NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: TATAPAN DEWA DAN KEMARAHAN YANG TERPENDAM

​Long Haotian berdiri hanya dua langkah dari Jiang Ziyan. Ia menatap Ziyan bukan sebagai seorang pengantin, melainkan sebagai sebuah bejana obat yang berharga.

​"Ziyan, kau tampak lebih cantik malam ini," suara Long Haotian halus namun memiliki tekanan mental yang berat. "Kudengar kau merasa kurang sehat? Klan Su memberitahuku bahwa kau menolak untuk makan."

​Jiang Ziyan menunduk, menyembunyikan getaran di tangannya yang kini sudah bebas dari gelang pengikat. "Pangeran terlalu khawatir. Saya hanya butuh waktu untuk merenung sebelum ritual lusa."

​"Merenung?" Long Haotian terkekeh. Ia mengangkat tangannya, mencoba menyentuh dagu Ziyan. "Kau tidak perlu merenung. Setelah ritual itu, esensimu akan menyatu dengan kekuatanku. Kau akan menjadi bagian dari seorang Dewa. Itu adalah kehormatan tertinggi bagi penghuni alam rendah sepertimu."

​Di kegelapan langit-langit, mata Ye Xuan berkilat ungu. Urat-urat di tangannya yang menggenggam gagang pedang mulai menonjol.

​[Ding! Peringatan Emosi Inang!]

[Tekanan Darah Meningkat. Adrenalin Meningkat.]

[Saran: Jangan menyerang sekarang! Long Haotian membawa 'Jimat Pelindung Jiwa' dari Alam Dewa. Jika Inang menyerang, seluruh kota akan meledak dalam alarm tanda bahaya!]

​Ye Xuan menggertakkan giginya. Sabar... sedikit lagi, batinnya.

​Long Haotian tiba-tiba berhenti. Ia sedikit mengendus udara, lalu matanya menyipit menatap ke arah bayangan di langit-langit tepat di atas Ye Xuan. "Hmm... bau yang aneh. Seperti ada bau... sampah dari dunia bawah yang tertinggal di sini."

​Jantung Jiang Ziyan hampir berhenti berdetak. Ia segera memotong pembicaraan. "Mungkin itu bau dupa baru yang diberikan pelayan. Pangeran, jika tidak ada hal lain yang mendesak, saya ingin beristirahat."

​Long Haotian menatap Ziyan dalam-dalam, lalu tersenyum tipis yang tidak mencapai matanya. "Tentu. Beristirahatlah. Aku tidak ingin 'obatku' layu sebelum waktunya. Sampai jumpa di altar, Ziyan."

​Begitu Long Haotian keluar dan pintu tertutup rapat, Ye Xuan turun dari langit-langit dengan suara seringan bulu. Tubuhnya memancarkan hawa membunuh yang sangat kuat hingga vas bunga di dekatnya retak.

​"Dia benar-benar menganggapmu sebagai obat," desis Ye Xuan.

​"Xuan, kau harus segera pergi," bisik Ziyan dengan cemas. "Long Haotian sangat sensitif. Dia mulai mencurigai sesuatu. Jika kau tertangkap di sini, rencanamu akan hancur."

​"Aku sudah melihat kekuatannya," Ye Xuan menatap tangannya. "Dia berada di puncak Spirit Transformation, tapi auranya tidak stabil. Dia menggunakan banyak pil untuk memaksakan kultivasinya. Itu adalah kelemahannya."

​[Ding! Analisis Selesai!]

[Kelemahan Long Haotian: 'Meridian Matahari' miliknya akan terbuka selama 0,3 detik saat ia melakukan transisi energi pada ritual matahari lusa.]

[Misi Diperbarui: Lakukan serangan fatal tepat pada saat gerhana matahari parsial lusa!]

​"Ziyan, dengarkan aku," Ye Xuan memegang bahu Ziyan. "Besok, aku akan menanamkan sebuah Benih Kekacauan di dalam aliran Qi-mu. Benih ini akan melindungimu saat ia mencoba menyerap esensimu. Saat ritual mencapai puncaknya, benih itu akan meledak dan melumpuhkan sirkulasi energinya. Itulah saat aku akan muncul."

​Ziyan mengangguk mantap. "Aku percaya padamu."

​Ye Xuan kemudian menghilang kembali ke dalam kegelapan malam. Namun, saat ia berada di luar area paviliun, ia dihentikan oleh sesosok bayangan yang sangat akrab.

​Seorang pria dengan zirah perak dan topeng setengah wajah berdiri di atas menara pengawas. Itu adalah Wei Wuya—atau setidaknya, seseorang yang sangat mirip dengannya namun dengan aura yang jauh lebih kuat.

​"Ye Xuan... akhirnya kau datang ke jebakan ini," suara pria itu dingin.

​Ye Xuan menghunus sedikit pedangnya. "Kau... aku sudah membunuhmu di arena akademi!"

​Pria itu membuka topengnya, memperlihatkan wajah yang sama namun dengan tanda hitam di dahi. "Itu hanyalah kloning bayanganku. Kau pikir Klan Su begitu mudah dikalahkan? Aku adalah Wei Wuya yang asli, Jenderal Besar dari Pasukan Dewa Langit. Dan kali ini, tidak ada sistem atau keberuntungan yang bisa menyelamatkanmu."

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!