Dear Viona,
Terima kasih, karena telah memberikan warna-warni kehidupan disisa waktuku.
Terima kasih, karena telah mencintaiku dengan tulus.
Mencintaimu adalah hal terindah yang pernah kurasakan.
Bersamamu, kurasakan seperti seorang yang paling sempurna. Memiliki segalanya, dirimu dan cintamu.
Berjanjilah, untuk tidak menangisi kepergianku!
Karena aku selalu ada didekatmu, menjagamu, memelukmu, lewat penglihatan yang kutitipkan padamu.
I Love You, Sasha....
Salam,
Galang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Dreamers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
VhieDjar 29
Orang tua Intan mendekati putrinya yang sedang dalam keadaan kacau, diikuti oleh orang tua Fajar.
"sebenarnya apa yang telah terjadi?" Tanya Arifin kepada Arka dan Lintang.
"Om coba tanyakan saja kepada Intan. Mengapa dia tega membohongi Fajar? Mengkhianati sahabatnya sendiri demi mendapat sesuatu yang dia inginkan." Ucap Arka matanya tak berhenti menatap Intan yang kini sedang menangis dalam pelukan Mamanya.
Arifin masih tidak mengerti dengan maksud dari kata-kata yang diucapkan Arka tentang Intan.
"membohongi apa? Dan Mengkhianati siapa?" kini berganti Papanya Intan yang bertanya.
"Begini Om, Tante, sebenarnya Intan sudah mengaku bahwa ia adalah wanita yang dicari oleh Fajar. Ia bahkan nekat mengambil barang milik Viona yang di berikan Fajar dan mengaku bahwa barang itu miliknya supaya Fajar percaya kepadanya." Jelas Lintang kepada orangtua Fajar dan Orangtua Intan.
Hening beberapa saat, hanya terdengar suara tangis Intan yang kini sedang di tenangkan oleh Mamanya.
"Kamu tau gak Tan, Viona bahkan diam saja saat ia tahu kamu sudah mengaku sebagai dirinya kepada lelaki yang ia sukai. Dia tidak perduli dengan perasaannya sendiri demi kamu, sahabatnya. Apa kamu juga tahu, bahwa Viona juga menolak ku berkali-kali itu juga karena kamu. Dia tahu kamu waktu itu suka sama aku, itu sebabnya Viona terus menolak perasaanku." Ucap Arka lirih, matanya memerah menahan tangis.
Lintang yang melihat keadaan Arka langsung mendekat dan mengusap punggung Arka lembut. Ia tidak tega melihat sepupunya dalam keadaan terluka.
Lintang tahu bagaimana perasaan Arka kepada Viona selama ini, bahkan untuk meruntuhkan jarak antara Arka dan Viona, Ia mengaku bahwa Lintang adalah pacarnya.
"Om, Tante, saya dan Arka pamit dulu ya. Maaf atas kekacauan ini, kami tidak bermaksud buruk kepada Intan. Kami justru perduli kepadanya sebagai sahabat, kami tidak mau Intan akan semakin terluka nantinya karena kebohongannya sendiri." Ucap Lintang seraya berpamitan kepada orang tua Fajar dan Intan.
Sementara itu Fajar langsung pergi menuju kediaman Viona setelah mengetahui kebenarannya. Namun sayangnya, Viona dan Amara sudah meninggalkan rumahnya.
FLASHBACK OFF
Fajar menyimpan kembali kalung yang sedang digenggamnya kedalam sebuah kotak.
Fajar melihat laptopnya dan membuka akun sosmed yang bernama Lovhie.
Tidak ada postingan terbaru didalamnya. Ia melihat postingan-postingan sebelumnya yang pernah Viona Share di akunnya. Fajar menutup aplikasi yang sedang dilihatnya, lalu beralih membuka Email. Ia membaca deretan pesan yang dikirim Viona kepadanya saat Fajar tidak membuka lagi Emailnya karena Intan.
"***Hai, My Djar..." ~Lovhie
"kemana nih? Kok gak balas?"~Lovhie
"sibuk ya?"~Lovhie
"My Djar..."~Lovhie
"Ini sudah seminggu loh, kok gak aktif?"~Lovhie
"Kamu marah?" ~Lovhie
"kenapa masih gak di balas?" ~Lovhie
"jawab dong!"~Lovhie***
Fajar membaca semua email yang Viona kirim untuknya hingga Email terakhir.
"Hai, Fajar... 😊 Selamat ya atas pertunangan kamu dan Intan. Semoga kalian bahagia selalu😊 maaf aku gak bisa datang di acara kalian 😁🗻
Oh, iya, satu lagi. Tolong jangan sakitin sahabat aku ya, dia sangat mencintaimu, Fajar...
Salam
Viona 😊"
Fajar tiba-tiba merasakan sakit di kepalanya, Ia meninggalkan laptopnya lalu berpindah hendak berjalan menuju tempat tidurnya. Namun karena rasa sakit yang dirasakannya, seketika tubuhnya ambruk kelantai dan mulai tidak sadarkan diri.
Brukkk
***
Dilain tempat Sasha sedang menikmati makan malamnya bersama Galang dan Citra di Apartemennya.
"Ini buat aku ya Sha?" Tanya Citra sambil menunjuk ayam kremes yang hanya sisa satu.
