Follow IG : renitaria7796
Aran Odelia Courtney seorang raja berkuasa yang menyukai gadis bernama Sara Helowit. Raja menginginkan Sara menjadi selir keempat puluh satu. Namun sayangnya Sara sudah memiliki seorang kekasih.
Bagaimana Aran akan menaklukkan Sara? Lalu mampukah sang kekasih menyelamatkan Sara dari belenggu Aran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon renita april, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjadi Candu
"Kamu suka pestanya?" tanya Aran sembari mengecup kecil leher jenjang Sara.
"Aku suka meski ada insiden kecil."
"Apa yang terjadi?" Aran membalik tubuh Sara agar menghadap padanya. "Nona bangsawan menyusahkanmu?"
"Tadinya mereka tidak memperdulikanku, tetapi aku bisa membawa diri dan mereka bilang untuk tidak sabar menerima undangan dariku," ungkap Sara.
Aran membawa Sara ke kursi kayu, menyandarkan tubuhnya ke bantal dengan isi tumbuhan kapas. Sara berada di depannya dan ikut bersandar di tubuh bidang Aran.
"Aku mengatakan kepada wanita gendut kalau penampilannya sangat buruk dan mencoba untuk memperbaikinya."
"Lalu, apa yang terjadi?" tanya Aran.
"Dia menyukai perubahannya."
Aran tersenyum, "Kamu memang pintar."
Sara mengusap dada Aran dengan jari-jemarinya. "Yang Mulia, apa aku boleh meminta sesuatu?"
"Katakan saja," kata Aran.
"Dayangku hanya Esme saja dan aku memerlukan satu orang lagi."
"Kamu bisa memilih di antara selir atau pelayan lain," kata Aran.
"Aku menginginkan Dory yang menjadi dayangku. Dari pertama datang, aku menyukainya."
Aran mengecup kening Sara. "Aku kabulkan."
Aran membuka kancing gaun Sara, mengusap punggung yang masih terdapat bekas luka cambukan. Lukanya memang sedikit memudar, tetapi tidak semulus dulu.
Aran mengecupnya lembut. "Maafkan aku karena menyebabkan luka ini."
"Aku tidak ingin membahas masa lalu. Tapi, Yang Mulia. Aku tidak bisa melayanimu malam ini. Setidaknya sampai tamuku selesai."
"Padahal aku ingin bersamamu. Aku merindukanmu, Sayang." Aran mengucapkannya seolah ia sangat sedih tidak bisa meniduri ratu barunya.
Sara menyunggingkan senyum. Tangannya membelai di bawah sana. "Aku bisa bantu seperti apa yang kamu lakukan padaku."
Aran terkesiap, masih belum mengerti apa yang Sara ucapkan. Tangan Sara masuk ke bawah sana dan menekan lembut.
"Apa yang kamu lakukan?" wajah Aran memerah.
"Biarkan aku melakukannya," kata Sara, lalu turun berlutut di hadapan Aran.
Sara memandang Aran. Sang raja sudah menegang, dan meminta untuk dipuaskan. Wajah Aran seperti bukan dirinya yang kejam, tetapi seperti pria yang haus dan membutuhkan pertolongan.
Aran terkesiap saat Sara melakukan hal yang belum pernah ia dapatkan dari istri-istrinya. Aran yang selalu memegang kendali, tetapi ini, Sara yang mengendalikan dirinya.
Milik Aran semakin menegang, berkedut dengan urat-urat yang timbul di sekitarnya. Ia tersengal-sengal, menengadahkan kepalanya ke atas karena sensasi nikmat yang luar biasa.
"Berhenti, Sara. Aku tidak tahan," ucap Aran.
Perlakuan Sara sangat nikmat, membuat Aran melayang. Sensasi dari indra perasa yang bermain-main di bawah sana sungguh luar biasa menakjubkan. Aran menginginkan Sara lebih dalam lagi membenamkan barang itu ke dalam mulutnya.
Aran memegang kepala Sara dan ia tidak tahan untuk bergerak. Air mata Sara keluar karena Aran mengerakkan tubuhnya. Sara menahan napas sebab ia tidak bisa melepaskan diri kecuali Aran sudah selesai.
Wajah Sara memerah dan air matanya keluar. Rambutnya acak-acakan karena tertarik oleh Aran. Sang raja bergerak lebih cepat hingga ia mencapai puncak dengan terengah-engah.
Sara memuntahkan apa yang berada di dalam mulutnya, lalu menyeka bibir dengan gaunnya sendiri. "Apa sudah puas?"
Aran mengangguk, "Iya. Aku tidak mengira kamu melakukan hal yang membuatku terbang melayang. Aku rasa hal ini akan membuatku ketagihan."
