Kisah seorang gadis yang terpaksa menikah karena memenuhi keinginan terakhir dari orang tuanya dengan seorang pemuda yang tidak dia kenal dan tidak dia sukai ya.
Seorang CEO terpaksa menikah dengan seorang gadis SMA karena paksaan dari orang tuanya yang mempunyai hutang balas budi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Ema masuk ke dalam kamarnya lalu Ema masuk ke dalam kamar mandi , Ema pun masuk ke dalam bathtub dan menyalakan air agar memenuhi bathtub nya dan Ema dapat merendam dirinya di dalam bathtub .
Ema menggosok dirinya dengan sangat kencang sehingga menyebabkan kulit Ema luka .
Bi Ratih yang di minta untuk menemui dan menemani Ema pun langsung masuk ke dalam kamar Ema , Bi Ratih mencari keberadaan Ema di dalam kamar namun Bi Ratih tidak menemukan Ema . Saat Bi Ratih mendengar suara air menyala di dalam kamar mandi , Bi Ratih pun langsung masuk kedalam kamar mandi karena kebetulan pintu kamar mandinya tidak di kunci oleh Ema . Saat Bi Ratih membuka pintu , Bi Ratih mendengar suara tangisan dan itu adalah suara tangisan Ema , Bi Ratih pun menjadi sangat khawatir terlebih suara tangisan Ema terdengar sangat pilu .
"Nona Ema ." Panggil Bi Ratih sambil berjalan dengan cepat menghampiri Ema .
"Apa yang Nona Ema lakukan ? Hentikan Nona ,hentikan Nona melukai diri sendiri ." Sambung Bi Ratih yang berusaha menahan Ema agar tidak melukai dirinya sendiri .
"Aaaaa..... Hiks hiks hiks , kenapa nggak hilang hilang baunya ." Ucap Ema sambil menangis dan menggosok seluruh tubuhnya dengan sangat kencang .
"Bau apa Nona , bau apa ? Katakan pada Bibi biar Bibi bantu , jangan seperti ini ." Ucap Bi Ratih .
"Sebenarnya ada apa ini Nona ? ." Sambung Bi Ratih yang mulai menangis karena melihat Ema seperti sekang ini .
"Aaaaa.... aaaa.....aaa ." Ema berteriak dengan sangat kencang .
"Kenapa ? Kenapa semua ini terjadi pada ku Bi ? Apa salah ku ? ." Ucap Ema sambil menangis tersedu sedu dan menatap Bi Ratih .
"Tenang Nona , tenang bicaralah baik baik jangan seperti ini . Lihat tubuh Nona terluka karena Nona menggosoknya terlalu kencang ." Ucap Bi Ratih yang berusaha menenangkan Ema .
"Luka ini tidak ada apa apanya di bandingkan luka di hati ku ini Bi . Harga diriku sebagai seorang wanita telah di injak injak ." Ucap Ema di sela sela tangisnya .
"Sesuatu yang aku jaga dengan sangat baik selama ini , untuk aku berikan kepada suami ku , orang yang aku cintai dan orang yang juga mencintai ku telah di ambil oleh laki laki berengsek itu Bi ." Ucap Ema .
Bi Ratih yanag mengerti apa yang di maksud Ema pun sangat terkejut saat mendengar ucapan Ema . Bi Ratih pun langsung menangis dan Bi Ratih langsung memeluk Ema .Bi Ratih sungguh tidak menyangka kalau Ema akan bernasib seperti ini .
"Kenapa dia mempermainkan aku seperti ini Bi ? Dulu dia katakan kalau dia tidak menyukaiku dan dia berharap sebuah perceraian denganku , tapi kenapa setelah aku mengabulkan ke inginannya dia melakukan itu pada ku ? Dia sudah menghancurkan masa depan ku Bi ." Ucap Ema yang menangis dengan tersedu sedu .
"Aku hancur Bi , aku hancur ." Teriak Ema .
