NovelToon NovelToon
Laba-Laba Hitam

Laba-Laba Hitam

Status: tamat
Genre:Action / Badboy / Mafia / Kriminal / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Terlahir dari isteri kedua seorang pengusaha besar, tersisih, terasing, bahkan terbuang membuat Leo merasa hidupnya begitu memuakkan.

Hingga ia bertemu Aleena dan mulai merasakan arti hidup yang sesungguhnya. Sayangnya, Aleena yang begitu Leo cintai itu tak lama mendampingi Leo.

Dalam frustasi nya, Leo yang terasing sekian lama akhirnya memaksa kembali ke Indonesia dan justeru menemukan begitu banyak rahasia yang terungkap atas Ayahnya Ibunya dan juga kekasihnya.

Rahasia apakah gerangan? Yuk ikuti kisah Leo... 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Gelisah

Leo memarkirkan mobilnya di pelataran Rumah Sakit, lalu buru-buru turun dan sedikit berlari memutar ke arah pintu di mana Rose berada.

Tergesa Leo membuka pintu dan kemudian menggendong Rose.

Dalam posisi jarak wajah sedekat itu dengan Leo, rasanya dada Rose berdetak begitu cepat.

Bagaimanapun Rose yang sejatinya perempuan normal dan seharusnya telah lama menikah selama ini juga mendambakan bisa dekat dengan seseorang.

Leo berteriak meminta staf Rumah Sakit segera memberikan pertolongan.

Beberapa perawat tampak sigap membawakan brankar dorong untuk Rose.

Leo menghela nafas.

"Kenapa?"

Tanya salah satu perawat yang melihat kaki Rose penuh darah.

"Tertembak."

Kata Leo cepat.

Mereka kemudian bergegas membawa Rose masuk ke dalam.

Leo sejenak menelfon rumah, Roy mengangkatnya.

"Aku sudah di Rumah Sakit, bagaimana keadaan rumah?"

Tanya Leo.

"Aman. Polisi juga berjaga di TKP. Cukup banyak."

Kata Roy.

"Gadis yang kau selamatkan bagaimana?"

Tanya Leo.

"Ah Luna, dia bersama Viera, dia menelfon Maminya tapi tak di angkat."

Kata Roy.

Leo mendengus.

"Aku belum sempat banyak bicara dengannya dan Viera, aku baru masuk karena tadi aku di TKP bicara dengan polisi."

Kata Roy.

"Baiklah, suruh gadis itu hubungi pihak keluarganya lagi."

"Yah aku mengerti."

Sahut Roy.

Telfon ditutup, Leo berlari masuk ke dalam Rumah Sakit.

Sementara itu, Roy meletakkan gagang pesawat telfonnya.

Ia berjalan ke arah kamar Viera, baru ia mendekati pintu Viera tiba-tiba muncul keluar.

"Dia tidur."

Kata Viera.

"Tidur? Dalam keadaan seperti ini dia bisa tidur?"

Tanya Roy heran.

"Sejak semalam ia tidak tidur, sebelum kejadian dia sedang minum obat tidur."

Kata Viera.

"Ah pantas."

Viera berjalan menuju dapur, menyelesaikan pekerjaannya memasak yang tadi tertunda.

"Kau belum makan kan Kak, aku selesaikan sebentar, lalu makanlah."

Kata Viera.

Roy mengikuti Viera ke dapur, lalu duduk di sana menemani sang adik.

"Sejak kapan kau ikut Leo?"

Tanya Roy.

Viera yang telah menyalakan kompor tak langsung menjawab, ia mencoba menghitung berapa hari tepatnya ia sudah berada di sana.

"Aku rasa beberapa hari sebelum meninggalnya Ibu Karlita."

Jawab Viera akhirnya.

"Kau kenal Karlita?"

Tanya Roy.

Viera menoleh pada Kakaknya.

"Yah, aku bekerja di sana sebelum akhirnya ia diungsikan tiba-tiba, dan malah ia terbunuh di sana."

Roy mengangguk.

"Mereka dijebak, sudah jelas di dalam kelompok pasti ada penghianat."

Kata Roy geram.

"Sama sepertiku, kenapa aku sampai tertangkap."

Viera memasukkan potongan sayur ke dalam panci sup yang ia masak, lalu sejenak berjalan mendekati Roy.

"Kau kenal Ricky?"

Tanya Viera.

Roy menatap sang adik dengan alis bertautan.

"Dia sampai ke tempat kita tinggal, itulah kenapa aku akhirnya sampai di sini di bawa Bang Doni, disuruhnya aku bersembunyi meminta tolong pada Kevin asisten Tuan Leo, aku tidak tahu Tuan Leo dan Kakak ternyata sahabat."

Kata Viera.

Ah jika saja tahu, aku pasti tak akan sampai bodoh sampai punya harapan lebih. Batin Viera.

Roy mengangguk.

"Yah, dia, bagian malaikat hitam, yang membunuh Sapta, dan sekaligus juga dibenci Baron. Siapa dia sebetulnya?"

Roy mengepalkan tangannya.

"Malaikat hitam, apa kakak punya masalah dengan mereka?"

Tanya Viera.

Roy menggeleng.

"Ini bukan masalahku, tapi aku harus terseret. Ah sudahlah, terlalu rumit jika diceritakan, masak sajalah, aku lapar."

Kata Roy.

Viera akhirnya memilih meneruskan masaknya, begitu banyak tanya dalam benaknya, namun ia tak mau mengganggu Kakaknya hari ini. Suatu hari, ia akan menuntut jawab lagi.

**---------**

Roy tengah menikmati makanan yang disajikan Viera di meja makan, sementara Viera kembali ke kamarnya sebentar untuk melihat kondisi Luna.

