NovelToon NovelToon
The Princess (Sequel Love Story)

The Princess (Sequel Love Story)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Contest / Tamat
Popularitas:256.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Qnoy

Siapa yang tidak mengenal Rayna Almahyra Farobi. Putri satu-satunya tuan Ardhi Al Farobi dan Tsurayya Ednika Frederick

Rayna, alias Ina memiliki seorang kakak lelaki bernama Rayhan Putra Farobi dan dua orang adik lelaki bernama Rayyan Alvarendra Farobi dan Rayendra Putra Farobi

Kebayang ya.. satu anak perempuan dikelilingi bodyguard-bodyguard kesayangan

Ina, gadis yang lembut, berwibawa, cerdas dengan segudang prestasi.

Lean, putra dari Leon (baca Love Story yaa) yang jatuh cinta pada Ina sejak pandangan pertama

Bagaimana kisah mereka?
Akankah Lean menjadi generasi ke 3 yang kandas percintaannya dengan satu keturunan yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qnoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 28

Ina menatap layar smartphone nya. Lean baru saja mengirimkan pesan yang mengatakan pemuda itu berada di bawah

"Bawah? Bawah mana?" Bathin Ina

Gadis itu segera mengganti bajunya dengan gamis biru dan menyambar kerudung instannya. Saat membuka kamar terdengar suara orang bercakap-cakap dari arah ruang tamu

Ina tertegun di anak tangga saat melihat Lean dan Leo sedang berbincang-bincang dengan tuan Erik, Ardhi dan Aya. Terlihat juga Ray, Ian dan Endra duduk di sofa seberang. Ada apa?

"Sayang.. sini Na." Panggil Aya

Ina berjalan perlahan ke arah ruang tamu dengan pandangan bingung. Sesaat Ina sempat terpesona melihat Lean yang terlihat gagah malam ini. Gadis itu langsung menundukkan pandangannya menghindari tatapan Lean

Ina duduk di sebelah Aya yang langsung menggenggam tangannya

"Ng..ada apa ya bunda? Ayah? Opa?"

Ardhi menghela nafas panjang. Tatapannya lurus ke arah Lean

"Leandre, kriteria saya untuk calon suami Ina tidaklah muluk-muluk. Asalkan pemuda itu hanif, bisa menjadi imam keluarga, bertanggung jawab dan sayang pada Ina."

"Wait..what??" Ina membathin. Matanya membola menatap Lean dan Leo. Lean tersenyum menatap Ina

"Saya tidak bisa mempromosikan diri saya dengan kata-kata pak, saya hanya bisa menunjukkan dengan perbuatan. Kedatangan saya kemari karena saya serius dengan Ina."

Leo menatap Lean bangga

"Dhi, aku jamin Lean tidak pernah berada di jalur hitam seperti halnya aku dulu. Semenjak kejadian di villa dulu, aku pun sudah berhenti dari dunia hitamku. Nafkah yang kuberi untuk mengurus dan membesarkan Leandre adalah dari pekerjaan yang halal. Kini iapun merintis usaha cafe dan sedang belajar untuk menerima kembali identitasnya sebagai seorang Knight."

Tuan Erik tertawa sambil menepuk Ardhi

"Papa jadi teringat dengan seorang pemuda yang dulu melamar Aya."

"Papa.." wajah Aya terlihat merona

"Eh tapi bunda dilamar ayah kan sudah lulus sekolah, sedangkan Ina masih sekolah.." Kata Ina sambil menatap Aya

"Pembicaraan malam ini hanya perkenalan dan pemberitahuan non formal saja. Setelah Ina lulus kami akan datang lagi secara formal untuk melamar Ina. Leandre juga harus memantaskan diri dulu untuk bisa jadi bagian dari keluarga Al Farobi bukan?" Kata Leo tersenyum

Tuan Erik mengangguk "Kemajuan Leandre untuk ilmu bisnis dan mengenal seluk beluk perusahaan Knight sudah sangat berkembang. Sekitar tiga bulan lagi kita bisa langsung terjun ke lapangan."

"Jadi.. bagaimana Dhi?" Lanjut tuan Erik lagi

Ardhi terdiam sesaat sambil menatap Lean "Leandre, saya mau kamu selama 4 hari dalam seminggu bekerja bersama saya di perusahaan. Dari situ mungkin sedikit banyak saya bisa mengenalmu lebih dalam. Kau keberatan?"

