Gadis umur 18 Tahun itu harus merasakan pahitnya kehidupan dan penderitaan hidup karena Ayah dan Ibu angkat nya tidak percaya lagi pada nya.
Karena sebuah hukuman Gadis itu harus kerja jadi pembantu di rumah Pria duda anak satu Tampa di gaji dan pria itu juga seringkali menyiksa Gadis itu.
Gadis itu hanya bisa mengikuti jalan hidup nya saja Entah kapan berakhirnya penderitaan nya.
Ayok!!! Kalau penasaran langsung kepoin aja.
Selamat membaca 🙂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira edianwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Keesokan harinya Tiara bangun terlebih dahulu dia Melihat jam sudah jam delapan pagi Tiara yang tidur di sofa melihat ke arah Vandi yang di kasur.
"Ini hari Senin! Apa Tuan tidak akan ke kantor!" Batin Tiara.
Tiara turun dari sofa dia dengan memberanikan diri untuk membangun kan tuan nya.
Tiara menggoyang kan kaki Vandi.
Namun Vandi tak kunjung bangun, Tiara berjalan ke arah kepala Vandi sambil menekan-nekan lengan Vandi namun tak juga.
"Huff sangat susah di bangun kan! ya sudah kalau Nanti bangun nya kesiangan jangan salah kan aku!" ucap Tiara.
Tiara pun berhenti membangun kan Vandi dia mau keluar dari kamar itu.
Namun tiba-tiba tangan nya di tarik oleh Vandi sehingga Tiara Terkejut dia terjatuh di dada Vandi.
Vandi memeluk tubuh Tiara namun dia sama sekali tidak membuka mata nya.
"Aku tidak akan sedih jika harus di tinggal oleh kamu!!!" Ucap Vandi namun sama sekali tidak bangun, Tiara menyadari jika pria yang memeluk nya itu sedang bermimpi.
Tiara menatap wajah Vandi dengan jarak yang dekat.
Dia juga tersenyum.
"Lagi-lagi aku melihat ketampanan Tuan dari dekat dan aneh nya Kenapa jantung ku berdegup kencang seperti ini, seakan-akan mau meloncat keluar!" batin Tiara.
Tangan Tiara mulai menyentuh pipi Vandi seketika tangan nya langsung di tahan oleh Vandi.
Tiara terkejut dia segera beranjak dari Atas tubuh vandi.
Dia pikir Vandi akan bangun ternyata tidak, dia malah tidur semakin pulas.
Tiara segera keluar dari kamar namun ternyata Monik sudah pulang.
"Monik! Kamu kapan pulang? aku sangat khawatir pada mu, lalu bagaimana keadaan Bibi?" tanya Tiara langsung.
"Ngomong nya pelan-pelan dong Tiara! aku Bingung Ngomong dari mana dulu!" ucap Monik.
"Maaf! Aku sangat Khawatir kenapa kamu tidak pulang aku takut Mamah tau kalau kamu ke sana karena aku!" ucap Tiara.
Monik tersenyum.
"Kamu duduk dulu!" ucap Monik.
Tiara pun mengikuti nya.
"Aku sampai tadi malam sekitar jam sebelas malam, kamu tidak perlu khawatir karena aku bisa jaga diri sendiri," ucap Monik.
"Kalau Bibi Sisi seperti yang kamu tau keadaan nya tidak baik," ucap Monik.
Tiara menunduk sedih.
"Aku sangat rindu pada nya, aku ingin bertemu dan merawat nya!" ucap Tiara sedih.
Monik mengelus kepala Tiara dan memeluk nya.
"Aku akan mencoba berfikir bagaimana cara nya kamu bertemu dengan Bibi Sisi!" ucap Monik.
Karena dia tau Tiara dan Sisi sama-sama Ingin bertemu.
"Hey! Kamu!" ucap Vandi melihat Tiara dengan Monik.
Monik melepaskan pelukannya dan Tiara menghapus air mata nya.
"Putri Sudah bangun!" ucap Vandi.
"Baik Tuan!" ucap Tiara sambil menunduk dia masuk ke kamar.
Setelah sampai di kamar dia Masih Sangat kefikiran pada Sisi sambil membuat kan susu untuk Putri.