Tampak di atas pembaringan, Luna masih terlelap, entah berapa pil tidur yang sebetulnya ia minum.

Viera menghela nafas, belakangan ia melihat banyak orang hidup bergelimang harta tapi sepertinya mereka tidak bahagia.

Sangat berbanding terbalik dengan apa yang kini gencar ditunjukkan orang di TV dan media sosial, seolah para pemuja harta itu hidup bahagia dengan banyaknya harta.

Ah bahagia, tampaknya tak sesederhana yang dibayangkan, meski uang banyak akhirnya toh belum tentu mereka meraih bahagia pula.

Viera baru akan meninggalkan Luna lagi, saat kemudian ia mendengar ponsel Luna berbunyi.

Viera menatap ponsel Luna yang tergeletak di atas meja kecil sebelah tempat tidurnya, sejenak Viera menatap Luna yang masih tak bergeming di tempatnya.

Ia bahkan seperti tak mendengar ponselnya berisik. Batin Viera.

Viera akhirnya mengalah, diseretnya langkah kakinya menuju meja dan meraih ponsel Luna. Terlihat nama Kak Hana di sana.

Sepertinya ia kakak Luna yang lain.

Merasa penting, Viera memberanikan diri mengangkat.

"Kau tuli? Lama sekali tak diangkat! Kau di mana?"

Bentak suara perempuan di seberang sana.

Viera sampai menjauhkan sebentar ponsel Luna saat perempuan itu masih mengomel tak jelas.

Setelah kemudian perempuan itu puas bicara, barulah Viera bersuara.

"Maaf, Nona Luna tertidur, saya akan berikan alamatnya jika memang akan dijemput."

Kata Viera.

Terdengar perempuan itu mendengus.

"Ah yeah, dalam kondisi begini dia masih bisa tidur."

Perempuan itu kembali mengomel.

Lalu mematikan ponsel tanpa permisi.

Viera menghela nafas lagi.

Banyaknya harta juga tak selalu membuat mereka otomatis punya akhlak. Batin Viera kesal.

Viera baru akan meletakkan ponsel itu kembali saat Kak Hana menelfon lagi.

Viera malas sekali mengangkatnya, tapi entah kenap tetap saja ia angkat.

"Alamat, berikan alamatnya, orang suruhan Mami akan menjemput."

Kata Hana kemudian.

Viera menghela nafas, ia lalu memberikan alamat rumah Leo.

"Baiklah."

Kata Hana, lalu memutus sambungan lagi.

Tanpa terimakasih. Benar-benar tanpa terimakasih.

Viera menggelengkan kepalanya.

Kali ini ia letakkan saja ponsel itu di meja lalu bergegas keluar kamar.

"Apa susahnya bilang makasih."

Viera ngedumel sambil menghampiri Kakaknya yang sudah selesai makan.

"Ada apa?"

Tanya Roy.

Viera menarik kursi ruang makan dengan kasar, lalu duduk dengan dongkol.

"Apa hebatnya jadi orang kaya hingga mengabaikan aturan berkomunikasi yang baik dengan orang lain."

Kata Viera kesal.

Roy tertawa.

"Tak semua begitu, ada yang baik, Leo contohnya."

Kata Roy.

Viera menghela nafas.

Ayolah, kenapa harus membahas Leo yang sedang bersama perempuan lain. Viera jadi tambah kesal.

Mendengar nama Aleena saja mood nya hari ini sudah buruk, di tambah semua peristiwa yang terjadi seharian ini.

Roy menatap Viera yang terdiam.

Sejenak Roy jadi ingat mata-mata yang kemudian dipacari Leo.

Aleena, yah dia mirip sekali dengan Viera, apakah Leo? Ah tidak mungkin! Roy menggelengkan kepalanya.

Ia meneguk air putih dalam gelasnya.

"Aku akan ke rumah sebelah lagi."

Roy berdiri dari duduknya.

"Jangan kak."

Kata Viera.

"Kenapa?"

Tanya Roy.

"Akan ada yang menjemput Luna, kakak saja yang urus, aku malas."

Kata Viera tak semangat.

Roy mengerutkan kening.

Kenapa dia? Seperti gelisah memikirkan sesuatu saja. Batin Roy.

**--------**

1
Dhod Hendry
krya yg bagus.. m
prasty sakura
Bagus cerinya suka suka
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
phAntom
preeet
amilia indriyanti
di negara api 🔥 masih adakah hukum,...
apalagi untuk kaum papa
amilia indriyanti
mosok.....
phAntom
jangan bilang Riki in mainan istri pertama ayah Leo,, trus dia d suruh nyari karlita serta anakx oleh si istri pertama ini..
amilia indriyanti
pelakor jaluk enak rak Ono ceritane
Eka Kurnia Sari
luar biasa kereen bgt ceritanya
gempi
v
Tri Wulandari
Luar biasa
szwarc
bolee
szwarc
sepertinya menarik...
Veri Andrian
Luar biasa
Inonk_ordinary
orang² yg aneh
dewi_nie
Luar biasa
Usmi Usmi
Leo ini emosi aja terus lebih cerdas Sindi dan analisa nya bagus
Usmi Usmi
kenapa si lea cuma emosi aja Thor tidak membangun kekuatan sdh tau musuh sangat kuat mask nunggu mati semua orng di samping nya hadeh
Usmi Usmi
tidak bisa tinggal diam harus buat markas juga jangan cuma emosi d pelihara si Leo
Usmi Usmi
blm bisa di katakan kuat kl masih cengeng dan kalah taktik sama musuhnya
Eckho Mbahkokz
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!