NovelToon NovelToon
Dominasi Langit

Dominasi Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Kultivasi / Pendekar / Dan budidaya abadi / Budidaya dan Peningkatan / Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: M Rizki Pratama

Pendahuluan:

Seorang pemuda yang tidak bisa berkultivasi dengan normal, seorang pemuda yang bahkan tidak layak disebut sampah, orang yang sia-sia.

Itulah yang selalu orang katakan saat melihatnya, tapi sekarang?

Apakah dia manusia? Ataukah Dewa? Mungkinkah dia Iblis?

Dengan satu tangan membawa perdamaian dan tangan lainnya membawa pembantaian, itulah yang selalu mereka katakan.

Saat dia hadir semua keberadaan akan tertekan, Langit dan bumi ada dalam genggamanya.

Dia adalah seorang pria yang menaklukan hati setiap orang hanya dengan tatapannya,
membuat semua orang rela mati hanya karena ucapannya.

Pria yang bangkit hanya untuk menjadi penguasa - Jiang Chen

Legenda mengatakan:
Jiang Chen adalah seorang revolusioner perang yang muda dan berbakat, tapi ketika dia marah bahkan langit akan terbelah dan bumi akan berguncang ketakutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M Rizki Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29: Tombak Naga Langit

Booooomm!!!

Namun percakapan mereka tidak bertahan lama, karena tiba-tiba terdengar sebuah suara ledakan yang sangat besar.

Jia Yong berkata "Apa itu boss?"

Jiang Chen tidak menjawabnya dan hanya berkata "Ikuti aku"

Jiang Chen pun langsung berlalri ke arah ledakan tersebut, dan ketika sampai disana Jiang Chen melihat seekor Kera raksasa yang sedang bertarung dengan seekor Ular Viper berwarna Hijau yang cukup besar

Kera tersebut memiliki besar 4 - 5 meter, sedangkan untuk ular dia memiliki panjang 5 - 6 meter dan masing-masing dari mereka adalah Hewan Buas tingkat 9 sehingga pertempuran ini terlihat cukup berimbang.

Tidak lama setelah kedatangan Jiang Chen, Jilu dengan Jia Yong pun menyusul, dan tepat saat mereka melihat pertarungan itu, mereka tidak terkejut ataupun takut, tapi anehnya mereka malah bersemangat daraha mereka mendidih karna pertaruangan.

Jia Yong berkata dengan bersemangat "Apakah kita akan bergabung kesana?"

Jiang Chen mengangguk dan berkata "Tapi tidak sekarang tunggulah"

Jia Yong berkata "Kenapa?"

Jiang Chen Menjawab dengan kesal "Tenanglah dan lihatlah"

Jia Yong pun akhirnya diam, dan Jilu yang di sampingnya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku JiaYong yang bodoh.

Jiang Chen berkata dengan santai "Jika kalian ingin menang dengan mudah, kalian harus belajar cara menganalisis dan membaca pola serangan musuhmu, karena hanya dengan cara tersebut kalian bisa menang"

Jiang Chen bertanya "Menurut kalian siapa yang akan menang?"

Jia Yong menjawab "Aku pikir itu pasti si Ular walaupun ukurannya lebih kecil dia lebih lincah"

Jilu menjawab "Aku juga berpikir begitu, tapi kalau ular itu tertangkap oleh si kera dia pasti akan mati dengan mudah"

Jia Yong menambah "Bukankah itu berarti bahwa semua bisa saja terjadi, dan kemenangan ini hanya terpisah oleh sehelai kertas tipis"

Jiang Chen mengangguk dan bicara "Benar, semua bisa saja terjadi dan kemenangan hanya terhalang oleh kertas tipis, tapi kali ini kemenangan telah ditentukan"

Jilu bertanya "Siapakah itu boss?"

Jiang Chen berkata dengan santai "Yang menang adalah ular itu"

Jia Yong berkata dengan bahagia "Seperti yang ku pikirkan, ular itu pasti cukup lincah untuk menghindari semua serangan si kera"

Jiang Chen berkata acuh tak acuh "Ular itu memang akan menang, tapi bukan karna kelincahannya melainkan kartu rahasianya"

Bang...Bang.....

Kera itu terus melayangkan pukulannya kearah si Ular hijau, tapi ular tersebut bisa menghindari semua serangannya.

Kera itu pun meraung dan mengambil batu besar di sampinya, lalu dia pun melemparkannya pada si ular.

Boomm!!!

Namun, Ular itu masih bisa menghindarinya dengan mudah dan tepat setelah menghindari, Ular itu pun langsung melancarkan serangan dengan melilit lengan kanan si Kera.

Krakk...Krakkk...

