NovelToon NovelToon
Sugar

Sugar

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:51.9M
Nilai: 5
Nama Author: fitTri

Warning!! Adult content, dibawah umur dilarang mampir!

Bijaklah dalam memilih bacaan, novel ini bergenre Adult romance.

Membaca novel ini bisa membuat senyum-senyum, panas dingin dan baper berkepanjangan. Mengandung konten dewasa, pembaca dibawah umur dilarang ngintip, atau nanti akan penasaran.

Sofia Anna harus tercebur kedalam dunia yang tak pernah dibayangkannya. Satu masalah hidup membuat dia menjalani pekerjaan yang tak biasa. Menjadi simpanan pria-pria beristri.

Hingga suatu hari seseorang dari masa lalu menemukannya dan merubah segala yang ada di hidup Sofia.

"Apa kamu adalah kak Niko?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti Di Surga

*

*

Satria mengenakan jas dan dasi nya dengan tergesa, pagi ini dia harus menghadiri rapat penting dengan beberapa investor sebelum pembukaan hotel dan resort barunya nanti malam. Sementara Sofia memperhatikannya sambil bergelung di bawah selimut.

"Kamu, jangan pergi terlalu jauh. Nanti tersesat. Daerah ini masih baru dibuka. Banyak tempat terpencil yang susah dijangkau." ujarnya, mendekati tempat tidur, kemudian duduk sebentar.

Sofia mengangguk, lalu bangkit, menyugar rambut hitamnya yang berantakan, kemudian membenahi selimut yang menutupi tubuh telanjangnya. Menggerakkan jarinya, mengisyaratkan Satria untuk mendekat.

"Kenapa?" tubuh Satria menegang, "Kamu jangan macam-macam. Aku nanti terlambat." menatap penuh curiga.

Sofia hanya tersenyum, terus menggerakkan jarinya menyuruh Satria mendekat.

Pria itu menghela napasnya pelan, tak mampu menolak Fia nya. Dia mencondongkan tubuhnya ke arah Sofia, mendekatkan wajahnya, bersiap menerima apapun yang akan dilakukan perempuan itu.

Sofia masih terdiam, mengulurkan kedua tangannya ke pundak Satria. Mengelusnya pelan, membuat dada pria itu bergemuruh lagi.

"Dasinya miring," tangannya membenahi dasi Satria yang memang miring. Merapikannya kembali. Seketika membuat wajah pria di depannya memerah.

"Ck!!" Satria berdecak kesal.

"Kan mau meeting, harus rapi." Sofia mengulum senyum. Mengetahui pria di hadapannya sedang salah tingkah.

Sofia mengusap lagi pundak lebar Satria yang tubuhnya masih condong ke arahnya.

"Katanya kesiangan?" Sofia mengingatkan.

Satria tersadar dari hayalannya, kemudian terkekeh. Menyadari kekonyolannya.

"Pokoknya jangan kemana-mana, tunggu aku pulang. Oke?"

"Oke papi." Sofia mengangguk lagi.

Pria itu bangkit, mengecup puncak kepala Sofia sebentar, kemudian pergi.

*

*

Sofia memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar area villa. Berlama-lama diam sendiri didalam bangunan cantik itu membuatnya agak bosan. Dengan membawa tas kecil yang didalamnya berisi ponsel dan beberapa lembar uang , siapa tahu dia akan membutuhkannya nanti.

Dengan mengenakan tank top berwarna biru muda, dipadu bawahan kain pantai bercorak bunga dengan warna warni cerah yang dililitkan ketat membalut pinggul seksinya. Tidak lupa topi lebar dan kacamata hitam untuk melindungi kepala dan wajahnya dari sengatan matahari.

Sofia berjalan menyusuri pinggiran pantai yang lengang. Sepertinya dia lupa perkataan Satria yang mengatakan dirinya tidak boleh pergi terlalu jauh.

Pantai itu memang baru dibuka belum lama. Pembangunan resort dan fasilitas pendukung baru rampung bulan ini. Itulah sebabnya belum ada pengunjung yang datang. Ditambah dengan konsep resort yang memang difungsikan sebagai pulau pribadi. Membuatnya menjadi destinasi wisata eksklusif bagi kalangan tertentu yang mampu membayar dengan sangat mahal.

Sofia seperti lupa dengan segala hal. Matanya begitu dimanjakan oleh pemandangan luar biasa indah. Air pantai yang jernih sehingga dirinya dapat melihat terumbu karang dan ikan-ikan cantik yang berenang lincah dibawah anjungan.

