kenapa juga harus pulang jam 6? Aku akan pulang sebelum jam 7."

"Yasmin!" Erdana nampak geram. "Pulang seperti jam yang aku tetapkan atau kau tak ku ijinkan untuk pergi. Ingat, walaupun kau tak suka namun aku ini adalah Suamimu." Kata Erdana sedikit berbisik karena tak mau menarik perhatian para pelayan yang ada di sana.

Yasmin berusaha menekan emosinya lalu ia segera pergi meninggalkan Erdana dan menemui teman-temanya.

"Ada apa?" tanya Andre melihat Yasmin duduk termenung di salah satu kursi pantai.

"Nggak." ujar Yasmin sambil berusaha tersenyum.

"Nggak ikut mandi kayak yang lain?" tanya Andre lagi penuh perhatian.

"Aku nggak bawa baju renang. Lagi pula aku harus pulang cepat. Ada acara makan malam dengan kak Erdana."

Andre kelihatan agak kesal tapi ia berusaha menahan tersenyum. "Selesai makan malam, mau kemana?"

"Aku akan kembali ke kamar."

"Ikut aja dengan kita. Mau jalan-jalan saja."

Yasmin diam sejenak. "Baiklah. Tapi pulangnya nggak lama ya?"

Andre mengangguk.

************

Yasmin memasuki kamar saat jam sudah menunjukan pukul setengah 7 malam. Matanya kembali ternoda dengan melihat Erdana yang sudah menggunakan celana panjang hitamnya namun bagian atas tubuhnya masih polos.

Tubuh Erdana yang atletis dengan perut roti sobeknya membuat wanita manapun tak akan berpaling darinya. Namun setiap kali Yasmin mengingat tindakan pemerkosaan yang Erdana lakukan padanya, rasa kagum yang sebenarnya sudah ia miliki untuk pria itu semenjak mereka kecil langsung hilang.

"Mandilah dan segera berpakaian karena aku tak mau kita terlambat. Aku menunggumu di lobby hotel karena ada yang akan ku kerjakan di sana. Jangan lupa untuk memakai cincin pernikahan kita." kata Erdana sambil mengenakan kemeja berwarna birunya. Yasmin tanpa bicara segera masuk ke kamar mandi setelah terlebih dahulu mengambil pakaian dalamnya dari dalam walk in closet.

Agak lama Yasmin menghabiskan waktunya di kamar mandi. Saat ia keluar, Erdana sudah tak ada. Ia menatap sebuah gaun berwarna biru yang tergantung di depan walk in closet. Inikah gaun yang harus ia kenakan? Bukankah memang ia tak membawa gaun ke sini?

Di dekat gaun itu ada sebuah sepatu bertali yang sangat cantik berwarna biru muda. Yasmin mengambil gaun itu dan melihat merk yang ada di belakangnya. Mentari Colection. Pantas saja gaun ini terlihat indah dan mahal. Erdana pasti memesannya dari butik Mentari. Ia pun memakai gaun itu. Sangat pas ditubuhnya. Yasmin tak tahu bagaimana Erdana bisa tahu ukurannya. Ia pun memakai sepatunya. Sangat cocok juga di kakinya.

Yasmin memang tak begitu pintar berdandan namun ia mencoba untuk berdandan apa adanya. Rambut panjang nya, disanggulnya ke atas dan dijepit dengan sebuah jepitan rambut yang cantik berbentuk pita. Ia memakai jam tangannya dan segera turun ke bawa sambil memasukan dompet dan ponselnya di sebuah dompet cantik yang memang sudah tersedia di sana. Tak lupa ia mengambil cincin pernikahan mereka yang ia simpan di dompet karena sebenarnya ia tak suka memakainya.

Erdana yang sudah menunggu Yasmin di lobby sambil memainkan ponselnya, langsung mengalihkan pandangannya saat melihat Yasmin keluar dari lift. Yasmin sangat cocok memakai gaun itu. Tubuh rampingnya tercetak dengan jelas. Yasmin bahkan terlihat dewasa saat rambutnya digulung ke atas. Erdana tak menyangka kalau gaun yang dipilihnya secara asal di butik Mentari untuk menyamakannya dengan kemeja yang dipakainya ternyata terlihat sangat cocok di tubuh Yasmin.

"Di mana acara makan malamnya?" tanya Yasmin dengan sikap dinginnya.

"Di belakang. Tapi tunggu, ada yang kurang." Erdana dengan cepat menarik tangan Yasmin masuk ke dalam sebuah ruangan. Sepertinya itu ruangan kantor.

Begitu ada di ruangan itu, ia melepaskan tangan Yasmin dan bergegas membuka laci meja kerja yang ada di sana. Ia kemudian mengeluarkan sebuah kotak.

"Berbalik!" kata Erdana.

"Mau apa?" tanya Yasmin bingung.

"Memakaikan kalung."

"Tak perlu."

"Harus! Kau adalah istri Erdana Furkan. Aku tak mau kalau penampilanmu kalah dengan istri para investor lainnya."

