NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cinta

Dua Wajah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Poligami / Pelakor
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
​Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
​Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

...Di dalam kamar yang kini terasa jauh lebih tenang, aroma antiseptik tipis bercampur dengan wangi aromaterapi yang menenangkan. ...

...Cahaya pagi mulai masuk dengan lembut, menerangi wajah Stella yang masih tampak pucat di atas ranjangnya....

...Khan baru saja memeriksa keadaan Stella dengan sangat teliti. ...

...Sebagai seorang dokter, ia tidak ingin kecolongan sedikit pun, terutama setelah melihat Stella dipaksa menelan obat-obatan tak dikenal oleh Abbas. ...

...Tubuh Stella masih sangat lemah dan mengalami dehidrasi ringan akibat syok yang hebat....

...Dengan gerakan yang sangat hati-hati dan profesional, ia terpaksa memasang selang infus ke pergelangan tangan Stella....

..."Ini hanya untuk mengembalikan tenagamu, sayang. Kamu butuh cairan agar pusing di kepalamu cepat hilang," bisik Khan sambil memastikan jarum infus terpasang dengan sempurna....

...Stella menatap cairan bening yang perlahan mengalir melalui selang itu, lalu beralih menatap wajah Khan yang tampak sangat lelah namun penuh cinta. ...

...Ada satu hal yang mengganjal di pikirannya sejak mereka meninggalkan tempat gelap itu....

..."Khan, bagaimana kamu tahu kalau aku di sana?" tanya Stella lirih. ...

..."Tempat itu sangat jauh dan tersembunyi. Aku pikir... aku benar-benar akan hilang."...

...Khan tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyimpan ribuan kekhawatiran yang ia rasakan sepanjang malam. ...

...Ia duduk di pinggir ranjang dan menggenggam tangan Stella yang bebas....

..."Aku tidak akan pernah membiarkanmu hilang, Stella. Persahabatan belasan tahun kita tidak hanya meninggalkan kenangan, tapi juga naluri," jawab Khan tenang....

...Flashback...

...Malam sebelumnya, saat Khan berada di dalam mobilnya di tengah keputusasaan. Ia teringat sesuatu yang pernah mereka bicarakan saat sekolah dulu. ...

...Saat itu, mereka sedang mempelajari peta dan Stella pernah berkata bahwa ia sangat menyukai pemandangan fajar dari bukit di perbatasan kota sebelah utara....

...Selain ingatan itu, Khan teringat bahwa ia pernah memasang fitur 'Family Link' secara diam-diam di ponsel Stella atas izin Papa Stella sebulan yang lalu, demi keamanan sebagai seorang CEO. ...

...Meskipun Abbas mematikan ponselnya, Khan berhasil melacak koordinat terakhir sebelum sinyalnya hilang di area blank spot utara....

...Dengan mengandalkan titik terakhir itu dan instingnya mengenai tempat impian Stella, Khan menyusuri setiap jalur tikus yang menuju ke atas bukit, mengabaikan rasa lelah hingga akhirnya sorot lampunya menangkap sosok wanita yang paling ia cintai sedang berlari di tengah kegelapan....

...Setelah memberikan penjelasan singkat tentang bagaimana ia bisa menemukannya, Khan menatap Stella dengan pandangan yang jauh lebih lembut. ...

...Kelelahan yang luar biasa tampak di wajahnya, namun binar lega di matanya jauh lebih besar....

..."Boleh aku naik ke atas tempat tidur?" tanya Khan dengan suara rendah, hampir berbisik. ...

...Ia tidak ingin melakukan apa pun selain merasakan keberadaan Stella di dekatnya, memastikan bahwa wanita itu benar-benar nyata dan aman....

...Stella menganggukkan kepalanya tanpa ragu. ...

...Ia menggeser sedikit tubuhnya yang masih lemas untuk memberi ruang bagi Khan. ...

...Begitu Khan merebahkan diri di sampingnya, Stella langsung menyandarkan kepalanya di dada bidang pria itu dan memeluk tubuh Khan dengan erat, seolah takut jika ia melepaskannya, mimpi buruk itu akan kembali....

...Khan melingkarkan lengannya di bahu Stella, ...

...mendekapnya dengan sangat protektif. ...

...Ia bisa merasakan sisa detak jantung Stella yang masih sedikit cepat karena trauma, namun perlahan mulai berirama tenang mengikuti detak jantungnya sendiri....

..."Aku di sini, Stella. Tidurlah. Aku tidak akan pergi ke mana-mana," bisik Khan sambil mengecup kening Stella berulang kali....

...Di dalam keheningan kamar itu, untuk pertama kalinya sejak penculikan terjadi, Stella merasa benar-benar pulang. ...

