NovelToon NovelToon
Cincin Brondong Dosen Killer

Cincin Brondong Dosen Killer

Status: tamat
Genre:Dosen / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ddie

Hidup Dewa sudah cukup runyam diputusin Sasha, keuangannya hampir kolaps, dan menjadi bulan-bulanan takdir. Tapi takdir memutuskan untuk bercanda lebih kejam

Paket cincin untuk pacarnya Sasha nyasar ke apartemen Dian, dosen killer yang bikin satu kampus bergidik.

Dian mulai curiga Dewa adalah penguntit rahasia, merekrutnya mejadi asisten pribadi—dengan ancaman nilai. Dewa malah terjebak dalam permainan dekan genit yang suka dengan Dian.

Tapi kenapa ada perasaan aneh yang muncul di antara interogasi dan kopi panas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ddie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pingsan Dalam Pelukan

Hari kedua puluh lima, pukul 08.00 pagi.

Suasana kampus berbeda tegang seperti sebelum badai. Dewa merasakannya sejak masuk gerbang. Mahasiswa berbisik-bisik, Dosen berlalu lalang dengan wajah serius. Bahkan tukang parkir pun tidak menyapanya seperti biasa.

"Ada apa, Pak?" tanya Dewa.

Pria tua itu menggeleng. "Gak tahu Nang, dengar dengarnya Pak Dekan lagi naik tensi."

" Naik tensi seperti apa pak De ?"

"Ya gak tahu, emangnya pak De Dosen, kamu lebih tahu, pak De liat kamu dekat dengan Bu Dian."

Dewa tergagap ternyata ia sudah lama di perhatikan bahkan dengan tukang parkir sekalipun," Saya cuma asisten dosen pak."

" Opo itu asisten? Pak de liat kamu sering boncengan dengan cah ayu Dian, tegese kowe seneng

Laki laki itu mengernyit bukannya ngasih solusi orang tua ini nambah masalah. Ia tidak bertanya lebih hatinya sudah tidak enak.

--

Pukul 08.30, ruang rapat utama.

Meja panjang dikelilingi wajah-wajah tegang. Para dosen duduk rapi. Di ujung meja, Prof Hadi memimpin rapat dengan wajah merah padam seperti udang rebus .

"Baik, kita lanjut ke agenda berikutnya." katanya dengan suara berat berwibawa tapi ada getar dendam di sana. " Sudah saatnya kampus rotasi dosen."

Semua diam situasi seperti ini akan memanas

"Saudara semuanya untuk penyegaran organisasi, saya usulkan Ibu Dian Wulandari dialihkan dari jabatan calon kepala prodi baru. Dan jadwal mengajarnya... disesuaikan lebih tepat.

Dian mengernyit seolah tidak terima tapi untuk kali ini ia tidak frontal dulu melihat sikon

Salah satu dosen senior, Bu Sri, angkat bicara. "Pak, Ibu Dian selama ini kinerjanya baik. Apa alasannya?"

Prof Hadi menatapnya dingin. "Alasannya ya cuma satu .. kita butuh penyegaran. Ibu Dian sudah lama di prodi ini saatnya memberi kesempatan dosen lain."

Bu Sri seperti nya tidak puas tapi ia tidak berani membantah lebih lanjut.

Dosen lain, Pak Budiman, mencoba lagi. "Tapi Pak bapak tahu ibu Dian masih gadis jadwal yang padat tidak beraturan seperti itu tidak suitable. Senin jam 7 dan Jumat jam 4... itu jadwal terburuk, Pak. Apa,kah itu tidak berlebihan?"

Prof Hadi tersenyum, senyuman yang tidak sampai ke mata, lebih tepatnya menyeringai

"Semua dosen harus siap mengajar kapan saja. Itu memang tugas kita."

Tidak ada yang berani membantah lagi.

