NovelToon NovelToon
Terjebak di Era Wartel

Terjebak di Era Wartel

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi / TimeTravel / Contest
Popularitas:194.4k
Nilai: 5
Nama Author: Pratiwi Devyara

DARI IPHONE, MENDADAK JADI NOKIA JADUL? OMAIGAD, ADA APA DENGAN JAMAN INI?

Mario, Brian, dan Cavin. Tiga remaja milenial pemuja teknologi, Game Online, Gadget, sekaligus penyembah sekte Google tiba-tiba masuk ke sebuah portal.

Yang membawa mereka akhirnya kembali ke tahun 2001, tahun dimana bahkan mereka pun belum lahir. Mereka yang sudah SMA tiba-tiba menjadi anak SMP ditahun tersebut.

Mereka terpaksa hidup dengan teknologi yang masih terbatas. Menggunakan Handphone dan perangkat yang belum mengusung Android serta IOS seperti sekarang ini.

Namun disanalah sebuah rahasia akhirnya terungkap. Ditahun tersebut, mereka mengetahui banyak hal tentang mengapa Mario seperti dibenci oleh kakaknya.

Mengapa orang tua Brian bercerai dan mengapa ibu Cavin tidak pernah memberitahu siapa ayah kandungnya. Di tahun tersebut pun, mereka terlibat cinta segitiga pada seorang gadis bernama Ratna.

Kisah ini penuh dengan nostalgia masa-masa akhir era 90 an.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pratiwi Devyara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Civil War

Mario, Brian, dan Cavin tengah berjalan-jalan bertiga di sekitaran pasar Ubud. Mereka bermaksud mencari oleh-oleh untuk orang dirumah.

Tanpa sengaja mereka berpapasan dengan F4 yang memang sejak perjalanan ini, tak begitu terlihat. Pasalnya geng bunga-bungaan itu selalu memilih penginapan yang lebih mahal dan tak mau terlalu dekat dengan siswa lainnya.

Mereka menganggap diri mereka lebih tinggi derajatnya ketimbang siswa yang lain. Mereka kini melangkah sambil dikerubuti para cewek yang sangat kecentilan. Salah satu pentolannya yakni Martin sempat melirik ke arah Mario, Brian, dan juga Cavin.

"He, bocil bau kencur aja sok-sok an beda kasta sama orang lain. Gue kepret juga lo." gerutu Brian.

"Ngomong apa lo?"

Tiba-tiba Christopher nyolot pada Brian, ia bermaksud membela junjungannya.

"Lo sama geng lo ini, banyak gaya tau nggak." Brian ikutan nyolot.

Tiba-tiba Martin maju kedepan, ia menyuruh Christ mundur dan mengayunkan kepalan tangan ke wajah Brian. Namun dengan sigap, Mario menahan laju tangannya.

Melihat Mario yang melindungi temannya, Martin jadi makin naik pitam. Keduanya pun terlibat perkelahian, begitu pula dengan teman-teman mereka. Sampai akhirnya mereka dipisahkan oleh warga.

Mario berakhir dengan bibir biru lebam, namun Martin dan teman-temannya pun tak kalah parahnya. Karena Mario, Brian, dan Cavin juga sering terlibat tawuran di jaman mereka. Bukan hal sulit untuk menumbangkan bocah tengik seperti Martin dan geng bebungaannya itu.

Mario, Brian, dan Cavin kembali ke penginapan. Namun mereka buru-buru masuk ke kamar masing-masing, agar tak ketahuan guru.

"Tok, tok, tok, tok." terdengar suara ketukan pintu, Mario pun lalu membukanya.

"Ad?"

Ternyata Adril yang datang, ia membawa antiseptik dan juga air dingin.

"Koq lo kesini?" tanya Mario heran.

"Brian sama Cavin, udah ditangani Heru sama Ratna.

"Ratna sama Cavin?" Mario mencoba menebak.

