NovelToon NovelToon
Harris & Raya

Harris & Raya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:620.8k
Nilai: 5
Nama Author: bulanseptember

Area 21+

🌸🌸🌸

"How damn you are Naraya."

Naraya terdiam cukup lama berdiri di balkon kamarnya, memandangi langit mendung dan memikirkan nasib hidupnya yang jungkir balik hanya dalam waktu semalam.

Tepat dihari kelulusannya diterima disalah satu Universitas ternama di kota A, Naraya harus menerima kenyataan pahit. Naraya akan dijodohkan dengan Harris. Padahal setahu Naraya, Harris adalah kekasih kakaknya sendiri yaitu Nadira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bulanseptember, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegalauan Naraya

Hingga jam 10 malam Naraya belum juga memejamkan matanya, bukan karena besok weekend dan Naraya berniat untuk bergadang. Melainkan pikirannya masih terus berkutat pada porosnya yaitu Harris.

Sampai malam menjadi semakin larut pun belum juga ada kabar dari Harris. Bahkan tadi Naraya sempat mematikan ponselnya selama dua jam, berharap setelah dihidupkan kembali akan ada notifikasi dari nomor ponsel Harris, tapi nyatanya pun tidak ada.

"Munafik banget gue jadi orang." Gumam Naraya pelan, ia pun mengubah posisi tidurnya menjadi duduk. Naraya kemudian menyandarkan tubuhnya disandaran tempat tidur.

"Bener kata Lena, gue terlalu banyak pakai perasaan." Naraya.

"Tapi ya gimana, namanya juga cinta bertepuk sebelah tangan jadi harus siap sakit hati." Keluh Naraya.

Naraya melihat ponselnya diatas nakas samping tempat tidur, kemudian ia mengambilnya.

"Apa gue telepon duluan aja ya?" Naraya berpikir, lalu ia membuka kunci pasword ponselnya.

"Hih! Nggak ah, apa kata Harris nanti? pasti Harris pikir gue freak!" Naraya cemberut dan mengunci lagi ponselnya.

Selena yang sudah tertidur pun menggeliatkan badannya.

"Ngomong lagi gue tendang lo! tidur di sofa sana!". Ketus Selena dengan suara yang parau, sungguh aktifitas menggerutu Naraya mengganggu tidurnya.

"Ini kamar gue begok! lo aja yang pergi jauh-jauh." Jawab Naraya tak kalah ketus.

Naraya kemudian turun dari tempat tidurnya, Naraya membuka pelan pintu kaca yang menghubungkan kamarnya dengan balkon, seketika itu juga angin malam menerpa lembut wajah dan tubuh Naraya.

Naraya berjalan mendekati pagar pembatas, ia mengingat kala dulu Harris menelponnya dari bawah sana.

"Apa iya gue boleh egois?" Ucap Naraya pelan.

"Gue mau milikin elo seutuhnya Ris, sehari milikin elo dihari pertunangan waktu itu nggak cukup buat gue. Gue mau milikin elo selamanya." Naraya memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sakit, menyadari bahwa keinginanya tidak mungkin menjadi kenyataan.

Drt drrt drrtt

Ponsel Naraya bergetar ditangannya, dengan malas Naraya melihat ponselnya.

Panggilan masuk, dari "Si Pengacau."

Naraya langsung tersenyum lebar, hatinya mendadak berbunga-bunga dan matanya berkaca-kaca, menatap tidak percaya pada ponselnya.

"Akhirnyaa" Gumam Naraya bahagia.

"Doa anak cantik emang cepet terkabulnya." Ucap Naraya percaya diri.

Ketika ingin menjawab panggilan itu tiba-tiba panggilannya terputus.

"Ah! Sial! Kelamaan nggak gue angkat sih" Kesal Naraya kepada dirinya sendiri.

2 menit Naraya menunggu dan tidak ada lagi panggilan dari si pengacau.