"Apaan sih!" Yasmin masih menolak.

"Ingat perjanjian kita, Yasmin!"

Dengan kesal Yasmin membalikan badannya. Erdana kemudian mengeluarkan sebuah kalung yang terlihat sederhana namun cantik dengan liontin bertaburan berlian berwarna merah berbentuk hati.

Erdana berdiri di belakang Yasmin. Ia dapat mencium harum leher Yasmin yang putih mulus itu. Ada sesuatu yang mengusik tubuh Erdana saat berdiri sedekat ini dengan Yasmin. Ia harus akui, pundak Yasmin yang sedikit terbuka membuat siapa saja pasti akan tergoda. Erdana justru menyesal memilih gaun ini untuk Yasmin kenakan.

Sementara Yasmin yang membelakangi Erdana, merasakan kalau bulu kuduknya berdiri. Hangat napas Erdana yang menyentuh tengkuknya membuat ada sesuatu yang aneh menjalar di kulit tubuhnya. Andre memang pernah memeluknya, pernah menciumnya di bibir, namun Yasmin tak pernah merasakan kulitnya seakan memanas dengan tiba-tiba seperti ini. Sial, ada apa dengan tubuhku? Yasmin bertanya pada hatinya.

"Sudah selesai, ayo kita pergi. Jangan sampai terlambat!" Erdana melangkah melewati Yasmin, namun baru beberapa langkah ia berhenti dan membalikan tubuhnya. "Ayo kita keluar sambil bergandengan tangan.!"

"Apaan sih?" Yasmin pura-pura protes pada hal ia memang tak ingin bersentuhan dengan Erdana. Saat jari mereka saling bertautan, Yasmin kembali merasakan desiran aneh itu ada di sekujur tubuhnya. Keduanya melangkah meninggalkan ruangan itu, melewati lobby dan menarik perhatian semua mata yang ada di sana karena mereka terlihat begitu serasi.

"Mereka pasangan yang cocok ya?" ujar salah satu pelayan. Andre yang kebetulan baru keluar dari lift langsung terpana melihat Yasmin dan Erdana yang berjalan sambil berpegangan tangan. Hatinya panas oleh rasa cemburu. Ia memejamkan matanya dan menekan rasa sakit yang menusuk hatinya.

************

Selamat sore semuanya....

emak hadir lagi dengan part ini

silahkan tinggalkan komentar, like dan vote ya...

semangat selalu

1
Hera sasuwe
👍
Misna Mii
kasihan mentariii
Misna Mii
kasihan juga mentari, melihat suaminya bersedih krna pr lain, kan mentari istri pertama
ayu cantik
bagus
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
2x tamat ☕😁
pipi gemoy
gading🥀
pipi gemoy
visual ER suami mbak bulan
cakep Thor
pipi gemoy
baca ulang
barusan tamat baca para juragan
Wasista Mustika S.
waduuuuuhhh.. ini anak2 juragan wisnu koq serem pergaulannya? 😂😂😂
Wasista Mustika S.
kak Henny, koq aku ngerasa Erdana kurang memiliki rasa ke Mentari ya? Seharusnya waktu lihat mentari dan prayuda di lobi nampak berciuman, koq gk disamperin? Koq mlh ditinggal pergi? Khan Mentari sdh menjadi isterinya walau siri, dan prayuda juga menjadi saksi di pernikahan mereka... Knp gk diselesaikan? Erdana sah² aja lho kli seandainya mengajar prayuda.. Maaf itu pemikiranku, kak..🙏🏻😂😂
One Olaene: hal ini adalah
total 1 replies
Wasista Mustika S.
hadirrrr.. rumit.. rumit..🤣🤣
fitri
seru,.. walau kadang ikut mumet..
tapi konflik nggak trll berat, jd masih adem ikutin alurnya..
nggak emosi yg berlebihan 😁
Elis Aszhika
kok bisa y org membagi² cinta,,,org begitu apakah termasuk kelainan? /Gosh/
Elis Aszhika
dr awal kan memang hrsy yasmin lngsg prg dr kehidupan erdan setelah anaky meninggal
Elis Aszhika
awal baca nyesek trus,,,smpe mo ending agak mendingan,,,dr awal q tim erdan mentari,,,tiap baca scen erdan yasmin sll nyesek,,,g rela baca kemesraan mrk berdua,,,krn q org yg paling benci poligami,,,bersyukur bgt yasmin akhiry pergi dr kehidupan erdana
Ulil
waduh kejar kejaran,,lari estafet booss 😁😁
ready
good Story 👍
ready
kyaaaa😍😍😍(≧▽≦) untung nya saya sampai lompat bab karena bener2 gak setu kalo Yasmin sama si Erdan, terima kasih sangat Thorrrrrr 💞💐
Ran Aulia
👍👍👍👍
ceritanya bagus beda dari yg lain dgn tema sama
hanya bbrp kali ada nama tokoh yg tertukar 🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!