Luna haringston adalah seorang model ternama, sangat cantik dan seksi, serta mempunyai aura intimidasi yang kuat.
namun tidak banyak orang ketahui bahwa dia sudah menikah dengan seorang Ceo ternama.
namun pernikahan yang dirasakan luna sangat lah berbeda dari pernikahan pada umumnya, pernikahan simbiolis mutualisme, dan hanya formalitas saja.
ketika luna mulai menyerah pada pernikahannya, namun mengapa sang suami sangat menentang. padahal yang luna tau suami nya itu tidak mencintai nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ka nvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*Cinta Suami ku*
"Dari hati ke hati"
.
.
.
Luna menatap Kenan dengan intens, membuat kenan gugup.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan?"
Kenan mengerjap, " Ya?"
" Anna, kalau pake logika di bisa aja terlibat." tanya Luna malas, entah tindakan apa yang akan di lakukan Kenan.
"Aku akan selidiki lagi, siapa yang ada di balik ini!"
" Kalau begitu kamu jangan temuin aku dulu."
" Kenapa?" panik Kenan
"Bukti ini memang ada, tapi pernyataan kamu di jebak, untuk masalah di kamar hotel aku gak yakin, apakah kamu benar benar gak ngelakuin apa pun?"
" Jadi selidiki sampai tuntas, baru kita bicarakan lagi!"
Kenan menghela nafas ragu, "kalau, em kalau aku beneran ngelakuin hal itu, apakah kamu masih mau bertahan?"
Tanya Kenan dengan ragu ragu, sejujur nya butuh keberanian yang sangat, tapi kenan harus siap.
Luna terdiam, menghela nafas, sejujur nya ini bukan lah hal yang mudah, bukan karena Luna tak percaya, tapi bukan kah Kenan juga terlibat dari mulai hancur nya hubungan ini.
"Tidak!" tegas Luna sembari mengalihkan pandangan nya
Kenan menatap Luna berkaca kaca, seperti seluruh raga nya melemah seketika, hati nya seperti terhantam sesuatu yang membuat nya sesak dan sakit.
" Ap_apa" gumam Kenan
"Mungkin kita bisa mengakhiri nya baik baik." seru Luna pelan
Kenan bangkit melangkah menuju Luna dengan mata yang mulai memerah.
bruk
Kenan berlutut, membuat Luna terkejut, lalu secara perlahan kenan meraih tangan Luna, dengan posisi luna yang duduk di sofa, dan Kenan yang di bawah.
"Ken, bangun!"pekik Luna namun Kenan menggeleng
" Kenapa? aku_ di jebak." Ucap Kenan menatap Luna dengan berkaca kaca, tak sanggup mengucapkan lebih banyak kata.
Luna menghela nafas, kaget melihat Kenan yang seperti ini, baru pertama kali, jujur tak pernah sekalipun luna membayangkan Kenan akan seperti ini.
Kenan meletakan kedua tangan luna di pipi nya, sembari sedikit menunduk, ketakutan mulai menguasai nya.
Luna perlahan menangkup pipi Kenan, membuat kepala Kenan mulai mendongak, Luna bisa melihat mata yang memerah itu,, dan air mata mulai menetes.
"Kan belum pasti juga, jangan kayak gini, kaget aku." seru Luna
Kenan menggeleng, sebelah tangan nya memegang tangan Luna yang ada di pipi nya. " Maafin aku, jangan akhiri hubungan kita, aku ga mau." seru Kenan menatap Luna sendu
Luna mengusap pipi Kenan yang di banjiri air mata, mengusap usap nya perlahan membuat kenan memejamkan mata nya.
"Kita lihat nanti." seru Luna penuh makna
Kenan mengerjap, sembari menghapus kasar air mata nya yang tidak bisa di kontrol, sungguh tak pernah di terbayangkan hubungan pernikahan nya dengan Luna akan berada di ujung tanduk,dan itu juga karena kebodohan nya.
Bukan masalah jebakan saja, tapi Kenan juga yang tidak jujur membantu Anna, dengan membantu biaya rumah sakit, menemui nya berkali kali di rumah sakit, walau niat Kenan real membantu.
Bukan itu saja, Kenan juga memperkerjakan anna menjadi sekertaris nya padahal selama ini dia anti sekali dengan sekertaris perempuan.