Dian, yang duduk di tengah, diam wajahnya datar membuka suara," Terimakasih rekan rekan semua, Pak Dekan, saya siap dipindahkan kemana saja, jabatan tidak penting,"

Prof Hadi seperti mencibir mengalihkan pandangannya

--

Pukul 10.00, ruang dosen.

Rapat selesai. Dian keluar dengan wajah lelah. Dewa sudah menunggu di luar langsung berdiri tapi ia tidak berani mendekat karena banyak dosen dosen disana berkumpul membicarakan rotasi

Perempuan itu melihatnya, mengisyaratkan agar ia tidak diganggu dulu.

Dewa terhenti pergi menjauh menunggu saat yang tepat namun sampai pukul 12 siang saat istirahat tidak ada pesan apapun darinya membuat nya gundah.

Hingga saat masuk mapel Studi Kelayakan Bisnis, pukul 13.00 perempuan itu memanggilnya di koridor

" Dewa sebentar,"

Ia segera menghampiri dengan rasa was was "Bu? Gimana?"

"Saya dirotasi."

Dewa mengerjap pelan "Apa?"

"Diturunkan dari jabatan tidak menjadi kepala prodi baru lagi. Dan... dapat jadwal ngajar paling jelek mulai hari Senin pagi pukul 7, sampai dengan Jumat sore jam 4."

Laki laki itu terdiam. 'Dekan setan' gerutunya naik darah.

" Prof Hadi dalam rapat memutuskan semuanya dengan alasan 'penyegaran'."

"Bu, ini nggak adil."

Ia tersenyum pahit. "Di dunia ini, Dewa, yang namanya adil itu relatif."

Dewa mengepalkan tangan. "Bu, saya—"

"Jangan." Dian memotong. "Jangan lakukan apa pun. Ini urusanku."

"Tapi Bu—"

"Dewa." Dian menatapnya tegas. "Tenang saya tahu cara memainkannya biar saya urus."

Ia diam tapi tangannya tetap mengepal.

---

Pukul 12.00 — Kantin Kampus

Dewa duduk di meja plastik dekat jendela kantin. Roby di depannya, sibuk mengaduk es teh yang sudah hampir habis.

Tak lama, Rani, Joko, dan Budi datang membawa nampan makan siang. Mereka duduk tanpa banyak basa-basi.

Ada sesuatu di wajah mereka, ketegangan dan kebingungan .

Roby akhirnya membuka suara."Update dari ruang dosen tadi pagi ada rapat."

Semuanya langsung menoleh.

Rina menatap Roby dengan wajah sedikit tegang"Terus?"

"Ibu Dian... kena hukuman."

Sendok Budi berhenti di udara."Hah? Hukuman? Ibu Dian salah apa?"

Rina langsung mendengus kesal."Ini jelas balas dendam. Pak Dekan masih sakit hati karena ditolak."

Joko mengerutkan keningnya. "Serius dia ngelakuin itu di rapat? Di depan semua dosen?"

Roby mengangkat bahu."Dia dekan, Jo. Dia punya kuasa. Siapa yang berani melawan?"

" Bu Sri sama Pak Budiman dosen senior orangnya baik mereka pasti ngomong sesuatu."

Dewa mengangguk kecil "Informasi dari Ibu mereka protes. Tapi Pak Dekan langsung membantah, ini cuma 'penyegaran'."

"Penyegaran apanya…"segar es teh ?" Joko meriang.

"Ini salah gue."

Semua langsung menoleh ke arah Dewa, laki laki berkulit putih wajah polos itu

Roby menyipitkan matanya"Maksud lo?"

Dewa menatap mereka satu persatu "Kalau gue nggak ada didalam kehidupan Ibu Dian ... mungkin Pak Dekan nggak bakal segitunya."

"Salah Lo dimana ? Karena dekat dengan Dian sebagai asisten?"

"Bukan, " potong Roby cepat, karena cinta."

Mereka tergelak, Dewa tersipu malu.

