NovelToon NovelToon
AKU Bukan Lagi PUTRI

AKU Bukan Lagi PUTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:533.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: pipik sukirno

Kisah seorang gadis yang demi menyelamatkan orang lain harus rela kehilangan ingatannya termasuk identitas dirinya namun justru membuatnya mendapatkan identitas baru yang kemudian merubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipik sukirno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 29

Putri terus-terusan memonyongkan bibir mungilnya karena kesal menunggu Dani yang tak kunjung kembali dari minimarket untuk membeli snack. Ditekan-tekannya tombol remote mencari acara televisi yang diharapkan bisa menghiburnya menghilangkan rasa kebosanannya itu.

Sementara itu dua orang pria berpakaian perawat berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit sambil sesekali celingukan seperti mencari sesuatu.

"Berapa? Nomor berapa ruangannya?" Tanya pria berambut pirang.

"203." Jawab temannya yang berambut cepak.

"203 atau 230?" Tanya pirang meyakinkan.

"203. Saya sudah menghafalnya benar-benar." Jawab si cepak.

"Ini sudah nomor 200, berarti 3 pintu kedepan." Kata pirang menunjuk kedepan.

"Alangkah lamanya si Dani ini." Gerutu Putri. "Gini ni penyakitnya orang menunggu. Pasti mules." Ocehnya.

Putri pun beranjak dari ranjangnya dan menuju kamar mandi untuk menunaikan kebutuhan pencernaanya.

Saat itu, kedua pria berpakaian perawat lengkap dengan maskernya itu sudah sampai didepan kamar yang dicarinya. Dengan hati-hati si Cepak membuka pintu kamar itu.

"Lho?!" Seru mereka bersamaan.

"Kok kosong?!" Bisik si Pirang.

"Mana ku tau." Jawab Cepak mengangkat bahu.

"Dikamar mandi kali." Celetuk Pirang

"Bisa jadi. Ayo cepat periksa." Ajak si Cepak.

Dengan kecepatan penuh Dani berlari kembali kerumah sakit dan segera menuju kamar Putri mengabaikan teriakan suster yang memperingatinya untuk tidak berlarian didalam rumah sakit.

Dengan hati-hati kedua pria berpkaian perawat itu mendekati pintu kamar mandi. Dan saat itulah Dani akhirnya sampai.

"Hei!!" Teriak Dani dengan nafasnya yang masih tersengal-sengal.

Kedua pria itu langsung mengurungkan niatnya untuk membuka pintu kamar mandi.

"Siapa kalian? Dan dimana nona?" Tanya Dani sambil mengatur kembali nafasnya itu.

"Hei.. Bagaimna ini?" Bisik Cepak pada Pirang.

"Hadapi saja." Jawab pirang remeh. "Wah wah wah, jadi ini yang mereka sebut "anjing puddle" yang berbahaya? Ku kira bakal sekeren apa dia, ternyata cuma bocah pesuruh seperti ini." Ledek sk Pirang sambil melirik kantong belanjaan yang masih digenggam Dani.

"Katakan, dimana kalian membawa pergi nona?" Tanya Dani tajam.

"Nona? Nona mana yang dia maksudkan? Disini hanya ada kita bertiga." Jawab Pirang mengejek sambil menoleh kearanh si Cepak.

Marah tak terbendung lagi, Dani segera lari dan melompat kearah Pirang yang terkejut saat ia menoleh kembali, tinju Dani sudah tepat didepan wajahnya.

"Brukk!"

Pirang langsung terjatuh kelantai. Cepak cukup terkejut melihat temannya terjatuh dilantai, ia pun langsung berinisiatif menyerang balik Dani, namun tinju Dani jauh lebih cepat dari yang diperkirakannya sampai ia tak menyadari bahwa perutnya sudah menjadi sasaran empuk kepalan tangan Dani.

"Hokk!"

"Bocah sialan!" Gumam Pirang geram.

Pirang segera bangun untuk menyerang Dani. Namun Dani yang telah berlatih karate, judo dan MMA tentu tidak mudah dijatuhkannya, justru si Piranglah yang kewalahan meladeni serangan demi serangan yang dilancarkan Dani kepadanya. Terlebih lagi mereka harus menjaga suara agar tidak menimbulkan kegaduhan yang dapat memicu masalah lebih besar dengan pihak rumah sakit.

