NovelToon NovelToon
Always Remember

Always Remember

Status: tamat
Genre:Komedi / Showbiz / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: yu aotian

Hidup Mayu Ichihara benar-benar sial setelah ditipu kekasihnya. Keluar dari tempat kerjanya, diusir dari rumah kontrakan, bahkan seluruh uang tabungannya dihabiskan kekasihnya untuk membayar utang judi. Dia benar-benar tak tahu harus berbuat apa.

Berkhayal akan bertemu pangeran tampan berkuda putih yang akan menyelamatkannya dari kesengsaraan, yang ada dia malah terperangkap dalam kelompok penipu kelas kakap yang tengah mengincar sebuah batu mulia bernilai fantastis. Benda berharga tersebut, dimiliki oleh seorang penyanyi pop bernama Chiba Yamada. Berbagai skenario pun mereka susun demi mendekati penyanyi pop itu.

Ikuti kisah Mayu dan kelompok penipu handal dalam melakukan aksi penipuan terhadap sang Idola terkenal di Jepang.

Warning! Banyak adegan ciuman dan dewasa. Novel ini setting luar negeri, jadi kalau mau baca pikirannya juga harus ke luar negeri, ya 😊

SPIN OFF NOVEL DON'T FORGET (CHIBA YAMADA'S STORY)

Genre: Romantis Adult, Scamming, action

Alur: maju

setting: Japan


Catatan Penulis ✍️



Tidak menjanjikan novel bagus, baca aja dan nilai sendiri. Memilih bacaan adalah soal selera, kuharap karya-karyaku bagian dari seleramu.

Baca juga bukuku yang lainnya di sini:

Don't Say Goodbye: kisah cinta cowok berandalan pemain biola 🔚

Don't Forget: kisah pembalasan dendam ketua Yakuza terhadap seorang wanita 🔚

Gomen, Aishiteru: kisah pencuri misterius yang mencintai adik polisi. 🔚

©AotianYu, 2021

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yu aotian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 29 : Kediaman Tuan Yamada

Usai sarapan bersama, Mayu bergegas pergi menuju toilet. Seperti biasa, dia menjadikan toilet sebagai tempat berkomunikasi dengan Rai lewat telepon.

"Moshi-moshi."

"Rai, ada kabar baik. Aku akan diajak makan malam di rumah ayahnya malam nanti," ucap Mayu dengan suara berbisik.

"Sungguh?"

"Iya. Tapi, apa yang harus aku lakukan di sana? Aku tidak mungkin menggeledah seisi ruangan, kan? Rumah sebesar itu pasti sangat dijaga ketat."

"Tetap bertindak seperti biasa. Mintalah pada pria itu untuk mengajakmu mengelilingi rumahnya. Kau harus bisa mendeteksi ruangan-ruangan rahasia tempat mereka menyimpan barang berharga. Menurutku, hanya ada dua kemungkinan berlian itu diletakkan. Bisa saja berada di kamar Chiba sendiri, atau mungkin ... di ruang atau kamar pribadi mendiang Reiko Ougura," ucap Rai sambil memicingkan mata.

"Mendiang Reiko Ougura?"

"Iya, dia ibu tiri Chiba Yamada, sang pemilik Red Diamond sebenarnya."

"Baiklah. Entah kenapa membicarakan ini membuatku gugup. Bahkan lututku gemetar," keluh Mayu sambil melihat sepasang lututnya yang bergetar.

"Jangan takut! Ingat, semakin cepat kau menyelesaikan tugasmu, maka kau akan cepat kembali. Oh, iya, apa kau tidak bisa keluar dari apartemen itu besok?" tanya Rai seraya menatap wajah tampannya di cermin besar.

"Besok?" Mayu tampak berpikir. Pasalnya, selama berada di apartemen Chiba, ia tak pernah keluar kecuali bersama pria itu.

"Iya. Minta izinlah pada pria itu untuk keluar. Aku akan mengajakmu berkencan."

"Hah? Berkencan? Kau akan mengajakku berkencan?" Mayu menutup mulutnya karena menyadari suaranya cukup besar.

"Iya. Kita tidak mungkin menunda sampai berlian itu benar-benar di tangan kita, kan?"

Mayu menunjukkan ekspresi senang yang tak tertahankan. "Iya benar. Aku merindukan jajanan di Ameya Yokocho."

"Kita akan pergi ke sana besok. Jaga dirimu baik-baik." Rai menutup panggilan telepon. Ia tersenyum tipis, seraya mengangkat sebelah alisnya. "Dasar baka!" umpatnya sambil menatap ponselnya yang menampilkan nomor kontak Mayu.

