21+ Harap Bijak yaaa
Kalau kalian mencari perempuan yang lemah dan menangis nangis mengemis cinta bukan disini tempatnya ya..
Tentang Seorang perempuan bernama nana.. dikhianati oleh pacar sekaligus sahabatnya tepat di hari pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan kisah cinta nana?
Lalu dicky hadir setelah dengan bodohnya dion menyinyiakan nana. Bagaimana cara nana menyelesaikan para pengganggu ke depan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsmebet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu lagi
"Apakah kamu sudah membaca semua kontrak kerja dan jobdeskmu?" tanya kak dicky saat rio sudah masuk ke dalam ruangannya sesuai titahnya tadi.
"Sudah pak, mengikuti dan mengontrol lingkungan di sekitar bapak baik di kantor maupun di luar kantor" ucap rio menjelaskan salah satu point pentingnya sebagaisbeorang asisten.
"Bagus kalau kamu paham, usahakan kamu tidak melakukan kesalahan apapun" ucap kak dicky tegas.
"Baik pak" jawab rio sopan sambil menundukkan kepalanya.
"Hm.. Nanti siang saya akan ketemu client sekalian makan siang di restoran. Kamu siapkan semua." titah kak dicky memulai perannya sebagai seorang CEO
"Baik pak.. saya segera siapkan berkas dan mobil" Rio berjalan keluar ruangan menyiapkan keperluan meeting dengan client yang disampaikan bossnya.
Alasan Rio mendafyar menjadi asisten di perusahaan terbesar yang ada di Jakarta ini adalah karena materi tentunya.
Dibanding dengan perusahaan lain, perusahaan santoso menawarkan gaji berlipat lipat lebih besar dan tentu tanggung jawab yang lebih besar pula.
Rio adalah orang pintar dan baik, tapi dia tidak se beruntung siswa lain seperti Dion ysng terlakhir dari keluarga kaya raya.
Walaupun keluarga mereka bukanlah termasuk yang berkekurangan, tapi juga tidak termasuk kategori kaya raya. Standart saja..
Berharap dengan bekerjanya di perusahaan ini, mengubah nasib dan masa deoannya, terlebih membahagiakan ibunya yang memenuhi kebutuhannya seorang diri.
***
Mereka sudah sampai di restoran, melakukan obrolan ringan hingga obrolan berat ebrsama client terkait.
Saat sedang basa basi, tak sengaja mata kak dicky melihat sekitar. Matanya menangkap sosok seseorang yang dikenalnya.
Kak dicky senyum menyeringai, sepertinya dia sedang makan disini bersama beberapa karyawannya. Batinnya.
Nana, iya.. kak dicky mendapatkan sosok naan di depan matanya, di meja seberang yang cukup jauh dari meja mereka. Disana nana asik meminum jus kesukaannya sambil sesekali bergabung dengan becandaan karyawan tokonya.
Nana tidak tau bahwa ada seseorang yang sedang menatapnya penuh cinta. Rasanya kak dicky ingin segera menyudahi pertemuan ini dan segera menyapa gadisnya.
Setelah beberapa saat, Nana dan staff tokonya bersiap siap akan kembali ke toko karena jam istirahat sudah selesai.
Saat mereka berada di lobi dan nana sudah dekat dengan mobilnya, sebuah suara menghentikan langkahnya.
"Nana.." Bukan kak dicky, itu suara ri. Ri menyapa dengan suara ramah dan tak lupa senyumnya juga.
"Eh.. kak Rio" ucap nana lirih karena kaget
Nana kaget, kenapa tiba tiba ada kak rio disini pikirnya. Kebetulan sekali.
Tapi ada yang lebih kaget dari nana, itu kak dicky yang saat ini berdiri di belakang rio. Karena rio berjalan terlebih dahulu menyiapkan kemudi untuk bossnya dan tanpa sengaja ketemu nana disini.
"Apa mereka saling mengenal?" batin kak dicky
"Kheem" ka dicky berdehem mengalihkan perhatian mereka yang sedang berdiri di dekat mobil
"Kakak" sapa nana dengan suara lembut, tanpa tau kalau saat ini kak dicky sedang penasaran sedekat apa asistennya dengan gadisnya.
Jujur saja, kak dicky tidak suka ada pria lain yang dekat dengan gadisnya. Pengecualian hanya ada untuk Saka dan ayah, selain itu tidak!!
Kak dicky memperhatikan ada yang berbeda dengan asisten yang baru saja di rekrutnya. Kak dicky tentu tau apa arti tatapan rio pada nana.
Mata rio jelas memancarkan kekaguman, kerinduan dan kehangatan yang membuat kak dicky tidak nyaman.
Apa aku harus memecatnya? tapi dia kerjanya bagus Pikir kak dicky menatap tajam kearah rio.
