Seorang Pengusaha Muda Ternama, Bendefidh Reginaldo Wilson. Pria yang dikenal sukses meraih karir di usia muda, memiliki kepribadian tertutup.
Sikapnya yang dingin, arogan, dan terkesan sangatlah cuek itu tak membuat banyak gadis menyerah mendekatinya.
Namun saat menemukan wanita yang berbeda, Dennastasya Yura adalah gadis bagaikan magnet untuk Bende yang terus menariknya untuk masuk dalam kehidupan Denna.
Yuk mampir dan mari simak ceritanya, perjalanan kedua manusia yang menemukan cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tasyaaerm05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Matahari telah bersinar melewati celah-celah goren kediaman Bende, menyilaui pemilik mata yang masih tertidur nyaman itu
Saat bangun Bende tampak celingak-celinguk mencari keberadaan Denna, karena biasanya gadisnya itu selalu membangunkannya. Ia berjalan menyusuri sudut kediamannya dengan perasaan sedikit cemas karena sedari tadi dia tak menemukan gadisnya.
"Mang Ujang! apa Denna ada di taman?" tanyanya pada tukang kebun di kediamannya
"Tidak ada Tuan Muda, saya belum melihat Nona Denna pagi ini" jawab Mang Ujang
Bende langsung meninggalkan halaman itu dan mulai memanggil semua anak buahnya. Satu per-satu dia tanyakan, namun tidak ada yang mengetahui keberadaan Denna.
"Cari gadisku!!" perintahnya dengan tatapan dingin, ia bahkan memukul Satpam penjaga gerbang depan karena ia tidak melihat Denna keluar
Bende terus mencari dengan perasaan gusar, namun tetap saja nihil ia tak menemukan Denna dimanapun. Saat ia memasuki kamar Denna, ia di kejutkan dengan pemandangan yang kosong, ia mengecek semua lemari pakaian Denna, kosong tak tersisa tanpa sehelai benangpun.
"Arghhhh!!" frustasinya ketika ia menyadari bahwa Denna lagi-lagi meninggalkannya
"Kenapa kau selalu ingin pergi Denna, brakkk" ia membanting Benda yang ada di kamar itu.
Dengan langkah cepat Dava datang menghampiri Bende, ia menahan Bende agar menahan emosinya
"Tuan Muda tenanglah!" ucap Dava sedikit menaikkan suaranya
Bende memberontak sehingga ia terlepas dari pertahanan Dava, ia memukul Dava hingga pria itu lemas tak berdaya.
"Saat seperti ini kau menyuruhku tenang? dimana otakmu hah!!" Bende sangat frustasi dengan kepergian Denna
"Tuan Muda, kita bisa mencarinya saya mohon anda tenangkan diri anda" ucap Dava yang tetap menegakkan tubuhnya meskipun sudah di hajar habis-habisan
Dengan amarah yang meledak-ledak Bende menuruni tangga dan mengumpulkan semua anak buahnya. Tidak ada yang berani menatap tatapan buas Tuan Muda dengan tatapan mematikan itu.
"Cari gadisku ke seluruh kota!! cek seluruh CCTV jalan raya, jadwal penerbangan udara juga kapal! jika menemukan informasi tentang gadisku segera hubungi aku apa kalian mengerti hah!!"
"Mengerti Tuan Muda" semua anak buah Bende menyebar mencari Denna, namun tak ada satupun dari mereka yang menemukan jejak Denna.
Pencarian tentang keberadaan Denna terus dilakukan hingga sampai ke pelosok-pelosok setiap Daerah, namun tak membuahkan hasil
Bende pun sudah mencari Denna ke kediaman orang tuanya namun ia tak menemukan jejak Denna disana.
.
Di kota Surabaya, Denna bekerja sebagai karyawan di sebuah Restoran yang cukup besar. Ia menutup rapat identitasnya agar anak buah Bende tidak dapat menemukannya. Ia mengganti namanya dengan nama Tasya yang di ambil dari namanya sendiri Dennastasya.
"Tasya, kirimkan makanan ini ke meja 12 ya" ucap seorang juru masak disitu
"Baik mbak" jawabnya
Dua bulan berlalu, ia menikmati pekerjaan barunya sebagai seorang karyawan. Meskipun di hati kecilnya ia sangat merindukan Restoran yang pernah dihadiahkan Bende untuknya, Mari Singgah. Saat mengenang semua kenangan disana, tak terasa Denna meneteskan air matanya.
"Tasya, ada apa denganmu?" tanya Ricki, teman baiknya di resto itu. Yang selalu membantunya saat ia kesulitan dalam mempelajari sesuatu yang baru
"Ah, tidak Rick" jawabnya gelagapan
Sejujurnya Ricki menyukai Denna, karena gadis itu sangatlah baik, pengertian, juga lemah lembut. Namun Ricki masih menunggu waktu yang tepat untuk dia mengungkapkan perasaannya.
"Rick, apa aku boleh nebeng pulang nanti?" tanya Tasya pada Ricki dengan sedikit tidak enakan
"Yaampun Tas, kau mau pulang-pergi bersamaku pun tak masalah lagian jarak rumahku ke kost mu searah kan" Ricki merasa bahagia dengan permintaan Tasya dan itu membuatnya tak sabaran menunggu waktu pulang.