NovelToon NovelToon
Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Showbiz / Reinkarnasi
Popularitas:520
Nilai: 5
Nama Author: ILikeAll9

Pernah gak sih kamu lagi enak enaknya tidur, eh bangun bangun malah pindah dunia. Ini adalah kisah seorang pemuda yang baru saja lulus dari masa SMAnya, dia berusia 18 tahun, namanya Ethan Lucifer.

Dia anak yang hidup sederhana bersama orang tuanya, Ayahnya bekerja di bengkel, Ibunya bekerja di warung kecil depan rumah mereka. Alias warung mereka sendiri, warungnya berupa warung makanan.

Ethan kadang akan membantu orang tuanya berjualan, dia juga memiliki adik perempuan yang saat ini baru duduk di kelas satu SMP, dan adik laki laki yang baru masuk SD tahun ini. Keluarga mereka beranggotakan 5 orang, dan selalu harmonis.

Pesan Author: Mungkin sebagian akan berbeda dari awal alur, tapi semoga tetap bisa menikmatinya, karena di karya ini terdapat bantuan dari Ai, mohon dimaklumi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ILikeAll9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

C026: Shine The Star #5

...Selamat Baca...

***

Sementara para peserta sibuk berlatih dan tampil memukau, Ethan juga tidak tinggal diam.

Hari ini dia mengantar Daniel ke jadwal syuting.

"Daniel, mulai hari ini dia akan jadi asisten pribadimu yang khusus mengurus jadwal dan kebutuhanmu di lokasi syuting," kata Ethan sambil menunjuk pemuda rapi di sampingnya.

"Terima kasih, Kak Ethan!" Daniel tersenyum lebar.

Setelah memastikan Daniel aman, Ethan langsung melaju ke tujuannya berikutnya: Akademi Film & Penyutradaraan.

Dia butuh orang baru untuk membantu Noah di Tim Kreatif. Noah yang sekarang 17 tahun sudah sangat hebat, tapi beban kerja semakin banyak, dia membutuhkan bantuan, untuk menangani rekaman video saat mereka latihan.

Dan juga memerlukan asisten, serta pengeditan rekaman cover seperti 'Rise Up' karya Stella Maris, yang di Cover oleh Alex.

Ethan berjalan menyusuri koridor universitas yang tenang. Tiba-tiba dia mendengar suara keributan dari gang kecil di belakang gedung.

"LEPASIN! AKU TIDAK MAU IKUT BERSAMA KALIAN!"

Terlihat tiga orang laki-laki sedang mengerumuni seorang gadis cantik berusia sekitar 16 tahun. Gadis itu terlihat ketakutan tapi tetap memeluk buku-bukunya erat-erat.

"Hei, cantik... temani kami sebentar saja kan tidak rugi juga," ejek salah satu laki laki itu sambil mau menyentuh lengan gadis itu.

BRUK!

Satu pukulan cepat dan kuat tepat mengenai rahang salah satu pengganggu itu. Mereka terpelanting mundur kaget.

"Siapa berani..."

Mereka menoleh dan melihat sosok Ethan berdiri tegap dengan aura mematikan. Tatapan mata Ethan sedingin es membuat mereka gemetar ketakutan sampai lutut lemas.

"Kalian berani macam-macam di tempat umum?" suara Ethan rendah namun mengintimidasi.

"M-maaf Tuan! Kami salah! Maaf!" Mereka langsung lari tunggang langgang ketakutan.

Ethan menoleh ke arah gadis itu yang masih gemetar.

"Kamu tidak apa-apa, Nona?" tanya Ethan berubah lembut.

"Saya... saya tidak apa-apa. Terima kasih banyak, Tuan," jawab gadis itu mengangkat wajah, matanya berbinar.

"Kamu sekolah di sini jurusan apa? Terus hobimu apa?" tanya Ethan ingin tahu.

"Saya jurusan Seni Peran, Tuan. Saya sangat suka akting, menari, dan menyanyi."

"Tapi saya sering diremehkan karena masih muda dan merasa kesulitan menemukan tempat yang mau menerima bakat saya," jawab gadis itu dengan penuh semangat meski suaranya masih sedikit bergetar.

Mata Ethan menyala terang. Bakat akting, bisa dance dan vocal... ini calon artis multitalenta yang sempurna!

"Kalau begitu... bagaimana kalau bergabung dengan Lucifer Entertainment?" tawar Ethan ramah dan karismatik.

"Kami tidak hanya mencari penyanyi, tapi juga aktor dan aktris berbakat. Aku melihat potensi besar dan semangat juang yang kuat di matamu."

"Maukah kau bergabung dan berkarya bersamaku untuk membangun hal-hal besar?"

Ethan menyerahkan satu kartu nama emas berlogo Lucifer Entertainment (LE) yang berkilau mewah.

Gadis itu menerima kartu itu dengan tangan gemetar, matanya terbelalak membaca nama perusahaan yang sedang naik daun itu.

"Lu-Lucifer Entertainment?! Benarkah Tuan?! Saya mau! Saya sangat mau!" jawabnya bersorak bahagia, matanya berbinar penuh harapan.

"Bagus. Datanglah ke alamat ini besok pagi. Kita bicarakan kontrak dan masa depanmu di sana."

Setelah urusan dengan gadis calon aktris itu selesai, Ethan juga menemukan dua pemuda jenius berusia 17 tahun yang sangat bisa di andalkan soal editing video, desain visual, dan pembuatan konsep.

Mereka langsung menerima tawaran bergabung ke Tim Kreatif dengan antusias luar biasa.

***

"Dan dengan demikian, seluruh rangkaian rekaman Babak Kedua Shine The Star hari ini resmi ditutup dengan penilaian yang ketat!" seru William dengan penuh semangat membara.