Kenan menatap Luna yang juga menatap nya, Luna pun menepuk sebelah sofa nya yang kosong, sembari menatap Kenan.
Kenan pun bangkit dan duduk di samping Luna, mereka saling menatap, penuh dengan arti.
"Selama ini bagi aku hubungan pernikahan ini aku gak berharap banyak, awal nya juga karena perjodohan, tapi semakin lama menjalani nya aku menikmati nya. Walau tetap aja ada garis dan batas yang membuat kita tak benar benar saling terbuka."
Seru Luna mengalihkan pandangan nya ke depan dengan lurus, Kenan menatap Luna intens dari samping sembari memegang tengan Luna dengan erat.
"Kita seperti simbiolis mutualisme, saling melengkapi, tapi hanya seperlu nya aja, kamu juga ngerasa kaya gitu kan Ken, tiga tahun ini bukan waktu yang lama atau pun sebentar, cukup lama. Tapi aku berusaha agar tak menjerat kamu dengan keegoisan aku, yang ingin terlibat di setiap hari dan waktu kamu."
"Makanya aku menyiapkan sedikit ruang agar ketika nanti hubungan ini berakhir, aku masih bisa menjalani hidup aku. Begitupun kamu Ken, selama ini aku gak tau pandangan kamu terhadap hubungan kita, apakah kamu nyaman atau terpaksa?"
Seru Luna menatap Kenan, Kenan mendengarkan nya sembari menatap Luna dengan berbagai arti.
" Bagi aku beda, gak sama, kamu lebih dari segala nya, cuman aku yang terlalu kaku dan bingung membuat hubungan ini hanya stak di sini, aku yang salah di sini sebagai lelaki aku gak gentleman."
"Waktu pertama kali aku lihat Kamu waktu SMA kan yah, itu bukan hanya sebagai teman, lebih dari itu sayang. Aku jatuh cinta sama kamu di pandangan pertama."
Luna mengerjap mendengar nya, kebingungan dan tak percaya, Kenan melanjutkan ucapan nya lagi.
" Saat Smp aku pernah di culik, aku gak tau harus gimana waktu itu, penculik itu ingin menjual ku, dengan berbagai macam cara akhir nya aku bisa lolos."
"Namun ternyata penculik itu sadar, aku yang di tengah hutan waktu itu kebingungan harus seperti apa, aku gak tau jalan pulang, waktu itu aku ketakutan sekali. Namun akhir nya aku menemukan jalan raya yang sepi. "
"Aku takut waktu itu, gak tahu harus bagaimana, lama sekali aku berlari menyusuri setiap jalan itu, hingga sebuah mobil lewat, aku berharap sekali. Aku menggapai kan tangan ku meminta tolong, namun hanya lewat begitu saja, hingga aku putus asa. "
" Namun tak lama mobil itu balik lagi dan berenti di depan aku, sepasang suami istri dan anak kecil perempuan turun. Mereka menolong aku, di situ aku merasa ada harapan hidup, di perjalanan mereka bilang."
..
flasback on
Kenan berada di mobil penolong nya, Kenan merasa tertolong sekali, bayangkan saja dia ini hanya seorang anak kecil, bisa kabur adalah keajaiban, dan sekarang dia perjalan untuk pulang.
"Nak.....apakah kita ke kantor polisi atau ke rumah kamu langsung. "
" Ru_m_ah aja tan_te" ucap Kenan terbata-bata
"Baik lah, kamu inget di mana?"
Kenan mengangguk, " Terimakasih Tante Paman. "
lalu pria yang mengemudi pun berucap, "Sejujur nya tadi kami tak akan berhenti atau ke sana, kami takut nya hanya jebakan saja, namun putri ku memaksa agar kami kembali ke sana, kau harus berterima kasih kepada dia. "
Kenan seketika melirik anak perempuan yang mencuri curi pandang pada nya sedari tadi, Kenan sangat berhutang budi kepada keluarga itu.
flasback of
....
Luna menatap Kenan dengan perasaan campur aduk, "jangan bilang dia_"
Kenan mengangguk pelan. " Dia keluarga Anna, dan anak perempuan itu _Anna."
jirrrrr