Vandi segera mandi dan siap-siap berangkat ke kantor.
Dia turun ke bawah Ternyata seperti biasa Tiara memberi kan Putri makan.
Vandi tidak ada merespon nya dia langsung pergi tanpa sarapan pagi.
Dia tidak langsung berangkat ke kantor, namun dia menuju apartemen Kekasih nya Enjellita.
Pagi tadi Vandi terbangun karena bunyi handphone nya, kekasih nya menelepon dia, mengabari kalau dia kurang enak badan.
Itu lah sebab nya Vandi langsung berangkat tanpa sarapan.
Setelah sampai di apartemen Kekasih nya.
Vandi melihat Enjellita yang terbaring Lemas di kasur dan wajah nya sangat pucet.
"Sayang! Akhirnya kamu datang juga! Aku sangat merindukanmu," ucap Enjellita dengan manja.
"Kamu kenapa bisa sakit seperti ini?" tanya Vandi.
"Aku juga gak tau sayang, tiba-tiba saja badan ku lemas!" ucap Enjellita.
"Maaf yah aku kurang perhatian sama kamu, tapi hari ini aku akan merawat kamu di sini sebagai permintaan maaf ku!" ucap Vandi.
"Kamu gak bercanda kan Sayang?" tanya Enjellita.
Vandi tersenyum.
Enjellita terlihat senang dia pun memeluk Vandi.
Hari ini Vandi tidak masuk ke kantor dia menghabiskan waktu nya untuk bersama kekasih nya itu.
Semua kerjaan kantor di serahkan pada Sekretaris nya Rendi.
Rendi sudah lama jadi sekretaris Vandi. Selain jadi sekretaris Rendi juga tangan kanan Vandi Serta sahabat nya.
Mereka kenal karena orang tua mereka yang berteman baik dulu.
Umur mereka beda Dua tahun. Rendi lebih tua dari Vandi.
Rendi belum menikah, bahkan dia terkenal dengan sifat dingin sama seperti Bos nya sekaligus sahabat nya itu.
Namun dia lebih dingin dan sangat Cuek bahkan dia tidak akan menanggapi kalau itu tidak penting Rendi berbicara selalu tegas semua karyawan dan bawahan nya sangat menghormati dia.
Namun jika dia sudah bertemu dengan Vandi di luar mereka akan saling terbuka, mereka memang sedekat itu.
Mereka juga mempunyai teman yang bernama Roki dia dokter spesialis di rumah sakit di kota itu namun dia sangat jarang bisa berkumpul dengan Vandi dan juga Rendi karena dia sangat sibuk.
Umur Roki dengan Vandi sama hanya beda bulan saja, mereka bertemu karena di universitas luar negeri, Vandi mengenal kan Rendi pada nya namun sekarang mereka sudah sangat kompak.
Roki kalau masalah wanita dia sudah ahli nya, dia laki-laki play boy bahkan dia pernah membatalkan pernikahan nya karena bertemu dengan orang baru dia paling tidak bisa melihat wanita yang bening sedikit.
Berbeda dengan Rendi sama sekali tidak ingin mengenal wanita karena dia Fikir wanita hanya lah pengganggu bagi nya.
Kalau Vandi dia juga play boy bahkan dia laki-laki ganas namun sahabat nya itu tidak pernah tau bahkan mereka tidak tau kalau Vandi punya kekasih.
Vandi Sangat menjaga privasi nya, Vandi juga bukan seperti Roki dan Rendi yang terlalu jujur sekali, dia memang jujur namun tidak semua nya.
Di kantor Rendi mendapatkan notifikasi WhatsApp dari bos nya itu kalau dia tidak akan datang hari ini dengan alasan ke rumah orang tua nya.
"Huff dasar nih anak! Kalau tau seperti ini aku tidak akan menandatangani perjanjian miting hari ini!" ucap Rendi kesal.
Rendi keluar dari ruangan nya namun seseorang menyapa nya.
"Selamat Siang Rendi! Bagaimana kabar kamu?" tanya pria yang sudah lanjut usia berpakaian rapi dan ada seorang wanita cantik di belakang nya.
"Bapak! Selamat siang Pak! duduk dulu pak!" ucap Rendi membawa mereka ke lobby.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah lupa Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
biar makin seru 👍👍👍