Gadis berusia 18 tahun jauh-jauh merantau menuju ke kota besar untuk mewujudkan mimpinya. Impian untuk melanjutkan pendidikannya setinggi-tingginya. Namun saat ia ingin membuka jalan untuk mencapai itu, datang seseorang yang awalnya bersedia untuk membantunya tapi tidak cuma-cuma.
Pernikahan yang diinginkan orang itu, gadis ini menyetujui dan akhirnya mereka berdua jatuh cinta. Persyaratan diawal sudah tidak berguna. Tetapi untuk benar-benar bersatu perjalanan mereka tidak mudah. Banyak rintangan dan tantangan yang dihadapi.
Akankah gadis ini bisa menjalaninya dan mereka berdua bisa bersatu kembali ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara Sety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tigapuluh.
Riri yang melihat Dave dan Bening berdansa sangat romantis itu pun merasa sangat kesal dan marah. Riri yang merasa tersingkirkan keberadaannya karena Bening pun merasa memiliki dendam tersendiri terhadap Bening dan ingin membalas Bening. Riri akan berhenti membalas Bening sampai pada saat Bening mau menyerahkan Dave lagi kepada Riri.
Saat sedang berdansa dilantai dansa itu, Dave tiba-tiba membisikan suatu kata ditelinga Bening yang membuat Bening tersipu malu dan ingin tersenyum.
"Kamu terlihat sangat sempurna malam ini." bisik Dave.
Bening yang ingin menjawab juga dengan kata Dave kamu juga terlihat sangat sempurna malam ini pun lebih memilih mengurungkan niatnya karena sadar semuanya ini hanya perjanjian. Jika ini bukan sebuah perjanjian dan Dave benar-benar milik Bening, Bening pun tidak akan ragu untuk mengatakan hal-hal yang bersifat memuji itu untuk Dave.
Setelah musik berhenti dan acara dansa topeng itu usai, dari kejauhan terdengar sebuah suara yang meneriakan satu kalimat.
"Pasangan seperti di dalam negeri dongeng."
Ternyata suara yang berteriak itu adalah Darren. Ya, semuanya juga berkat Darren jika bukan karenanya semua ini rencana Darren seperti perintah Dave dan yang menyelesaikannya adalah Dave.
Dave yang mengetahui asal suara itu pun langsung menghampiri Darren.
Darren pun memeluk sahabatnya itu dan mengucapkan selamat karena semuanya berhasil. Maksudnya rencana mereka.
"Selamat ya bro, semuanya berhasil." ucap Darren.
"Semua gak bakal berhasil kalau lo gak bantuin gua." kata Dave sambil tersenyum.
Masih dilantai dansa, Bening masih berdiri diam melihat apa yang terjadi. Saat semua orang sedang fokus kearah Dave dan Darren, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan Bening.
Bening dibawa ke ruang ganti dari Bar itu, ternyata yang menariknya adalah Anissa sahabatnya. Wajahnya sedikit agak kesal dan seperti meminta penjelasan.
"Ning, apa-apaan ini semua ? Lo sama Dave tunangan ?."
"Iya aku harus lakuin."
"Buat apa ? Lo mau dapet masalah dari Riri ? Kalau lo kenapa-napa gara-gara Riri gimana ?."
"Aku gak mau punya masalah sama Riri tapi, ini semua aku lakuin supaya aku bisa kuliah, impianku terwujud."
"Maksud kamu ?."
"Ini semua hanya perjanjian. Akan berakhir antara tiga sampai empat tahun ke depan saat aku sudah mendapat gelar sarjanaku."
"Lo relakan diri lo buat ini semua ? Lo bisa berusaha lebih Ning."
"Aku tau, tapi cara seperti ini juga berusaha kan ?."
"Terserah lo, gue beneran kecewa sama lo." ucap Anissa marah lalu pergi meninggalkan Bening.
Bening tau semuanya kalau Anissa tidak akan setuju dengan cara yang seperti ini tapi ini semua buat impian Bening.
"Anissa maaf..." ucap Bening lirih.
Saat sudah meninggalkan Bening, Anissa masuk kedalam toilet karyawan. Di sana ia menangis karena merasa sudah menyakiti perasaan sahabatnya dengan cara membentaknya tadi. Tetapi semua ini dilakukan karena Anissa takut kalau Bening kenapa-kenapa karena Riri. Bening belum tau bagaimana Riri kalau sudah marah. Riri kalau marah bisa lebih menakutkan dari hantu, monster ataupun nenek sihir bahkan lebih menakutkan dari kemarahannya thanos.
...****************...
Pesta kantor itu pun telah selesai, semua tamu atau karyawan kantor Global Games itu pun sudah meninggalkan Bar itu. Hanya ada para pegawai Bar itu, Bening, Keluarga Joan, Darren.
Terlihat para pegawai Bar itu pun membersihkan semua sisa pesta itu. Mulai dari sampah, minuman yang tumpah, dan kotoran-kotoran lainnya yang membuat tempat itu menjadi kotor.
Bening terlihat ingin membantu para pegawai itu, tapi dilarang oleh Dave.
"Bening kamu mau ngapain ?." tanya Dave.
"Aku mau bantuin mereka. Biar mereka cepat pulang. Kasian mereka terlihat sangat lelah." jawab Bening.
"Pengumuman semuanya, mulai besok sampai tiga hari ke depan kalian boleh libur. Kalian boleh istirahat di rumah tetapi tiga hari dari sekarang kalian harus datang ke acara pernikahan ku dengan Bening." teriak Dave kepada seluruh pegawai itu.
Bu Yani yang melihatnya pun tersenyum melihat tingkah Dave. Bu Yani juga sangat jarang melihat Dave sebahagia ini. Ini semua karena Dave bersama dengan Bening. Bening memang orang yang cocok untuk Dave. Walaupun ini hanya perjanjian tetapi kebahagian yang dirasakan Dave adalah asli.
Bersambung...
Sesusah itu nyari novel yang bagus, terakhir baca novel yang bagus sekitar sebulan yang lalu, itu pun pembacanya dikit banget.
Judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung gini