Udara bersih dan angin yang kencang seperti menerbangkan segala ingatannya tentang apapun. Perempuan itu begitu menikmati petualangannya yang baru saja dimulai.

Sofia tak henti-hentinya mengabadikan setiap momen indah yang dia alami di pantai. Memotret terumbu karang, pasir putih, pemandangan gunung dan lautan lepas, dan langit biru yang begitu bersih. Memamerkannya di storry WhatsApp nya.

Dia senang berlama-lama berada di tempat itu. Sofia berlarian seperti anak kecil mengejar burung pantai yang sedang mencari makan, meneliti makhluk-makhluk kecil yang keluar dari balik batu karang yang dia temukan.

Hingga tibalah dia di sebuah tempat indah lainnya. Hutan yang terhubung dengan tebing yang menghadap ke lautan lepas. Sofia berdiri hampir di pinggir tebing, menatap dikejauhan.

Laut biru dan langit yang cerah. Awan putih berarakan menghiasi cakrawala Bunaken yang begitu eksotis.

Sofia memejamkan mata, menghirup udara bersih dalam-dalam. Mengisi paru-paru nya dengan oksigen yang masih alami. Tanpa polusi dan campuran asap kendaraan.

Jika dirinya membayangkan seperti apa surga itu, maka tempat ini lah surga yang dia bayangkan. Surga yang begitu cantik dan mempesona.

******

Matahari mulai condong ke barat ketika Sofia menyadari dirinya telah berjalan begitu jauh dari villa. Mencoba mengingat jaln-jalan yang dia lewati sehingga dirinya bisa mencapai tempat sekarang dia berdiri.

"Ah, sial!! aku lupa!" gumamnya, menepuk kepalanya.

Sofia merogoh ponsel di dalam tas kecilnya, membuka aplikasi. Dan sialnya, ponselnya mati kehabisan baterai, dia lupa semalam tidak menghubungkannya ke pengisi baterai.

Lagi-lagi Sofia menepuk kepalanya, kali ini agak keras.

"Bodoh!!"

Perempuan itu memutuskan untuk mencoba berjalan menyusuri jalan setapak yang diingatnya. Namun dirinya tetap kembali ke tempat semula.

"Ah!!" Sofia mendesah frustasi. Pikirannya melayang kepada Satria, mengingat perkataan pria itu sebelum pergi menghadiri rapat pentingnya.

"Dasar bodoh!! kenapa aku tidak diam saja didalam villa!!" gerutunya, pada dirinya sendiri.

Sofia membayangkan raut wajah marah Satria ketika tak menemukannya didalam villa. Seketika nyalinya menciut. Tapi hal itu malah membuatnya bertekad untuk segera bisa pulang ke villa.

Sedikit-sedikit Sofia mengingat jalan-jalan yang telah dia susuri tadi siang, membuatnya bersemangat untuk menemukan jalan pulang. Dan benar saja, setelah dua jam berjalan menyusuri pantai dan hutan kecil, juga melewati batu-batu karang, dia sampai di pantai yang bangunan villa tempat dia dan Satria menginap berada diatasnya. Perempuan itu bisa bernapas lega.

Langit telah menguning ketika Sofia tiba diambang pintu villa yang terbuka lebar. Dengan tergesa dirinya memasuki bangunan luas yang terbuat dari kayu pohon kelapa tersebut. Takut ada orang asing yang memasuki kediaman mereka.

Namun yang dia temukan adalah suara Satria yang tengah panik berbicara dengan seseorang di telfon.

"Cari kesemua tempat! Aku tak peduli kalian menyelam ke dasar laut atau mendaki gunung Tumpa sekalipun! Temukan dia sekarang juga!!" teriaknya, menggema di seluruh ruangan.

Pria itu meremat rambutnya, kemudian melepaskan dasinya secara kasar.

Sofia berjalan pelan, hampir tertatih merasakan sakit dikakinya jarena karena telah berjalan begitu jauh untuk pulang.

"Papi, ..." panggilnya, manghampiri Satria yang sedang panik. Pria itu membalikkan tubuhnya, dan tertegun.

Menemukan perempuan itu di hadapannya yang baru tiba entah darimana. Membuatnya mengalami kepanikan yang teramat sangat.

"Darimana saja kamu?!!" Satria menarik lengan Sofia dengan kasar. Kekesalan terpancar jelas diwajahnya.