...Kehangatan tubuh Khan dan aroma maskulin yang menenangkan menjadi obat yang lebih ampuh daripada cairan infus mana pun. ...

...Di pelukan calon suaminya, Stella akhirnya memejamkan mata dengan perasaan damai, tahu bahwa tidak akan ada lagi monster yang bisa menyentuhnya selama Khan berada di sisinya....

...Suasana kamar yang hening itu hanya diisi oleh suara detak jam dinding dan embusan napas Stella yang mulai teratur. ...

...Khan masih setia memeluknya, menjaga agar tidur wanita itu tidak terusik oleh mimpi buruk apa pun....

...Tiba-tiba, pintu kamar terbuka sangat perlahan. Si ...

...kembar masuk membawa nampan berisi bubur hangat dan segelas air putih yang baru saja mereka siapkan di dapur bersama Papa. ...

...Langkah kaki mereka sangat pelan, berusaha tidak menimbulkan suara di atas lantai kayu. Namun, begitu mereka mendekat, mereka melihat kakaknya yang sudah tertidur pulas dalam dekapan Khan....

...Melihat Stella yang akhirnya bisa beristirahat dengan tenang, Khan menoleh ke arah Axel dan Alexander. ...

...Ia meletakkan satu jari di depan bibirnya, memberikan isyarat agar mereka tidak bersuara. ...

...Dengan gerakan kepala yang lembut, Khan meminta mereka untuk segera keluar agar Stella tidak terbangun....

...Si kembar saling berpandangan sejenak. Ada rasa lega yang luar biasa melihat kakak mereka aman di tangan pria yang tepat. ...

...Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, si kembar mengacungkan jempol ke arah Khan sebagai tanda rasa hormat dan terima kasih karena telah membawa Stella pulang dengan selamat....

...Mereka meletakkan nampan bubur itu di atas meja nakas dengan sangat hati-hati, lalu berjalan mundur keluar dari kamar. ...

...Sebelum menutup pintu, mereka sempat melihat Khan yang kembali membenarkan selimut Stella dan mengecup keningnya. ...

...Di mata si kembar, Khan bukan lagi sekadar sahabat atau calon kakak ipar; ia adalah pahlawan yang telah menjaga keutuhan keluarga mereka....

...Suasana di ruang makan terasa begitu sunyi dan berat. ...

...Aroma bubur hangat yang tadi dibawa ke atas masih tertinggal di udara, namun selera makan semua orang seolah telah menguap bersama kejadian mengerikan yang menimpa keluarga mereka....

...Si kembar duduk di ruang makan bersama Mama. Mereka bertiga hanya menatap kosong ke arah piring masing-masing. ...

...Mama, yang sejak tadi berusaha menahan tangis agar tetap kuat di depan anak-anaknya, akhirnya menghela napas panjang sambil memijat keningnya yang pening....

..."Kasihan Kak Stella," gumam Axel dengan suara yang serak. ...

...Ia masih terbayang betapa pucatnya wajah kakaknya saat digendong Khan tadi. "Dia tidak seharusnya mengalami semua ini setelah apa yang dilakukan Abbas sebelumnya."...

..."Iya," sahut Alexander pendek sambil mengepalkan tangannya di atas meja. ...

..."Si brengsek itu benar-benar tidak punya hati. Setelah semua luka yang dia beri, dia masih berani menyentuh Kak Stella sekasar itu."...

...Mama mengulurkan tangan, mengusap punggung tangan kedua putranya dengan lembut. ...

..."Syukurlah Khan menemukannya tepat waktu. Mama tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Khan terlambat sedikit saja. Sekarang, fokus kita adalah memastikan Kak Stella merasa aman lagi di rumah ini."...

..."Kita tidak akan membiarkan Abbas mendekat lagi, Ma. Kali ini, kalau dia berani muncul, dia tidak akan bisa pergi dengan kaki sendiri," ucap Alexander dengan sorot mata yang tajam dan penuh dendam....

...Mama hanya mengangguk pelan, memahami kemarahan anak-anaknya. ...

...Di dalam hati, ia terus berdoa agar trauma ini tidak membekas terlalu dalam pada Stella, dan agar Askhan tetap setia mendampingi putrinya melewati masa-masa sulit ini. ...

...Di ruang makan itu, mereka bersatu dalam diam, berkomitmen untuk menjadi perisai bagi satu-satunya saudara perempuan mereka....

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir kak👋
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
cinta semu
beruntung Stella punya teman yg cerdas ...😎
cinta semu
smg aja Stella instingnya tajam ...
tiara
wah wah ternyata sudah setahun toh mereka menikah siri,tunggu saja kalau stella tau rasain kalian
tiara
wah ga beres Si Abbas nih, sepertinya, ga tau diri tuh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!