Hidup dengan kekayaan yang luar biasa dan membuatnya menjadi pengusaha sukses Nomer satu di Negaranya serta beberapa Hotel terbesar di Negara lain yang dikelola adik keduanya. Namun siapa sangka jika Maharani telah menjalai kehidupan pahit serta masalalu yang menyakitkan.
Kejadian tak terduga membuat hidupnya kembali bahagia
" Aku sangat sangat mencintaimu Mira "
" Aku juga "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Agustiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29 : Perintah Mira 2
Seorang wanita cantik sedang duduk di depan rumahnya dengan menggendong tas ransel dipunggungnya. Tari tersenyum lebar saat melihat mobil Mira memasuki gerbang rumahnya
Tin tin
Bunyi klakson mobil milik Mira sudah berada di perkarangan rumah Tari. Dengan segera Tari masuk dan menyalami kedua calon Kakak iparnya.
" Maaf ya sayang udah menunggu lama. " ucap Mira dengan nada bersalah.
" Salahkan Kakak ipar mu yang membuat kami terlambat " dengusnya seraya menatap Shaka tajam.
Yang di tatap hanya menampilkan cengirannya.
" Tidak apa Kak. Tari baru saja duduk di depan " Ucap Tari kemudian tersenyum.
" Memang Kakak habis kemana ?" Tanya Tari saat mobil sudah keluar dari rumahnya
" Tadi beli soto di warung depan eh kakak iparmu bilang jika tempat makannya tidak bersih banyak lalat dan akhirnya kita muter-muter dan dapatnya yang ada diujung jalan buntu " terang Mira
Tari bingung mendengar Mira ingin memakan soto " bukannya Kakak tidak suka soto " ucap Tari
" Kemarin aku melihat Shila makan soto. Jadi aku ingin mencoba bagaimana rasanya " terang Mira
" Dan kakak mu ini menghabiskan dua mangkuk soto babad " bukan Mira yang melanjutkan tetapi suami tersayang yang ada disampingnya.
Tari terkekeh mendengar ucapan Shaka dan melihat ekspresi Mira yang manyun dan pipinya menggembung membuatnya sangat lucu.
Suasana sedikit hening hingga akhirnya Mira memulai pembicaraan
" Ini yang aku suka dari kamu Tari. Kamu selalu menurut apa yang kami ucapkan, tidak seperti mantan Fer yang dulu " ucap Mira sembari menoleh ke arah Tari.
Tari tersenyum manis ke arah Mira dan langsung memeluk Mira " Itu karena Tari sayang Kakak. Dan lagi Tari hanya punya Kakak " ucap Tari penuh sayang.
Tangan Mira bergerak mengusap kepala Tari " Kau adik ku dan selamanya kau adalah adikku ".
" Hey Tari apa kau tidak menganggapku " Tasya langsung muncul saat Tari hanya punya Mira.
Tari meringis bagaimana bisa Ia lupa jika dalam tubuh Kakak angkatnya ada sosok lain. Ia kemudian mencium pipi Tasya. " Apa yang kau fikirkan Kak. Tentu saja aku juga menyanyangimu. Sama seperti Kak Mira Kak Ara dan Fer. " Ucap Tari menenangkan Tasya.
" Aku juga menyayangimu Tari. Andai saja aku hidup di tubuh asli pasti aku akan merasakan pelukan asli mu " ucap Tasya
" Hey Anastasya Adijaya. Kau mau aku musnahkan. Ha? " Ucap Mira yang muncul
Tasya menyengir dan menggeleng " Maaf Ra. Ya sudah aku mau tidur lagi. Bye semua " Pamit Tasya dan langsung tertidur
Shaka yang sedang menyetir hanya tersenyum melihat apa yang baru saja terjadi.
Tak berapa lama mobil sampai didepan gerbang rumahnya. Pak Anto yang melihatnya langsung membukakan gerbang bercat gold setinggi 5 meter itu. Setelah terbuka sempurna Shaka menancap gas, masih ada 500 meter lagi untuk menuju pintu utama.
Saat sudah sampai dan turun dari mobil Mira menyernyit karena melihat Mobil yang sangat Ia kenali. Mira segera berlari meninggalkan Shaka dan Tari yang bengong dengan tingkah Mira. Mereka mengira jika ia merindukan Mommy nya
" Papaaa " Mira berteriak segera Ia berlari dan memeluk Rangga
" Anak tertua Papa " Ucap Tuan Rangga kemudian membalas pelukan Mira.
Shaka mendengar Mira memanggil Papa hanya terbengong. Sedangkan Tari segera memeluk Mommy Alika.
' Bagaimana bisa Tuan Rangga menjadi Papa Mira ' batin Shaka kebingungan
*
*
*
*
Di Negara S
Darren sedang mempersiapkan semuanya untuk melaksanakan permintaan Mira membuat Darren bingung ada apa dengan Atasannya itu.
Sampai di Kantor polisi terlihat Darren sedang berbicara dengan Inspektur Polisi. Tak lama Inspektur itu meninggalkan Darren sedangkan Darren hanya duduk menunggu. Dari dalam terlihatlah Nathan / Raka yang kurus dan tidak terawat. Kemudian Inspektur itu mengangguk hormat pada Darren dan pergi dari sana.