Mayu keluar dari toilet dengan wajah yang bersemu. Dari jauh, ia melihat Chiba sedang memainkan gitar akustiknya seraya bernyanyi. Suara merdu itu seolah memaksa Mayu untuk mendekat. Ia menyandarkan kepalanya di dinding sambil menghayati lirik dan nada yang dilantunkan pria itu.

So they say that time

Takes away the pain but I'm still the same

And they say that I

Will find another you that can't be true

Why didn't I realize?

Why did I tell lies?

Yeah I wish that I could do it again

Turnin' back the time, back when you were mine (all mine)

"Sepertinya ini lagu yang dia ciptakan khusus wanita itu," gumam Mayu sambil tetap terus menatap Chiba yang tengah bernyanyi.

"Ya, begitulah. Lagu itu dia ciptakan setelah Mega konsernya selesai diselenggarakan. Tidak terasa, sudah tiga tahun dia tidak pernah menulis lagu lagi," ucap seorang pria menyambung perkataannya.

Mayu tersentak mendengar suara lelaki dan segera menoleh ke belakang. Ternyata itu adalah suara manajer Thao.

"Sejak kapan Anda di sini?" tanya Mayu kaget.

"Sejak sepuluh menit yang lalu. Aku malah tidak melihat Nona dari tadi," jawab manajer Thao sambil tersenyum.

Mayu terdiam. Tentu saja ia tak tahu kehadiran manajer Thao karena sedari tadi dia berada di toilet dan sedang berbicara dengan Rai.

"Omong-omong, kau mengatakan Yamada-kun tidak pernah menulis lagu lagi. Kenapa begitu?" tanya Mayu penasaran.

"Enam tahun yang lalu adalah tahun produktifnya dalam menulis lagu. Kebanyakan lagu-lagunya mewakili perasaan orang yang sedang patah hati. Setelah itu, dia berhenti menulis lagu dan hanya memilih membeli lagu dari komposer. Entah apa alasannya, aku juga tidak tahu. Dia seperti kehilangan percaya diri untuk mengadakan konser besar lagi," jelas manajer Thao yang ikut memandang Chiba sambil mengelus dagu.

"Oh, begitu ya."

"Ichihara-san, aku pulang dulu." Manajer Thao pamit seraya menunduk sopan.

Mayu kembali menoleh ke arah Chiba yang masih bernyanyi sambil memetik senar gitar. Di saat suara merdu itu terus mengalir di pendengarannya, Mayu malah mengingat hal-hal yang telah pria itu lakukan padanya. Saat pria itu menggendongnya, mengulurkan tangan lalu menggenggamnya dengan lembut, mengelus rambutnya, bahkan mencium bibirnya.

"Kenapa tiba-tiba kepalaku diisi oleh wajahnya?" gumam Mayu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.

Mungkin perasaanku ini hanya sebuah kekaguman semata. Ya, kekaguman sebagai seorang penggemar yang mengagumi idolanya.

Mayu mencoba meyakinkan dirinya jika ia hanya sekadar mengagumi pria itu. Terbesit kembali ucapan Rai yang mengatakan jika Chiba butuh memulihkan reputasinya menjelang perilisan album terbaru. Sebab itu, Mayu menganggap Chiba menahannya tinggal di apartemen hanya untuk meredam gosip buruk yang beredar, dan tentu saja demi kepentingan karirnya.

Mana mungkin bintang besar seperti dia bisa benar-benar menjalin hubungan dengan orang biasa sepertiku? Bahkan okaasan tak percaya wanita yang diwawancarai bersama Yamada-kun adalah aku.

Chiba menyudahi lagu dan petikan gitarnya. Matanya tertuju pada sepasang kaki yang memakai sendal rumahan bermotif kucing. Ia meluruskan pandangan, untuk bertemu mata dengan Mayu yang berdiri di hadapannya.

"Apa ada yang ingin kau katakan?" tanya Chiba yang melihat ekspresi ragu-ragu di wajah Mayu.

"Ano (anu) ... a ... eto (itu) ...." Mayu menggaruk-garuk kepalanya. "Apa aku boleh izin keluar besok?"

Chiba memeluk gitar seraya mengerutkan keningnya. "Kau mau ke mana?"

Mayu berpikir cepat mencari alasan. "Temanku dari kampung datang ke Tokyo dan dia ingin bertemu denganku sekaligus memintaku menemaninya jalan-jalan," ucapnya sambil menyengir.

"Sokka (begitu, ya)." Chiba tampak berpikir.

"Aku akan kembali tepat waktu." Mayu membungkuk di hadapan pria itu seraya memejamkan matanya.

Kenapa aku tiba-tiba merasa bersalah karena membohonginya.