"Fia tadi habis jalan-jalan, ke pantai, keanjungan, ke tebing ...BLA BLA BLA... " bercerita dengan cerianya. Tak menyadari kemarahan yang menyeruak dibenak sang papi.

"Terus lupa jalan pulang. Fia keliling berjam-jam sampai jalannya ketemu. dan akhirnya bisa pulang." mengakhiri cerita serunya telah berpetualang seharian dengan kekehan kecil yang kali ini benar-benar membuat kesal pria dihadapannya.

"Kamu tahu, kamu membuatku panik setengah mati!! separuh pegawai resort sudah aku perintahkan untuk mencari kamu ke semua area pulau ini." Satria menggeram.

Sofia terdiam dengan mulut menganga.

"Tapi Fia sekarang udah pulang, pih." ucap Sofia.

Satria memejamkan mata, menahan amarah yang hampir saja menyembur dari dirinya. Wajahnya memerah dengan rahang yang mengeras.

"Fia," Satria mendekat, memegangi kedua bahu Sofia, "Berjanjilah kalau kamu tidak akan mengulanginya!"

"Mengulangi apa?" Sofia dengan polosnya.

"Jangan pergi kemanapun tanpa aku!!" Satria sedikit berteriak, membuat Sofia terkejut.

Perempuan itu terdiam menatap manik kelam milik sang papi. Ada kilat kemarahan dari matanya.

Sofia mengangguk pelan meskipun tak mengerti apa yang membuat Satria terlihat begitu marah dan panik.

"Berjanjilah!!" ucap Satria lagi, sedikit mengguncangkan tubuh Sofia.

"Iya pih, Fia janji."

Kemudian pria itu menarik Sofia kepelukanya. Membenamkan kepala perempuan itu didadanya.

"Kamu tidak tahu aku panik setengah mati. Takut sesuatu terjadi kepada kamu." Satria mengeratkan pelukan ditubuh semampai Fianya.

"Maaf," Sofia mendongak, menatap wajah Satria yang kini berangsur tenang, tak setegang tadi.

"Jangan ulangi!!" Satria menempelkan keningnya dengan milik Sofia.

"Iya." Sofia tersenyum. Merasa lucu dengan sikap panik berlebihan pria yang tengah memeluknya ini.

*

*

Bersambung ...

like

koment

vote!!

1
Adeeva Haboo
tenang ada didim,ada daryl sama darren..
ya ampun padahal udah 5 tahun lalu tapi masih apal 🤭🤭
ㅤㅤ ㅤ𓂃𑁍ࠬ·ꗥₜₐₗₗᵧ·🫧 ||
meninggalkan jejak sek
Adeeva Haboo
setelah puyeng ma emaknya nanti puyeng ma anaknya double pula puyengnya atas bawah 🤣🤣🤣
Adeeva Haboo
ahhh kang jaheeeee
Adeeva Haboo
kangeeeen maaa
Borahe 🍉🧡
Kasian banget si Papa Bear saking paniknya jd kek org bodoh😁
Borahe 🍉🧡
Sabar Fan🙈🤣🤣
Borahe 🍉🧡
Salting 😋
Borahe 🍉🧡
Hahah lucu banget 🤣🤣🤣. Dari dapam kandungan sampai gede anak Satria merepotkan Om Arfan terus🙈😂😂.
Borahe 🍉🧡
Fan Fan. Lucu banget. Calon mertua mu itu Fan di 10 thn yg akan dtg😂😋
Borahe 🍉🧡
Sengaja banget terbar pesona🙄😂
Borahe 🍉🧡
betul fan🙄
Borahe 🍉🧡
tak ada yg luput dari pantauan om Arfan😁
Borahe 🍉🧡
plek ktiplek dgn kisah anaknya🤣ternyata story turunan
Borahe 🍉🧡
Fia gak pernah mens ya🙊🙈. Bercocok tanam mulu
Borahe 🍉🧡
selama masih muda si papi gak pernah pacaran hanya sibuk kerja jd saat ketemu Fia udah kek anak ABG yg baru merasakan cinta cintaan😋😂😂
Borahe 🍉🧡
Calon mertua mu Fan 😁
Borahe 🍉🧡
Salah satu kalimat spesial Papi ke Pasangannya. "Berkat doa kamu saya selalu sehat"😍 sweet banget kalimatnya
Borahe 🍉🧡
kata andalan si Papi. "Move" 😋
Borahe 🍉🧡
Back again. Sesuka itu bacanya🙊😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!