[Disarankan untuk membaca hingga chapter 7]
[BACA BAGIAN BLURB INI SAMPAI BAWAH BIAR GA BINGUNG SAMA CERITANYA!]
[Press Like,Vote,Comment]
[Hati-hati kesel sama ceritanya]
Genre : Action, Adventure, Dark fantasy, Drama, Mystery, Magic, Psychological, Supernatural
Sub-Genre : Romance, Comedy, Mature
Season 1 : Chapter 1-213(END)
Season 2 : Chapter 214-260(END)
Season 3 : Chapter 261 - 348 (END)
Dunia dimana ada ras selain manusia, seperti Elf, malaikat dan lain-lain. Ada sebuah legenda yang ditakuti oleh seluruh ras mengenai malapetaka yang akan dibawa oleh sebuah makhluk, yaitu Soul Reaper.
Legenda yang menghilang untuk menghilangkan keresahan seluruh ras di muka bumi, telah tergerak secara perlahan.
Note :
ini cerita pertamaku, kalau ada kesalahan seperti typo, sulit dimengerti langsung aja komentar aja ya.
Untuk kalian yang bingung, didalam cerita ini tidak akan hanya terbatas di tokoh utama saja. Tetapi saya akan menyorot beberapa tokoh lainnya juga karena mereka mempunyai peran penting(tentu saja seperti beberapa chapter yg MC nya tidak ada).
[Sangat disarankan untuk tidak berharap kepada MC di awal-awal cerita. Karena MC saya dibuat lemah layaknya seekor burung baru lahir dan belum bisa terbang]
Update 23:00 WIB
[/Chapter : 1300-2000 kata]
#WF
*Source Pict : Pinterest
Yang mau follow author boleh lewat :
IG : Irisia_loui
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShenJun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29 : Rigrid Pestonia
Elena terkejut saat mendengar ucapan Raven. Mengingat bahwa Raven pernah bercerita mengenai ayahnya yang dulu dibunuh oleh ksatria bangsawan, tidak heran kalau Raven langsung terlihat kesal saat mendengarnya. Terlebih lagi, yang bertanya seperti itu adalah orang dari keluarga bangsawan yang selama ini dia benci.
“Kamu belum cerita padanya?” tanya Kriss
“Aku hanya tidak memberitahu namanya saja” ucap Raven
Raven merasa bingung dengan pertanyaan Darius yang sebelumnya. Dalam benaknya, dia berfikir bahwa tidak mungkin seorang petinggi parlemen akan repot-repot datang jika hanya untuk menanyakan informasi seperti itu. Bahkan jika diperlukan, maka ada keterkaitan yang sangat dalam atau berharga.
“Kriss, kenapa Darius ingin sekali mengetahui identitasku?” tanya Raven
“Itu karena ayahmu” ucap Kriss
“Ayahku?” sahut Raven
“20 tahun lalu, Leo Xander merupakan ksatria pasukan khusus dari kerajaan Verra. Dulu dia dihargai sebagai ksatria terhebat dimasanya” ucap Kriss
“Hah? Jangan bercanda Kriss” ucap Raven
“Aku tidak bercanda! Aku juga baru tahu tadi saat mendengar cerita dari Luna dan Darius!” ucap Kriss
“Apa maksudmu?!” ucap Raven
Kriss pun menjelaskan mengenai masa lalu ayah Raven. Leo Xander yang dulu dikenal sebagai ksatria terhebat di eranya, pernah menolak untuk menjadi ksatria terhormat dikerajaan yaitu ksatria kebajikan surgawi.
“Konyol sekali” ucap Raven
Raven pun berdiri dari ranjangnya. Dia mengenakan pakaian dan Kazamanya yang berada dimeja. Setelah itu dia langsung berjalan keluar dari ruangan tersebut. Elena bingung melihat Raven yang menuju pintu ruangan itu dan bertanya padanya.
“Raven, kamu mau kemana?” tanya Elena
“Aku tidak bisa lama-lama disini” ucap Raven
“Tunggu aku dong!” ucap Elena
Elena pun bergegeas berdiri dari kursinya dan mengikuti Raven.
“Tuan Kriss, aku permisi dulu!” ucap Elena
“Hei Kriss!” ucap Raven
Kriss pun menoleh kearah Raven yang sedang berada didepan pintu.