"Apa kalian saling mengenal?" tanya kak dicky memecah rasa penasarannya
"Iya kak.. kan kita sama sama alumni SMA X" jawab nana jujur, karena memang hubungannya dengan rio hanya sekedar satu alumni.
"Oooh.. Rio kebetulan asisten kakak" ujar kak dicky menjelaskan saat melirik kearahnya dan ke arah rio bergantian.
Ucapan kak dicky hanya dijawab anggukan tanda paham dari nana..
"Khem.. segera siapkan mobilnya" titah kak dicky saat melihat rio masih betah menatap nana..
"Baik pak" jawab kak rio segera berjalan ke arah mobil terparkir.
Rio tidak berpikiran lain saat nana memanggil kakak ke arah pak Dicky, bosnya. Dalam pikirannya hubungan nana dengan pak dicky karena nana adalah sahabat kiki terlebih pak Saka adalah sahabat Pak Dicky.
Rio menyiapkan mobil dan staff nana sudah masuk ke mobil salah satu adminnya. Kak dicky mendekati nana dan membisikkan sesuatu tepat di telinga nana.
"Jangan lirik pria lain selain kakak sayang" ucap kak dicky lembut sambil berbisik
CUP
Dikecupnya sebentar bibir tipis milik nana.. lalu menepuk pelan pucuk kepala nana..
Nana, menatap ke arah kak dicky saat mobil kak dicky mendekat.
"Hati hati kak" ucap nana dan di balas anggukan oleh kak dicky dengan senyuman gingsul khasnya.
Di dalam mobil, Rio merasa ucapan nana barusan juga untuknya. Rio tersenyum.. lalu kemudian fokus ke jalanan dan kemudi di depannya.
Nana bergegas masuk ke dalam mobilnya dan menuju toko menyusul staffnya yang sudsh terlebih dahulu pamit.
"Kak dicky sangat manis, apakah dia cemburu?" pikir nana sambil tersenyum melihat gaya cemburu kak dicky yang berbeda dengan pasangan di drama korea yang biasa di tontonnya.
Di drama, nana melihat jika cemburu biasanya pacarnya akan marah marah atau menyeret paksa pasangannya.
Tapi kak dicky, sangat manis..
"Aku pasti sudah gila" gumam nana dengan senyuman samar di bibirnya.
***
"Rio? kamu dulu kulaih dimana?" tanya kak dicky berpura pura tidak tau. Hanya karena tidak tau mau memulai dari mana memulai obrolan dengan asistennya.
"Ah iya, saya sudah 2 setengah tahun lulus dari Universitas X Jakarta pak" jawab rio tanpa mengalihkan atensinya dari ramainya jalanan kota
"Apa kamu sudah punya pacar?" tanya kak dicky to the point
Rio yang mendengar obrolan pak Dicky membahas hal diluar pekerjaan awalnya bingung, tapi sedetik kemudian dia menjawab.
"Tidak pak, saya terlalu fokus menyelesaikan study sampai tidak sempat merajut hubungan dengan perempuan lain" jawan rio jujur
"Tumben sekali bapak menanyakan hal sperti ini?" tambah rio lagi melirik sebentar spion di depannya.
"Tidak, saya hanya bosan" kilah kak dicky menutupi fakta bahwa dia sedang penasaran dengan asistennya.
"Apa kau tidak menyukai gadis manapun?" pancing kak dicky lagi dengan suara datar tapi telinganya mewanti wanti jawaban apa yang akan dia dapatkan.
Dion, yang mengemudi di depan sedang tersenyum membayangkan gadis yang disukainya dari dulu.
Setelah lama berpisah, akhirnya waktu mempertemukan mereka kembali. Cinta masa abu abunya sekarang semakin cantik dan dewasa.
Kak dicky melirik ke arah spion menunggu jawaban dari rio. Di lihatnya ada raut bahagia di wajah rio.
"Apa dia se bahagia itu?" pikir kak dicky
"Hm.. saya menyukai seseorang pak. Sudah dari lama, akhirnya setelah 4 tahun kini kami bertemu lagi." jawab rio blak blakan dan tanpa curiga.. Toh dia juga butuh teman bercerita menumpahkan perasaan yang membuncah di dadanya supaya dia lega.
Kak dicky menangkap bahwa gadis yang dimaksud oleh rio adalah gadisnya.
Aku harus secepatnya mengikat gadis kecilku, supaya tidak ada lagi ruang untuk pria lain batin kak dicky melihat ke samping ke arah jendela..
"Segera urus secepatnya, saya akan segers membeli tiket. Jangan sampai ada kesalahan" isi pesan kak dicky untuk salah satu suruhsnnya.
BERSAMBUNG....
smg konfliknya g berat ya🤭