NovelToon NovelToon
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:487.7k
Nilai: 4.5
Nama Author: VirentaNita

Aila. Seorang gadis muda yatim piatu ... Yang harus menghadapi dilema dengan dua pilihan sulit dalam hidupnya.

Aila di hadapkan dengan sebuah perjodohan dengan CEO muda kaya raya, Fakhri ... Putra sahabat karib Almarhumah Ibunya. Namun sebuah rintangan besar ada di depan Aila, jika Ia memilih Fakhri, lantaran sudah ada sosok Naira yang telah menempati lebih dulu ruang di hati Fakhri.

Sementara di sisi lain ada Ardan, seorang sahabat yang diam-diam menaruh rasa pada Aila.

Siapa kiranya yang akan dipilih Aila sebagai jodohnya?

Siapa yang akan dijadikan Aila sebagai pelabuhan terakhirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VirentaNita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Babak Baru Hidup Fakhri

(Tiga bulan pasca kematian Naira)

Fakhri menatap sendu Raka yang tengah tertidur pulas. Bayi mungil yang telah kehilangan sosok ibu untuk kedua kalinya. Dibelainya rambut Raka yang baru tumbuh lebat sebelum kemudian mengecup kening putra angkatnya itu sekilas.

Fakhri bertekad akan tetap merawat dan membesarkan Raka seorang diri, meski yang menjadi alasannya mengadopsi Raka telah tiada.

Naira ... Telah pergi untuk selamanya.

Digendongnya tubuh mungil Raka yang masih terlelap ke dalam pelukannya, kemudian membawa anak angkatnya itu ke sebuah penitipan bayi di dekat tempat tinggalnya. Sebelum akhirnya meninggalkan putranya itu untuk pergi bekerja.

Sebuah hal yang kini selalu jadi rutinitas Fakhri di pagi hari sebagai seorang duda dengan satu orang anak.

"Sampai kapan Kamu akan merawat anak itu Fakhri?"

Fakhri yang masih menundukkan kepalanya lantaran masih mengikat tali sepatunya usai keluar dari dalam tempat penitipan bayi refleks mendongak. Ketika sebuah tanya yang lebih mirip dengan teguran di arahkan padanya.

"Dia putraku, tentu Aku akan merawatnya hingga akhir usiaku!" tegas Fakhri. Menatap wanita paruh baya di hadapannya sekilas sebelum akhirnya kembali mengalihkan perhatiannya pada sepasang sepatunya lagi.

"Anak itu hanya anak adopsi Fakhri!"

"Lagi pula Naira sudah tidak ada lagi di dunia ini ... Jadi tidak ada alasan bagimu untuk mengadopsi anak lagi,"

"Ingat Fakhri ... Kamu itu lelaki normal!"

"Kamu bisa mendapatkan anak dari garis keturunanmu sendiri jika Kamu menikah kembali!"

Fakhri bangkit berdiri, mengacuhkan Erna yang masih asyik mengoceh di hadapannya. Melewati Mamanya itu begitu saja sebelum akhirnya melenggang pergi.

"Fakhri ... Fakhri ...."

Tak dipedulikannya Erna yang terus meneriakkan namanya karena diabaikan.

"Aku akan terus membesarkannya Ma ... Dengan atau tanpa Naira,"

"Melalui Raka lah, Aku bisa merasakan kenangan manis bersama Naira,"

"Senyum Naira ketika menggendong Raka ... Itu lah yang selalu ku ingat hingga kini ... Jadi bagaimana mungkin Mama memintaku meninggalkannya,"

"Raka akan tetap menjadi putraku, sampai kapanpun juga."

Fakhri yang baru masuk ke dalam mobilnya bergumam. Berbicara dengan diri sendiri sebelum akhirnya menghela nafas kasar lalu melajukan mobil butut miliknya.

Kehidupan Fakhri masih sama, Ia masih enggan kembali ke rumah mewah milik kedua orang tuanya. Lantaran sikap Erna yang menolak kehadiran Raka sebagai cucu angkatnya.

*-*-*

"Apa maksudnya ini Pak?"

"Bapak bercanda bukan ... Salah Saya apa Pak?"

"Mengapa Bapak tiba-tiba memecat Saya?"

Fakhri meremas kuat secarik kertas di sebelah tangannya. Surat yang berisi tentang pemecatan dirinya secara sepihak.

Mulutnya tiada henti memberondong pertanyaan pada lelaki berkepala pelontos yang usianya jauh lebih tua di hadapannya. Sang pemilik perusahaan tempatnya bekerja.