"Aku tidak mengizinkanmu melakukannya dengan wanita lain termasuk istrimu. Hanya aku yang boleh melakukannya," kata Sara.
Aran menarik Sara ke dalam pelukannya. "Aku ingin merasakan apa yang masuk ke dalam mulutmu tadi." Aran mengecup bibir Sara. Beberapa saat kedua hanyut kembali. Aran memperdalam kecupan hangatnya dan membuat Sara menginginkan lebih dari ini.
"Sepertinya ini harus dihentikan. Aku juga tidak tahan," kata Sara.
Aran terkekeh, "Kamu mau minum?"
"Aku perlu kamar mandi."
"Aku akan panggil pengawal dan dayang untukmu," kata Aran.
Pengawal yang berjaga diluar, diperintahkan memanggil dayang Esme untuk menemani Sara membersihkan diri. Beberapa saat Esme datang dan membawa Sara. Aran berbaring di ranjang sembari mengingat apa yang dilakukan oleh ratu barunya.
...****************...
"Esme, terima kasih atas apa yang telah kamu ajarkan padaku," kata Sara.
"Apa berhasil?" tanya Esme penasaran.
Sara mengangguk, "Iya. Dia puas. Saat dipertemuan bangsawan tadi, aku juga ucapkan terima kasih karena kamu membantuku."
"Aku akan mengajari semua hal yang menyangkut keluarga kerajaan," kata Esme.
Syukurlah Esme mengajarkan untuk berhadapan langsung dengan nyonya para bangsawan. Esme adalah seorang putri dan juga mantan selir raja terdahulu. Dia sudah banyak pengalaman dan mengajarkan kepada Sara tentang pergaulan kelas atas.
"Terima kasih sekali lagi," ucap Sara.
"Sebaiknya kita kembali. Raja pasti sudah menunggumu."
Sara kembali lagi ke kamar dan melihat Aran tertidur pulas di ranjangnya. Sara memandang Aran dengan tatapan amarah. Raja yang sekarang adalah suaminya sekaligus orang yang paling ia benci. Sara sudah bersumpah untuk membuat Aran merasakan segala-galanya.
...****************...
Jika ada barang baru, maka barang itu yang disayang. Jika ada istri baru, maka istri baru yang disayang. Aran lupa pada kedua istrinya dan selalu menghabiskan malam bersama Sara.
Saat pagi sang raja akan sibuk dengan pekerjaan negaranya, dan malamnya ia akan bersama Sara. Membahas segala apa yang ia rasakan dan Sara dengan senang hati mendengarkan.
"Sebentar lagi, raja dari beberapa negara akan datang kemari. Kami akan mengadakan kerjasama antar negara. Aku ingin kamu menyambut ratu dari beberapa kerajaan," kata Aran.
"Sayang, apa aku pantas melakukannya? Bukankah ada ratu Jessica yang merupakan ratu utama istana?"
Aran terdiam sesaat, memandang Sara kemudian tersenyum. "Jessica sudah sering. Mereka pasti ingin melihat wajah baru sang ratu Whiteland."
"Jika itu keinginan Baginda, hamba berterima kasih karena mendapat kesempatan ini."
Aran memandang Sara lekat. "Sayang, bisakah kamu melakukan hal seperti yang kemarin-kemarin kamu lakukan?"
"Tentu Baginda, dan kabar baiknya aku sudah bisa melayanimu sepenuhnya."
Aran berbinar mendengarnya. "Artinya, kita bisa melakukan hal lebih dari itu?"
Sara mengangguk, "Tapi ada syaratnya."
"Apa?"
"Aku yakin kamu tidak bisa memenuhinya," kata Sara.
"Aku bisa melakukan apa saja."
Sara tersenyum, "Aku ingin meniadakan harem. Aku ingin selir-selir di sana dikembalikan atau dijadikan dayang maupun pelayan."
Aran beranjak dari duduknya, lalu menghela napas panjang. Jika selir-selir itu dikeluarkan dari istana, maka mereka akan menjadi rakyat biasa yang gelar putrinya di ambil.
"Aku akan membicarakannya kepada ratu Jessica karena harem adalah miliknya."
"Selir di harem tidak melakukan apa pun dan mereka mendapat uang bulanan. Lebih baik dikeluarkan dari istana," usul Sara.
"Tapi tidak semudah itu. Selir yang dikeluarkan tidak akan diterima kembali oleh keluarga mereka," ucap Aran.
"Aku mau tidak ada harem di istana dan hanya ada tiga ratu yang berkuasa," ucap Sara menegaskan permintaannya.
Bersambung
Krn istana bukan cuma rumah utk suami, istri dan anak, tp ada bnyk kehidupan didalamnya yg saling menjatuhkan utk bertahan hidup
Jessica juga yg jadi penyebab kematian ibunya sara