“Tepati janjimu!” ucap Raven tanpa menoleh kearah Kriss
“Iya” jawab Kriss
Elena sedikit bingung dengan ucapan Raven. Namun Raven sudah berjalan meninggalkannya selagi dia sedang kebingungan. Elena pun mengejar Raven agar tidak tertinggal.
Elena dan Raven pun keluar dari kastil tersebut. Saat mereka sedang berada tepat digerbang keluar kastil, mereka berpas-pas an dengan dua orang laki-laki. Mereka adalah Jack Zexter dan bawahannya, Dale.
Sekilas, saat mereka berpas-pas an. Ada perasaan yang janggal dan aneh muncul diantara mereka. Seakan perasaan bahaya ataupun kecurigaan dari masing-masing.
Elena merasa sedikit terkejut saat melihat kedua orang itu. Namun melihat Raven yang bersikap tetap tenang dan menghiraukan mereka, dia pun juga ikut menghiraukannya.
Disisi lain, Jack menoleh kebelakang dan melihat kearah Elena.
“Dale” ucap Jack
“ada apa tuan?” tanya Dale
“Kurasa ini waktu yang tepat” ucap Jack
*****
- Di tengah ibukota -
“Raven, kita ini sebenarnya mau kemana?” tanya Elena
“Entahlah…” ucap Raven
“Kamu ini ya! Kita sudah berjalan hampir berjam-jam tahu! Hampir seluruh sudut ibukota kita lewati!” teriak Elena
“Tidak ada yang menyuruhmu untuk ikut dengaku” ucap Raven
Raven melanjutkan berjalan tanpa menoleh sedikitpun ke Elena. Elena merasa kesal dengan sikap Raven yang acuh itu. Dia pun marah dan cemberut sepanjang jalan.
Raven melirik kearah Elena yang berada di belakangnya. Dia melihat Elena dengan wajah cemberut karena kesal dengan sikapnya. Raven pun mengabaikannya dan terus berjalan seperti biasa.
Beberapa lama kemudian, Raven memasuki sebuah toko kecil. Elena mengikuti nya dari belakang. Saat didalam, ternyata itu adalah toko senjata dan ada seorang wanita yang berdiri dibelakang meja kasir.
“Bibi” ucap Raven
“Wah Raven. Tumben kamu datang kesini” ucap bibi itu
Elena terkejut saat mendengar wanita itu memanggil nama Raven. Dia tidak mengira bahwa Raven mempunyai kenalan. Elena pun mendekat ke Raven dan berbisik di telinganya.
“Hei Raven. Kamu sepertinya kenal dengannya. Dia siapa?” bisik Elena
“Jangan banyak tanya” ucap Raven
Raven menghiraukan Elena dan berjalan mendekati wanita kasir itu. Di sisi lain, Elena menjadi semakin kesal karena Raven bersikap acuh dan dingin padanya daritadi.
Sebenarnya Raven bersikap seperti itu bukan karena dia memang dingin pada Elena. Tetapi dia masih malu karena kejadian dikastil. Makanya dia berusaha menghindari Elena.
“Raven, kamu masih saja bersikap dingin ya. Kasian gadis cantik itu” ucap wanita itu
“Berisik” ucap Raven
“Kalau kamu begitu terus nanti tidak akan dapat pacar loh” ucap wanita itu
“bukan urusanmu!” ucap Raven wajahnya sedikit memerah
“Hahaha!” tawa wanita itu
Wanita tersebut pun melirik kearah Elena yang berada dibelakang Raven.
“Hai, namamu siapa?” tanya wanita itu
Elena pun menoleh kearahnya dipanggil.
“E-Elena Rosalie” ucap Elena
Saat Elena berjalan mendekat dengannya, wanita tersebut terkejut dengan kecantikannya. Wanita itu pun mendekat ke Raven dan memukul punggunya.
“Hei Raven. Hebat juga kamu bisa punya pacar secantik ini! Ternyata datang kesini ingin pamer ke bibi ya?! Hahaha!” ucap wanita itu
“Berisik!” ucap Raven
Elena bingung dengan situasinya. Dari yang dia lihat, wanita itu terlihat seperti sangat kenal dengan Raven. Wanita itu melirik kearah Elena dan menyadari kalau Elena sedikit bingung.