" Apa alasan mu membebaskan ku Tuan ?" Tanya Raka
Yah Mira meminta Darren membebaskan Nathan / Raka
" Itu karena Nona Muda tertua kami yang meminta saya untuk membebaskan Anda. Tapi dengan syarat anda harus ikut kami ke rumah sakit dan jangan ganggu kehidupan Nona kami "
" Memangnya siapa Nona Muda mu itu ? Saya rasa saya tidak pernah bersinggungan dengan wanita. Dan lagi kenapa pula saya harus ikut ke rumah sakit ?" tanya Nathan penasaran
"Hanya untuk pemeriksaan saja. Dan Nona Muda tertua kami adalah Nona Mira Maharani " ucap Darren dengan setiap penekanan kata.
Nathan membola ternyata yang membebaskan dirinya adalah Mira.
" Baiklah. Saya akan ikut ke rumah sakit. " ucap Nathan.
" Baiklah. Kalau begitu mari saya antarkan ke rumah sakit dan mengantar Anda pulang. Ingat ! Jangan menolak. Karena itu perintah Nona " Ajak Darren.
Keduanya menuju mobil dan melesat meninggalkan Kantor Polisi menuju rumah sakit untuk pemeriksaan. Setelah semua pemeriksaan selesai, Darren mengantar Raka ke kediamannya. Keheningan terjadi diantara keduanya hingga sampai di depan gerbang rumah Nathan.
Darren langsung pamit saat Nathan sudah turun dari mobilnya. Tak menunggu lagi Darren pulang ke rumah Kinara meninggalkan Nathan yang masih berdiri di depan pagar rumahnya.
Pak Hadi penjaga gerbang melihat Tuan Muda nya di luar segera membukakan gerbang
" Tuan Muda ? Anda sudah bebas ?" Tanyanya tak percaya
" Iya Pak Hadi. Ya sudah aku masuk dulu yah " Balasnya sembari menepuk bahu Pak Hadi dan berlalu.
Nyonya Dini dan Tuan Kusuma serta Riska sedang menonton televisi menoleh saat ada yang menyebut mereka. Semuanya melongo melihat Nathan / Raka bebas. Nyonya Dini segera memeluk putranya
" Kamu bebas Nak? " Tanya Nyonya Dini.
" Iya Mah. Rani yang mengutus tangan kanannya untuk membebaskan Nathan " jelasnya
Sedangkan Riska terpaku mendengar ucapan Suaminya ' Mira terima kasih kamu mau membebaskan suami ku ' Batin Riska. Ia kemudian memeluk suaminya.
" Tapi bagaimana bisa Nona Muda Rani membebaskanmu Raka? " tanya Tuan Mahesa
" Tadi tangan kanan Rani bilang kalau aku bisa bebas asalkan tidak mengganggu Maharani lagi. Dan lagi Dia sudah menikah dengan Shaka Aditya Dirgantara " jelasnya
Tuan Mahesa merasa lega " Maafkan Papa Nak. Tidak seharusnya Papa egois " Suara Tuan Mahesa terdengar menyesal
" Sudahlah Pa. Lagian Mira sudah bahagia dengan Shaka " ucap Raka sembari mengusap bahu Ayahnya
' Tapi aku masih bisa melihat cinta dimata mu Nathan. Meski tidak seperti dulu ' Batin Riska yang melihat bola mata Raka.
' Maafkan aku Mira ' sambungnya lalu menundukan wajahnya.
*
*
*
*
" Semua sudah beres Nona " ucap Darren melalui telepon
" Baguslah. Terima kasih Darren " ucap Mira
" Apapun untuk Nona " ucap Darren
Mira langsung mematikan panggilannya saat terdengar pintu kamar terbuka sudah pasti suami tercintanya
" Telphon siapa sayang ?" Tanya Shaka saat sudah duduk diranjang samping Mira
" Darren. Katanya mau berlibur di Negara S selama 2 hari " Balas Mira.
" Aku terkejut tadi saat mendengar penjelasan dari Mommy. Ternyata mereka ber empat adalah sahabat " Ucap Shaka yang masih tidak menyangka
Memang saat dibawah tadi Mommy Alika dan Papa Rangga menceritakan semuanya. Itu membuat Mira dan Shaka terkejut. Berbeda dengan kedua adiknya yang sudah mendengar cerita itu terlebih dahulu.
Mira menyenderkan kepalanya pada dada bidang Shaka " Aku juga terkejut sayang. Apalagi saat Mommy bilang jika Daddy Ferdi adalah pengantin pengganti. Sungguh tak menyangka."
" Dan lagi aku tak menyangka ternyata kamu dan kedua adikmu di angkat menjadi anak dari Tuan Rangga " Ucap Shaka
" Hehe aku mengenal Papa Rangga saat aku kecelakaan dan Papa Rangga yang membayar semuanya. Kami berempat dengan bi Mirna ikut dengan papa daannn saat Mantan Tunangan ku meninggalkan aku dan pergi dengan Sahabat ku yang telah menghianati ku. Papa juga yang membantuku saat Tasya lepas kendali. " Ucapan Mira sontak membuat Shaka terkejut.
Tangannya meraih kepala Mira yang ada di dada bidangnya. Memaksa Mira menatap bola mata Shaka.
Dapat Shaka lihat jika tersimpan kesedihan disana saat membahas masa lalunya.
" Apa kamu bersedia menceritakannya sayang ?" Tanya Shaka hati-hati.
Mira menunduk dan tak lama menegakkan kepalanya " Iya sayang. Sudah saatnya kamu tahu. Maaf sudah menyembunyikan semua ini. " ucap Mira. Shaka mencium kening Mira lama kemudian melepaskannya.
" Ceritakan sayang " ucap Shaka
" Ini terjadi saat 7 tahun yang lalu....
.
.
.
.