PENULIS : NESC PL
ILUSTRASI : ABU SAMUEL ETO
SINOPSIS : Aku adalah seorang wanita yang memiliki Dua Kehidupan, Dua Wajah. Suatu hari aku bertemu dengan seorang pria yang lebih muda dariku. Aku terjatuh di atas tubuhnya saat memanjat dinding sekolah. Apakah hubungan di antara kami yang bermula dari kebencian bisa berubah menjadi cinta?
Bagaimana cinta itu bisa terjadi di saat aku kehilangan cinta pertamaku karena penghianatan. Pesona cowok berondong yang tampan dan menggoda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NESC PL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28 Hukuman
Aku memasuki kelas.
"Xian Mai!.Kamu berdiri di sini".
"Baik pak".
Aku berdiri di samping dosen.
"Jelaskan kepadaku.Kenapa kemarin kamu tidak mengikuti pelajaran dariku?".
"Kemarin saya pulang karena saya sedang sakit".
"Kamu beralasan kepadaku kalau kamu sedang sakit.Kalau kamu memang sedang sakit, kenapa kamu tidak pergi ke ruang kesehatan tetapi kamu pergi keluar sekolah dan meninggalkan tasmu di kelas".
Aku baru ingat kemarin karena terburu-buru dan lupa tidak membawa tasku.
Dosen marah besar dan memukul meja dengan tongkat.
"Sekarang bapak akan memberi hukum kepadamu.Selama satu minggu ini kamu harus membersihkan halaman belakang sekolah setelah pulang sekolah".
"Baik pak".
"Kamu sekarang tidak boleh mengikuti jam pelajaran.Cepat keluar!".
Aku keluar dari kelas.
"Dosen Qin memang sangat galak".
Para murid saling berbicara.
"Diam!.Kalian mau aku hukum juga".
Para murid terdiam seketika.
Pelajaran di mulai.
Aku melihat Richard.
Ini adalah jam pelajaran.
Kenapa dia berada di luar kelas?.
"Kenapa kamu tidak mengikuti pelajaran?".
Aku geram mendengar pertanyaan Richard.
Mendekatinya lalu memukulnya.
"Kenapa kamu memukulku?".
"Kamu pikir aku di berada di luar kelas karena siapa?".
"Apa maksudnya?.Aku tidak paham".
Aku merasa kesal dan memukulnya lagi.
Dosen membuka pintu.
"Ada apa ini?.Kalian mengganggu kegiatan belajar".
"Maaf pak".
Aku berhenti memukul Richard setelah mendengar perkataan dari Dosen Qin.
"Kamu?Bukankah kamu mahasiswa semester satu".
"Benar pak".
Richard menjawab dengan tegas.
"Kenapa kamu ada di sini?.Kamu bolos sekolah".
"Gawat!".
Aku melihat wajah Richard berubah menjadi pucat.
Richard berlari meninggalkanku dan dosen.
"Kamu mau pergi kemana?.Jangan pergi!".
Dosen memberi perintah tetapi Richard tetap pergi.
Setelah itu dosen mengalihkan pandangannya ke arahku dengan ekspresi marah.
"Xian Mai!.Kamu tetap berdiri di sini sampai jadwal istirahat tiba.
"Baik pak".
Dosen masuk ke kelas dan menutup pintu kelas.
"Dasar Richard.Kamu memang pria menyebalkan".
Aku merasa kesal dan berusaha untuk menyimpan amarah.
Jadwal istirahat telah tiba.
Para murid dan dosen keluar dari kelas.
"Akhirnya aku terbebas".
Aku merasa senang.
"Kamu tidak apa-apa Xian Mai?".
Evelly bertanya kepadaku.
"Aku tidak apa-apa Evelly".
"Ayo kita pergi ke kantin".
Violet mengajakku pergi ke kantin.
Aku, Evelly,dan Violet pergi ke kantin.
"Itu Alden?".
Evelly memberi tahu kami.
Aku melihat Richard juga berada di kantin bersama Alden.
"Kamu lagi?".
"Aku juga tidak sengaja bertemu denganmu".
"Kamu tidak perlu berbohong kepadaku.Kamu tadi sengaja tidak mengikuti pelajaran karena ingin bertemu denganmu".
"Aku sengaja ingin bertemu denganmu?".
"Iya benar.Kamu tidak perlu berpura-pura".
Richard mendekatiku dengan ekspresi wajah marah.
"Aku tidak tahu dari mana kamu memiliki keberanian untuk mengatakan hal itu kepadaku.Kamu harus tahu semua yang kamu katakan itu tidak benar".
"Kamu..."
Saat aku mau meneruskan perkataan.
Alden memotong pembicaraan.
"Bukankah kamu tadi di hukum Dosen untuk tidak mengikuti pelajaran?".
Richard memandangku dengan wajah yang percaya diri.
"Apa maksudnya?".
Aku bertanya kepada Alden.
"Sepertinya terjadi kesalah pahaman".
Aku menatap wajah Alden dengan dingin.
"Maksudku adalah Richard tidak sengaja meninggalkan pelajaran.Dosen menghukum Richard karena kemarin dia tidak mengikuti pelajaran".
Ada rasa bersalah di hatiku.