"Eh! Jangan ngomong gitu, Dewa," balas Rina menepuk meja.

Ia terdiam.

"Justru karena ada lo, Ibu Dian berani nolak belalang sembah."

Dewa nyengir masam anak anak tertawa terbahak-bahak

Joko mengangguk setuju setelah semuanya diam "Rina bener. Kalau nggak ada lo, mungkin ibu Dian udah nyerah dari dulu menjadi istri Mr Pregnant Belly

Budi menaruh sendoknya."Tapi sekarang masalahnya bukan itu."

"Maksud Lo ?"tanya Roby

"Masalahnya... Pak Dekan udah mulai nyerang."

Suasana meja langsung sunyi. Budi menatap satu per satu wajah mereka. "Kita harus siap."

Rina mengerutkan dahinya "Siap apa?"

"Siap...melawan."

Kata itu menggantung di udara.

Berat.

Tidak ada yang langsung menjawab.

---

Pukul 14.00 — Taman Kampus

Di bawah pohon besar dekat taman fakultas, Rani, Joko, dan Budi duduk melingkar mengadakan rapat kecil tanpa Dewa tanpa Roby.

Rina membuka pembicaraan."Oke Friend. Kita harus bantu Dewa sama Ibu Dian."

Joko langsung mengangkat tangannya sedikit."Pertanyaannya... bantu gimana?"

Ia menunjuk dirinya sendiri."Kita ini cuma mahasiswa."

Budi menyeringai kecil."Tapi kita punya sumber daya."

Rani menatap curiga."Sumber daya apaan lo?"

"Gue punya gorengan."

" Stress Lo."

Joko tertawa kecil.

" Lo punya kamera, Rin dan Kampret Joko punya… nyali."

Joko mengangkat alisnya ."Nyali gue standar, Bud bukan seperti orang orang 'Dunia Lain."

Rina mulai menangkap arah pembicaraannya.

"Tunggu… maksud lo kita jadi mata-mata?"

"Bukan mata-mata kedengarannya seperti kriminal."

"Kita pengumpul informasi," Joko menyela

"Bedanya?"

"Kalau kita punya bukti Pak Dekan balas dendam… kita bisa lapor."

"Lapor ke siapa?"tanya Rina dengan bingung

Budi menjawab cepat."Rektor." Ia berhenti sebentar."Atau… media."

"Media?"Rina menunjuk dirinya sendiri.

"Lo mau gue jadi jurnalis beneran?"

"Lo kan emang jurnalis."

"Buletin kampus! Bukan koran nasional, Budi."

"Tapi semua jurnalis mulai dari kecil, Rin."

Gadis itu terdiam matanya berbinar."Lo serius?"

"Kita kumpulin bukti. Rekaman. Screenshot. Dokumen. Kalau perlu… rekam suara." timpal Joko

"Itu bahaya, Jo."

"Gue tahu."Ia menatap taman kampus yang ramai."Tapi gue juga nggak suka lihat orang sok kuasa kaya gitu "

Rina mengangguk."Oke. Tapi kita harus hati-hati."

Budi langsung mengangkat tangannya

"Gue setuju." menunjuk mereka berdua.

"tapi kalau ketangkep… gue nggak kenal lo."

Rani langsung memukul lengannya.

"Budi

"Bercanda! Gue ikut!" Ia berdiri sambil mengambil tas."Tapi satu syarat."

Rina menyipitkan mata."Apa lagi?"

"Gue tetap jualan gorengan, Dewa tetap jualan bubur dan kalian semua wajib membelinya sampai tamat."

Mereka menangkap kedua tangan melemparnya kedalam pot bunga

---

Pukul 17.00, parkiran.

Dewa menunggu Ibu dosen pikirannya masih kacau.

Dan akhirnya perempuan itu keluar, wajahnya lebih tenang dari siang.

"Pulang, Bu?"

"Iya."