Lean menggeleng

"Saya bersedia. Saya akan datang mulai senin kalau diijinkan karena saya harus mendelegasikan beberapa tugas untuk kelompok Phoenix dan Cafe saya."

"Baik. In syaa Allah senin kita ketemu lagi di perusahaan."

Tuan Erik tersenyum sambil menepuk bahu Ardhi tanda setuju dengan tindakan pria itu. Leo yang melihat itu semua ikut tersenyum

"Aku sudah bilang dari dulu, kau memang pilihan terbaik tuan Frederick."

"Heii..para pria melupakan perasaan anakku. Seharusnya kalian bertanya dulu pada yang bersangkutan." Kata Aya. Wanita itu memandang lembut kearah Ina

"Bagaimana menurut Ina?"

Ina memandang Aya lalu memandang semuanya. Pandangan terakhir jatuh ke arah Lean. Pemuda itu tersenyum lembut ke arah Ina. Ina merasa pipinya memanas. Gadis itu hanya tertunduk sambil mengulum senyumnya

"Gadis kalau setuju akan terdiam sambil senyum-senyum sendiri." Kata tuan Erik yang disambut tawa orang-orang di ruang tamu

Lean menyodorkan sebuah kotak yang ternyata didalamnya adalah kalung peninggalan Indira, Ibunda Lean

"Nyonya Aya, saya titip ini untuk dipakaikan ke Ina."

"Kenapa bukan kau yang memakaikannya Boy?" Tanya Leo

Lean tak menjawab, pemuda itu hanya memandang Ardhi yang menatap tajam dirinya

"Mereka belum halal, tidak baik banyak melakukan kontak fisik." Kata Ardhi

Aya langsung berdehem sambil menatap Ardhi. Ardhi langsung salah tingkah dibuatnya

"Maklum princess satu-satunya. Ayahnya galak.." kata Aya pada Lean

Mereka semua tertawa mendengar penuturan Aya

***

"Na.."

Ina menoleh, saudara-saudaranya pun ikut menoleh. Lean jadi salah tingkah

"Ya bang?"

"Boleh bicara sebentar?"

"Boleh.."

Lean menatap saudara-saudara Ina yang tak kunjung beranjak dari kursinya. Ina menyadari pandangan Lean. Gadis itu tersenyum

"Yuk ke taman samping." Ajak Ina

Keduanya berdiri menuju taman samping. Ina membalikkan badan sebentar saat melihat Ian mengikutinya. Mata gadis itu melotot. Ian mengangkat tangannya

"Disuruh bang Ray.." pemuda itu berbisik

Ina menghela nafas "Apaan sih, kelihatan juga dari sini. Lagian kami mau ngapain emangnya?"

"Ya..jangan lama-lama ngobrolnya." Kata Ray. Pemuda itu mengacungkan kode ke arah Lean 'aku mengawasimu'. Lean hanya tertawa melihat Ray

Ina dan Lean duduk di bangku taman samping. Bunga-bunga mawar milik Aya tumbuh subur berjajar rapi di sana

"Na..abang mau pamit."

Ina menoleh ke arah Lean "Mau pulang?"

Lean menggeleng

"Tadi tuan Erik bilang sekitar tiga bulan lagi akan terjun ke lapangan. Maksudnya, abang akan pergi ke Prancis untuk pergi ke Knight Coorporation.."

"Prancis...jauhnya bang.." Ina berbisik

Lean menatap Ina lembut

"Karena itu abang datang malam ini untuk mengutarakan niat baik abang. Ina mau kan nunggu abang pulang?" Tanya Lean

Ina menunduk menyembunyikan rona wajahnya "Memangnya Ina harus ngapain? Nunggu di balkon tiap hari gitu menanti kedatangan bang Lean?"

Lean tertawa "Maksudnya, jangan dekat-dekat laki-laki lain. Jangan main dengan laki-laki lain."

"Kok gitu? Kan bang Lean tadi cuma datang mengutarakan niat abang. Belum melamar, ayah juga belum bilang oke."

Lean gemas mendengar kata-kata Ina. Ina terkikik, merasa berhasil mengerjai Lean. Gadis itu menepuk bahu Lean

"Justru yang harus ditanyakan itu abang. Gadis-gadis Prancis cantik-cantik lho. Yakin nggak kepincut? Orang sama kal Mariska aja.."