“Ah maaf-maaf. Kamu pasti bingung ya? Namaku Rigrid Pestonia” ucap wanita itu
“Senang bertemu denganmu” ucap Elena
Saat Elena melihat Rigrid lebih dekat, dia terkejut. Rigrid terlihat sangat cantik dan menawan. Dengan rambut pendek selehernya dan badan yang proporsionalnya itu sangatlah enak dipandang.
Raven sadar akan tatapan penuh takjub Elena ke Rigrid.
“Jangan tertipu dengannya. Walaupun dia secantik ini, sebenarnya sudah berumur 30an tahun” ucap Raven
“Eh?!” teriak Elena
Tiba-tiba tinju Rigrid melayang dengan cepat kearah Raven dan menghantamnya dengan keras.
*BUAK*
“Anak tidak sopan!” ucap Rigrid
“Kenyataannya memang seperti itu” ucap Raven sambil mengelus kepalanya yang kesakitan
“Haah….kamu memang sama persis dengan ayahmu” keluh Rigrid
*****
Rigrid pun membawa mereka berdua duduk di salah satu meja kursi yang tersedia. Raven pun menjelaskan semuanya pada Elena. Rigrid Gamma adalah teman dekat ibu Raven saat masih hidup. Rigrid adalah penempa senjata atau blacksmith yang cukup handal.
Sejak Raven sudah kehilangan kedua orang tuanya, Dia pergi menemui Rigrid sebelum menjadi burnonan kerajaan dan menjelaskan semuanya. Rigrid sempat mencoba menghentikan Raven untuk membalas dendam pada kerajaan, namun tidak berhasil.
“Jadi kali ini kamu datang kesini untuk apa? Cari makanan?” tanya Rigrid
“Bukan! Aku ingin bertanya tentang itu” ucap Raven
“Ah itu ya” ucap Rigrid
Sebelumnya, Raven pernah mencari infromasi mengenai Dale karena penyerangan kota Georgia. Sewaktu mencari informasi, dia bertanya-tanya dan meminta tolong pada Rigrid untuk membantunya.
“Belum lama ini aku melihatnya. Dan ternyata sedang ingin melakukan pertemuan dengan salah satu bangsawan kerajaan, Gera Ainsley” ucap Raven
“Sepertinya informasi kita sedikit sama” ucap Rigrid
“Apa maksudmu?” tanya Raven
“Gera Ainsley, Jack Zexter dan Dale. Mereka adalah anggota dari Four Fingers” ucap Rigrid
“Four Fingers?” sahut Raven dan Elena
3 hari yang lalu, Rigrid pergi ke kota Sera untuk mencari informasi dan mencari persediaan. Kota Sera merupakan kota transaksi atau kota dagang kerajaan Verra. Jadi tidak hanya ada orang dari Verra namun ada dari kerajaan tetangga, Tusk dan ada Elf juga.
Saat Rigrid sedang disana, dia melihat ada seorang bangsawan dengan banyak pengawal. Saat itu, kebetulan Rigrid sedang memakai baju rapih dan menggoda. Dia pun mendekati bangsawan itu dan menggoda dengan tubuh sintal miliknya.
Bangsawan tersebut adalah Gera Ainsley. Gera tergoda oleh Rigrid dan akhirnya membawa dia ke salah satu rumah besar di kota Georgia. Rumah tersebut merupakan kepemilikan dari keluarga Ainsley dan sedang digunakan oleh Gera.
Saat Rigrid sedang dibawa berjalan disekitar taman, Gera bertemu dengan seorang laki-laki bernama Dale. Mereka membicarakan secara terang-terangan mengenai rencana serta organisasi mereka didepan rigrid.
Four Fingers merupakan organisasi pemberontak kerajaan yang didirikan untuk mengambil alih kerajaan Verra. Para pemimpin yang menggerakan organisasi itu adalah Gilly Luminous, Gera Ainsley, Jack Zexter dan Livia Ainsley.
Mereka merupakan bangsawan kerajaan Verra yang menaruh dendam pada kerajaan karena alasan masing-masing. Sejauh yang Rigrid dapat, dia mengetahui bahwa tujuan mereka untuk menggulingkan kerajaan dan membuat mereka sebagai pimpinan baru.
Setelah itu, Rigrid mengetahui seluruh rencana dari organisasi tersebut. Dia pun menggoda Gera dengan tubuh sintal miliknya dan mencari-cari alasan agar bisa kabur darinya.
