NovelToon NovelToon
GOD EMPEROR (LING JIN)

GOD EMPEROR (LING JIN)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Kultivasi / Xianxia / Fantasi Timur
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Ling Jin

Ling Jin. Seorang pemuda yang diasuh oleh dua leluhur dewa semenjak masih bayi di dalam sebuah jurang dan diangkat menjadi cucu mereka.

Semua orang mengira dia tidak memiliki dantian sehingga membuatnya merasa tidak berguna. Namun dia memiliki tekad yang kuat serta semangat yang besar demi menggapai apa yang dia inginkan. Cerita kehidupannya berubah setelah segel dantiannya terbuka.

Dia berjalan pada dua sisi yang berbeda. Di satu sisi dia adalah rajanya kegelapan dan di sisi lain dia juga menjadi cahaya.

Ling Jin mengarungi lautan darah demi mencapai puncak kekuatan kultivator. Bahkan jika langit menentangpun dia akan melawannya.

"Aku tidak tunduk pada takdir, takdirlah yang harus tunduk padaku."

"Aku tidak bergantung pada keberuntungan, karena akulah keberuntungan itu."

-Ling Jin.


Bagaimanakah kisahnya?

Ikuti perjalanannya dalam novel God Emperor (Ling Jin).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ling Jin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi Buronan II

Tiga hari kemudian.

Siang hari di dalam jurang kematian, Ling Jin sedang berbicara dengan Yin Mei Lin dan Bao Chun di depan gua.

“Lin’er. Sebelum melakukan pelatihan di sini bersama Bao Chun, lebih baik kau meminta ijin kepada ayah dulu. Bilang saja bahwa guru baru Qing Long yang akan melatih kalian dan akan mengantar kalian ke sekte Rajawali bila sudah mendekati waktu turnamen,” kata Ling Jin.

Ling Jin telah meminta Qing Long untuk melatih adiknya dan Bao Chun di dalam dunia buatan kakeknya. Dengan pil-pil peninggalan Mo Jin, Ling Jin yakin jika kultivasi adiknya dan Bao Chun akan naik minimal satu tingkat sebelum dimulainya turnamen benua tengah.

Yin Mei Lin menganggukkan kepalanya. “Emm. Apa perlu aku beritahu ayah mengenai kakak?” tanya Yin Mei Lin.

“Jangan dulu. Aku rasa belum saatnya ayah mengetahui keberadaanku,” jawab Ling Jin.

“Chun, kau temani Lin’er menemui ayahku. Bilang saja kau dan Lin’er akan melakukan pelatihan sendiri dan akan menyusul ke sekte Rajawali sebelum turnamen itu di mulai.” Ling Jin berkata kepada Bao Chun.

“Aku mengerti,” jawab Bao Chun.

“Baiklah. Kita berangkat sekarang. Lebih cepat lebih baik. Aku akan mengantar kalian sampai di dekat kota.” Ling Jin berkata kemudian berdiri diikuti oleh Yin Mei Lin serta Bao Chun. Ling Jin memegang bahu adiknya dan Bao Chun. Mereka bertiga menghilang saat itu juga lalu muncul tak jauh dari gerbang pintu masuk kota Dongnan.

“Sudah sampai. Lin’er, Chun. Ingat jangan memberitahukan keberadaan kami serta jurang kematian kepada siapapun termasuk ayah,” ucap Ling Jin mengingatkan.

Yin Mei Lin dan Bao Chun menganggukkan kepala secara serempak.

“Baik. Aku kembali sekarang. Tiga jam lagi aku akan menjemput kalian di sini,” kata Ling Jin kemudian menghilang dari tempat itu.

“Lin’er. Ayo kita segera bergegas. Paman Bing dan guruku saat ini pasti juga khawatir karena kita tidak pulang selama tiga hari,” ucap Bao Chun.

“Emm. Ayo kakak Chun,” jawab Yin Mei Lin kemudian bergegas untuk kembali ke sekte Pedang Langit bersama Bao Chun.

Setelah sampai di pintu gerbang kota Dongnan, mereka dicegat prajurit yang bertugas menjaga pintu gerbang untuk diperiksa sebelum memasuki kota.

Yin Mei Lin dan Bao Chun mengeluarkan lencana yang menunjukkan bahwa mereka adalah murid elite sekte Pedang Langit.

