NovelToon NovelToon
RESET

RESET

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Phopo Nira

Ecla Chasa Vanny adalah seorang gadis yang berusia 18 tahun. Seorang gadis malang yang melakukan bunuh diri setelah dijual kepada seorang rentenir oleh paman nya sendiri.

"Tuhan mendengarkan doa yang kau panjatkan dengan rasa putus asa......"

Reyhans De' Etrama seorang Ceo dari perusahaan ZR Group yang merupakan perusahaan terbesar dinegara S dan H. Memiliki wajah tampan dengan bentuk tubuh yang sempurna.

"Pertemuan yang seperti nya sudah ditakdirkan oleh Tuhan...."

"Tuhan memberimu kesempatan untuk me-RESET hidup mu....

Apakah kau akan memperoleh kebahagian di kehidupan mu yang baru........"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

...****************...

Sesampai dikamar hotelnya, Vanny langsung membersihkan dirinya dikamar mandi. Selesai mandi, Vanny langsung menuju arah dapur untuk mempersiapkan makan malam untuk dirinya dan juga Rey.

Karena suasana hatinya yang baik hari ini, Vanny pun membuat makan malam yang special untuk Rey sebagai bentuk rasa terima kasihnya.

Setelah selesai menyiapkan makan malam, dirinya juga menyiapkan air hangat untuk Rey mandi. Lalu Vanny kembali kemeja makan untuk menunggu Rey pulang. Tak terlalu lama menunggu, Rey akhirnya muncul dari balik pintu.

“Ouh …. kau sudah pulang, Rey?” tanya Vanny yang melihat kedatangan Rey menyambutnya dengan senyuman manis.

“Ouh……”

Rey sedikit terkejut ketika Vanny memanggil namanya langsung tanpa kata ‘Tuan’ didepannya tidak seperti biasanya.

“Aku sudah menyiapkan makan malam dan air hangat untukmu mandi. Kau mau makan atau mandi dulu?” ujar Vanny lagi sembari menawarkan dua pilihan kepada Rey.

“Aku akan makan dulu saja!” sahut Rey dingin. Lalu berjalan menuju meja makan sambil melepas jas dan dasinya.

Rey kemudian duduk dikursinya, matanya sesekali melirik pada Vanny dengan perasaan heran.

“Baiklah, ini untukmu!” ucap Vanny memberikan sepiring nasi beserta lauk pauknya untuk Rey sambil terus tersenyum, lalu mengambil untuk dirinya juga.

“Apa terjadi sesuatu yang menyenangkan hari ini?” tanya Rey heran saat melihat Vanny terus tersenyum bahagia.

“Hmm …. aku bertemu sahabat baikku hari ini dikampus. Setelah beberapa bulan tidak bertemu mereka rasanya sangat menyenangkan. Kenapa kau menanyakannya ?” jelas Vanny yang masih saja tersenyum sembari memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya.

“Ouhh …. baguslah, kupikir kau tadi salah minum obat!” ujar Rey sambil terus memakan makanannya, dia tidak ingin mengakui bahwa Vanny lebih terlihat cantik saat sedang tersenyum.

“Benarkah?” tanya Vanny dengan wajah polosnya.

“Apa kau harus sebahagia itu saat bertemu mereka?” tanya Rey lagi karena baru kali ini dia melihat Vanny terus saja tersenyum dan hal itu membuat Rey sedikit berdebar.

“Tentu saja. Dan semua ini berkat dirimu! Terima kasih, Rey!” ucap Vanny, kali ini dengan senyuman tulusnya yang membuat hati Rey semakin berdebar saat melihatnya.

“Yakhh …. kenapa kau terus memanggilku Rey, Hah?” cecar Rey yang merasa tidak terima karena dirinya lebih tua dari Vanny.

Padahal untuk mengalihkan hatinya yang terus merasa berdebar saat melihat Vanny tersenyum.

“Apakah tidak boleh kalau aku memanggilmu Rey saja?” tanya Vanny dengan polosnya.

“Bukan begitu! Aku ini lebih tua darimu dan juga bukankah kau memanggil Daniel dan Alex dengan sebutan ‘kakak’? kenapa kau tidak memanggilku seperti itu juga?” jelas Rey bersikeras.

Sebab dirinya selalu merasa aneh setiap Vanny menyebut namanya langsung.

