Rio adalah siswa berbakat yang belajar di Akademi Guardian yang bertujuan melawan serangan Alien. Semenjak kotanya dihancurkan ia berusaha merebutnya kembali, bersama rekan-rekannya mereka menemukan fakta tersembunyi yang tidak banyak diketahui orang lain. Soal seseorang dari luar angkasa termasuk planet yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30 : Kekuatan
Wanita di depanku hanya tersenyum lalu mendaratkan kakinya ke lantai.
"Ada kesalahpahaman di sini, aku bukan orang yang sama seperti yang kau pikirkan."
Aku memperbaiki sikapku kemudian mengalihkan pandangan ke arah Liliana yang segera menjelaskan.
"Apa kalian masih ingat kejadian penting di tahun 2155?
"Kalau tidak salah sebuah meteor yang jatuh namun tidak ditemukan pecahan di lokasi jatuhnya," jawab Stella.
"Bukannya tidak ada, sebenarnya kami lah yang menyembunyikan, dan juga bukan meteor yang kami temukan melainkan pesawat luar angkasa."
Aku segera memotong.
"Dengan kata lain orang-orang itu mengejarmu?"
"Orang-orang itu, maksudmu siapa Rio?" tanya Isabel.
"Awalnya aku tidak mengingatnya namun sekarang berbeda, aku yakin ada seseorang yang mengendalikan para Inside itu."
Semua orang kini mengalihkan pandangan ke arah wanita putih itu yang hanya berdiri tanpa ekspresi.
"Biar aku perkenalkan diriku lebih dulu, namaku Milalie Alianea Belfast, panggil saja Nea... seorang manusia dari planet lain.. mungkin kalian di bumi menyebutnya Alien."
"Ada Alien berbentuk manusia," Stella dan Isabel berkata di waktu yang hampir bersamaan sementara wanita itu melanjutkan.
"Seperti yang dikatakan oleh Rio, ada seseorang yang mengendalikan para monster itu dan mereka bukanlah berasal dari planet yang sama denganku melainkan planet yang berbeda, sama seperti kedatangan mereka ke bumi, planetku juga telah di kunjungi orang-orang tersebut, hanya saja planetku telah hancur dan hanya aku satu-satunya orang yang selamat... saat aku tahu orang-orang itu akan datang ke bumi, aku telah lebih mendahului mereka kemari. Tidak seperti planetku yang telah hancur, aku ingin melindungi planet ini agar kejadian di masa lalu tidak terulang lagi."
"Kurang tepat jika kita menyebut Nea sebagai Alien, dia memiliki struktur tubuh sama persis dengan manusia di bumi, tapi yang jelas Nea berada dipihak kita. Guardian yang kita gunakan juga buatannya."
Aku kemudian berkata ke arah Nea.
"Lalu barusan kekuatan apa yang kau gunakan?"
"Senang kau bertanya... di Planet lain setiap manusia di sana bisa menggunakan kekuatan seperti barusan, malah aku lebih terkejut bahwa manusia di bumi tidak bisa terbang atau semacamnya."
"Maaf karena kami memang lemah," mendengar jawabanku Nea tertawa kecil lalu membalas perkataanku setelah berdeham sekali.
"Tidak, tidak, kalian tidak lemah... malah sebaliknya, bahkan ketika kalian tidak memiliki kekuatan seperti itu kalian masih mau berjuang, jika planetku memiliki tekad seperti kalian aku yakin planetku tidak akan hancur begitu saja," perkataannya diselimut sedikit kesedihan.
Liliana berjalan ke dekat Nea lalu berkata.
"Alasan kenapa aku membawa kalian kemari karena permintaan Nea, dia akan memberikan kemampuan yang sama seperti miliknya."
"Benar sekali, seperti sebelumnya aku katakan aku tidak ingin planet ini juga hancur, lagipula Planet ini juga adalah rumahku... Letnan Liliana tolong berikan benda itu."
"Aku mengerti."
Stella dan Isabel berdiri di sampingku, disaat yang sama Liliana mengambil sebuah koper hitam dimana di dalamnya terdapat sebuah tabung suntikan berisi cairan berbeda.
Aku mengambil warna kuning, Isabel warna putih, sementara Stella warna merah.
"Jika kalian menyuntikkan ini pada tubuh kalian, kalian akan seketika memiliki kekuatan yang sama sepertiku, hanya saja lawan yang kalian hadapi lebih mengerikan dari para Inside itu, mereka akan membunuh kalian tanpa ampun."
Aku menyeringai senang.
"Tidak, akulah yang akan membunuh mereka satu persatu," aku menyuntikan tabung itu tepat di bagian leherku, dan kemudian aliran petir menyebar dari seluruh tubuhku.
Stella dan Isabel yang awalnya ragu segera melakukan hal sama, seketika tubuh mereka terselimuti hal sama. Stella diselimuti api merah sedangkan Isabel terselimuti hawa dingin yang mematikan.
"Mulai sekarang nama kelompok kita adalah Black Arrow, kita akan bertugas melindungi para penduduk dan memburu mereka," kataku demikian.
"Aku suka, itu terdengar seperti kita seorang penyihir," tambah Liliana berpose genit.
like diri sendiri ✔️
😂😂
cepet banget perasaan baru baca sejam
catet²