Mengandung konten dewasa *** harap bijak dalam membaca
NOVEL PERTAMA MantanTerindahSeries BY VIIYOVII
Mata mereka kembali bertemu dalam sebuah kerja sama bisnis. Setelah empat tahun mereka berpisah. Semua hanyalah takdir. Ketika Viena Gloria Jovanca, seorang CEO Perusahaan Advertising menerima kontrak kerja sama pembuatan iklan Hotel Prime. Viena sudah yakin kalau pemiliknya adalah mantannya, Dionisius Eltima Prime.
Viena hendak menolak namun sangat menguntungkan bagi perusahaannya. Bagaimana perasaan mereka ketika bertemu? Mengapa Dion sampai hati meninggalkan Viena sedangkan Viena sudah memberikan semua yang diinginkan Dion? apakah Viena masih memiliki rasa? Atau Dion yang kembali menyukainya setelah sudah ada pengganti Viena di hatinya?
Hati hati, kisah cinta ini akan menguras hati dan perasaan anda.
Segala jalan cerita dan plot sampai tempat yang digunakan pure murni imajinasi penulis. Jika ada kesamaan, itu adalah kebetulan semata. Selamat Membaca :)
MantanTerindahSeries by viiyovii present :
1. Mantan Terindah
Dion Prime ❤ Viena Jovanca
Dior Prime ❤ Gracia Andez
Ezekhiel Dimitri ❤ Zefanya Prime
Patrick Kwan ❤ Zhavia Prime
2. Assistant Love Assistant
Leon Janson ❤ Lexa Luxurio
After Marriage
Xelino Janson ❤ Carolyn Delinsky
3. Satu Satunya yang Kuinginkan
Egnor Jovanca ❤ Claudia Gie
Wilson Jovanca ❤ soon
Willy Jovanca ❤ soon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viiyovii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 30
"Perkenalkan Anthony, ini Viena, CEO Jovancy Advertising, teman dekat Dion, bukan begitu, Viena?"
Seketika Viena tersentak. Jadi Dion sudah menceritakan dirinya sebagai teman dekat.
"Ini Anthony, Viena. Dia adalah anak dari presdirku."
Anthony menjabat tangan Viena dengan ramah. Lagi lagi Viena hanya mengangguk singkat. Pikiran Viena berkecamuk. Jadi ini adalah anak dari majikannya. Mengapa Pevi tidak berbelanja dengan Dion?
"Apa yang kau lakukan disini, Pev?" Tiba tiba ada rasa penasaran dalam hati Viena. Karna, Viena merasa Pevi memiliki hubungan lebih dengan Anthony.
"Oh, pantry kantor kami kekurangan bahan, jadi aku hendak membelinya sembari jalan jalan, tapi Anthony menawarkan untuk menemaniku." Jawab Pevi tersenyum. Viena ikut tersenyum dan memainkan alis matanya tanda setuju.
"Baiklah, aku sudah selesai, kalian silahkan lanjutkan, permisi.." Viena berlalu menuju kasir dengan cepat. Hawa tubuhnya terasa panas melihat kekasih mantannya.
Dia masih belum terima jika Dion sudah menggantikannya. Belum lagi, perkataan Rika yang menyudutkan Pevi. Seakan akan Pevi bukan wanita yang baik untuk Dion. Namun, Viena tidak bisa berbuat apa apa. Percuma jika Rika terus menyuruh Dion bersamanya, Dion tetap memilih Pevi.
Viena sudah tiba di apartemen setelah banyaknya barang belanjaannya dan kejadian bertemu Pevi dia cukup lelah. Dia merebahkan dirinya ke sofa terlebih dahulu.
Setelah sekian detik, dia mengambil remot tv nya dan menyalakannnya. Dia mencari cari tayangan tv kesukaannya namun dia berhenti pada satu iklan yang sangat dia kenal. Dia terkejut sampai mau mati. Dia mengambil ponsel hendak menghubungi Lexa namun Egnor terlebih dahulu menghubunginya.
Percakapan Viena - Egnor
Egnor : ada apa dengan iklan itu?
Viena : aku tidak tahu, pasti ada kesalahan kak!
