NovelToon NovelToon
SOPHIA

SOPHIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Patahhati / Cinta Terlarang / Enemy to Lovers / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Tris rahmawati

Menjalin hubungan terlarang bersama mantan kekasihnya didalam kediaman keluarga Hollarck alias keluarga kekasihnya sendiri adalah sebuah ketegangan untuk Sophia.

Namun tidak untuk Felix, tangan kanan keluarga Hollarck tersebut yang menganggap semuanya adalah hal biasa saja dan malah menjadi tantangan menarik untuk hubungan mereka.

•••


"Sudah di bagian bumi lain bahkan aku masih saja bertemu dengan mu!"

Felix menyeringaikan cibiran, "Lalu kenapa? Apakah kau fikir kita akan berjodoh, kau sangat lucu... hahah lalu apakah menurut mu anjing dan kera berada dalam satu kebun binatang lalu terpisah bertahun-tahun, kemudian bertemu di kebun binatang lain lalu mereka akan berjodoh, menikah, lalu mempunyai anak dan bahagia? Huh...kisah yang indah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

Felix tampak sedang berbincang dengan Dominiq, Lelaki itu akan membuat Dominique pergi saat Sophia keluar dari Pallezo, itu memang bukan rencananya dia hanya memastikan saja sebab di hari itu memang Dominique biasa mengunjungi pabrik senjata mereka.

"Kau tidak lagi memproduksi senjata dengan 1 peluru saja bisa mematikan setara 100 kali tembakan revolver Big Dad?"

Dominique tampak menonton layat tinjunya, "Aku tidak beiminat lagi, aku sedang merancang pembuatan senjata lain, mirip AK 47 namun lebih mematikan dan menghasilkan peluru lebih banyak hanya sekali bidikan, oh ya kau tahu siapa pelaku penusuk Sophia?"

Felix menyeringai, "Aku dan kau tahu itu bukan, sangat jelas gesture mereka."

"Carlos Hagens, Kau benar!" Potong Dominique, "Dia sedang mengincar yang paling lemah, namun penting! Jika dulu permasalahannya karena dia iri selalu kalah unggul dengan ku sekarang apa lagi! Ya Nick dan Sophia, Carlos tidak suka itu!"

Seketika Felix ingat sesuatu, "Kau ingat Carmela, kau masih ingat Nick pernah bersama Carmella Hagens?"

"Ku rasa tidak tentang itu, Carmella Hagens sudah menikah dengan seorang bangsawan, Miguel Elegra...semua sudah berakhir, ku rasa Carlos tidak akan pernah berhenti sebab dia tidak menyukai keberadaanku."

Felix pun seketika ingat, "Aku sepertinya bertemu dengan Carmella Hagens di museum seni kemarin, dia melihat kepada kita lalu pergi saat aku menyadarinya."

Dominique terkesiap, "Carmella disana?"

"Ya, dam mungkin Carlos pun disana tanpa kita sadari!"

...•••...

Di tempat lain Florencia sedang di sidang oleh Elleza, wanita itu membawanya ke ruangan lain, bersama Marley dan Serra.

"Apa yang terjadi anatara kau dan Felix, kau yang meletakkan serangga di kamar Serra bukan?" Tuding Elleza tidak membuat Florencia duduk.

"Sialan, kau ternyata pelakunya!" Tuding Serra.

"Kau mendekati Felix, kau tidak tahu peraturan disini, jangan berhubungan dengan milik sesama rekan, walaupun sudah mantan!" Kesal Floe.

"Florencia, kau tahu tindakan mu kemarin sangat berbahaya, tidak bisakah kau membicarakannya dengan baik!"

Serra menyimpul ejekan, "Apa katamu, jangan berhubungan? Oh No... maaf Nona Florencia itu tidak berlaku untukku, aku buka bagian dari dunia kalian, aku hanya orang lain."

"Tidak bisa seperti itu! Kau tinggal di Pallezo maka kau harus mengikuti peraturan yang ada!"

Serra lagi-lagi menampilakn wajah mengejeknya, "Sorry kita berbeda, terserah aku bagaimana, kalian sudah berakhir dan aku bebas memilihnya."

"Tidak bisa!" Sentak Flo.

"Stoppp, stoppp..." Marley menutup telinganya, "Elle, kau tidak merasa ada yang mencurigakan?"

Serra, Flo dan Elleza pun saling berpandangan, mempertanyakana ada apa, Namun seketika Elleza bangkit.

