NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Radia Adawiyah

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi adalah kisah Alya, seorang gadis yang lembut dan taat, yang harus menerima takdir dijodohkan dengan Zidan (seorang pemuda yang dikenal bebas dan jauh dari nilai-nilai agama). Tapi di tengah perbedaan itu, Alya berusaha menjalani semuanya dengan sabar dan tetap berpegang pada prinsipnya. Sementara itu, tanpa disadari, kehadiran Alya perlahan mengubah Zidan menjadi dekat dengan Agama.

Novel ini mengisahkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan, tetapi tentang proses saling memperbaiki, mendekat kepada Allah, dan menerima takdir dengan penuh keikhlasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radia Adawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Hati yang mulai luluh

Pagi itu…...

suasana rumah terasa lebih hangat dari biasanya.

Umi sedang memasak di dapur, Abi sudah berangkat ke pesantren sejak subuh tadi, sedangkan Faris masih sibuk membantu beberapa santri yang datang ke rumah.

Dan untuk pertama kalinya sejak menikah…

Alya merasa rumah ini perlahan benar-benar terasa seperti rumah tangga.Bukan lagi sekadar hubungan yang dipenuhi oleh keraguan.

...****************...

Di dapur, Alya sedang menuang teh hangat ketika tiba-tiba suara langkah laki -laki mendekat dari belakangnya.

“ Perlu bantuan ? ” Ucap Zidan.

Alya sedikit terkejut lalu menoleh.

Zidan berdiri di sana dengan kaos hitam sederhana dan rambut yang masih sedikit basah habis mandi.

Alya terdiam sesaat.

Karena dulu…

ia tidak pernah membayangkan Zidan akan menawarkan bantuan di dapur seperti ini.

Alya menggeleng kecil.

“ Tidak apa-apa. Sudah hampir selesai. ”

Namun Zidan tetap berdiri di sana.

“ Terus apa yang bisa aku bantu ? ” tanyanya pelan.

Alya menatapnya sebentar lalu menunjuk piring di meja.

" Kalau begitu… bantu aku bawa piring saja ke ruang makan. ”

Zidan langsung mengangguk kecil.

“ Siap. ”

Jawaban singkat itu membuat Alya tanpa sadar tersenyum tipis lagi.

Saat sedang membawa piring, tiba-tiba Zidan berhenti melangkah.

“ Aduh… ”

Suara itu membuat Alya langsung menoleh cepat.

Ternyata tangan Zidan terkena air panas dari mangkuk sup yang sedang di bawahnya

“ Ya Allah…”

Refleks Alya langsung mendekat.

“ Lihat sini. ” Ucap Alya sambil refleks memegang dan melihat tangannya Zidan.

Zidan sedikit diam ketika Alya menggenggam tangannya pelan untuk melihat bagian yang memerah.

Suasana mendadak terasa hening.

Karena ini pertama kalinya Alya menyentuh tangannya sejak semua kejadian kemarin.

Dan entah kenapa…

jantung Zidan langsung berdetak lebih cepat.

Alya masih fokus melihat tangannya.

“ Kan panas… kenapa dipaksa dipegang begitu ? Untung aja nggak kesiram kesemua tangan kamu, kamu kesiram semuanya gimana? ” ucap Alya pelan dengan nada khawatir.

Zidan justru menatap wajah Alya diam-diam.

Karena sudah lama sekali…

ia tidak melihat perhatian itu lagi dari Alya.

“ Aku nggak apa-apa kok ,Alya ” jawabnya pelan.

Alya menghela napas kecil.

“ Tunggu sebentar. ”

Ia berjalan mengambil es batu lalu kembali lagi.

Dengan hati-hati, Alya menempelkan es itu ke tangan Zidan.

Dan lagi-lagi…

suasana di antara mereka terasa dekat dan hangat, meskipun tanpa ada kata-kata manis sedikitpun.

Dari arah ruang tengah, Faris yang melihat itu hanya mengangkat alisnya pelan.

“ Hmm...… ” gumamnya kecil.

Tak lama kemudian Umi muncul sambil tersenyum samar.

“ Kenapa itu Kak ? ”

“ Mas Zidan kena kuah panas dari mangkok sup ” jawab Alya singkat.

Namun Umi justru tersenyum semakin lebar.

“ MasyaAllah… dirawat langsung sama istri ya , Nak Zidan "

Seketika wajah Alya langsung memerah malu.

“Umi…”

Sedangkan Zidan langsung menahan senyum kecil sambil menggaruk tengkuknya canggung.

Untuk pertama kalinya…

ia merasa ucapan “ istri ” itu terdengar begitu hangat di hatinya.

...****************...

Malam harinya…

Setelah semua orang tidur, Zidan duduk sendiri di teras rumah.

Angin malam terasa tenang.

Namun kali ini… isi dadanya jauh lebih tenang dibanding minggu-minggu sebelumnya.

Tak lama kemudian, langkah pelan terdengar mendekat.

Zidan menoleh.

Alya berdiri di sana sambil membawa dua gelas teh hangat.

“ Alya ? ”

Alya duduk perlahan di kursi sebelahnya lalu menyodorkan satu gelas.

“ Ini aku bawakan satu gelas teh hangat buat kamu ”

Zidan menerimanya perlahan.

“ Thanks ya Alya ”

Beberapa detik suasana menjadi hening.

Namun kali ini… bukan hening yang canggung.

Melainkan hening yang terasa nyaman.

Alya menatap halaman depan rumah sambil berkata pelan,

“ Aku tahu… berubah itu nggak mudah. ”

Zidan menoleh perlahan.

“ Tapi…”

Alya tersenyum kecil.

" …aku lihat kamu benar-benar sedang berusaha.”

Kalimat sederhana itu langsung membuat dada Zidan terasa penuh, karena setelah semua kesalahan yang ia lakukan…

akhirnya Alya mulai melihat usahanya.

Zidan menunduk kecil sambil tersenyum tipis.

“ Makasih…ya Alya ” gumamnya lirih.

Dan malam itu….

Untuk pertama kalinya sejak badai besar yang terjadi diantara mereka, hati Alya perlahan mulai luluh lagi pada laki-laki yang telah menjadi imamnya itu, yang bernama Zidan.

1
Ate Ida Rustono
aalur ceritanya bagus
Radiatul Adawiyah: Terimakasih banyak atas komentar baiknya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!