"Para peserta yang lolos, persiapkan diri kalian untuk latihan intensif mulai detik ini juga!"

"Dan untuk kalian yang menonton di depan layar... nantikan kelanjutan keseruan kami yang tak akan ada habisnya!"

"SHINE THE STAR... KITA BERTEMU DI BABAK SELANJUTNYA!!!"

Lampu studio perlahan meredup, mengakhiri hari yang melelahkan namun penuh cerita ini. Kini perjuangan sesungguhnya di dalam asrama baru saja dimulai.

EPISODE 00 RESMI TAYANG!

Tanggal: 07 Mei

Pukul: 18.00 WAZ

Akhirnya hari yang dinanti tiba! Episode perkenalan dan babak Pass & Fail resmi ditayangkan di National TV Aurelia dan platform StarLive+.

Ratingnya langsung meledak! Antusiasme masyarakat luar biasa tinggi. Tak lama kemudian, media sosial langsung dipenuhi diskusi panas.

[ TRENDING TOPIC & THREAD NETIZEN ]

🔝 #1 SHINE THE STAR EP00

🔝 #2 ALFIAN VALE MONSTER

🔝 #3 LURIAN DASHYN VISUAL

🔝 #4 RAFAELLO ADRIAN UNIK

🔝 #5 HANS LORVEN CHARM

🔝 #6 CALVIN KLEIN TOP CONTENDER

🔝 #7 ZEIN JAMES VOCAL GOD

🔝 #8 KYLE ANDERSON DANCE MACHINE

💬 KOMENTAR WARGANET:

@fansclub:

"GILA TAK BERHENTI KETAWA! Ini bukan cuma ajang bakat, ini tontonan level dewa! Visualnya semua bersih, suaranya enak didengar!"

@teamalfian:

"Siapa yang tidak jatuh hati pada Alfian?! Usia baru 13 tahun postur 178cm, suaranya dalam seperti orang dewasa! Pantas sejali mendapatkan Double Golden Ticket! Calon Center kuat nih!"

@visualhunter:

"Oww Lurian Dashyn ini! Senyumnya manis sekali, gayanya tenang tapi berkarisma!"

@uniqueboy:

"Rafaello Adrian!!! Rambut merah mata kuning?! Karakter animasi nyata! Suaranya juga unik banget!"

@goldenhyung:

"Hans Lorven seperti berperan sebagai sang kakak tertua! Soalnya usianya 19 tahun, tinggi, mata biru, aura gentleman-nya kental sekali!"

@futurefinalist:

"Selain mereka bertiga, ada Calvin Klein, Zein James, sama Kyle Anderson nih yang levelnya juga beda! Mereka ber-tujuh ini akan mejadi rivalitas seru sampai akhir!"

***

Pukul: 19.00 WAZ

Lokasi: Ruang Kontrol Lucifer Entertainment

Ethan kembali ke kantornya yang megah. Dia duduk santai di kursi besarnya, menatap layar monitor besar yang menampilkan rekaman video latihan para trainee lainnya, yang sedang mempersiapkan Evaluasi Bulanan Kedua dengan sangat serius.

"Bagus... tim kreatif sudah diperkuat, calon aktris potensial sudah direkrut, dan perkembangan Alfian di Shine The Star sangat luar biasa," gumam Ethan puas sambil menyeringai tipis.

"Segalanya berjalan sesuai rencana."

***

Lokasi: Kamar Asrama

Malam harinya, setelah seharian penuh beraktivitas padat dan melelahkan namun menyenangkan, Alfian dan ketiga teman sekamarnya kembali ke kamar mereka.

Mereka melepas sepatu dan jaket dengan napas lega. Rafaello langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur dengan gaya bebas.

"Hahhh... hari ini benar-benar panjang tapi seru banget!" keluh Rafaello tapi wajahnya tersenyum lebar.

"Iya, rasanya lelah tapi sangat puas sekali," sahut Lurian sambil membersihkan keringat di dahinya.

"Pertunjukkan dadakan katanya akan ada lagi ya di masa depan?" Tanya Hans sambil merenggangkan tubuh keatas.

Alfian duduk di tepi kasurnya, menatap ketiga temannya yang sudah seperti saudara sendiri baginya. Dia tersenyum tipis. "Benar akan ada Flash Mob lagi kedepannya." Jawab Alfian, dia duduk di dekat tangga kasur susunnya.

"Besok kita harus lebih giat lagi," lanjut kata Alfian pelan namun tegas.

"Latihan lagu tema, evaluasi kelas, dan masih banyak tugas berat yang menanti."

Hans yang duduk di kasur seberang mengangguk setuju. "Betul kata Alfian. Ini baru permulaan. Jalan menuju final masih sangat panjang, dan persaingan tidak akan pernah main-main."

"Masalah, konflik, dan rintangan pasti akan datang menghampiri kita satu per satu."

"Tapi kita bisa hadapi bersama sama kan? Meski kita juga akan menjadi rival." Kata Rafaello bersemangat.

"Tentu saja!" jawab mereka serentak.

Mereka pun bersiap membersihkan diri, mengobrol santai sebentar membahas kejadian lucu saat bermain tadi siang, hingga akhirnya lampu kamar dimatikan tepat waktu.

Alfian memejamkan mata, tapi pikirannya masih terbayang sorakan penonton di mall tadi dan wajah tegas Ethan yang selalu memantau mereka dari jauh.

"Aku tidak akan mengecewakanmu, Kak Ethan... Aku akan bersinar seterang mungkin," batin Alfian penuh tekad.

Malam itu berlalu tenang, menyimpan segudang cerita dan persiapan untuk petualangan besar yang menanti mereka di hari-hari mendatang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!