"Gusti nu agung.. Makan apa aja ya aku seharian ini. Kok sakit banget gini. Keras lagi." Gumam Putri didalam kamar mandi yang masih belum menyadari apa yang terjadi dibalik pintu kamar mandi itu.

Cepak tak mau kalah untuk ikut masuk kedalam pertarungan antara Dani dan rekannya itu, namun Dani cukup cekatan untuk dapat melawan dua orang ini. Sudah tak sabar, Dani melancarkan serangan akhirnya dengan tinju terkuatnya agar Pirang segera tumbang. Begitu pula dengan si Cepak, Dani melepaskan tendangannya di kedua pelipisnya dan ditutup dengan sekali tendangan keras didagu. Cepak seakan terbang saat tendangan itu mengenai dagunya, mungkin karena sebelumnya ia mendapatkan tendangan dikedua pelipis yang mengacaukan kerja otak lalu ditutup dengan tendangan dagu yang kemudian mengocoknya (otak).

Pirang segera membantu Cepak untuk berdiri, namun Dani segera meraih kerah si Pirang agar mereka tidak segera kabur. Namun saat itu Putri keluar dari kamar mandi, sehingga ia segera melepaskan cengkeramannya itu.

"Apa-apaain ini?" Tanya Putri kaget.

"Oh, just some litle rats. (Oh, hanya beberapa tikus kecil)." Jawab Dani cengengesan.

"What are they doing here? (apa yang mereka lakukan disini?)." Tanya Putri menunjuk kepada kedua pria itu.

"They, emm.. They got the wrong room. (mereka, emm.. Mereka salah kamar)." Jawab Dani gugup.

"And then why are they ... (dan lalu mengapa mereka ...)."

Putri tidak dapat melanjutkan pertanyaannya karena ia tidak tau apa bahasa inggris dari "babak belur". Ia hanya mengarahkan telunjuknya memutari wajahnya untuk menanyakan prihal wajah kedua orang itu yang bengep.

"I thing.. I thing they are bad guy, so, i.. I hit them (saya fikir.. Saya fikir mereka adalah orang jahat, jadi, saya.. Saya memukul mereka)." Jawab Dani garuk-garuk kepala.

"Oh, i'm so sorry about that, my friend is little pshyco, i'll hit him after this (oh, saya minta maaf, teman saya itu sedikit psikopat, saya akan memukul dia nanti)." Kata Putri dengan ramah karena tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.

"I'll escort them out, you rest well (saya akan mengantarkan mereka keluar. Kamu istirahatlah)." Kata Dani sambil menarik kedua pria itu keluar dari kamar itu.

"Ya ampun, jajan-jajanku.." Kata Putri sedih meratapi dan memunguti snack-snack yang berserak dilantai.

"Katakan padaku, siapa yang membayar kalian?!" Tanya Dani pada kedua pria itu yang telah melepaskan pakaian perawat.

Namun, meski telah menanyakannya berulang kali, kedua pria ini tak kunjung membuka mulut.

"Sepertinya kalian telah siap menerima kematian kalian, hah?!" Bentak Dani sambil menodongkan pistol kearah kening Pirang dan Cepak secara bergantian.

"Ya ampun, jajan-jajan ku.. Kalian kasihan sekali. Sini sama mama." Ratap Putri memunguti snack dan minuman yang berserak dilantai.

"Kami tidak perduli!" Jawab Pirang menentang.

"Hoo kalian yang menggemaskan, harus dihabiskan pelan-pelan ya.." Kata Putri pada snack-snack didalam pelukannya.

"Habisi kami jika kamu berani!" Tantang Pirang.

"Kamu berani menantangku?" Tanya Dani sambil menempelkan ujung pistolnya tepat diantara kedua alis matanya.

"Hem hemmm gimana kalau kita habisin yang hitam dulu?" Oceh Putri yang mulai memilih snack yang akan dimakannya.

"DORR!!"

"Jangan kira saya tidak berani membunuh kalian berdua karena hanya kalian satu-satunya kunci yang ada. Tanpa kalian pun saya pasti bisa menemukan siapa dalang yang bersembunyi dibalik kalian." Ancam Dani setelah melepaskan satu peluru kedekat kaki si Pirang.