“Ah. Maaf tuan dan nona muda. Silahkan masuk,” ucap prajurit tersebut setelah mengetahui identitas mereka berdua.

“Terima kasih,” kata Bao Chun kemudian segera bergegas memasuki kota Dongnan bersama Yin Mei Lin.

Saat berjalan menyusuri jalan kota, mereka melihat kerumunan penduduk di depan papan pengumuman yang terletak di alun-alun kota.

“Kakak Chun. Sepertinya ada sesuatu di sana. Para penduduk mengerumuni papan pengumuman itu,” ucap Yin Mei Lin.

“Kau benar Lin’er. Tapi ada pengumuman apa sehingga begitu banyak penduduk yang melihatnya, bahkan banyak juga kultivator bebas berada di sana,” jawab Bao Chun.

“Paman. Memangnya ada informasi apa di papan pengumuman itu sehingga menarik begitu banyak perhatian para penduduk?” Bao Chun bertanya kepada seorang pria paruh baya yang kebetulan lewat di dekatnya.

“Anak muda, tiga hari yang lalu sekte Pedang Langit menempelkan sebuah sayembara mengenai pencarian dua orang buronan sekte. Sudah tiga hari ini banyak orang silih berganti untuk melihatnya. Bahkan orang-orang dari luar kota yang singgah di sini juga tertarik dengan sayembara tersebut,” jelas pria paruh baya itu.

“Sayembara? Dua orang buronan?” tanya Bao Chun lagi.

“Benar anak muda. Sekte Pedang Langit tidak hanya menempelkan sayembara itu di alun-alun kota saja. Tapi di beberapa penjuru kota Dongnan hingga sampai ke kota-kota lainnya. Apakah kau tahu berapa hadiah yang ditawarkan sekte Pedang Langit untuk dua orang buronan itu?” tanya pria paruh baya tersebut.

“Memangnya berapa paman?” Bao Chun balik bertanya.

“Sekte Pedang Langit menjanjikan imbalan sepuluh juta koin emas dan beberapa sumber daya tingkat tinggi bagi siapapun yang bisa menangkap dua orang buronan itu. Baik hidup ataupun mati,” jawab pria paruh baya itu.

Haaaaaah!!!

Bao Chun dan Yin Mei Lin berteriak secara serempak karena terkejut dengan jumlah imbalan yang dijanjikan sekte Pedang Langit.

Pria paruh baya itu terkekeh melihat reaksi mereka berdua.

“Hehehe. Sebaiknya kalian berdua juga jangan menyia-nyiakan kesempatan ini,” ucap pria paruh baya tersebut.

“Terima kasih paman atas informasinya,” kata Yin Mei Lin

Pria paruh baya itu menganggukkan kepala kemudian meninggalkan mereka berdua.

“Lin’er. Ayo kita melihat sayembara itu,” ucap Bao Chun.

“Emm.” Yin Mei Lin menganggukan kepala. Kemudian mereka berdua menghampiri papan pengumuman untuk melihat sayembara tersebut.

Sesampainya di sana.

“Lin’er. I-ini!??” Kata-kata Bao Chun terhenti karena di sela Yin Mei Lin.

“Kakak Chun pelankan suaramu. Aku juga terkejut. Ternyata Kakakku dan Qing Long adalah dua buronan yang dimaksud. Aku yakin ini pasti ada hubungannya dengan kejadian tiga hari yang lalu,” ucap Yin Mei Lin dengan suara berbisik.

“Kau benar. Ayo kita segera kembali ke sekte. Kurasa kita bisa bertanya kepada paman Bing.” Bao Chun berkata kemudian beranjak menuju ke sekte Pedang Langit bersama Yin Mei Lin.

***

Di sekte Pedang Langit.

Liu Bing terlihat sedang temenung di dalam kamar putrinya selepas dia bekerja di dapur.

“Putriku. Kau dimana nak? Kakakmu belum ditemukan. Sekarang kau ikut menghilang.” Liu Bing bergumam dalam hati sambil memandangi pedang Yin Mei Lin yang telah patah di bagian ujungnya.

Tak lama kemudian, terdengar suara seorang gadis dari luar rumah.

“Ayaaah? Ayah dimana? Aku sudah pulaaaang.”

Liu Bing terhenyak dari lamunannya mendengar suara itu.