“Bukankah kau bilang ‘Urus saja urusanmu sendiri, jangan ikut campur urusanku’, karena itu aku akan tetap memanggilmu Rey! Meskipun kau tidak menyukainya.” ujar Vanny dengan tegas yang meniru cara bicara Rey.

Lalu kembali melanjutkan makannya, berusaha menutupi rasa gugupnya. Sementara Rey terpaku saat melihat Vanny yang menirukan cara bicaranya dengan mulut ternganga.

Rey benar-benar tidak percaya bahwa gadis yang dikiranya polos itu mulai menunjukan taringnya.

“Terserahlah.” balas Rey mengaku kalah pada Vanny seraya memperhatikannya dengan perasaan kesal.

...****************...

Setelah selesai makan Rey langsung menuju kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, lalu pergi tidur. Sedangkan Vanny membereskan meja makan dan dapur, mencoba menghindari Rey sampai perasaan gugupnya mereda.

Setelah dirasa cukup tenang, dia kembali kekamar dengan membawa jas dan dasi yang Rey tinggalkan dimeja makan.

Vanny meletakkan jas dan dasi Rey ketempat pakaian kotor, lalu dia melihat Rey yang sedang duduk bersandar pada tepi ranjang seraya serius memainkan ponselnya.

Perasaan gugupnya kembali mendera hati Vanny yang terpesona dengan ketampanan Rey.

“Rey!” panggil Vanny ragu-ragu yang saat ini duduk ditepi ranjang disamping Rey.

“Hemmm!” Meskipun hanya tanggapi dengan deheman oleh Rey.

“Begini, Rey! Besok aku ingin pergi jalan-jalan dengan temanku setelah kelas selesai! Apakah aku boleh pergi?” tanya Vanny yang masih ragu-ragu.

“Apakah kau lupa dengan perkataanmu dimeja makan tadi?” Rey kini menatap pada Vanny dengan lekat.

“ Lakukan saja sesuka hatimu.” ujar Rey masih kesal dengan Vanny, karena ini pertama kalinya Vanny membantah perkataan darinya.

“Baiklah.” sahut Vanny yang langsung memposisikan dirinya tidur membelakangi Rey.

Lebih baik Vanny memilih diam daripada harus menghadapi kekesalan Rey seperti sebelumnya. Jujur saja, Vanny benar-benar merasa sangat takut saat Rey sedang dikuasai oleh kemarahannya.

“Kosongkan jadwalmu hari minggu ini!” perintah Rey yang masih fokus menatap layar ponselnya.

“Kenapa?” tanya Vanny yang langsung berbalik menatap Rey dan tanpa sengaja Rey juga menatap kearah Vanny.

“Yakhh …. kenapa kau selalu menatapku seperti itu?” tanya Rey dengan perasaan kesal, karena entah kenapa sekali lagi Rey merasa aneh dengan dirinya sendiri saat melihat wajah Vanny.

“Memang seperti apa aku menatapmu, Rey?” tanya Vanny bingung sembari menunjukan wajah polosnya yang membuat Rey semakin merasa frustasi saat melihatnya.

“Aakhh …. sudah lupakan!” ujar Rey yang bertambah kesal.

Rey langsung saja melempar ponselnya ke atas meja dan membaringkan tubuhnya membelakangi Vanny.

“Kau belum menjawab pertanyaanku tadi, Rey!” ujar Vanny polos sembari menarik lengan Rey meminta penjelasan.

“Pertanyaan yang mana?” tanya Rey ketus yang lupa tentang perintahnya tadi.

“Tentang hari minggu yang harus mengosongkan jadwalku?” ujar Vanny yang sekarang menjadi kesal sendiri karena sikap Rey yang sangat membingungkan bagi dirinya saat ini.

“Ouh …. itu! Kita akan pindah dari sini. Aku sudah membeli sebuah rumah didekat perusahaanku dan kampusmu.” jelas Rey setelah tersadar dari kebodohannya sendiri tadi.

“Kenapa kita pindah dari sini?” tanya Vanny yang masih bingung dengan keputusan sepihak dari Rey.

“Tidak apa-apa! Hanya saja kurasa kau tidak nyaman kalau terus tinggal disini seperti ini,” jelas Rey sekenanya mengarang alasan untuk Vanny.