Egnor : kau mau aku menyelidikinya? Aku punya tim detektif yang paling ditakuti di Honolulu,
Viena : jangan dulu kak, ini adalah produk Revo, aku akan mengkonfirmasikannya terlebih dahulu.
Egnor : kalau kau membutuhkanku, langsung hubungi aku!
Tutt.. panggilan terputus.
Viena masih shock. Walaupun dia sudah lama berkeciumpung di dunia iklan dengan segala ***** bengeknya. Tapi, dia tidak pernah menghadapi iklan yang di sabotase terang terangan seperti ini.
Viena menekan tombol rewind pada remotnya untuk memastikan sekali lagi iklan yang dia produksi itu. Lalu, dia mencari video iklan yang sudah rampung dibuat, yang sudah dikirim oleh Lexa lewat email. Dia bandingkan dengan seksama dan benar benar berbeda.
Iklan yang ada di tv benar benar mengandung unsur pornografi yang sangat kentara. Sementara iklan yang sesungguhnya hanya seorang wanita yang sedang minum di pinggir pantai menggunakan short pants dan kaos putih.
Viena melirik jam dinding. Jam menunjukan pukul 19.30 yang merupakan jam prime time. Pasti banyak orang yang sedang menikmati waktu keluarga di rumah. Secara otomatis, sekujur tubuh Viena berkeringat. Apa yang harus dia lakukan. Sebentar lagi, perusahaan iklannya pasti akan masuk dalam berita dunia bisnis.
Ting, satu notifikasi dari website berita dunia bisnis.
BELAKANGAN, PERUSAHAAN IKLAN JOVANCY ADV. MENAIKI PERINGKAT TERATAS SEBAGAI PEMBUAT IKLAN TERBAIK, TERNYATA TRIK YANG DIGUNAKAN SANG CEO TAK JAUH MEMASUKAN UNSUR PORNOGRAFI.
Deg, tubuh Viena terkulai bersamaan bunyi bel apartemennya.
"Miss, tolong buka pintunya, apa kau sudah tahu? Miss, apa kau di dalam? Miss!!!" Kali ini Lexa menggedor pintu apartemennya berkali kali.
"Tenanglah dulu, Lex, mungkin Ibu Viena memang tidak di dalam," Leon mencoba menenangkan karna Leon khawatir tetangga Viena terganggu.
"Tidak, dia pasti ada di dalam, pasti terjadi apa apa, Leon. Miss Viena baru sembuh dari dukanya, dia pasti akan shock lagi," Lexa sangat panik karna tidak ada respon dari Vieana.
"Duka? Maksudmu?" Leon bertanya tanya. Pasalnya waktu itu terus bertanya tanya mengapa Viena ke Honolulu mendadak dan cukup lama.
"Ibunya baru saja meninggal, dan sekarang iklannya di sabotase, bagaimana aku tega membiarkannya sendiri?!" Leon tersentak ketika mendengarnya. Dia harus memberitahukan bos nya.
"Sudah Leon, sekarang kita dobrak saja pintunya, aku yakin dia didalam, ayo Leon!!" Lexa semakin panik dan memaksa Leon. Leon masih terkejut dengan berita kepergian Ibu dari mantan bos nya itu.
"Leon! Ayo dobrak!!" Lanjut Lexa menyadarkan lamunan Leon. Belum saja Leon melakukan apa yang Lexa suruh, Viena sudah membuka pintu.
"Miss, apa kau baik baik saja? Sudah ku bilang ini ada yang tidak beres! Miss!" Lexa langsung memastikan keadaan Viena yang hanya mematung menyambut Lexa dan Leon.
Bruk!
Tak lama Viena jatuh tak sadarkan diri. Lexa menutup mulutnya terkejut sekaligus panik lebih dalam lagi.
"Miss, bangunlah miss!!" Dengan tanggap, Leon langsung menggendong Viena masuk ke apartemennya.
Next part 31
Yaelah thor bentar banget Viena bahagiannya?
Siapa yang melakukan sabotase?
Kalau buat cerita si LeLe gimana? (Lexa-Leon) 😁😁
plis jangan donk