Mohon maaf sebelumnya, pemberitahuan dari penulis. Novel ini tidak di lanjutkan penulisannya, sekali lagi saya mohon maaf kepada pembaca.
Sinopsis :
Yu Long adalah anak muda biasa yang kesehariannya hanya bermain game MMORPG bergenre fantasi timur, suatu ketika dia menemukan game di komputernya yang bernama "AZURE WORLD" Dirinya tidak merasa pernah meng-instal game tersebut.
Karena Yu Long sangat penasaran lalu dia menjalankan game tersebut, dirinya tidak menyangka kalau game tersebut membuat komputernya meledak lalu membuat Yu Long hampir kehilangan nyawanya.
Yu Long tidak menyangka kalau dirinya akan di tarik ke dunia "Martial Art" oleh "AZURE WORLD SYSTEM" dan di dunia yang barunya ini dia mempunyai tujuan untuk menjadi yang terkuat di dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cocozee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH 027 - TERNYATA MEREKA DARI SEKTE JINGSHEN
Di sisi lain hutan beast.
Nampak Xue Qingmei dan anggota Grupnya di kepung oleh beberapa orang, mereka terlihat sama memakai baju berwarna abu-abu seperti orang yang menyerang Yu Long. Xue Qingmei terlihat gelisah karena dia terkepung, orang orang Xue Qingmei memegang pedang semua dan bersiap untuk menyerang.
"Nona Xue, apa yang harus kita lakukan sekarang? sepertinya mereka adalah dari sekte Jingshen," ucap salah satu anggota grup Xue Qingmei.
Orang yang mengatakan itu kepada Xue Qingmei terlihat gelisah, ia gelisah karena takut terjadi apa-apa kepada nona mereka. Karena Xue Qingmei berasal dari keluarga kerajaan Xue, sekte Xu Hua dalam naungan keluarga kerajaan Xue dan para keluarga anggota grup Xue Qingmei pun sama.
Jika terjadi sesuatu kepada Xue Qingmei, keluarga kerajaan Xue biasanya tidak akan tinggal diam. Mereka akan menghukum semua orang yang telah gagal menjaga Putri kerajaannya, raja Xue juga biasanya langsung membantai sekte mau pun keluarga yang telah gagal melindungi putri kerajaannya tanpa belas kasih.
Xue Qingmei yang setelah mendengar perkataan anggotanya itu terdiam beberapa saat, "Kenapa kau malah menanyaiku harus bagaimana, kau harus cari cara, bagaimanapun aku tidak ingin mati di tempat seperti ini!" ucap Xue Qingmei pelan tetapi tajam.
Orang yang berkata sebelumnya semakin gelisah dan berkeringat sangat banyak, ini bukanlah situasi yang sederhana. Ini melibatkan nyawa yang akan berjatuhan, orang itu pun dengan terpaksa untuk mengorbankan diri bersama anggota lainnya agar Xue Qingmei dapat melarikan diri.
"Nona Xue aku dan para anggota yang lain akan menahan orang orang ini, kau lari lah secepat yang kau bisa, jangan sampai tertangkap oleh mereka," ucap orang itu yang meyakinkan Xue Qingmei.
"Apanya yang lari, bagaimana dengan kalian? apakah kalian tidak sayang nyawa?" ucap Xue Qingmei.
"Nona Xue, kami bukanlah tidak sayang nyawa, jika kami ada pilihan untuk kabur kami semua akan lari dari tadi," ucap orang itu.
"Tetapi ini ada hal lain, anda adalah nona kerajaan, jika terjadi apa-apa kepada anda, maka keluarga kami yang akan menderita," ucap orang itu yang meyakinkan Xue Qingmei.
Xue Qingmei terlihat terdiam dan menundukkan kelapa dan terlihat berpikir, ia pun setelah beberapa saat melirik orang itu dan terlihat ada ekspresi agak sedih.
"Baiklah, jika itu pilihan kalian, maka aku tidak akan menghalangi kalian," ucap Xue Qingmei.
"Kalian dengar lah, tahan orang-orang ini, jangan sampai ada yang mengejar nona, nona kita akan melarikan diri, dan kita akan berkorban untuk sang nona putri kerajaan!" teriak orang itu yang memerintah anggota grup Xue Qingmei.
"Kami siap berkorban untuk sang nona kerajaan, meskipun itu adalah nyawa taruhannya!" teriak serentak anggota grup Xue Qingmei.
"Baiklah nona, sekarang anda harus melarikan diri dari sini, ingat lah jangan melihat kebelakangmu apapun yang terjadi, kau harus selamat nona Xue," ucap orang itu.