"Gue telepon aja deh" Naraya akhirnya menghubungi Harris.

Tut tuut tuutt

"Halo"

Naraya kembali tersenyum bahagia, akhirnya dia bisa mendengar suara yang sangat ia rindukan seharian ini.

"Kak" Naraya grogi.

"Aku kira kamu sudah tidur." Harris.

Naraya belum juga menyudahi senyumnya.

"Aku kangen kamu kak, kangen banget. Aku pengen ketemu, pengen peluk pengen cium." Teriak Naraya dalam hati.

"Iya, tadi gue udah tidur. Kebangun gara-gara ada telepon dari si pengacau manusia purba." Naraya berucap tetap dengan senyumnya.

Harris yang mendengar umpatan Naraya pun ikut tersenyum juga. Entahlah, apapun yang keluar dari mulut Naraya selalu saja menyenangkan bagi Harris, terdengar manis tanpa dibuat-buat.

Hanya mendengar suara Naraya saja, bisa menghilangkan semua rasa lelah yang dirasa Harris seharian ini. Sejujurnya dia belum siap jika harus berada diposisi CEO langsung, tapi Yuda selalu memaksa. Untunglah asisten pribadi Yuda yang kini menjadi asisten pribadi Harris sangat membantu.

Sehingga semua pekerjaannya dapat lebih mudah untuk dipahami. Harris yakin, karena magangnya kali ini pertemuannya dengan Naraya akan semakin berkurang.

Selama ini selalu bertemu saja Naraya masih belum bisa mencintainya, apalagi jika mereka akan semakin sulit untuk bertemu, Harris sempat dilema karena itu.

Tapi Harris yakin, suatu saat nanti perjuangannya tidak akan sia-sia.

"Maaf ya, hari ini aku tidak bisa menjemput kamu." Harris.

"Boro-boro jemput, ketemu aja nggak! Padahal rumah kita kan gak jauh!" Keluh Naraya.

Harris tersenyum, apakah Naraya merindukannya?

"Mulai hari ini aku tinggal di apartemen." Harris.

Senyum Naraya langsung pudar, rasa-rasanya seperti ada penghalang lagi diantara mereka.

"Kenapa harus tinggal di apartemen?" Naraya.

"Supaya lebih dekat dengan kantor." Harris.

"Tapi lebih jauh dari gue begok!" Umpat Naraya dalam hati.

"Terserahlah." Naraya cemberut.

Harris lagi-lagi tersenyum, sepertinya benar jika Naraya merindukannya.

"Kamu bisa kesini kapan pun kamu mau, aku akan kirim alamat dan password nya." Harris.

"Sudi banget gue kesitu! Ogah." Naraya ketus dan langsung mematikan ponselnya.

Harris memandang ponselnya dengan bingung.

"Apa aku salah bicara?" Gumam Harris.

Entah Harris lupa atau memang tidak tahu, jika seorang gadis rindu ia ingin ditemui bukan disuruh menemui, yang ada malah semakin kesal kemana-mana.

Naraya semakin cemberut, memang jika sudah bicara dengan Harris entah kenapa emosinya langsung naik. Tapi jika sehari saja Naraya tidak mendengar suara Harris hatinya seperti kosong.

***

"Raya bangun!!"

"RAY!"

"Gila ya, lo tidur apa mati?! dibangunin susah banget!"

"Ampun Gue!"

"Udah ah! Bodo! Gue mau pulang!"

Jam 9 pagi dan Naraya belum juga terbangun. Sebenarnya Naraya sudah bangun, dia juga mendengar semua ocehan Selena. Hanya saja entah mengapa rasanya sangat malas untuk keluar dari dalam selimut.

Naraya rasanya ingin sembunyi saja didalam selimut itu hingga Harris menemuinya.

Ya, Gara-gara Harris Naraya jadi seperti ini. Bahkan perut karetnya tidak meronta-ronta minta diisi seperti biasanya.

Ceklek!

