NovelToon NovelToon
Samsara Sembilan Naga

Samsara Sembilan Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen dulunya adalah jenius nomor satu di Kota Awan Merah. Namun, pada usia 12 tahun, Meridiannya dihancurkan oleh musuh misterius, membuatnya menjadi "Sampah" yang tidak bisa mengumpulkan Qi. Dihina oleh klannya dan tunangannya dibatalkan, Lin Chen jatuh ke titik terendah. Suatu malam, darahnya secara tidak sengaja membangunkan sebuah relik kuno peninggalan ibunya: Sisik Naga Primordial. Relik ini tidak hanya memulihkan meridiannya, tetapi juga memberinya Teknik Kultivasi terlarang: Seni Pemakan Surga Sembilan Naga. Dimulailah perjalanan Lin Chen dari kota kecil yang terpencil menuju puncak semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Ketenangan Sebelum Badai

​Berita tentang kekalahan Zhao Yan menyapu Pelataran Dalam layaknya badai topan. Seorang ahli Inti Emas Tahap Awal, dipukul pingsan dalam satu ayunan senjata tumpul oleh murid baru yang kultivasinya bahkan belum menembus Ranah Inti Emas.

​Lebih parah lagi, deklarasi perang Lin Chen kepada Chu Kuangren menjadi tamparan paling keras ke wajah Faksi Naga Sejati sejak faksi itu didirikan.

​Di Puncak Naga Sejati, udara terasa begitu membeku hingga pelayan yang mengantarkan teh gemetar ketakutan, nyaris menjatuhkan nampan mereka.

​Chu Kuangren berdiri di tepi balkon paviliunnya, memandang ke arah Puncak Pedang Patah yang tersembunyi di balik kabut. Wajah tampannya yang biasa selalu tersenyum angkuh kini mengeras, memancarkan niat membunuh yang membuat burung-burung spiritual di sekitarnya berjatuhan dari langit.

​"Satu ayunan besi tumpul..." Chu Kuangren meremas pagar batu giok di depannya hingga hancur menjadi debu putih. "Zhao Yan benar-benar sampah yang tidak berguna. Memalukan Faksi Naga Sejatiku di depan umum."

​Di belakangnya, Liu Meng'er berdiri dengan wajah pucat pasi. Ia mencoba menenangkan detak jantungnya yang berdebar kencang. Ia ingat betul bocah compang-camping di alun-alun Kota Awan Merah yang melempar surat cerai ke wajahnya. Hanya dalam beberapa bulan, 'sampah' itu telah menjelma menjadi monster yang bahkan membuat ahli Inti Emas bergidik.

​"Kanda Chu... apakah kita harus mengirim beberapa Tetua Luar yang loyal kepada kita untuk membereskannya secara diam-diam?" usul Liu Meng'er pelan.

​"Tidak!" Chu Kuangren berbalik, matanya menyala merah. "Jika aku membunuhnya dalam gelap sekarang, seluruh sekte akan berpikir Chu Kuangren takut pada seekor cacing! Keluarkan perintah pada seluruh anggota faksi: Tidak ada yang boleh menyentuh sehelai rambut pun dari kepala Lin Chen sampai hari Turnamen Sekte!"

​Chu Kuangren mengangkat dagunya, arogansinya kembali menyelimuti dirinya. "Di arena turnamen nanti, di bawah tatapan Pemimpin Sekte dan seluruh Tetua Inti, aku akan turun tangan secara pribadi. Aku tidak hanya akan mengalahkannya, tapi aku akan menghancurkan kultivasinya, meremukkan tulangnya satu per satu, dan memaksanya berlutut menjilat telapak sepatumu, Meng'er."

​Liu Meng'er menelan ludah, lalu mengangguk pelan. Di dalam lubuk hatinya, secercah rasa takut yang tak beralasan mulai tumbuh dan menjalar seperti akar liar.

​Tidak mungkin, batin Liu Meng'er meyakinkan dirinya sendiri. Chu Kuangren berada di Ranah Inti Emas Tahap Menengah. Pondasinya sempurna dan ia memiliki senjata spiritual Tingkat Surga. Lin Chen tidak akan punya kesempatan.

​Di Puncak Pedang Patah.

​Sementara seluruh Pelataran Dalam mendidih dalam ketegangan, Lin Chen justru menikmati kedamaian mutlak di kediamannya.

​Di tengah gua, Bilah Besi Bintang Jatuh sepanjang punggung orang dewasa itu tertancap dalam di lantai batu. Lin Chen bertelanjang dada, otot-otot perunggunya berkilau oleh keringat. Ia sedang berlatih mengayunkan balok besi seberat 40 ton tersebut.

​WUUUSSS! BAM!

​Setiap kali Lin Chen mengayunkan besi hitam itu, tekanan angin yang dihasilkannya membelah udara gua hingga menciptakan suara ledakan sonik kecil.