“Lin’er!” gumamnya lalu segera bergegas keluar rumah.

Tampak putrinya berjalan memasuki teras rumah bersama Bao Chun.

“Ayaaah. Aku pulaaang.” Yin Mei Lin menghampiri dan memeluk ayahnya dengan erat.

“Kau dari mana saja selama tiga hari ini nak? Kau bisa membuat ayahmu ini mati kesepian,” ucap Liu Bing.

Yin Mei Lin melepaskan pelukannya.

“Ayah. Aku sedang ada misi bersama kakak Chun. Sebenarnya aku tidak mau ikut, tapi kakak Chun memaksaku. Dia bilang ini baik untuk menambah pengalamanku,” ucap Yin Mei Lin dengan sangat lancar.

“Luarrr biasaaaa,” gumam Bao Chun dalam hati.

Mendengar perkataan putrinya, Liu Bing memejamkan matanya kemudian berdehem.

“Eheemmm.”

“E-eee. Itu paman. Eee, aku mengajak Lin’er karena aku berpikir eee, Lin’er bukan hanya butuh pelatihan di sekte. Tapi juga pengalaman di luar sekte. Seperti itu paman. Hehehe,” jelas Bao Chun dengan tergagap.

“Jadi seperti itu? Jika terjadi apa-apa dengan Lin’er bagaimana?” tanya Liu Bing lagi.

“Ituuu. Eee, aku minta maaf paman,” ucap Bao Chun.

“Sudahlah ayah. Lagipula aku dan kakak Chun baik- baik saja dan sekarang sudah pulang kembali,” sela Yin Mei Lin.

“Baiklah. Kali ini aku maafkan. Tapi sebagai hukumannya, jatah makanmu aku kurangi selama satu bulan,” kata Liu Bing.

Mendengar hal itu, Bao Chun bagaikan disambar petir.

“Paman. Paman bisa menghukumku melakukan apa saja. Tapi jangan mengurangi jatah makanku paman,” pinta Bao Chun dengan mengiba.

“Ayah, ada yang ingin aku dan kakak Chun bicarakan dengan ayah. Lebih baik kita bicarakan ini di dalam rumah,” kata Yin Mei Lin sambil menggandeng tangan ayahnya masuk ke dalam rumah.

“Pamaaan. Tolong pamaaaan. Jangan menghukumku dengan hal itu. Dewa makan ini akan melemah jika kekurangan sumber kekuatannya.” Bao Chun berkata sambil memegangi kaki Liu Bing dengan kedua tangannya.

Tapi Liu Bing tidak menggubrisnya dan terus masuk ke dalam rumah bersama putrinya. Kini tubuh Bao Chun terlihat ikut terseret masuk ke dalam rumah.

***

MOHON MAAF TEMAN-TEMAN, KEMARIN SAYA TIDAK UPDATE KARENA SEDIKIT TIDAK ENAK BADAN.

UNTUK HARI INI SAYA AKAN UPDATE TIGA EPISODE SEKALIGUS SEBAGAI GANTI HARI KEMARIN 🙏🙏🙏

1
Iwa Kakap
masih nyimax
Davide David
lanjut thor
ravli yadi
bagus sii tp sayang Hiatus.. jadi B1 dlu..
Lintang Putri
katanya mcnya klo udah 10thn dantianya dah terbuka
kok ini blm sich kapan jd kuatnya
spooky836
pukimak betollah ranah bertukar aje sialan.
Christian Matthew Pratama
qing long lg tidur mknya gak liat mc bertarung
Nur Fadila Afrilian
Luar biasa
Topan
lanjutin dong thor
AKBAR JAYASASMITA
Luar biasa
AKBAR JAYASASMITA
Lumayan
Leonardus Ardiansyah
kirain megatron ternyata superboy
Cah Cepu LiMartin
kayk katak sih thor...langsung lompat begtu.../Gosh/
Hai semua, baca novel baru aku yuk pasti sesuai selera kalian deh "The Power of Sun" dibaca yaa
~•Insan Biasa•~
Lumayan
miyuu
LANJUTTT PLISSS
Adi Hernowo
update Thor....
Raditya Vicky
Luar biasa
Glastor Roy
update dong torrr
ard
ceritanya menarik👍
༄༄᩿ᴀʟғᴀʀɪᴢɪ°•༄᩿
kenapa gak Yin dan Yang aja Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!