Adril mengangguk, detik berikutnya Mario tampak duduk pada sebuah kursi. Sementara Adril duduk dihadapannya dengan jarak yang cukup dekat. Adril mengobati luka di pelipis Mario, serta mengompres lebam di sudut bibirnya dengan air dingin.

"Aw, sakit Ad. Perih banget sumpah."

"Tahan dulu, ntar infeksi." ujar Adril.

"Aduh, sshh, Aw."

"Braaak."

Terdengar suara pintu yang dibuka dengan penuh kemarahan.

"Mike?"

Mario terkejut begitupula dengan Adril, Michael lalu mendekat dengan wajah penuh kemarahan. Cukup lama ia menatap keadaan Mario yang penuh memar, tak lama kemudian ia pun berlalu.

***

Hari itu, Deddy beserta orang tua lintas jaman Brian dan juga Cavin hadir ke sekolah. Sudah 3 hari berlalu pasca kekacauan yang terjadi di destinasi terakhir study tour.

Ketika Michael mendapati Mario yang terluka.?, sesaat kemudian ia pun pergi dan mencari keberadaan Martin. Ia menghajar habis-habisan anak itu, hingga Martin harus dilarikan kerumah sakit.

Martin lalu dibawa oleh orang tuanya untuk kembali ke Jakarta, sementara study tour diakhiri secara mendadak. Para siswa dan guru akhirnya pulang lebih awal.

Orang tua Martin yang kaya raya tak terima anaknya mendapat perlakuan seperti itu. Ia didukung oleh orang tua F4 lainnya untuk sama-sama menuntut keadilan.

Sementara kini Michael harus menjadi tersangka utama, ia datang didampingi ayah dan ibunya. Adril dan Heru pun turut menjadi saksi.

"Saya akan laporkan kamu ke polisi karena sudah membuat anak saya menjadi sedemikian rupa." ujar orang tua Martin penuh dengan kemarahan, sementara Michael hanya tersenyum menyeringai.

Kedua orang tuanya juga punya power yang besar, meskipun belum tentu orang tuanya mau membela dirinya. Lantaran kedua orang tua Michael terkenal sangat disiplin terhadap anak-anak mereka.

Tapi soal harta dan status sosial, keluarga Martin tak bisa menghina keluarga Michael karena derajat mereka sama.

Adril dan Heru turut menjelaskan apa yang terjadi, meski mereka tak melihat secara langsung. Namun mereka adalah saksi yang membenarkan, jika diantara kedua kelompok itu memang tidak akur sejak awal.

Ada pula beberapa siswa lain, yang melihat jika kelompok Mario dan kelompok Martin sebelumnya terlibat perkelahian. Beberapa siswa ini pun turut memberikan keterangan sebagai saksi.

Adril sendiri juga membenarkan jika Michael marah, saat melihat keadaan Mario yang penuh luka. Namun Mario tak ada menyuruh Michael untuk membalaskan dendamnya pada Martin. Adril berani bersumpah jika Mario tidak meminta bantuan pada kakaknya itu. Semuanya adalah inisiatif dan refleksi dari kemarahan Michael sendiri.

Ketika ditanya, Michael lebih banyak menatap sinis ke arah Martin yang juga hadir dengan wajah penuh perban. Ia mengatakan jika ia tidak suka pada anak manja yang sok hebat dan juga sok jagoan terhadap orang lain.

Pihak sekolah memberikan skors pada Michael, Mario, Brian, dan juga Cavin. Tetapi tidak untuk Martin dan teman-temannya. Pihak sekolah agaknya memberi keputusan yang tidak adil, mengingat orang tua F4 lebih banyak memberikan sumbangan kepada sekolah.

Sebelum sidang dibubarkan, Mario sempat memberikan ancaman pada orang tua Martin. Jika mereka berani melaporkan Michael ke polisi, maka ia dan teman-temannya juga tak akan segan untuk lapor balik.

Orang tua Martin pun agaknya kembali berfikir, karena mereka adalah orang yang sangat-sangat menjaga image keluarga. Mereka selalu mengatakan jika anak mereka baik dan berprestasi.

