NovelToon NovelToon
Sistem Istri Ideal Untuk Istri Kedua Pemilik Pabrik Kretek

Sistem Istri Ideal Untuk Istri Kedua Pemilik Pabrik Kretek

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Bagaimana kalau istri kedua yang diracun… justru mendapat sistem yang membuatnya mustahil diinjak lagi?

Sumarni seharusnya mati sebagai istri kedua yang bodoh, penurut, dan tak pernah dianggap ada.

Namun, setelah Ratna Dewi, seorang editor dari tahun 2026 bereinkarnasi ke tubuhnya, semuanya berubah.

Dengan bantuan Sistem Istri Ideal, Sumarni bisa mendapatkan poin dari setiap penghinaan yang berhasil ia balas dengan elegan.

Poin itu bisa ditukar dengan skill, informasi masa depan, bahkan antidot racun.

Sedikit demi sedikit, Sumarni merebut perhatian, uang, koneksi, bahkan hati pria yang dulu tak pernah melihatnya.

Tapi semakin ia bersinar, semakin berbahaya permainan yang harus ia hadapi.

Karena di rumah itu… hanya ada satu perempuan yang boleh menang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. senyuman kemenangan

Denyut kaku di pelipis Sumarni kian menyengat, rasa pening dan ketegangan langsung menyambut indra saat layar peringatan sistem berkedip merah memantulkan cahaya di pelataran paviliun.

Jantungnya berdegup cepat, bukan karena takut, melainkan karena amarah yang tertahan mendidih di dalam dadanya.

Ia melirik bungkusan belacu kasar yang dilempar Mbok Nah ke lantai tegel yang kini sudah bersih mengilat. Bau minyak tanah samar tercium dari serat kain yang menyembul keluar, sebuah sabotase fisik yang sangat kentara.

Mbok Nah mendengus kasar, memandangi ruangan yang mendadak bersih dengan kerutan dalam di dahi tuanya. "Kenapa diam saja, Marni? Cepat ambil kain itu sebelum Nyonya Besar datang memeriksa."

"Panggil dia Nyonya Sulastri, Mbok Nah," sahut Sumarni, suaranya terdengar sangat tenang namun bergetar oleh ketegasan yang mematikan.

"Di rumah ini, satu-satunya orang yang memanggilnya Nyonya Besar hanyalah para pelayan yang tidak tahu aturan."

Wajah Mbok Nah seketika memerah, ia tidak menyangka selir yang biasanya selalu menunduk ketakutan ini berani membalas perkataannya. "Kurang ajar kamu, ya! Ingat posisimu!"

Sumarni mengabaikan racikan makian pelayan tua itu, ia berlutut perlahan lalu menarik kain belacu tersebut. Benar saja, lembaran kain batik tulis sutra di dalamnya telah digunting acak pada bagian tengah, membuat pola parang rusak di atasnya hancur berantakan.

Menjahit kain yang robek di tengah seperti ini dengan pola pakaian pria era 1980-an adalah kemustahilan bagi penjahit biasa. Sulastri sengaja ingin menjebaknya agar ia gagal, sehingga jatah makan Dimas bisa dihentikan secara sah di mata hukum rumah tangga.

Dimas yang berdiri di sudut ruangan meremas jemarinya sendiri, air muka bocah itu tampak ketakutan mendengar nama ibu tirinya disebut-sebut. Sumarni bangkit, menatap tajam langsung ke sepasang mata licik Mbok Nah.

"Katakan pada juraganmu, kain ini akan selesai besok malam," ucap Sumarni dengan dagu terangkat tinggi. "Dan pastikan dia tidak menjilat ludahnya sendiri saat melihat hasilnya."

"Sombong sekali! Kita lihat saja besok!" Mbok Nah meludahi tanah di luar beranda sebelum melangkah pergi dengan hentakan kaki yang dongkol.

Setelah pelayan itu menghilang di balik rimbun pohon mangga, Sumarni segera memejamkan mata dan memanggil sistem di dalam benaknya.

[Sistem Istri Ideal Era Aktif. Poin Reputasi Saat Ini: 350 Poin.]

[Toko Keterampilan: Tukar 200 Poin dengan Skill Menjahit Tingkat Maestro dan Teknik Rekonstruksi Kain Tradisional. Setuju?]

"Setuju," desis Sumarni tanpa ragu.

Seketika, sengatan hangat merambat dari pangkal otak menuju ke sepuluh ujung jari tangannya. Otot-otot tangannya mendadak terasa ringan, seolah-olah ia telah memegang jarum dan memotong pola kain selama puluhan tahun lamanya.

Tidak hanya itu, pengetahuan modern dari tahun 2026 tentang estetika ruang dan teknik sulam rekonstruksi menyatu sempurna dengan keahlian fisik barunya. Sumarni membuka matanya yang kini berkilat penuh tekad bulat untuk membalikkan keadaan.

"Dimas, bantu Ibu menggeser meja kayu ini ke dekat jendela, ya?" panggil Sumarni lembut.

Dimas dengan semangat mengangguk, bocah kecil itu mendorong kaki meja kayu tua dengan sekuat tenaga sementara Sumarni menarik bagian atasnya. Meja itu kini berdiri tepat di bawah guyuran cahaya matahari fajar yang menembus kaca jendela besar.