"Apa kau butuh mobil? Kau bisa mengendarai mobil, 'kan? Jika mau, aku akan memberimu mobil."

"Eh?" Mata Mayu membeliak seketika. "Tidak, tidak! Kau tidak perlu memberiku mobil. Lagi pula aku tidak memiliki SIM," tolak Mayu.

"Baiklah!" jawab Chiba singkat.

Baka ... kenapa aku langsung menolak pemberian pria itu. Tapi kalau aku tidak menolak, dia akan menilai aku wanita yang gila harta. Tampaknya Mayu menyesal telah menolak pemberian mobil dari Chiba.

"Arigatou gozaimasu." Mayu membungkuk kembali, dan langsung berbalik.

Chiba mengambil ponsel ketika Mayu tak lagi berada di hadapannya. Rupanya, dia tengah menghubungi manajer Thao.

"Thao-san, batalkan sewa gedung bioskop dan wahana permainan besok," ucap Chiba pelan.

"Eh? Bukannya kau akan mengajak Ichihara-san kencan di dua tempat itu?"

"Tidak jadi." Chiba langsung menutup telepon.

Tak terasa, senja telah tertelan oleh gelapnya malam. Chiba dan Mayu telah bersiap menuju kediaman Tuan Yamada. Malam ini, Mayu memakai dress putih pilihan Chiba, rambutnya diikat ke belakang dengan gaya simpel tanpa penambahan aksesoris. Sungguh terlihat dewasa dari biasanya.

Setibanya di kediaman Kennichi Yamada—ayah chiba—yang megah, mereka langsung disambut oleh tuan Yamada dan kekasihnya—Rinko Sekai. Chiba langsung memperkenalkan Mayu pada ayahnya.

"Papa, ini Ichihara Mayu, kekasihku. Kami telah memutuskan tinggal bersama," ucap Chiba memperkenalkan Mayu pada ayahnya.

"Hajimemashite, Tuan." Mayu membungkuk di hadapan ayah Chiba.

"Hajimemashite. Aku senang akhirnya Chiba memiliki kekasih, dia terlalu sibuk berkarir hingga lupa urusan asmara," ucap Tuan Yamada dengan ramah.

Mendapat sambutan hangat dari ayah Chiba, membuat Mayu tersenyum lebar. Ia menoleh ke arah Rinko yang menatapnya sinis. Ia teringat saat Yuta mengatakan wanita di samping tuan Yamada itu adalah ketua kelompok penipu saingan mereka yang juga mengincar Red Diamond.

Aku harus berpura-pura tidak tahu apa pun.

Mayu pun kembali membungkuk di hadapan Rinko Sekai. "Hajimemash—"

"Kawai! Aku tidak menyangka kekasih Yamada Chiba secantik ini," ucap Rinko yang langsung memeluk Mayu. Namun, detik berikutnya, wanita itu berbisik di telinga Mayu, "aku tahu kau adalah penipu yang menjadi bagian dari kelompok Matsui Rai. Kita lihat saja, siapa di antara kita yang akan mendapatkan kalung itu."

Mayu membulatkan matanya seraya menatap Rinko Sekai yang melempar senyum licik ke arahnya.

Tuan Yamada pun membawa mereka ke ruang makan. Di atas meja makan, telah tersedia aneka hidangan istimewa yang menggiurkan. Chiba dan Mayu duduk berdampingan, sementara Rinko duduk berhadapan dengan Mayu.

"Aku juga mengajak Ken ke sini, tapi sepertinya dia sibuk dan tidak datang. Tidurlah malam ini di sini! Aku telah meminta pelayan membersihkan kamarmu," pinta Tuan Yamada pada Chiba.

"Aku terserah kekasihku. Jika dia tidak keberatan maka aku—"

"Aku tidak keberatan," jawab Mayu spontan.

Tuan Yamada tersenyum. Tak lama kemudian, seorang pelayan datang membawakan anggur merah dan meletakkannya tepat di samping Mayu. Sialnya, tangan Mayu refleks menyentuh botol anggur yang telah terbuka, sehingga isinya tumpah dan sebagian mengenai bajunya. Sontak, ia pun kelabakan dan langsung berdiri.

"Gomennasai," ucapnya meminta maaf dengan raut panik sambil membungkuk akibat tindakan cerobohnya.

"Tidak apa-apa," ucap Chiba sambil mengambil sapu tangan dan memberinya pada Mayu.

Chiba langsung memanggil pelayan dan memintanya untuk membawa Mayu ke toilet agar bisa membersihkan bajunya yang bernoda. Mayu mengikuti pelayan berjalan menuju toilet. Matanya terus berkeliling menelisik bangunan mewah bak istana.