Motor melaju sepanjang jalan, tidak ada yang bicara. Hingga akhirnya di perempatan jalan menuju apartemen Anggrek Dian berkata:

"Dewa...kamu pasti berpikir ini salah kamu."

Dewa diam.

"Ini bukan salah kamu Dewa. Ini salah saya sendiri."

"Bu?"

"Saya yang terlalu lama menghindar tidak pernah berani bilang tidak. Sekarang... saya mesti belajar."

Dewa menatapnya dari kaca spion.

"Jadi jangan suka nyalahin diri sendiri, ya."

Dewa tersenyum. "Iya, Bu."

---

Pukul 19.00, Apartemen Anggrek.

Dian turun melepas helm.

"Makasih, Dewa."

"Sama-sama, Bu."

Perempuan itu tampak ragu berkata: "Besok... kita jalan?

"Jalan, Bu? Ke mana?"

Ia tersenyum simpul. "Jalan ke tempat yang berbeda."

" Maksud Ibu ?"

" Saya mau mencari sesuatu di Mal, kita naik Mobil aja."

Laki laki itu mengerutkan keningnya, Jalan jalan ke Mal? Bu...apakah ibu tidak ...

" Malu Maksud mu? Karena kamu hanya seorang asisten dosen pergi berduaan dengan dosen tua ?"

"Bu..."

" Saya tunggu besok pukul 10.00 di rumah atau saya yang datang ke tempat kos mu."

Ia masuk menutup pintu

Dewa mematung, ia ingin pingsan dalam pelukan

1
D_wiwied
makasih buat ceritanya kak, cerita yg ga biasa yg awal2 bikin geregetan pingin getok authornya eh getok Dewa maksudnya 😆🤭
bikin karya baru lg kak yg lbh seru dr DnD, aku tunggu yaaa 🥰
D_wiwied: wkwkwk iyakah, biar tambah semangat menulis kak 🤭😆
total 3 replies
D_wiwied
waah ga terasa sdh 5 tahun saja, dan sdh ada si kecil Nana si bubur sachetmu ya Wa, akhirnya perjuangan kamu ga sia-sia semoga bahagia selamanya ya.. tp mengsedih jg nih kisah Dian n Dewa bakal end 😥 smg authornya bikin sekuelnya 😆
Ddie: udah mba disini aja ...nanti kepanjangan mba wied sewot. hehe
novel baru aja mba ...
total 1 replies
D_wiwied
Rob kamu pelukan sama siapa, kak Ddi aja yaa 🤭
D_wiwied: 🤭🤭🤭🤭😆😆😆
total 2 replies
D_wiwied
aah so sweet,, tumben lancar ngomongnya Wa.. semoga disegerakan deh sama authornya 😆😁
Ddie: hahaha...udah kok mba gak perlu berlama lama...nanti mba sewot 😅
total 1 replies
D_wiwied
wohooo akhirnya dilamar jg bu Di nya 😁
Ddie: hehhe...ya mba cepet di kamar eh di lamar biar gak di gondol maling laki buaya
total 1 replies
D_wiwied
ya Allah kak jahat banget sih jd orang tega2 nya bikin Dian cintaku sayangku kecelakaan.. gak pren ah
D_wiwied: Yups author yg berkuasa atas hidup dan cinta Dian Dewa 😁🤣
total 2 replies
D_wiwied
dan empat kata itu yg akan membawa Dewa kembali pulang ke kamu Di sayang.. 🤭😆
Ddie: mba wied kalau ada yang romantis romantisan senyam senyum ...ya...
gawaat ibu satu nih 😄
total 1 replies
D_wiwied
jangan cuma dijadikan pelarian lho pak, kasian bu Lastri.. btw selamat dulu deh selamat menempuh hidup baru smg berbahagia selalu dan cepat lupakan Dian, dia bukan untukmu dia milik Dewa 😆😁
D_wiwied: waahh 😍
total 4 replies
D_wiwied
ternyata aisyah orang baik 😁
Ddie: ya mba ..baik kaya mba tapi gak cerewet 🤣🤣
kalau Aisyah suka dewa, kacau deh mba ...ntah kemana cerita nya😄
total 2 replies
D_wiwied
yups, bodoh pake bangetttt
D_wiwied: gemes kak gemessss aku tuh