Mereka juga takut jika Martin akhirnya terbukti bersalah, dan harus berpindah dari posisi korban menjadi tersangka. Karena Martin juga melakukan pemukulan terhadap Mario dan teman-temannya sebelum dibalas oleh Michael.

"Dad, maafin Mario dad. Mario nggak bermaksud cari masalah, dia duluan yang mulai."

Deddy berjalan membelakangi Mario, langkahnya tak begitu cepat. Namun menurut perkiraan Mario, Deddy kecewa dengan sikap Mario yang sengaja mencari masalah.

"Dad, Mario nyesel udah bikin masalah kayak gini."

Mario menunduk, Deddy pun menoleh. Namun di luar dugaan Deddy malah tersenyum. Mario sendiri pun sempat mengangkat wajah dan memperhatikan ayah lintas jamannya tersebut.

"Daddy nggak marah?" tanya Mario masih dengan perasaan yang takut-takut.

"Lain kali, buat dia sampe minta maaf sama kamu."

"Maksudnya Mario gebukin dia sampe minta ampun gitu?"

"Ya, bisa jadi begitu."

Deddy berbalik dan kembali berjalan.

"Dad, jadi daddy nggak marah sama Mario?"

"Nggak." jawab Deddy sambil terus melangkah dan menatap kedepan.

"Serius, dad?"

Kali ini Deddy menghentikan langkahnya dan menoleh pada Mario.

"Iya." ujarnya kemudian.

"Kenapa nggak marah aja?. Mario kan belum pernah dimarahin orang tua."

Deddy hanya tertawa lalu berbalik dan melanjutkan langkahnya.

"Serius dad?. Kalau marah ya, marah aja. Mario terima koq, lagian Mario mau tau gimana rasanya dimarahin orang tua. Biar Mario bisa minta-minta maaf, kayak anak-anak pada umumnya gitu."

Deddy makin tertawa dan terus melangkah tanpa menjawab celotehan Mario.

1
mamah wangda
bagus bgt
shesil
idenya selalu out of the box.
please kak Devy..diupdate semua novelnya.
keren² semua soalnya
Anti
ternyata cerita ini ku baca saat tahun 2021 atau 2022 ya, gk terasa banget dan aku masih nunggu lanjutan cerita ini, ayolah autor lanjutin kurang setia apa lagi aku dari nunggu capter 1 hingga capter sekarang dan d ghosting gitu aja
Defairalynn
mario adalah ak
nurhayati Faizan20
selalu keren baca karya author satu ini, lanjutin dong thor novel bagus gini sayang banget klo berhenti, semangat dan sehat terus buat authornya
Antonia Beti
episode terngakak 🤣🤣 bayangin semisal novel author dibuat film pasti lucu abis 😂😂😂
Antonia Beti
baru ngeh, daddy yg dijabar kan author rupanya dedy cobuzier ya thor 🤣🤣🤣
THE END.MD
berasa balik lagi ke masa lalu karna aku angkatan 90 da itu lumayan keras ya
dindaJS
kaaakkkk update dong :( kakak dah sehat blm?
dindaJS
kpn updatenya lg kk please
dindaJS
Up lagi kak.. Please..
Reina Sahbila
Ceritanya benar2 menarik dan sangat berbeda dari yang lain membuat orang selalu penasaran dengan kelanjutannya
Ayu efri yanti
kami menunggu, jan gosting kami para pembaca ini kak
Ayu efri yanti
di lanjut kak
Ayu efri yanti
banyak pembelajaran yg di dapat, baca sekalian brlajar
Ayu efri yanti
yuhuuu..nih cerita tentang anak smp sma banget.. seruuu mantep pokoknya
Ayu efri yanti
tetap semngat kak, baguss woyy ampe kadang sakit perut gara2 nahan tawa
dindaJS
mana lanjutannya kak ? msh ditunggu kak
Afi na
next thor, fighting
Bunda Sumuk
Ayo thor semangat terus, crazy up nya berebetkeun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!