Suara pintu kamar Naraya terbuka, Naraya masih terdiam didalam selimut. Ia dapat merasakan ada seseorang yang berjalan mendekati ranjangnya. Naraya sangat berharap bahwa yang masuk kamarnya adalah Harris.

Apakah mungkin?

"Raya"

Raya langsung membuka selimutnya lebar-lebar ketika mendengar suara orang yang memanggilnya, Naraya terduduk dan langsung menatap tajam orang yang menemuinya itu.

"Pergi!" ketus Naraya.

"Lo kenapa sih marah-marah mulu sama gue?" Selena berjalan santai kemeja rias Naraya dan mengambil ponselnya.

Ya, Selena kembali lagi ke kamar Naraya. Karena ponselnya tertinggal. Dan betapa kesalnya ketika Selena melihat Naraya masih tidur dibawah selimut.

"Lo bangun dong Ray, mana mau Harris sama cewek pemalas kayak lo!"

"Lihat gue!" Selena membusungkan dada.

"Udah mandi, udah sarapan, udah cantik, body seksi, nggak ada kurang sedikitpun" Selena membanggakan diri.

"Tapi masih jomblo, Apalagi elo! jam segini masih ileran. Hih! Najis" Selena bergaya jijik.

"Ileran juga gue udah punya tunangan, nih!" Naraya memamerkan cincin tunangan dijari manis tangan kirinya.

"Hahahaha, tunangan yang tak dianggap." Sinis Selena sambil menjulurkan lidahnya.

"Kampret, kambing, bejo! pergi lo!" Usir Naraya sambil melemparkan salah satu bantalnya.

Selena menghindar dan tersenyum meremehkan Naraya, kemudian dia berlari dan meninggalkan kamar Naraya dengan senyum yang lebar.

"Hih!" Kesal Naraya.

Selena tadi sudah berpamitan dengan Johan dan Renata ketika selesai sarapan. Tapi ketika hendak menaiki mobilnya, dia teringat jika ponselnya masih tertinggal di kamar Naraya.

Selena keluar dari pintu rumah dan menutupnya, beberapa langkah dia berjalan Selena melihat ada mobil yang memasuki pekarangan rumah.

"Harris" Gumam selena, Selena pun langsung tersenyum licik.

"Gue kerjain lo Ray." Batin Selena.

1
pink magenta
oh cintanya ama si raya toh bukan ama diraaaa wkwkwk
pink magenta
ini kenapa jawabannya begini yak?
Nurlaela
up terus...menarik bgt ceritanya
Vanni Sr
ko gada yaa cerita selena dn kris
chaaa
memperjuangkan cinta sih oke2 aja Ray..tp gak gini jg lah.malah jadi agresif bgt..sampe cium2 laki.jadi perempuan 'mahal' itu lbih baik dr pada ngemis2 cinta gini.
chaaa
segitunya Lo Ray ngemis cinta laki2..
Melly Hapitasari
ok banget
Jalma Listya
keren
She uchull: kak, mau tanya siapa yang plagiat karya saya?
total 1 replies
AsnitaParassa Tabang
naraya kok k gk ada hrg diri nya sbagai perempuan huu
AsnitaParassa Tabang
Haris ma egois
Afrilho
masih menyimak
Afrilho
alur yg bagus mulai....
Diana Lestari
wow visual nya okok thor
Riska Wulandari
d tinggu karya karyanya terbarunya kaka..
penasaran banget cerita Selena -Kris tapi knpa g lanut lagi kak??
Riska Wulandari
hareudang2 Krissss..🤣🤣🤣
Riska Wulandari
akhirnya..lega..🥰
Riska Wulandari
biar g lupa rasanya??🤭🤭
Riska Wulandari
Selena sama Kris aja ya thor,,kayaknya cocok..
Riska Wulandari
hanya beberapa trilliun saja!!
horrang kaya mah bebas yah thorr..😁🤭
Riska Wulandari
🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!