ya ampuuun mlh pake diwarning segala : komen terlalu cepat kata sistem 🤣🤣
total 2 replies
D_wiwied
awas lho Wa, kalo sampe kamu main hati sm cewek lain aku blebekin kamu di Ciliwung 😏
D_wiwied: ide yg bagusss 🤭😆
total 2 replies
D_wiwied
harusnya kamu nanya dirimu sendiri Di, apa kamu sanggup?
Ddie: gaya nya Bu dian aja mba, padahal hatinya resah
total 1 replies
D_wiwied
sorry bu, Dewa mau pergi hiling ke luar negri sama aku.. jd gausah ditunggu yaaa 🤭🤭
D_wiwied: moso ke luar negeri bantar gebang, emoh ah
total 2 replies
D_wiwied
mbuhlah Di, sakarepmu
D_wiwied: tau tu bu dosen, ikutan plin plan ky si Dewa
total 2 replies
D_wiwied
ego mengalahkan cinta,, putus ya putus aja mungkin lbh baik saling menjauh dulu agar kalian mengerti arti kehadiran seseorang setelah orang itu tdk ada di sisimu
Ddie: heheh...nyeplos kadang membuat ngakak ya mba, tapi ada ilmu yang terselip ...
total 3 replies
D_wiwied
kapokmu kapan Wa kamu be to the go sih, membiarkan ketidakjujuran smpe berlarut-larut, wes terima nasib aja kalo nanti kamu didepak bu D.. rekor ini belum lama jadian udah di putusin aja 😆😆🤭
berjuang dong Wa, tunjukkan kesungguhan mu smg bisa meluluhkan hati Dian
Ddie: hahahah🤣🤣🤣🤣...aduh tuhan
total 3 replies
D_wiwied
itu bukan cinta tp obsesi, sebenarnya kamu tau kans mendapatkan Dewa kembali sdh tdk ada,, dahlah stop smpe disini aja
Ddie: namanya juga usaha mba..siapa tahu berubah, sifat manusia begitu, penyesalan datang disaat semuanya telah terjadi. Sasha gak akan mengerti, tapi usaha nya tidak akan mempan..Dewa bukan seperti laki laki cengeng...dia pasti berusaha
total 1 replies
D_wiwied
resiko yg hrs kamu tanggung Wa, resiko yg hrs kamu bayar krn kepengecutanmu yg tdk mau terus terang,, rasain kamu klo bu D ntar ngambek 🤣🤣
D_wiwied: wkwkwk pengen ku tampol pake parutan kelapa 🤣🤣
total 2 replies
D_wiwied
cinta ternyata bisa bikin orang jd bodoh ya, mau2 nya kamu diperalat sm si micin masuk ke dlm jebakan yg bisa membuat kamu kehilangan integritas, selamat menikmati kehancuran pakdos 😆😆
D_wiwied: nahh, sok2 an pake acara menyesal segala.. kenapa penyesalannya hrs nunggu smpe 15 tahun? kemarin2 kemana kamuuu, andai istri Arif ga meninggoy pasti ga bakalan ada cerita mengejar cinta lama ya kaaan
total 2 replies
D_wiwied
ngarang banget bocah sstu ini, bukan Dewa yg mengkhianati tp kamu yg ninggalin dia krn kamu mikirnya Dewa adalah mahasiswa kere, dan setelah sekarang kamu tau Dewa anak orkay kamu ngejar dia lagi.. dasar gatau malu
Ddie: 🤣🤣🤣 oke siiip ...gak deh
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!