- Masa sekarang -
“Jadi mereka benar-benar ingin kekuasaan penuh kerajaan ini ya” ucap Elena
“Cih. Benar-benar busuk!” ucap Raven
“hanya sejauh itu yang kutahu” ucap Rigrid
“Memangnya apa yang membuat mereka hingga seperti itu?” tanya Elena
“Mungkin ini hanya pemikiranku saja. Tetapi, kalau kebanyakan dari mereka itu dulunya calon pewaris dari keluarga mereka sendiri” ucap Rigrid
“Livia Ainsley. Jika kamu tidak tahu, Dia adalah kakak dari Luna Ainsley yang saat ini menjadi ksatria kebajikan” ucap Rigrid
“Kakak dari….. Nona Luna?!” ucap Elena
“Dia menaruh dendam berat pada adiknya sendiri karena mengalahkannya dalam duel pertarungan yang dibuat oleh kedua orang tuanya. Bahkan masalah ini disebarkan ke publik oleh kedua orang tua mereka sendiri” ucap Rigrid
“Ti-tidak mungkin….” Ucap Elena dengan wajah terkejut
“Lalu yang lain bagaimana?” tanya Raven
“Jack Zexter dan Gilly Luminous juga sama seperti Livia namun mereka dendam pada kakak mereka” ucap Rigrid
“Jangan-jangan?! Charlotte Luminous dan Luther Zexter?!” ucap Elena
“Benar. Keduanya itu merupakan ksatria kebajikan juga. Kurang lebih konflik mereka sama” ucap Rigrid
“Cih” keluh Raven
Raven pun memikirkan hal yang dia dengar dari Rigrid. Dia berfikiran untuk berjalan sendiri dan mencoba untuk mencari informasi lebih dalam mengenai hal ini. Meskipun Raven tidak berpihak penuh pada kerajaan, tapi dia hanya tertarik karena ingin membunuh bangsawan dan orang yang telah menyerang kota Georgia.
“Rigrid, aku ingin menginap disini dulu” ucap Raven
“Tumben sekali. Apa kamu ingin melihat acara besok juga?” tanya Rigrid
“Acara besok?” tanya Raven dan Elena
“Eh, kalian tidak tahu?” ucap Rigrid
Elena menggeleng-gelengkan kepalanya dan Raven masih saja menatap Rigrid dengan ekspresi datarnya.
“Haah….Besok itu akan ada pengangkatan komandan ksatria terbaru” ucap Rigrid
“Komandan ksatria?” sahut Raven
“Lihat saja besok, pasti kamu akan mengerti” ucap Rigrid
“Yasudah, mana kamarku?” tanya Raven
“Kamu benar-benar ya! masuk saja kedalam dan ambil kamar nomor dua. Elena bagaimana?” tanya Rigrid
“Aku ikut dengan Raven” ucap Elena
Rigrid sedikit terkejut dengan ucapan Elena. Sebagian orang jika mendengar ucapan seperti itu, tentu saja akan salah paham. Sama seperti Rigrid saat itu.
“E-Elena lebih baik kamu tidur dikamarku saja! Laki-laki dan perempuan tidak boleh tidur satu kamar sebelum mereka menikah” ucap Rigrid
Wajah Elena langsung memerah dan tersipu malu saat mendengar ucapan Rigrid.
“Bu-bu-bukan begitu! Ma-maksudku itu, kalau a-aku akan ikut apa saja keputusan Raven! Bu-bukan ikut tidur sa-sa-satu ka-kamar dengannya!” ucap Elena
“Be-begitu ya! Aku kira kamu ingin…” ucap Rigrid
“BU-BUKAN SEPERTI ITU! YA AMPUN, BIBI RIGRID!!” teriak Elena dengan wajahnya yang memerah malu
Raven pun berjalan masuk kedalam pintu yang berada dibelakang meja kasir Rigrid, meninggalkan mereka berdua. Dia sebenarnya merasa terkejut dan malu saat mendengar itu. Namun dia berusaha untuk bersikap tidak perduli.
Raven pun berjalan menuju kamar yang dibilang oleh Rigrid. Tepat berada didepan kamar, dia langsung membuka pintu dan masuk kedalam.
Raven pun langsung membanting tubuhnya ke ranjang seakan sangat kelelahan. Dia sudah cukup lelah dan ingin istirahat. Tetapi di kepalanya masih memikirkan sesuatu hingga tidak bisa membuatnya tertidur.
“Four Fingers….”
“Aku mempunyai firasat buruk….” Ucap Raven