Putri menyipitkan matanya dan merapatkan kedua bibirnya, pipinya ia kembungkan sebisa yang dia bisa. Dengan cepat dia berlari kekamar mandi untuk memuntahkan apa yang baru saja dimasukkannya kedalam mulutnya.

Keringat dingin mengucur diwajah Pirang dan Cepak yang masih dalam keadaan oleng. Rasa takut memenuhi hati dan fikiran mereka berdua. Tak kan ada yang menolong mereka, apa lagi mereka sedang berada digang sempit yang yang gelap yang sangat jrang dilalui orang lewat.

"Jadi, kau sama sekali tidak berniat mengatakan siapa dalang dari kejadian malam ini?" Tanya Dani lagi.

"HOEKK! Cuih! Apa-apaan rasa itu. Sangat tidak bisa diterima oleh lidah manusia." Romet Putri sambil berjalan kembali menuju ranjangnya.

"Perusahaan mana sih yang memproduksi jajanan tingkat ghoib ini?" Tanya Putri sambil membolak balik kemasan snack yang baru saja dibukanya itu.

"Foodrinks. Aneh banget nama perusahaannya. Eh, plastik blanjaannya.." Gumamnya.

Ditempat lain, Lin Fengyin masih berkutat dengan laptop dan beberapa berkas laporan yang harus diselesaikannya malam ini juga. Tiba-tiba dia menghentikan jarinya yang semula masih berperang diatas keyboard laptopnya.

"Telingaku tiba-tiba sakit. Apa ada yang sedang membicarakanku? Ah, bukannya memang banyak yang menggunjingku dibelakang? Biarkan saja." Batinnya sambil menekan-nekan lubang telinganya itu.

"Akan kami ceritakan! Akan kami ceritakan sebanyak yang kami tau. Tidak kurang, dan tidak lebih." Kata Pirang ketakutan.

"Bagus bagus, ceritakan dengan benar!" Perintah Dani.

"Sebenarnya kami hanya orang bayaran yang dibayar oleh seseorang yang membayar kami agar kami melakukan sesuatu untuknya." Kata Pirang gemetaran.

"PLAKK!"

"Saya tau itu, bod*h! Jangan bertele-tele. Katakan siapa si br*ngs*k itu?!" Bentak Dani.

"Cakar Naga! Iya benar Cakar Naga. Saya mendengar dia menyebutkan nama itu dengan ketua kami." Jawab Pirang sambil memegangi pipinya yang baru saja mendapat tamparan keras dari Dani.

"Cakar Naga?! Mengapa nona berhubungan dengan geng Cakar Naga? Bukankah mereka hanya bergumul dibidang obat-obatan?!" Gumam Dani.

"Biarkan kita pergi bang.." Pirang memohon dengan sangat memelas.

"Bawa temanmu ini jauh-jauh, dan jangan sampai kita bertemu lagi, mengerti?!" Bentak Dani.

Pirang langsung memapah rekannya itu pergi meningglkan tempat itu.

1
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Wkwkwk 😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Gkgkgk 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Hahaha 😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
hiro😼
Bikin aku kesel deh ama si lin tuh huh greget aku bacanya pengen gw getok kepalanya huh
hiro😼
Kapan ya nunggu episode shasha cuekin fengying?
hiro😼
Lin fengying ini bagaimana sih? Bilang aja dia malaikat kecil tapi haishhhhh dhlh bikin kesel
hiro😼
Aku semua aja soalnya kaya masuk akal
hiro😼
D dan E
hiro😼
Pasti kaget dan ga nyangka sih thor
hiro😼
Manisss sekaliii andai saja aku bisa seperti mereka😭
hiro😼
Aaminnn thor
hiro😼
Iseng sekali dia, aku aja hampir tidak bisa menahan ketawa🤣
hiro😼
Kok sama😭
hiro😼
Aku dikit dikit paham tapi yah kalau ga paham aku skip aja, semangat thor
hiro😼
Kapan sih sadarnya☹️😭
hiro😼
Ini apalagi, jubaidah?
Erina Munir
waduuh thoor...jangan gitu dòong...masa mentang2 amnesia trud makannya apa aja boleh...itukan haram...
Erina Munir
akuuuuuh....😊
Arlyn
mampir kka, ceritanya sangat menarik😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!