"idih apaan sih kamu, Dek. Rakus banget jadi cewek." Ucap Galang kepada adiknya.
"Yee,, biarin. Lagian Sasha juga gak apa-apa, Kok malah kak Lang yang sewot." Ucap Sasha sambil mengambil ayam kremes memindahkannya keatas piring miliknya.
"Sini bagi, kakak juga mau!" Ujar Galang sambil mengambil ayam kremes yang sudah berpindah ke piring Citra.
"Ih apaan sih kakak, bilang aja kalau kakak juga mau ayam kremesnya!" Ucap Citra hendak merebut kembali ayam kremesnya yang diambil kakaknya.
Sasha hanya tersenyum sambil menggeleng-geleng kepala melihat tingkah adik-kakak yang sedari tadi berdebat dan meributkan hal sekecil apapun.
"Udah dong, kalian ini kaya anak kecil aja dari tadi ribut terus." Ucap Sasha kepada Citra dan Galang.
Mereka pun berhenti ribut saat mendengar ucapan Sasha sambil cengengesan malu karena tingkah konyol mereka diketahui oleh Sasha.
Praang
Sasha tidak sengaja menjatuhkan gelas yang dipegangnya saat Ia hendak minum. Tiba-tiba Jantungnya berdebar sangat kencang, dadanya terasa sesak dan sakit serta tubuhnya mendadak terasa lemas seperti tak bertenaga.
"Sasha..."
"kamu kenapa Sha?" Tanya Galang khawatir melihat tubuh Sasha tiba-tiba terkulai lemah hendak terjatuh, namun dengan sigap Galang menahannya.
"Sha, Sasha..." panggil Galang sambil menepuk-nepuk pipi Sasha yang gembul. Galang semakin Khawatir karena Sasha hanya diam tidak menjawab panggilannya.
Sementara Citra yang melihat kondisi sahabatnya kurang baik, langsung membereskan serpihan gelas yang dijatuhkan Sasha.
Setelah selesai, Citra terburu-buru menghampiri Sasha dan Galang.
"kak, Sasha kenapa?" Tanya Citra pada Galang
Galang menggelengkan kepala pertanda dia pun tidak tahu apa yang telah terjadi kepada kekasihnya.
"Sha, kamu kenapa? Kita kerumah sakit aja ya!" seru Citra kepada Sasha
Kini perasaan Sasha sudah membaik, Jantungnya berdetak normal kembali walau perasaan tidak enak masih dirasakan oleh Sasha.
"aku gak apa-apa ko. Maaf ya udah bikin kalian khawatir." Ucap Sasha memperlihatkan senyumnya tulus.
Galang mengusap puncak kepala Sasha lembut.
"kalau kamu sakit, mending kita ke rumah sakit aja ya. Kakak gak mau kamu kenapa-napa." Ucap Galang masih mengkhawatirkan kekasihnya.
"Maafin aku sama kak Galang ya, Sha! Dari tadi ribut terus, kamu pasti pusing gara-gara kami ya?" Ucap Citra merasa bersalah karena keributan yang ia buat dengan kakaknya.
"Gak kok, bukan karena kalian. Aku juga gak tahu kenapa tiba-tiba tubuhku terasa lemah dan perasaanku jadi tidak enak." Ucap Sasha jujur.
"Ya udah, sekarang kamu istirahat ya." Ucap Galang lalu diiyakan oleh Sasha.
Galang membopong Sasha membawanya kedalam kamar lalu merebahkannya di atas kasur.
"Kamu istirahat ya!" Ucap Galang lagi. Tangannya mengusap kepala Sasha lembut lalu mendaratkan ciumannya dikening Sasha.
Tidak butuh waktu lama, Sasha pun memejamkan matanya dan mulai terlelap tidur.
Galang memperhatikan wajah Sasha yang sedang terlelap dalam tidurnya. Wajahnya begitu tenang dan semakin cantik. Galang mengusap lembut pipi Sasha, sudut bibir Galang terangkat menyunggingkan sebuah senyuman.
"Sasha udah tidur kak?" Tanya Citra yang baru masuk kedalam kamar Sasha.
"Iya, malam ini kamu temani dia disini ya. Kakak takut terjadi sesuatu sama dia." Ucap Galang kepada adiknya dan langsung diiyakan oleh Citra.
"Kakak pulang dulu ya, udah malem banget soalnya. Biar nanti kakak yang bilang sama Mama dan Papa, kamu nginep disini." Pamit Galang kepada Citra.
Galang pun pergi meninggalkan Apartemen Sasha setelah memastikan Sasha baik-baik saja dan menitipkannya kepada Citra adik kesayangannya.
Citra berjalan mendekati Sasha yang sudah terlelap dalam tidurnya.
"Kamu beruntung Sha, kak Galang sangat menyayangi kamu. Walau aku tahu hati kamu bukan untuk kak Lang. Semoga kalian selalu bahagia." Gumam Citra lirih
tapi galang sedikit obsesi sama viona alias shasha..bukan karna galang cinta..karna klo dia cinta pasti akan bertanya gimana perasaan wanitanya..bukan dengan egoisnya bilang nggak mau di tinggalin dan nggak membiarkan wanitanya memilih siapa yang sebenarnya ada di hati wanitanya..