"Lanjutkan urusan kalian, aku ingin melakukan perawatan kaki ku malam ini! Ingat Flo jangan ulangi lagi..." Elle pun pergi dari sana.

"La madre! Tunggu!" Teriak Marley.

"Lanjuktkan Marley apa yang ingin kau katakan!" tegur Florencia.

"Bayar aku satu perhiasanmu, maka akan aku jelaskan!" Marley pun berlenggok-lenggok, mengedik acuh meninggalkan keduanya.

Malam merangkak naik, semua penghuni Pallezo tampak sudah masuk ke kamarnya masing-masing, tidak ada lain yang selalu saja mengambil kesempatan dalam sebuah keheningan.

Felix yang baru saja membersihkan dirinya pun keluar Kamar, ia berjalan ke arah belakang mengmambil coco dari kandangnya.

"Coco..." Lelaki dengan celana pendek dan kau Bersantainya itu mengambil Coco yang sedang tidur, "Ayo kita tidur di kamar Mommy!" ujar Felix berjalan memeluk Coco didadanya.

Melirik ke kiri kekanan Felix pun menyentuh handle berpasscode itu, dengan sangat mudah dia pun masuk kedalam sana dan menguncinya kembali.

Coco sektika melompat seakan mengerti ia turun kelantai bersantai dibawah sana, Sophia tampak terbaring memejam disana, Felix pun mendekat pada sang kekasih duduk tepat di ujung ranjang sebelah kepala Sophia.

Felix mengusap lembut rambut Sophia yang tergurai, menatap lamat-lamat wajahnya yang tertidur, "Bagaimana lengan mu?" Lirik Felix pada luka yang diperban itu.

Sophia pun membuka matanya, merasakan telapak tangan mengusap-usap rambutnya, "Kau pulang, cepat sekali?"

"Kau tidak suka?"

Sophia menggeleng, "Apa karena kau akan memulangkan ku? Kau ingin meluangkan waktu."

Felix pun ikut naik ke ranjang, memasuki dirinya dalam selimut tebal Sophia, "Tidak juga, apakah masih sangat sakit lenganmu?"

"Tidak terlalu..." Sophia pun bergeser mendekat.

"Kau tahu bagaiamana takutnya aku saat kau tertusuk!" Felix pun beringsut menelungkupkan dirinya, untuk lebih leluasa bercerita.

"Oh ya?" Sophia menatap wajah Felix, "Ku fikir aku akan mati."

"Aku tidak akan membiarkan itu!" Felix pun menarik wajah tubuh Sophia menenggelamkan dalam lengannya, "aku menyesal mengizinkan mu ikut saat itu, aku pun harusnya marah pada mu tidak mendengarkan pendapat orang lain."

"Maafkan aku...sayang" ujar Sophia.

Felix masih berposisi bertelungkup, "Tidurlah sayang..."ia pun mengangkat wajahnya, lalu menghujami ciuam pada wajahnya, lalu menyalipi rambut-rambut yang membingkai indah rambutnya.

"Aku mendadak tidak bisa tidur, aku khawatir apa yang akan terjadi saat aku pergi." Sophia pun menaikan tubuhnya, menyandar perlahan pada headboard ranjang, dan ikuti Felix kemudian membuka selimut yang menutupi mereka.

"Tidak tidur lalu kita akan apa malam ini?" Felix meluruskan kakinya ikut menyandar dengan tanganya meraih remot menyalakan televisi.

"Tidak ada, seperti ini saja aku sudah cukup senang." Sophia menyandarkan kepalanya pada pundak Felix.

Keduanya pun menikmati kesenggangan waktu di tempat yang harusnya terlarang itu, Felix terus mengusap-usap rambut Sophia yang menyandar padanya, seraya becerita.

Tidak pernah dalam hidup Felix seperti ini, yang baginya seperti ini adalah membuang waktu, namun kali ini dia menyukainya.

Hingga perlahan Sophia pun terpejam, posisinya tidak lagi dilengan melainkan didada Felix memeluk perut lelaki itu dan menjadikan kaki Felix seperti guling.

Felix pun turun ke ranjang perlahan, membuat Sophia tidur pada posisi nyamannya tanpa menimpa luka perbannya. bagi Sophia yang hidup kurang mendapatkan kasih sayang apa lagi perhatian mendapatkan sosok Felix adalah sebuah kebahagiaan untuknya.

Hingga keduanya pun berbaring dengan benar diranjang, Felix masih menatap pada wajah menggemsakan yang tertidur itu, kemudian mengecup bibirnya.