"Maaf Pak Fakhri, tapi hal ini sudah menjadi keputusan perusahaan untuk mengurangi jumlah karyawan ... Maka dari itu kami terpaksa harus merumahkan Pak Fakhri ...." tegas lelaki paruh baya yang duduk bersebrangan dengan Fakhri.

"Pengurangan karyawan?"

"Tidak masuk akal!"

"Bagaimana mungkin bisa ada pengurangan karyawan disaat kondisi perusahaan sedang baik-baik saja,"

"Bahkan disaat perusahaan tengah mengalami kemajuan pesat,"

"Apa sebenarnya salah Saya Pak?"

Fakhri berucap lantang. Ia tak terima begitu saja dengan keputusan sepihak atasannya.

Selama ini kinerja Fakhri bahkan terbilang cukup menonjol di antara karyawan lain.

Jadi tak mungkin jika karyawan dengan kinerja terbaik di perusahaan akan terkena imbas jika memang benar ada pengurangan karyawan sekalipun.

"Maafkan Saya Pak Fakhri ... Keputusan kami tidak dapat lagi diganggu gugat!"

Lelaki berkepala pelontos itu tertunduk sekilas, berusaha menyembunyikan raut muka bersalah di hadapan seorang bawahan yang baru saja Ia pecat. Sebelum akhirnya kembali memasang muka tegas ketika kembali menatap Fakhri.

Sebenarnya Ia melakukan ini bukan tanpa alasan. Lelaki paruh baya dengan kepala pelontos itu terpaksa memecat Fakhri tanpa alasan yang jelas.

Tanpa sepengetahuan Fakhri, Erna telah menghubungi pemilik perusahaan tempat Fakhri bekerja.

Memaksa lelaki paruh baya itu agar bersedia memecat Fakhri. Karena jika tidak, maka Erna bisa saja menghancurkan perusahaan yang bahkan tergolong perusahaan kecil itu.

Dengan kekuasaan yang dimiliki oleh Erna dengan kekuatan perusahaan raksasanya. Tentu lah untuk menghancurkan sebuah perusahaan kecil bukanlah perkara sulit.

Sedang tujuan Erna hanya satu ... Menekan kondisi dan keadaan putranya agar menyerah, lalu bersedia kembali ke rumah.

"Pak?"

Fakhri kini mengiba, di tatapnya nanar pemilik perusahaan tempatnya bekerja dengan raut muka sayu.

Namun lelaki paruh baya di hadapannya hanya menggeleng lemah. Tetap geming dengan keputusannya untuk memecat Fakhri.

Fakhri hanya bisa pasrah ketika sebelah tangan atasannya menunjuk sebuah pintu keluar. Memberi kode pada Fakhri agar lekas meninggalkan ruangan.

*-*-*

"Pak Fakhri ... Tumben hari ini cepat jemput Raka nya?" tanya salah seorang penjaga di tempat penitipan anak ketika melihat Fakhri datang.

"Hari ini Saya pulang lebih cepat Bu ...." jawab Fakhri yang kemudian mengambil alih Raka dari gendongan wanita di depannya.

Dengan langkah gontai Fakhri membawa Raka pergi setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih dan berpamitan membawa Raka pulang.

Setibanya di rumah, Fakhri menatap sendu Raka yang tengah asyik bermain sendiri.

Pikiran Fakhri terus berputar-putar, mencari solusi atas masalahnya. Mencari jalan terbaik untuk masa depannya dan Raka.

Tekad Fakhri bulat, tak peduli bagaimanapun keadaannya ... Fakhri akan tetap berusaha merawat sendiri Raka.

Fakhri terus membuat tekad pada dirinya sendiri. Ia akan terus berusaha mencari pekerjaan lagi untuk memenuhi biaya hidupnya juga Raka.

"Andaikan saja saat ini kamu masih di sini Nai ... Pasti Aku takkan sekacau ini ...." gumam Fakhri, pelan. Berbicara sendiri sembari menatap foto pernikahannya dengan Naira yang masih terpajang rapi di dinding kamar.

"Mengapa kamu harus pergi Naira?"

"Mengapa harus begitu cepat ... Bahkan disaat kita akan memulai segalanya,"

"Kamu pergi meninggalkanku dan juga Raka ... Seorang anak yang tentunya masih sangat membutuhkan belaian kasih sayangmu,"

"Tidak bisakah waktu di putar kembali?"

"Tentulah hari itu Aku akan melarangmu pergi ... Jika ku tahu semua itu awal dari segalanya ...."