Bi Ratih terus memeluk Ema agar Ema bisa mencurahkan semua isi hatinya dan agar Ema bisa lebih tenang lagi . Saat Ema sudah lebih tenang Bi Ratih membantu Ema untuk mengganti pakaiannya yang sudah basah , setelah itu Bi Ratih pun menuntun Ema ke tempat tidur agar Ema beristirahat karena Bi Ratih tahu kalau saat ini pasti Ema sangat merasa lelah .
Saat Ema sudah tertidur ,Bi Ratih langsung turun sambil menangis . Bi Ratih langsung menceritakan apa yang terjadi pada Panji dan juga Fikri .
Fikri yang mendengar perkataan Bi Ratih pun hanya diam sambil mengepalkan tangannya begitu pula dengan Panji .
Setelah Bi Ratih menceritakan semuanya Fikri langsung pergi dari rumah Ema untuk kembali ke kediamannya .
Di dalam perjalanan Fikri meneteskan air matanya saat mengingat apa yang telah terjadi pada Ema .
"Dasar berengsek , pecundang , ******** .Kenapa laki laki berengsek itu tega melakukan itu pada Ema ? Aaaaa...... ." Teriak Fikri di dalam mobil .
"Kamu lihat saja nanti Jonathan , aku akan membuat mu menyesal seumur hidup dengan cara membawa Ema pergi sejauh mungkin dari mu walau Ema hamil sekali pun aku akan tetap membawanya agat kamu merasakan sakitnya kehilangan dan sakitnya saat kamu tidak di anggap oleh anak mu sendiri kalau ternyata Ema benar benar hamil nanti ." Ucap Fikri .
Sedangkan Jonathan kini sedang mencari keberadaan Ema di dalam rumahnya , karena saat Jonathan keluar dari kamar mandi Jonathan sudah tidak melihat Ema di dalam kamar lagi . Jonathan pun mencari ke sekeliling rumahnya namun Jonathan tidak menemukan keberadaan Ema . Jonathan pun akhirnya mengecek cctv yang memang sengaja Jonathan pasang di dalam rumahnya untuk mengawasi Ema nantinya . Saat Jonathan melihat cctv Jonathan melihat kalau Ema sudah kabur dari rumahnya .
Jonathan langsung pergi untuk mencari Ema dan berharap Ema belum pergi jauh . Karena tidak menemukan Ema , Jonathan pergi ke rumah orang tuanya untuk mengecek apakan Ema pergi mengambil mobil yang di bawanya semalam .
Saat sampai di sana Jonathan masih melihat mobil yang di bawa Ema semalam masih terparkir di sana . Jonathan langsung masuk ke dalam rumah dan berharap kalau Ema ada di dalam sedang mengadu pada orang tua Jonathan.
Jonathan mencari Ema di seluruh rumah orang tuanya sambil memanggil manggil Ema namun Jonathan tidak menemukan Ema , Gunawan dan Gina yang mendengar Jonathan berteriak memanggil Ema pun langsung menghampiri Jonathan dan menanyakan apa yang sedang terjadi .
"Ada apa Jonathan kena kamu memanggil nama Ema di sini ? " Tanya Gunawan .
"Tidak ada apa apa ." Jawab Jonathan .
"Kamu jangan berbohong Jonathan . Papah tahu kalau kamu semalam membawa Ema pergi dengan cara membekapnya bukan ?." Tanya Gunawan .
"Apa yang kamu lakukan pada Ema Jonathan ?." Sambung Gunawan yang bertanya kembali pada Jonathan .
"Karena kalian sudah tahu aku akan mengatakannya pada kalian . " Ucap Jonathan .
"Iya kau membawa Ema dengan cara membekapnya , setelah itu aku melakukan apa yang seharusnya di lakukan oleh seorang suami pada istrinya saat malam pertama ." Sambung Jonathan .
Gunawan dan Gina yang mendengar pernyataan dari Jonathan pun sangat kaget dan tak menyangka kalau Jonathan berani melakukan itu pada Ema .