​"Jangan gunakan Qi-mu untuk meringankan bebannya! Gunakan tenaga fisik murnimu!" teriak Mo Xuan memberi instruksi. "Senjata berat tidak butuh teknik pedang yang rumit. Teknik yang rumit hanya akan membuang momentum. Kau hanya butuh tiga gerakan dasar: Tebas, Belah, dan Hantam! Pedang berat tak memiliki ketajaman, tapi kemampuannya yang sesungguhnya bersembunyi dalam bobot yang memusnahkan semua pertahanan!"

​"Pedang berat tanpa ketajaman... keluwesan kalah oleh kekuatan kasar," gumam Lin Chen.

​Ia memfokuskan Niat Pembantaian Bayangannya ke dalam besi hitam tersebut. Meski besi meteor menolak aliran Qi, ia bisa dilapisi oleh Niat. Sesaat, lempengan besi raksasa itu seolah memancarkan aura merah darah yang mengerikan.

​Lin Chen menghabiskan waktu dua minggu pertama hanya untuk membiasakan diri dengan keseimbangan Bilah Besi Bintang Jatuh, memadukannya dengan gerakan Langkah Bayangan Iblis Sembilan Pembunuhan. Kini, balok baja raksasa itu bukan lagi beban, melainkan perpanjangan dari lengannya sendiri.

​Dua minggu sisanya ia gunakan untuk kembali bermeditasi di bawah terpaan angin pedang.

​Sisa energi murni dari Piton Es dan Kera Iblis yang sebelumnya bersembunyi di relung-relung meridiannya kini dipaksa keluar dan diperas tanpa henti. Di dalam Dantian Lin Chen, jumlah Qi Cair Emas terus bertambah dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.

​Dari 100 tetes... menjadi 200 tetes... kemudian 300 tetes.

​Tepat di malam sebelum hari Turnamen Sekte, Dantian Lin Chen berhenti memproduksi tetesan baru. Jumlahnya tertahan di 500 Tetes Qi Cair Emas.

​Dantiannya terasa begitu padat dan berat, seperti menyimpan lautan mini di dalam pusarnya. Kultivator Inti Emas Tahap Awal pada umumnya hanya memiliki energi setara dengan 50 tetes cairan spiritual. Lin Chen yang masih tertahan di batas Bintang 8 Pengumpulan Qi, praktis memiliki cadangan energi sepuluh kali lipat dari ahli Inti Emas biasa!

​Lin Chen membuka matanya. Langit timur mulai menunjukkan semburat cahaya fajar.

​Hari pembalasan telah tiba.

​Ia berdiri, mengenakan jubah hitam tanpa lengan yang memperlihatkan otot lengannya yang kokoh. Ia meraih Bilah Besi Bintang Jatuh, mengangkatnya dengan satu tangan, dan menyandarkannya dengan santai di pundak kanannya.

​"Waktunya keluar dari sarang," gumam Lin Chen. Matanya memancarkan kedalaman laut abadi, namun di dasarnya tersimpan letusan gunung berapi yang siap menghancurkan dunia.

​Alun-Alun Puncak Utama - Hari Turnamen Sekte Dalam.

​Alun-alun utama Pelataran Dalam seratus kali lebih megah daripada milik Pelataran Luar. Arenanya bukan terbuat dari batu giok biasa, melainkan dari Kristal Bintang yang mampu menahan benturan level Ranah Nascent Soul (Jiwa Baru Lahir).

​Di sekeliling arena, tribun raksasa disesaki oleh ribuan Murid Dalam, puluhan Murid Inti, dan para Tetua Sekte. Atmosfernya begitu tegang dan khusyuk. Ini bukan hanya ajang adu bakat, tapi juga penentuan jatah sumber daya masing-masing faksi selama sepuluh tahun ke depan.

​Di atas podium kehormatan tertinggi yang terbuat dari emas putih, duduklah Pemimpin Sekte Pedang Awan Surgawi, Jian Wuji. Sosoknya terlihat seperti pria paruh baya yang elegan dengan sebilah pedang giok di pangkuannya. Kultivasinya yang tak terukur membuat udara di sekitarnya tunduk.

​Di jajaran kursi Tetua Inti di sebelah kanan, Tetua Bai duduk dengan wajah angkuh, sementara Liu Meng'er berdiri patuh di belakangnya.

​"Perhatian semuanya!" Seorang Tetua Penegak Hukum Utama melangkah ke tengah arena. Suaranya menggema bagai guntur. "Turnamen Sekte Dalam sepuluh tahunan resmi dibuka! Aturannya tidak banyak berubah. Turnamen akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap Penyisihan dan Tahap Tantangan Langsung!"

​Sorak-sorai mulai bergemuruh.

​Namun, perhatian sebagian besar murid tidak tertuju pada pidato Tetua tersebut, melainkan pada dua sosok yang berada di area peserta.

​Di ujung utara, Chu Kuangren duduk di sebuah kursi ukir yang dibawa khusus oleh pengikutnya. Ia memejamkan mata, memancarkan dominasi yang mutlak, seolah turnamen ini hanyalah panggung kecil baginya.

