Diana, seorang gadis bisa yang di anggap seorang Wanita malam oleh seorang pria. Gadis yang bahkan belum lama ini ia kenal. Pria bernama Andra Atmaja Wiguna berfikir jika Diana adalah wanita malam yang bahkan tidak memikirkan perasaan orang tuanya.
Tetapi saat Andra tau yang sebenarnya, pria itu malah menyatakan perasaannya dan melamar Diana untuk menjadi istrinya.
Apa yang akan terjadi?
Apakah Seorang CEO dari perusahaan terkenal bisa setia dan mencintai Diana sepenuh hati. Atau ada sesuatu yang membuatnya ingin menikahi Diana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terlalu egois
Mobil yang di kendarai rumah kediaman Wiguna.
Rafa turun dari mobilnya dengan cepat, berlari kecil memutari mobil lalu membuka pintu mobil dan menyeret Diana masuk ke dalam rumah mereka. nampak Sandra sedang berada di ruang tengah Dan terkejut melihat Menantunya di seret oleh Rafa.
"Rafa, lepas. kenapa kamu menyeret istri mu seperti itu?" tanya Sandra
Rafa melempar tubuh Diana ke lantai sampai membuat Diana memekik karna lututnya terasa nyeri akibat terbentur lantai. amarah Rafa sungguh tidak beralasan.
"Astaga. Apa-apaan kamu Rafa!! ." Teriak Sandra saat melihat perlakuan Anak nya seperti itu. Sandra langsung membantu Diana berdiri.
"Mama tanya sendiri saja. apa yang tlah dia perbuat." jawab Rafa
"Memang apa yang bisa Diana lakukan sampai membuat kamu begitu marah Rafa?"Tanya Sandra lagi.
"Kalau kamu ada masalah. kamu bisa bicara baik baik. bukan seperti ini caranya. " ucap Sandra lagi sambil membersihkan lutut Diana yang terlihat memar.
"Bagaimana Aku bisa bicara baik-baik Ma kalau dia dengan sengaja berpelukan dengan pria di Mall. " ucap Rafa.
"Gak Ma, Diana gak ngelakuin itu. " ucap Diana membela diri.
"Kamu masih aja mengelak. kamu fikir Aku buta hahh!! " bentak Rafa.
"Rafa! turunkan nada suaramu. Kamu tidak menghargai mama disini hahh. " ucap Sandra mulai kesal.
"Ma, jangan emosi. Mama kan masih sakit. " ucap Diana mencoba menenangkan ibu mertuanya.
Tak Lama Kanaya dan Jesika sampai di rumah. mereka lalu segera menuju ke dalam untuk melihat apa yang terjadi.
Kanaya merasa sedikit lega setelah melihat Mama nya ada di sana dan Diana juga baik-baik saja. meski tidak begitu baik melihat memar yang ada di lutut sahabatnya.
"Mah." panggil Kanaya menghampiri
"Kanaya, sebenarnya apa yang terjadi? kenapa kakakmu sampai marah seperti ini? " Tanya Sandra cepat.
"kakak hanya salah paham Mah." jawab Kanaya cepat.
"Salah paham!! kamu fikir kakak buta hahh. Kakak melihat dengan mata kepala kakak sendiri, dia berpelukan dengan laki laki di mall. lalu panya yang salah paham." ucap Rafa dengan suara meninggi
"An. kenapa kamu sampak semarah itu? bukankah Diana hanya sahabat Kanaya. apanya yang salah dengan itu".ucap Jesika. Dia bingung melihat sikap Rafa yang terlalu berlebihan
"Kak. kakak itu salah paham. biarkan kami menjelaskan dulu kak. "Kanaya lgi.
"Kakak tidak butuh penjelasan,yang kakak liat sudah jelas. " ucap Rafa yang tak mau mendengar apapun.
Kan ya menghela nafas panjang. Jika seperti ini Kanaya ingin rasanya memukul kepala kakaknya dengan wajan. Keras kepalanya melebihi Ayah mereka.
"Rafa . dengarkan dulu penjelasan Mereka. jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari. " ucap Sandra.
"Benar Kak. lagian Apa salahnya sih dengerin penjelasan kami dulu." Timpal Kanaya
"Penjelasan itu bisa di buat untuk menutupi kesalahan. Dan mataku belum buta untuk melihat mana yang benar dan mana yang tidak. " ucap Rafa.
Diana tersenyum sinis mendengar perkataan Rafa yang seolah dirinya sangat bersalah.
"Jika memang seperti itu. Lalu bagaimana dengan kakak yang dengan mudah tidur di kamar kita bersama wanita lain. Menurut kakak itu wajar? kenapa kak, kenapa hanya Aku yang tidak boleh, sementara kakak bebas melakukan apapun!! " ucap Diana yang mulai muak dengan tingkah egois Rafa
"Jadi kau ingin membalas perbuatan ku, begitu. Jika kamu begitu bijak seharusnya kamu bertanya kebenaran nya!! "
"Kebenaran apa kak?? kebenaran yang mana yang perlu aku tahu!! " teriak Diana.
"DIANA!! " Rafa mengangkat tangannya hendak menampar Diana. Tapi Kanaya dengan sigap menghalau.
Sandra menjerit keras, sementara itu Kanaya sudah menangis melihat kakaknya yang kehilangan kontrol.
"Kak tolong jangan main kekerasan, aku mohon. " ucap Kanaya yang sudah menangis karena terkejut dengan sikap kakak nya yang sangat di luar dugaan.
Dada Diana berdebar sangat keras melihat tangan besar Rafa yang terangkat di depan wajahnya. mungkin jika Kanaya tidak menghalau tangan itu sudah pasti sampai di wajahnya.
Diana syok, baru kali ini dia melihat kemarahan yang begitu besar. karna selama ini Diana hanya menerima kasih sayang dari ayahnya, tidak pernah sekalipun ayahnya mengangkat tangan pada Diana.
Sandra yang melihat Diana terdiam menyuruh Kanaya membawa menantunya ke kamar.
"Nay, Ajak Diana ke kamar ." ucap Sandra cepat.
Kanaya tersadar mendengar ucapan Ibunya. ia pun bergegas mengajak Diana Ke kamar nya."Ayo Di." Ajak Kanaya
Diana hanya diam saat di tuntun oleh Kanaya. Gadis itu sungguh syok.
Setelah Diana dan Kanaya tak terlihat, kini di ruang tangan hanya menyisakan tiga orang. yaitu Rafa, Sandra dan juga Jesika.
Sejak Tadi Jesika hanya diam mendengarkan semua nya. kebohongan yang di mainkan oleh keluarga Rafa membuat wanita itu hanya bisa diam. Jesika tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Mengetahui Rafa ternyata sudah menikah dengan Diana membuat Jesika merasa begitu terlihat bodoh.
Lanjut thor