Sophia pun membuka matanya lagi, melampirkan netra menggemaskannya, membuat Felix tersenyum,.

"Kenapa bangun lagi?" tanya Felix.

Tangan Sophia merentang, ia meminta Felix mendekat dan lelaki itu pun menurutinya, kini mereka bertautan, bibir mereka beradu dalam, tubuh keduanya sudah menempel, merasakan di tengah-tengah sesuatu lembut yang mengganjal tanpa penyanggahnya. Felix pun melepaskan pagutan mereka saling bertatapan.

"Sayang..."ucap Felix penuh arti.

"Ayo tidur, sekarang aku mengantuk!" ucap Sophia tiba-tiba.

Felix tidak mengindahkan, ia pun menarik lagi wajah Sophia, kemudian memagutnya lagi, kini dengan lembut dan mata yang ia pejamkan, seakan mendalami itu, menggambarkan ia tengah melepaskan lelahnya, mengaliri perasaannya.

Sophia pun membalasnya, kini bersusah payah memeluk Felix, mencoba menikmati ini,

Keduanya sedang di terbangi perasaan, Sophia memeluk seperti bayi, seakan tidak ingin ini terlepaskan, berakhir atau berjauhan.

"BABY...

"Sophiaaa Sophia...!" Panggil Baritone itu mengetuk-ngetuk entah dimana.

Felix dan Sophia melepaskan kegiatan mereka, "NICK!" ujar Felix, ia pun lompat dari sana, segera masuk kebawah tempat tidur.

Dalam hitungan detik Nick yang tahu passcode pintu kamar Sophia pun masuk, lelaki tampan yang hari ini tampak lusuh itu berjalan cepat mendekat pada Sophia.

Tidak mengucap apapun, wajah lelah dan beramyakan itupun seketika memeluk Sophia erat, menjelaskan kerinduannya, meresapi dirinya yang tersiksa jauh dari sang Tunangan.

"Maafkan aku... maafkan aku... "lirih Nickolas merasa bersalah sudah menghilang tanpa mengabari.

Sesosok di bawah kolong sana sedang merasa kesal dengan keadan ini, ia menguki Nick untuk apa dia kembali lagi, pelukan keduanya di atas sana pun terpantul disebuah kaca yang bisa Felix lihat dari bawah sana.

Dia begitu mendidih tubuh mungil miliknya itu di kuasai oleh pemilik lain, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Next.

1
Nayy
love you to thorr...
makasih buat karya keren nya "sofiafelix" 😍
Nayy: di tunggu thor
total 2 replies
Nayy
sudah thor sudah ampun,capek ngakaknya thor di 3 part ini🤣🤣
Nayy
sumpah thorrrrr
ngakak nya sampek ngik ngik
dari sekian banyak baca novel baru ini yang buat ketawa parahhh
outhor nya serius keuereeeennnnn 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nayy
laah .... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Lia Yulia
Felix,Jullian dan Gio...dlm keadan seriuspun masih bisa bertingkah konyol😂
Lia Yulia
ya ampun...senam jantung kita dibuatnya😅
Lia Yulia
knp jadi salah sebut nama sih🤦🏻‍♀️bersiaplah kau Sophia😁
Lia Yulia
kaaaaann...bener² g ketebak alurnya...mungkin ini akan jadi salah satu alasan Sophia pergi
Lia Yulia
akhirnya hilang sdh ego yg membentengi mereka...q percaya Felix kesayangan othor ini punya rencana yg tak terduga...
Lia Yulia
jujurlah....kalian masih ada rasa satu sama lain namun ego kalian begitu tinggi...
Lia Yulia
awal yg bagus...selalu bikin penasaran😍😍
dian rahma
reread... dan ternyata masih aja nangis part ini
dian rahma
ini udh baca yg kesekian kali dan tetep aja kebawa tiap suasananya,, dr part lucu, sedih, senyum sendiri, ketawa, ampek tegang nya tetep berasa... ommoo Felix Sophie kalian selalu bikin kangen.
Novita Ae
baca nya perut sampek kaku ketawa🤣🤣
Miamia
bengek 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 baca ulang tetep ngakak brutal 🤣
Miamia
part kocak lucu menggelikan di mulai 🤣🤣
Miamia
iya Felix booking Sofia cuma minta di kerok i🤭
Miamia
baca berulang ulang bab ini menguras air mata 😭
Miamia
bener gio,nyawa harus bayar nyawa 👍
Miamia
baca berulang kali masih aja gedek sama simon,, pengen tak tampol pake pistol
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!