NOVEL INI KELANJUTAN DARI NOVEL SEBELUMNYA SANTRI MBELING
Yang mana menceritakan perjalanan spiritual Gus Panji yang mana sering berhubungan dengan orang - orang kalangan atas atau orang pengusaha kaya raya.
Sedangkan Adiknya Gus Hanan yang mana selalu berhubungan dengan orang - orang kalangan bawah, atau orang - orang fakir miskin.
Dan Juga perjalanan cinta asmara Siska adiknya Panji dan Hanan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANGWARUL MUJAHADAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TAMAT
"Jam 10 malam, pesawat internasional lending di Jakarta.
"Kim... Aku dan direktur Lim akan lanjut ke kota Bandung."
"Baiklah Godfather," jawab Kim kemudian keluar bandara.
Sementara Panji dan Lim transit sebentar, kemudian lanjut terbang ke kota Bandung.
Tak lama kemudian, Panji dan Lim Shauw sudah sampai di perumahan elit milik direktur Lim Shauw.
"Lim... Aku mau solat dulu sebentar ya?"
"Iya Godfather, aku bikinin kopi dulu."
Selesai solat Isak, Panji merebahkan badannya di atas karpet halus di depan tivi.
"Godfather... Ini kopinya," ujar Lim kemudian menaruh segelas kopi hitam dan capucino.l,
"Aku buka cendelanya kalau merokok.
Sebentar ya Godfather, aku ganti baju tidur, sekalian aku ambilin buat kamu."
"Iya," jawab Panji kemudian menyeruput kopi panas lalu menyulut sebatang rokok.
"Ini Bos baju tidur mu," ujar Lim yang terlihat cantik dengan baju tidur.
"Cantik sekali kamu Lim, gak kayak di Singapore tadi..?
Jadi naksir aku."
"Hehehehe, habis cuci muka Godfather..?
Mengapa Godfather selalu suka merayu wanita cantik..?
Nanti, kalau aku yang jatuh cinta kepada mu, jadi repot aku."
"Itulah kelemahan ku.
Aku suka gak tahan kalau lihat wanita cantik. Walau aku tidak berzina... Tetapi aku ingin memacarinya.
Aku juga heran, di mana - mana selalu ada wanita cantik di samping ku."
"Sini, aku pijitin," ujar Lim kemudian duduk di samping tubuh Panji.
"Godfather... Aku ini heran,
Mengapa ketua organisasi Red Bull dan keluarga Sanjaya bisa patuh dan tunduk terhadap mu ya?"
Sambil melihat tv parabola dan menikmati pijitan, Panji berkata,
"Aku mengunakan ilmu pengasihan dan ilmu wibawa.
Jadi... Setiap orang yang bertemu dengan ku, akan sayang kepada ku, dan segan menghormati ku."
"Oh... Begitu ya rahasianya. Makanya banyak wanita dekat dan nurut sama kamu Bos."
"Aku menggunakan ilmu begitu, kalau menghadapi masalah - masalah pelik seperti tadi. Jadi, setiap harinya ya tidak pernah aku gunakan. Karena, ilmu itu harus di gunakan pada waktu dan keadaan yang pas.
Ibarat kita ke sawah, ya bawa cangkul sama sabit. Cangkul dan sabit itu ibarat ilmu atau alatnya."
"Bos Godfather...
Aku kan beragama Nasrani.
Apa bisa aku belajar ilmu islam seperti mu?"
"Bisa...
Orang beragama apa saja bisa mempelajari agama islam. Tetapi, semua tergantung gurunya."
"Apa bisa aku wirid seperti yang Godfather kerjakan sehabis solat..?"
"Bisa.
Wirid kan bahasa arab.
Kecuali solat haji dan puasa romadhon.
Sebab... Syarat sah nya solat, haji dan puasa romadhon itu harus beragama islam."
"Oh, begitu ya?"
"Apa kamu ingin belajar ilmu wirid..? Atau ilmu kekeramatan?"
"Iya, kepinggin."
"Kalau kamu pinggin belajar, kamu belajar sama Gus Hanan adikku saja."
"Hahahaha, gak ah!
Gus Hanan itu orang aneh. Masak aku waktu di yayasan di panggil kelinci.
Bayangin... Direktur di panggil kelinci? Bahkan, Anita sekretaris bank Asia, di panggil ayam kampung.
Kenapa sih, Gus Hanan itu suka memanggil orang dengan sebutan binatang..?
Kan malu, banyak orang lagi."
"Gus Hanan adikku itu, kalau melihat orang, terlihat badannya manusia, tetapi kepalanya binatang. Makanya dia suka memanggil dengan sebutan binatang."
"Kok bisa begitu melihat nya..?"
"Yaa menurut kelakuan atau sifat orang nya sih. Kalau orang nya serakah, maka kepalanya terlihat monyet. Kalau orang nya kerja saja, gak pernah ibadah, maka terlihat kepalanya terlihat kambing. Kalau orang itu sifatnya galak dan banyak omong, kepadanya seperti anjing."
"Kalau kepalanya kelinci kayak aku Bos, itu gimana..?"
"Yaa sifat mu suka mengoda orang secara tidak langsung dengan pakean ****. Kamu juga lincah."
"Tetapi... Mengapa Godfather kok tidak pernah memanggil orang lain dengan sebutan binatang. Sedangkan Gus Hanan kok memanggil dengan sebutan binatang?"
"Karena, aku sudah berproses, sedangkan Gus Hanan adikku masih proses.
Lim, aku ngantuk sekali, aku tidur dulu ya."
"Baiklah Godfather, hemmm tidur di kamar ku saja."
"Baiklah."
*****
Jam 9 pagi, Panji pergi ke rumah Aini untuk menjenguk anaknya. Ketika berjalan di halaman rumah, Panji terkejut melihat Maya dan Aini sedang beramain dengan anak kembarnya.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam," jawab Maya kemudian salim dan cium tangan. Begitu juga dengan Aini.
"Ini mas kopinya," ujar Aini sambil meletakkan secangkir kopi di atas meja.
Setelah duduk di teras, Panji dan Maya juga Aini menikmati secangkir kopi dan teh sambil ngobrol.
"Kak... Aku ingin kamu menikahi Aini. Aku ingin kita hidup bersama satu rumah. Aku ingin kita hidup rukun, damai, sejahtera dan bahagia," ujar Maya.
"Apa, yang benar kamu. Kita bertiga tinggal satu rumah..? l"
"Bukan kita bertiga, tetapi bersama anak - anak," sahut Maya,
"Bagaimana..?
Apa Kak Panji mau?"
"Aku sih, mau - mau saja. Kamu dan Aini atur sajalah. Aku nurut saja."
"Baiklah Kak.
Dua, tiga hari lagi, Kakak harus menikah lagi dengan Aini. Menikah secara resmi."
"Baiklah."
*****
Setelah menikah, Panji dan Maya juga Aini, juga anak - anaknya tinggal di kota Sidoarjo dengan bahagia.
*Tamat*
blm pernah kubaca cerita se-luarbiasa ini...
semoga terus berlanjut...
santi mbeling 3