Fakhri mulai terisak lirih, luruh sudah semua beban yang ada dipundaknya. Sekuat apa pun Fakhri mencoba untuk bersikap tegar, akhirnya Ia pun tetap tak sanggup merasakan semua penderitaan sekaligus.

Bagi Fakhri ... Kepergian Naira adalah pukulan terbesar dalam hidupnya!

Sesaat kemudian tangisan Fakhri terhenti, Ia dikejutkan dengan suara tangisan melengking Raka.

Dengan sigap Fakhri mulai menghapus kasar bekas lelehan air mata di pipinya dengan punggung tangan lalu mulai meraih tubuh mungil Raka. Menggendongnya.

Cukup paham dengan arti tangisan Raka yang meminta susu. Fakhri kembali menaruh tubuh mungil Raka di atas dipan kemudian melangkah menuju dapur.

Dengan cekatan Fakhri membuatkan susu formula untuk putranya itu. Sekian detik kemudian gerakan tangannya terhenti, melihat susu formula Raka yang hanya sisa separuh. Fakhri teringat pada kondisi dompetnya yang tak lagi berisi.

Ia baru saja dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja dan bahkan tanpa uang pesangon. Jadi bagaimana caranya menghidupi Raka setelah ini.

Detik kemudian tangisan Raka yang terdengar semakin melengking membuat lamunan Fakhri buyar, Ia segera bergegas menuju Raka di dalam kamar setelah usai membuatkan susu untuknya.

"Bersabarlah, mungkin Papa akan kembali menitipkanmu di sana lagi setelah ini,"

"Papa harus bergerak cepat ... Segera menemukan kembali pekerjaan untuk kelangsungan hidup kita,"

"Papa akan berusaha memberikan yang terbaik untukmu ... Demi janji Papa pada Mamamu, Naira."

Bayi mungil di pangkuan Fakhri hanya menatap sembari sesekali tersenyum di sela-sela aktivitasnya meminum susu ketika Fakhri mengajaknya bicara.

Sebuah senyum mungil yang akhirnya kembali memberikan kedamaian di hati Fakhri. Sebuah kekuatan untuk kembali bangkit.

**Hai readers jangan lupa tinggalkan komen, like dan vote nya ya.

Salam hangat peluk dari jauh**.

1
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻
Nova Yuliati
😭😭😭😭😭😭
Nelli Susilawati
bahhh..lanjutannya mana thorr..gantung
Umy Daffa
saya kasih hadiah thor
Titah Novi
ceritanya gk seru,,,awalnya seru tentang poligami itu,,,eh terus diganti,,,bikin penasaran az,,,lg seru2nya malah diganti,,,
Irma Saja
masak ceritanya segitu aja.. gak seru..
seru pas diawal aja cerita dipologami, ini kan ganti cerita masak cuma dikit doank episodenya...
uda lama nggu akhirnya cm gini doank
Dina Purwasih
😲😲😲😲 end??????????????
Dina Purwasih
ah ada lanjutan ny tapi ak lupa alurnya cz udah lama banget mesti baca d bab awal
Lara Sartika: betul kk, udah lupa
awalnya bacanya enak, udak kelamaan ga up jadi gaenak deh🥴
total 1 replies
J. Marta
Sudah mendarat thor,,,,

Udh q boom like juga,

Jangan lupa mampir novelku yang lain

Love revenge, Obsesi

Tinggalin jejak juga 👍👍

Nuhun 🙏
Dina Purwasih
kapan lanjut lagi nya Thor
Berna Dheta
ini tamat ya koq lanjut
Tika Sartika
kpn up lg
Bunny🥨: Izin promo y thor^^

Yuk mampir juga diceritaku
"Terpaksa menikahi dokter dingin."
Siapa tau bisa menjadi novel favmu, yuk mampir!
Terimakasih❤
total 1 replies
Halimatus Sadiah
lnjut
Bunny🥨: Izin promo y thor^^

Yuk mampir juga diceritaku
"Terpaksa menikahi dokter dingin."
Siapa tau bisa menjadi novel favmu, yuk mampir!
Terimakasih❤
total 1 replies
Sasa Sun
aq mampir baca ka
mampir juga donk ke crt aku..

WHEN KAMA MEET SUTRA

aq tgg ya ka 🤗
Attin Nurhuda
author kemana gerangan dirimu
cegilnya_minyoongi
kapan up lg thorr??
ngk sabar nungguin kelanjutann kisah fahri dan aila
Dina Purwasih
kapan up lagi thor??
Nona Gladdys
"PERNIKAHAN LUAR BIASA" Recomend juga kak
Siti Mulyanah Ami Yusuf
lama juga up nya thor
Ira Sain
lanjut min
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!