Orang itu terlihat maju ke depan lalu mengeluarkan pedangnya, "Nona Xue, keluarga kami berada di tanganmu, tolong jangan kecewakan kami yang sudah berkorban!" teriak orang itu.
"Iya nona Xue, kami memohon kepadamu, jangan sampai keluarga kami menderita!" teriak serentak orang-orang anggota grup Xue Qingmei.
Xue Qingmei tanpa mengatakan apapun lagi, langsung berlari untuk menyelamatkan dirinya dan memegang kepercayaan orang orang kepadanya.
"Tangkap wanita yang kabur itu, jangan sampai membiarkan dia lari!" teriak pemimpin orang orang yang menghadang.
Satu orang dari kelompok yang menghadang para anggota grup Xue Qingmei itu melompat untuk menangkap Xue Qingmei, akan tetapi orang itu langsung di serang oleh pemimpin anggota grup Xue dengan teknik petir.
"Lawan kalian adalah kita, biarkan nona kami pergi dan jangan ada yang mengejar...," ucap orang yang paling depan di grup Xue Qingmei.
"... Jika tidak, Mati!!" timpalnya dengan nada sangat tegas.
"Kekeke... aku ingin tahu, berapa lama kalian bisa menahan kami di sini, sedangkan nona kalian kabur seperti pengecut!" ucap pemimpin yang menyergap tersebut.
"Jangan menghina nona kami, nona kami adalah orang yang berharga bagi kami, kalian tidak pantas untuk menghinanya!" ucap kesal pemimpin anggota grup Xue Qingmei.
Pemimpin yang menyergap itu hanya diam dan terlihat tidak senang, lalu pemimpin yang menghadang itu menyuruh para pasukannya menyerang. Para anggota Xue Qingmei pun langsung menerima serangan tersebut, perkelahian yang sangat sengit pun terjadi.
Di dalam hutan beast yang lebat dengan pepohonan.
Terlihat Xue Qingmei yang sedang berlari tanpa hambatan sedikitpun, akan tetapi pelarian yang tanpa hambatan itu pun berakhir karena datangnya 5 murid dari sekte Jingshen yang menghadangnya.
"Wah, wah, lihat apa yang kita dapatkan ini, ada seorang wanita cantik yang sedang berlari sendirian," ucap murid sekte Jingshen yang paling depan dengan tatapan mesum.
"Hehe... mari kita tangkap wanita ini saudara, lalu kita bersenang senang bersamanya," ucap murid sekte Jingshen yang lain.
"Haha... aku setuju, aku yang akan mencobanya pertama kali," ucap murid Jingshen yang paling depan itu.
Murid Jingshen itu mendekat ke arah Xue Qingmei, Xue Qingmei nampak mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya ke orang yang mendekat itu.
"Jangan mendekat, jika tidak aku akan membunuhmu!" ucap Xue Qingmei dengan nada ketakutan dan tubuh gemetar.
"Aku sangat takut sekali, ternyata nona ini sangat kejam," ucap orang itu yang terlihat berekspresi bodoh.
"Ayo lah nona, jangan bergurau denganku, kalau aku jadi kau, aku akan menyerah saja dan melayani kami dari pada nanti kau akan menderita!" ucap orang yang mendekat ke arah Xue Qingmei dengan ekspresi menyeringa kejam.
"Aku peringatan kepadamu sekali lagi, jika mendekat kau akan ku bunuh!" teriak takut Xue Qingmei sembari gemetaran.
Orang itu terlihat tidak senang dan memasang ekspresi dingin di wajahnya, "Nona aku juga akan memperingati-mu, menyerah dan melayani kami, atau kau akan lebih menderita dari pada melayani kami!" ucap orang itu yang memasang ekspresi dingin.
Xue Qingmei menggertak-kan giginya, ia tahu jika memperingati orang-orang ini tidak akan berguna. Dia terpaksa harus melawan mereka, Xue Qingmei yang tidak punya pilihan lain pun meloncat ke arah lawannya, berusaha mengalahkan orang yang ada di depannya itu.
"Hiyaaa!" teriak Xue Qingmei.
"Rasakanlah pedangku bajingan!" timpalnya.
Orang itu terlihat tersenyum tipis, lalu ia menahan serangan pedang Xue Qingmei hanya dengan tangannya. Tangannya tampak memiliki kuku yang sangat panjang dan di penuhi energi Yin yang sangat pekat.
Ternyata orang itu adalah murid elite dari sekte Jingshen, karena yang berhasil hidup setelah melatih teknik jahat tersebut hanya murid murid elite dari sekte Jingshen. Xue Qingmei terlihat tercengang dan agak berkeringat karena serangannya di tahan hanya menggunakan tangan oleh lawannya.
semoga nggak berhenti di tengah jalan
apa karna para author muridnya dewa bambang