Sumarni memindahkan mesin jahit kayuh Singer miliknya, yang kemarin telah dilumasi minyak tanah oleh Mbok Darmi, ke sisi meja tersebut. Logam hitamnya yang sempat karatan kini tampak berkilat kokoh di bawah sorot cahaya alami, siap menjadi senjata utama pertahanannya.

Sumarni bergerak cepat, ia menggunakan sisa-sisa kain mori putih bersih untuk membuat tirai tipis yang menutupi bagian bawah jendela. Tirai itu menyaring cahaya matahari menjadi pendar lembut yang menenangkan, menghilangkan kesan paviliun belakang yang angker.

Kain-kain batik koleksinya yang berwarna cokelat sogan dan babaran diletakkan berundak di atas rak kayu tua yang telah dibersihkan. Kontras warna alami batik dengan lantai tegel abu-abu menciptakan suasana studio jahit yang sangat estetik, rapi, dan berkelas.

Dimas terpana melihat ruang tengah paviliun yang kini berubah total menjadi ruang kerja yang sangat indah. "Ibu hebat sekali, tempat ini jadi harum dan bagus."

"Ini baru permulaan, Le," Sumarni mengecup dahi Dimas, lalu duduk di depan mesin jahit barunya.

Ia mengambil kemeja batik yang sengaja dirusak oleh Sulastri, jemarinya bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mustahil dilakukan manusia biasa. Dengan skill maestro, ia tidak menyatukan kain yang robek, melainkan memotong pola secara terbalik.

Bagian yang robek ia tutupi dengan teknik aplikasi kain tenun sisa bermotif tumpal emas yang ia temukan di dasar koper. Teknik rekonstruksi ini justru membuat kemeja batik pria itu tampak lebih modern, gagah, dan memiliki nilai seni tinggi yang belum pernah ada di tahun 1984.

Bunyi kayuhan mesin jahit yang ritmis berderak konstan sepanjang hari, menemani tekad bulat Sumarni yang terus memotong dan menyulam tanpa lelah. Keringat yang menetes di leher kebayanya tidak ia hiraukan demi memenangkan taruhan ini.

Hingga tanpa terasa, matahari telah tergelincir ke ufuk barat dan malam kembali menjemput kota dengan udara dinginnya yang menggigit.

Pukul delapan malam, sepuluh kemeja batik pesanan Sulastri telah selesai dikerjakan dengan hasil yang sangat menakjubkan. Setiap helai pakaian itu tampak seperti mahakarya perancang busana kelas atas yang sangat mewah.

Sumarni meregangkan otot punggungnya yang terasa kaku, ia tersenyum puas menatap deretan kemeja yang tergantung rapi di kapstok kayu.

Tiba-tiba, suara deru mesin mobil sedan mewah yang sangat ia kenal terdengar memasuki halaman samping rumah utama, memecah keheningan malam. Harjono telah kembali dari Surabaya lebih cepat dari perkiraan semula.

Sumarni merapikan tatanan rambut jepitnya yang sedikit longgar, bersiap untuk menunjukkan hasil kerjanya kepada sang suami.

Namun, belum sempat ia melangkah ke pintu, langkah kaki yang berat dan tergesa-gesa terdengar mendekati paviliun belakang dengan teramat kasar.

Pintu paviliun digebrak terbuka dari luar hingga engselnya bergetar hebat, menampilkan sosok Harjono yang berdiri di ambang pintu dengan napas memburu.

Wajah pria tegap itu tampak merah padam oleh amarah, sepasang mata elangnya menatap lurus pada Sumarni dengan kilat kecemburuan yang sangat pekat dan berbahaya. Di belakangnya, Sulastri berdiri dengan senyuman kemenangan yang kembali mengembang di bibirnya.

Harjono melangkah maju, mencengkeram lengan Sumarni dengan begitu kuat hingga wanita itu merintih menahan rasa sakit yang menusuk tulang.

"Marni! Berani sekali kamu mengkhianatiku di belakangku!" bentak Harjono, suaranya menggelegar bagaikan petir di malam hari.

Sumarni terbelalak, rasa pening yang luar biasa tajam kembali menghantam seluruh permukaan kepalanya dengan seketika saat melihat tatapan murka suaminya.

1
𝐀⃝🥀Weny
cemburu ni ye😂
sukensri hardiati
untuk ukuran pengusaha harjono ni sukses....untuk ukuran suami..?...payaaah...
sukensri hardiati
harjono ni pengusaha batik sekaligus rokok ya....?
𝐀⃝🥀Weny
perlahan² harjono mulai menyukai Sumarni😁 lanjut lagi thor
gina altira
lanjutt
gina altira
Diracun lagiii
Titi Liana
menarik
gina altira
Wah Sulastri bikin fitnah kayaknya
gina altira
hati" Sumarni
gina altira
Lanjuttt thorrr
𝐀⃝🥀Weny
lanjut thor
Anne Soraya
lanjut
Dwi Agustina
Semangat semangat💪💪💪
gina altira
seruu, ceritanya berbeda nih ada sistem nya
𝐀⃝🥀Weny
lanjut up thor
𝐀⃝🥀Weny
tambah up lagi thor😂
irena
harusnya emasnya nanti tersimpan di tasnya Sulastri.. pas saat menuduh si Marni jadi senjata makan tuan.. klo perlu pas ada suaminya.. supaya kelakuan Sulastri ketahuan selama ini suka menindas
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
gina altira
ada" aja
gina altira
Harjono begoo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!