​Di sisi lain, keheningan aneh tercipta di ujung selatan area peserta.

​Dari pintu masuk, Lin Chen melangkah masuk. Setiap kali ia mengambil langkah, balok besi raksasa yang tidak ia panggul melainkan ia seret dengan satu tangan di atas tanah, menghasilkan suara decitan gesekan logam yang menusuk telinga. Lempengan besi seberat 40 ton itu meninggalkan parit memanjang di atas lantai batu keras alun-alun, menciptakan percikan api kecil yang konstan.

​Sret... Sret... Sret...

​"I-Itu dia... Orang gila dari Puncak Pedang Patah yang mengalahkan Kakak Senior Zhao Yan dengan satu pukulan."

"Astaga, senjata macam apa itu?! Besi itu bahkan tidak memiliki tepi tajam!"

​Lin Chen terus berjalan hingga ia tiba di area peserta. Murid-murid yang berada di dekat posisinya segera menyingkir sejauh puluhan meter, memberinya ruang kosong yang sangat luas.

​Di atas panggung kehormatan, Pemimpin Sekte Jian Wuji menaikkan satu alisnya saat melihat Lin Chen. "Bilah Besi Bintang Jatuh? Menarik. Sudah ratusan tahun tidak ada yang punya tenaga fisik murni untuk menyeret benda itu. Siapa anak ini, Tetua Bai?"

​Wajah Tetua Bai sedikit berkedut. "Melapor pada Pemimpin Sekte, itu adalah Lin Chen. Murid baru yang baru saja dipromosikan dari Pelataran Luar. Dia memiliki tabiat yang sangat arogan dan beringas, sama sekali tidak memiliki tata krama sekte ortodoks."

​Pemimpin Sekte hanya tersenyum samar. "Jalan kultivasi menuntut kekuatan, bukan hanya tata krama. Kita akan lihat apakah kemampuannya sepadan dengan arogansinya."

​Di bawah, Tetua Penegak Hukum menyelesaikan pidatonya. "Tahap Penyisihan akan dilakukan dengan sistem pengundian batu spiritual! Silakan maj—"

​"Tidak perlu repot-repot dengan pengundian."

​Sebuah suara tenang, namun diperkuat oleh Qi Emas yang sangat padat, memotong ucapan Tetua Penegak Hukum. Suara itu begitu nyaring hingga membungkam seluruh keributan di alun-alun.

​Semua mata sontak beralih ke arah ujung selatan.

​Lin Chen mengangkat Bilah Besi Bintang Jatuh dengan satu tangan dan menancapkannya ke tanah di depannya dengan suara ledakan tumpul yang menggetarkan lantai. Ia memandang ke sekeliling, lalu mendongak menatap lurus ke arah area Murid Inti, tepatnya ke kursi Chu Kuangren.

​"Aku datang ke sini bukan untuk bermain-main di tahap penyisihan melawan ikan-ikan kecil," ucap Lin Chen datar, namun suaranya membawa arogansi yang menembus langit. Ia menunjuk ke arah Chu Kuangren dengan dagunya.

​"Chu Kuangren. Bukankah kau sangat ingin melindung tunanganmu? Turunlah. Mari kita selesaikan dendam ini sekarang juga. Atau kau ingin aku membantai seluruh Faksi Naga Sejatimu di arena ini sebelum kau berani menampakkan diri?"

​Lautan manusia membeku. Bahkan Pemimpin Sekte pun tertegun.

​Melewatkan tahap penyisihan dan langsung menantang murid terkuat di sekte pada menit pertama turnamen?! Ini bukan lagi kesombongan; ini adalah deklarasi perang terbuka yang merobek seluruh aturan dan kehormatan sekte!

​Di ujung utara, Chu Kuangren membuka matanya perlahan. Pupil matanya memancarkan badai amarah merah menyala. Ia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat kejam.

​"Kau begitu terburu-buru mencari jalan menuju neraka, Lin Chen?" suara Chu Kuangren bergema memecah keheningan. "Baiklah. Karena kau memohon untuk mati... aku akan mengabulkannya."

​Chu Kuangren berdiri dari kursinya. Sinar matahari memantul dari jubah naga emasnya, menyilaukan mata para penonton, bersiap untuk turun dan menghukum mati sang pemberontak yang berani menantang takhtanya. Pertarungan yang dinanti-nantikan oleh seluruh sekte... meledak lebih cepat dari yang dibayangkan.

1
yos helmi
biasanya kalau up nya satu dua bab.. ng akan tamat..
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍💪💪💪💪💪
yos helmi
biasanya cerita ng pernah selesai.. putus di tengah jln.. 🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣👍
yos helmi
🤣🤣👍🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🙏🤣👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄👍👍👍👍😄👍😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍l👍l👍l👍l👍l👍l💪💪💪ĺ
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!