“Mungkin bukan aku yang tidak nyaman disini, tapi kau!” sahut Vanny lebih santai menanggapinya daripada Rey. Setelah mengatakan itu, Vanny pun kembali membelakangi Rey.

“Yakhh …. apa maksudmu, Hah?” seru Rey yang tidak percaya dia akan mendengar perkataan seperti itu dari Vanny, gadis mungil yang polos berstatus istrinya.

“Kau takut aku akan menggodamu, bukan? Karena itulah kau ingin pindah,” ujar Vanny yang tiba-tiba berbalik menatap dan mendekatkan wajahnya pada Rey.

Sementara Rey langsung membulatkan kedua bola matanya saat mendapat serangan dadakan dari istri mungilnya itu. Rey sangat terkejut dengan perubahan sifat Vanny yang drastis.

“Tenang saja, itu tidak akan terjadi!” lanjut Vanny yang semakin menggoda Rey.

“Yakkhh … kau…!” teriak Rey benar-benar tidak percaya bahwa saat ini dirinya dipermainkan oleh seorang Vanny yang dia kenal dulu sangat penakut dan penurut.

“Jangan berteriak, ini sudah malam. Lebih baik kau tidur saja!” ujar Vanny yang tersenyum manis seraya membelakangi Rey lagi dan kemudian mulai menutup matanya.

“Ya ampun, bagaimana bisa gadis ini dalam sehari sudah bisa merubah sikapnya menjadi liar begini?” guman Rey dengan kesal, karena merasa benar-benar dipermainkan oleh Vanny.

Rey pun langsung memposisikan dirinya untuk tidur dengan membelakangi Vanny juga.

1
Babo Saram
maaf sebelum'a thor. ini pendapat pribadi saya ya. saya agak terganggu dgn cara bicara para cast'a. seperti "yakkkhh... bla bla".. jd kurang gereget pake cara bicara org korea. aneh gtu rasa'a.

sekali lagi maaf ya. 🤭
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Reni Ajja Dech
sebenarny si Vania Uda lulus sekolah ya thorr.
Fahmi Ardiansyah
di lanjutkan cerita Sean n Rachel ya thor
Fahmi Ardiansyah
sekali kali pergi dengan keluarga Rey biar mereka gak merasa terabaikan maunya berduaan Mulu Rey kamu.
Fahmi Ardiansyah
iya betul kata Rey biar gak ada yg berani dekat dekat mereka LG.
Fahmi Ardiansyah
waah Rey sangat beruntung menikahi rhea yg masih tersegel.tpi sayang mereka gak bakal bisa punya anak lg.
Fahmi Ardiansyah
ya author nya bikinnya rhea sellu diam n sampai kapan rhea harus berdiam diri lihat ada ulet di sekitarnya.
Fahmi Ardiansyah
iya niat untuk bikin rhea cemburu kok jadi malah berantem beneran.kmu sih Rey udah tau istri gak suka kmu dekat wanita lain.masih sengaja bikin cemburu.
Fahmi Ardiansyah
🤣🤣🤣🤣🤣
Fahmi Ardiansyah
mantap Thor karya karyamu sellu bikin aku penasaran.n sellu bagus menyusunnya gak berbelit-belit.
Fahmi Ardiansyah
iya yg pasti laki laki itu dirimu sendiri Sean.
Fahmi Ardiansyah
Sean cepat lamar Rachel skrg.ke buru di rebut org rachelnya.
Fahmi Ardiansyah
semoga sellu bahagia ke depannya ya Rey n rhea dgn keluarga kecilmu itu.
Fahmi Ardiansyah
semoga Sean melamar Rachel di waktu yg sama
Fahmi Ardiansyah
Rachel kau benar benar wanita yg sangat baik n untung yg jadi kekasih Rey kmu coba klu org lain pasti udah membalas dendam pada Vanny atau rhea.
Fahmi Ardiansyah
ini bakal jadi kejutan besar bagi rhea n si kembar juga Oma nya
Fahmi Ardiansyah
bersabarlah Sean mereka pasti datang tepat waktu.
Fahmi Ardiansyah
iya Vanny memang egois gak memikirkan nasib ke2 anak kembarnya itu.
Fahmi Ardiansyah
iya Krn Vans n Nara gak mau datang ke acara itu Krn tak ada mamanya di sisinya.
Fahmi Ardiansyah
kok ikut dag dig dug gini ya.apakah ada kejutan LG kali ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!