PLLAAKKK
PLLAAAKKK
PLLAAKKK
Gunawan menampar Jonathan dengan sangat kencang berkali kali . Gunawan sudah tidak bisa menahan emosinya karena Jonathan sudah benar benar keterlaluan , dulu saat Ema masih berstatus istrinya Jonathan tidak menginginkan Ema bahkan Jonathan mengharapkan perceraian dan ingin menikah dengan Renata . Tapi kenapa saat Ema sudah bukan lagi istrinya Jonathan melakukan hal itu pada Ema yang nantinya kan menghancurkan masa depan Ema .
"Kenapa kamu melakukan itu pada Ema Jonathan , kenapa ?." Tanya Gina yang kini sudah menangis .
"Aku melakukan itu karena itu adalah satu satunya cara agar aku bisa memiliki Ema kembali Mah ." Jawab Jonathan .
"Dengan begitu tidak ada laki laki mana pun yang mau dengan Ema terlebih lagi kalau Ema hamil Mah . Dan setelah itu aku yakin Ema pasti mau kembali lagi pada ku dan kami akan menjadi keluarga yang bahagia ." Sambung Jonathan .
Setelah itu Jonathan pun pergi untuk mencari Ema kembali , sedangkan Gunawan mau pun Gina hanya diam tidak bisa berbicara apa pun dan membiarkan Jonathan pergi karena tidak tahu apa yang harus di katakan lagi pada Jonathan . Jonathan kembali mencari keberadaan Ema di man pun yang kiranya tempat yang pasti Ema akan datangi .
Sedangkan kini Ema yang sudah terbangun dari tidurnya hanya diam dan melamun di dalam kamarnya . Ema selalu menangisi nasibnya . Kini Ema merasa sudah tidak punya masa depan lagi , Ema terus berpikir bagaiman kalau ternyata suatu saat nanti Ema akan hamil anak Jonathan .
Walau begitu Ema meyakinkan dirinya kalau sampai hal itu benar benar terjadi Ema akan menerima anak itu , tapi Ema akan berusaha menutupi serapat rapatnya tentang siapa Ayah dari anaknya itu , karena Ema tidak mau kalau dirinya harus kembali bersama dengan Jonathan .
Tok Tok Tok
CEKLEK
Pintu kamar Ema terbuka , Ema pun melihat siapa yang membuka pintu kamarnya . Saar itu Ema melihat Bi Ratih masuk yang di ikuti oleg Fikri dengan penampilan yang sudah sangat rapih . Fikri berjalan mendekat pada Ema , Ema menundukkan kepalanya karena Ema malu kepada Fikri . Fikri duduk di samping Ema , lalu Fikri pun mengangkat wajah Ema agar Ema menatap matanya .
Ema dan Fikri pun akhirnya saling menatap , Fikri menatap Ema dengan sangat dalam .
"Kita pergi dari sini sekarang juga ." Ucap Fikri .
" Kemana ? Dan kenapa ? ." Tanya Ema yang tidak mengerti maksud Fikri .
"Sesuai rencana kita , Singapure ." Jawab Fikri .
"Dan itu karena aku tidak mau kamu sampai di temukan oleh si berengsek itu dan akhirnya kamu kembali dengan laki laki itu . Walau pun aku tidak bisa menjaga mu selamanya , tapi setidaknya saat aku akan pergi nanti aku sudah merasa tenang saat kamu bersama dengan orang yang bisa melindungi mu , selalu membahagiakan mu dan menghargai diri mu Ema . Jadi ayo pergi dengan ku sekarang , kamu mau kan ?." Sambung Fikri .
Ema pun mengangguk tanda kalau dirinya mau ikut pergi bersama Fikri . Fikri pun meminta tolong pada Bi Ratih untuk membereskan barang barang yang akan di bawa oleh Ema dan membantu Ema untuk bersiap sedangkan Fikri keluar dari kamar Ema dan menunggu Ema di bawah .