"Kamu sudah dengar?".
"Tetap saja kamu bersalah.Aku di hukum Dosen karena kamu".
"Kamu juga di hukum dosen".
"Xian Mai tadi di hukum dosen karena kemarin tidak mengikuti pelajaran".
Richard menatapku setelah mendengar perkataan Evelly.
"Aku ingin meminta maaf kepadamu karena telah membuatmu di hukum oleh dosen".
"Benar.Aku di hukum dosen karena perbuatanmu.Kamu pria yang sangat menyebalkan.Mulai sekarang aku tidak ingin terlibat denganmu".
Aku pergi meninggalkan mereka.
"Mai?".
Evelly memanggilku dan berlari berusaha untuk mengejar.
Violet berjalan mendekati Richard.
"Aku akan membujuknya".
Violet segera pergi setelah berkata.
"Apa aku terlalu terburu-buru mendekatinya?".
Richard berbicara kepada Alden.
"Anda tidak cemas.Percayakanlah hal ini kepada kekasihku".
Richard mengangguk kepala.
Jam pelajaran di mulai.
Aku memasuki kelas.
"Bagaimana kalau kita pergi ke taman hiburan?".
Violet berusaha menghiburku.
"Aku tidak bisa pergi.Selama satu minggu harus membersihkan halaman belakang sekolah.Semua ini karena Richard".
Aku berbicara dengan nada kesal.
"Tidak baik menyimpan kebencian".
"Yang di katakan Violet benar".
Jam pulang sekolah tiba.
Aku berjalan ke halaman belakang sekolah dan melihat Richard di sana.
"Kenapa kamu ada di sini?".
"Aku membersihkan halaman".
Richard berkata kepadaku.
"Aku tidak membutuhkan bantuan".
"Kamu jangan salah paham kepadaku.Dosen memberi hukuman kepadaku untuk memberikan halaman selama satu minggu".
"Aku tahu kamu berbohong".
"Aku tidak memaksamu untuk percaya kepadaku".
"Baiklah.Aku tidak akan mencegah tetapi kamu harus ingat jangan menggangguku saat membersihkan halaman".
"Siap!".
Richard memberi hormat kepadaku.
Aku tertawa kecil.
Richard tersenyum saat melihatku tertawa kecil.
Aku malu dan membalikkan tubuhku.
Menyapu halaman dan mengumpulkan daun.
Daunnya aku masukkan ke dalam ranjang.
Aku mengangkat keranjang.
Keranjang terasa berat.
Richard melihatku mengangkat keranjang dengan kesusahan.
"Mau aku bantu?".
"Itu tidak perlu".
"Tetapi sepertinya keranjang itu sangat berat".
"Aku bisa mengangkat keranjangnya".
Aku berusaha mengangkat keranjang.
Dengan mengeluarkan seluruh tenaga akhirnya keranjang berhasil aku angkat.
Saat aku melangkah tiba-tiba kakiku tersandung batu.
Badanku mulai tidak stabil.
Richard yang mengetahuinya berusaha untuk menolongku.
Richard meraih tanganku tetapi gagal menghalang tubuhku dan dia akan terjatuh.
Tangan kiri Richard menarik tubuhku.
Kami berdua terjatuh bersamaan.
Aku berada di atas tubuh Richard.
Keranjang terbang ke atas dan jatuh ke arah depan.
Daun yang berada di keranjang seketika jatuh ke bawah dan mengenai tubuh kami.
Aku dan Richard saling bertatap wajah.
Hidungku bersentuhan dengan hidung Richard.
Memory kejadian pertama kami bertemu mulai teringat.
Selama lima menit kami berada dalam posisi tersebut.
Richard tersenyum.
"Bisakah kamu berdiri?".
Aku baru tersadar kalau aku berada di posisi tersebut.
"Maaf?"
Aku berdiri dan membersihkan pakaianku dari tumpukan daun.
Richard mulai berdiri dan juga membersihkan pakaiannya.
"Aku mulai awal lagi".
Richard mendekatiku.
"Aku akan membantumu".
"Terimakasih kamu tadi berusaha menolongku".
"Tetapi aku gagal menolong".
Aku akan membalikan tubuhku untuk mengambil keranjang daun.
Richard memanggilku sebelum aku membalikkan tubuhku.
"Xian Mai".
Richard mendekatiku.
Tangan kirinya memegang tangan kiriku.
Sedangkan tangan kanannya meraih sebuah daun yang berada di rambutku.
Aku mendengar detak jantung Richard.
Wajahku terasa panas.
Kami tidak sengaja bertatapan wajah.
Richard melepaskan tanganku setelah mengambil daun yang berada di rambutku.
"Terima kasih".
Aku mengatakannya dengan tulus dan tersenyum kepadanya.
Richard mengambil beberapa daun dan melemparkan daunnya lagi dengan tersenyum.
Aku berusaha menirunya dengan mengambil beberapa daun dan melemparkan daunnya lagi.
Kami saling melakukan hal tersebut.
Aku dan Richard tertawa dengan bahagia.
salam hangat dari CINTA DALAM LUKA...👍👍👍
lanjut nanti..
🌹🌹🌹
salam dari Gadis Tiga Karakter