"Na...kamu masih meragukan abang?" Tanya Lean

Ina tersenyum sembari menggeleng

"Iya, Ina tunggu kedatangan abang melamar resmi ke ayah."

Setelah mengucapkan itu, wajah Ina terasa panas. Gadis itu menunduk sambil menggigit bibir bawahnya

"Satu lagi.. jangan berwajah begitu di depan laki-laki lain. Hanya boleh ke abang aja." Kata Lean

Ina mendongak

"Wajah yang mana?"

"Wajah malu-malu sambil menggigit bibir bawahmu. Bikin gemes pengen nerkam.." Kata Lean sambil menatap Ina.

"Ih abang! Nggak boleh begitu!" Kata Ina galak

Lean tertawa

"Nah,kalau galak begini boleh ke orang lain tapi nggak boleh ke abang."

Ina menepuk jidatnya. Belum apa-apa tapi sudah ada persyaratan-persyaratan aja

"Kak Ina, di suruh masuk sama bang Ray..Adaaoo, sakit bang!" Endra misuh-misuh saat kepalanya dijitak keras oleh Ian

"Ada lagi yang mau diomongin?" Tanya Ina

Lean menggeleng

"Ayo masuk. Bisa-bisa abang diserang bodyguard-bodyguard mu itu." Kata Lean sambil menatap tiga saudara Ina yang terus melihat ke arah mereka

Ina tertawa

"Yuk masuk bang.."

Keduanya segera masuk kembali bergabung dengan saudara-saudara Ina di dalam

Maaf ya lama update nya karena ada sesuatu dan lain hal 😁😁

1
Qnoy
Luar biasa
Slamet Hariono
👌👌
reni fitriana
BAGUSS
Feli Sa
keren bangettt ceritanya🤩
Maliqa Effendy
Ina belum tahu aja dulu ayahnya ga tegas sm perempuan..walau bucin sm bundanya..
Maliqa Effendy
kok ga bisa di klik ya LOVE STORY..sequel dari novel ini..pdhl ngetiknya udah bener plus penulisnya..
ga seru klo ga baca novel sebelumnya..
Maliqa Effendy: udah bisa...tp klik di profilnya...
do pencarian ga bisa
total 2 replies
Siti Mariam Shafiee
Z
Michie
Keren karya bermutu
Meera
Luar biasa
Wardatus Syifak
tetap semangat kakak
cerita ini sebenarnya sangat bagus
ayo bantu ramaikan
Qnoy: Terima kasih banyak kakak
Boleh silahkan share di grup-grup WA siapa tahu ada yang mau baca juga ❤️🌹
total 1 replies
Wardatus Syifak
oalahhh
sedih tapi Yo pingin ketawa
Wardatus Syifak
jadi Ray Kakaknya Ina...
mati aku 🤣🤣🤣
auliasiamatir
semakin kagum sama author, yang bisa bikin cerita menarik kek gini.
auliasiamatir
aku belum baca yang ini, tapi dah baca bagian Reyhan dan zelinda...

ternyata kisahnya sambung menyambung...


aku jadi fans mu sekarang Thor...

cerita mu keren keren...
Sity Naibaho
ceritanya sudah pernah aku baca, ini yang kedua kalinya. mantap thor
Qnoy: Terima kasih banyak kakak ❤️
total 1 replies
Iryanti Ir Iryanti
👍👍👍👍👍😘
Qnoy: ❤️❤️❤️
total 1 replies
Fauza Maya Yuana
lebih suka cerita ini dr pd" love story " yg alurnya lempeng bgt..gk ad greget²ny
Qnoy: Betul kakak ❤️
In syaa Allah kedepannya akan lebih di perbaiki lagi ☺️🤗
total 4 replies
Meera
Keren ceritanya. Sudah baca novel-, novelnya dan bagus semua 👍
Qnoy: Hiyaaa hiyaaaa ❤️
Terima kasih banyak kakak ❤️
total 1 replies
Meera
Ooh Felix anaknya Harry dan Cat ya
Qnoy: Betul kak ❤️
total 1 replies
Meera
Emang enak dower 🤭🤭
Qnoy: Ahahaha kasihan Mariska
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!