Bagaimana bisa aku mencari berlian di rumah sebesar ini? Yang ada aku bisa tersesat!

Saat berada di depan toilet, Mayu menahan pelayan yang juga akan ikut masuk. "Biar aku saja yang membersihkan bajuku. Tidak apa-apa."

"Baik, Nyonya. Tolong panggil saya jika Nyoya membutuhkan sesuatu," ucap pelayan sambil membungkuk sebelum pergi.

Mayu keluar dari toilet setelah membersihkan noda yang ada pada dress-nya. Saat hendak berjalan menuju meja makan, ia melihat beberapa pelayan baru saja keluar dari sebuah ruangan sambil membawa seprei kotor.

"Tuan Muda akan masuk ke kamarnya. Untung saja kita cepat membersihkan kamarnya," ujar salah satu pelayan kepada rekannya yang kemudian tak sengaja didengar oleh Mayu.

Jadi, itu adalah kamar Yamada-kun?

Dengan rasa penasaran yang tinggi, Mayu melangkah menuju kamar yang tak tertutup itu. Ia masuk dan terkejut melihat kamar yang begitu besar bahkan lebih luas dari kamar apartemen yang ditinggali Chiba.

"Sugoi! Kamarnya besar sekali, sepertinya jarang terpakai. Tapi, bukankah Yamada-kun sering menginap di sini?" Mayu berbicara sendiri seraya terus berjalan masuk.

Matanya tertuju pada sebuah lemari besar yang menempel di dinding.

Ia mencoba membuka lemari tersebut, untuk mengetahui apakah ada sebuah brankas di dalamnya. Namun, tiba-tiba seseorang memegang pergelangan tangannya dan langsung memuntir tangannya ke belakang.

"Aaggrhht!" jerit Mayu kesakitan. Ia merasakan tulang tangannya hendak patah.

"Kenapa ada orang yang lancang masuk ke kamarku?" ucap seorang pria bersuara berat nan menakutkan sambil terus memuntir tangan Mayu.

Mayu terperangah hebat. Tubuhnya gemetar seketika dan jantungnya seakan hendak lepas. Ia mencoba menoleh ke belakang, dan sesosok wajah asing dengan raut sangar memasuki retinanya. Pria itu memiliki sepasang mata yang tajam dan tegas di balik wajah tampannya. Sekilas, terlihat mirip Chiba, tapi dia bukanlah Chiba Yamada. Lalu, siapakah dia?

.

.

.

catatan penulis:

lirik lagu di atas, potongan lagu dari band terkenal di Jepang One Ok Rock berjudul heartache. silakan cek yutup.

1
Yos3Va
gak mandi sebulan... gimana rasanya itu🤭🤭
Yos3Va
sabun yg gak bakalan kebeli oleh kaum elit-ekonomisyulit🙈
Yos3Va
panggilan kesayangan Arata buat Mayu, Bibi Hantu 🤗🤗
Yos3Va
ternyata ini alasan sebenarnya... tiwas Mayu wis overthinking🤗
Yos3Va
iki meneh... soyo keweden iku Mayu🙈🙈
Yos3Va
wkwk... mlh dapat info yg bikin Mayu makin overthinking🙈🙈
Yos3Va
infonya makin menyesatkan Mayu yang lagi overthinking🙈🙈
Yos3Va
Mayu cari solusi dg sumber yg bikin kacau🙈🙈
Yos3Va
kok aku mlh pengen ngguyu ndelok polahe Mayu ya🤭🤭
Yos3Va
ciri khas-nya Kak Yu... alur maju mundur nyungsep🤭🤭🤭
Yos3Va
so sweet😍😍😍😍
Yos3Va
ini yg membedakan Hana dan Mayu... akhir bahagia untuk Chiba-Mayu🥰
Yos3Va
bahkan sorang superstar+anak konglomerat punya sisi kehidupan yg kelam sampai depresi... urip pancen mung wang sinawang
Yos3Va
ternyata oh ternyata
Yos3Va
owalah... padahal jawabanmu yg asal²an ini ditanggapi serius sama semua orang, termasuk Mayu🤭
Yos3Va
demi cinta, kumis pun kena eliminasi
Yos3Va
demi Nana kamu sampai rela menghilangkan sikat di atas bibirmu,, Manajer Thao 😁
Yos3Va
owalah Ken... jadi kakak kayak ember bocor🤣🤣🤣🤭
Yos3Va
itu karena masa kecil Ken kurang bahagia, jadi inner child-nya muncul klo ketemu Arata🤭🤭
Yos3Va
wooooah ternyata Manajer Thao beneran mantan Yakuza jg... kirain cuma buat menarik perhatian Nana🤗✌🏼
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!