Terdengar suara retakan dari lengan kanan si Kera akibat lilitan Ular hijau tersebut, Tapi Kera itu pun tidak diam saja dia juga melancarkan serangan balik dengan memegang ekor si Ular dengan lengan kirinya lalu mulai membanting-bantingnya pada batu sampai kulit Ular tersebut sobek dan mengeluarkan darah.

Jiang Chen berkata "Sudah berkahir"

Jia Yong keanehan dan menjawab "Bukankah tadi bosa bilang Ular yang akan menang?"

Jiang Chen mengangguk "Ya, aku bilang begitu"

Jia Yong membalas "Tapi sekarang kau bilang sudah berakhir, dan itu sepertinya kera yang akan menang"

Jiang Chen menjawab acuh tak acuh "Tidak, aku tidak pernah bilang bahwa Kera itu yang akan menang, saat aku bilang berakhir itu berarti kera itu akan segera mati"

Benar saja setelah Jiang Chen mengatakan itu, Ular yang tadinya terlihat sudah tidak memiliki tenaga lagi, tiba-tiba melancarkan serangan pada leher si Kera dengan cepat.

Tidak lama setelah itu Kera yang asalnya terlihat sehat, wajahnya tiba-tiba memucat dan dia pun berusaha untuk mencengkram leher si Ular, tapi itu semua sia-sia karna sebelum itu bisa terjadi dia telah terjatuh lebih dulu.

Melihat Jia Yong dan Jilu meloncat kaget dan berkata bersamaan

"Racun, dia mempunyai racun"

Jiang Chen mengangguk dan berkata "Makanya aku sudah bilang pada kalian untuk menganalisis terlebih dahulu"

Jia Yong berkeringat dingin karena jika dia tadi tidak dihalangi Jiang Chen, dia juga pastu akan langsung mati jika terkena racun itu.

Jiang Chen berkata "Seperti tadi kubilang bahwa dia memiliki kartu rahasia dan kartu rahasinya adalah racunnya, tapi yang kalian tidak ketahui adalah bahwa Ular itu adalah Ular viper daun dan bukan Ular hijau biasa"

Jia Yong dan Jilu pun akhirnya mengerti betapa pentingnya menganalisi terlebih dahulu.

Jiang Chen melanjutkan dengan tergesa-gesa "Tetapi sekarang itu tidak penting, Jia Yong siapkanlah panahmu dan tembaklah dia sesuai aba-abaku"

Ular itu pun melepaskan diri dari tubuh kera tersebut, dan mulai berjalan menjauh, tapi yang tidak disangka oleh Jilu dan Jia Yong adalah bahwa ular itu langsung mengganti kulitnya setelah pertempuran.

Jiang Chen tiba-tiba berteriak "Sekarang.."

Jia Yong pun tidak berani lambat dan langsung menembakan panahnya pada kepala si Ular.

Jlep!!..

Panah itu pun langsung menembus otak si ular yang langsung mengakhiri hidupnya.

Jiang Chen pun berkata dan mulai berjalan mendekat pada mayat Uler viper tersebut

"Ikuti aku"

Jilu dan Jia Yong pun langsung mengikuti di belakang Jiang Chen, dan hanya setelah sampai didepan mayat Ular viper tersebut JiangChen pun berhenti.

Jiang Chen berkata pada Jilu "Kemarikan tombakmu"

Jilu pun langsung memberikan tombak itu pada Jiang Chen, Jilu sebenarnya bingung kenapa Jiang Chen membeli dan membawa tombak karatan itu kesini.

Setalah memegang tombak itu, Jiang Chen pun langsung menancapkan tombak itu pada kepala si Ular, dan tindakannya itu membuat Jilu dan Jia Yong terkejut karena tidak pernah berpikir bahwa itu akan terjadi.

Namun, adegan selanjutnya bahkan diluar logika mereka, Tombak yang menancap itu, tiba-tiba terus menyerap darah dari mayat Ular viper tersebut dengan ganas dan sebenarnya karatan yang ada pada tombak itu pun perlahan menghilang dan digantikan dengan sebuah tombak berwarna emas yang sangat indah.

Setelah mayat Ular tersebut mengering Jiang Chen mencabut tombak itu dan langsung melemparkannya pada mayat Kera raksasa tadi, sesuai dengan perkiraan Jiang Chen, Tombak itu pun kembali menyerap darah dari mayat Kera tadi.

Dan hanya setelah menyerap dua mayat itu akhirnya semua karatan pada tombak itu menghilang dan menunjukan sebuah gambar naga yang sangat mendominasi.

Jiang Chen berkata pada Jilu "Ambilah tombak itu"

Jilu tidak ragu dan langsung mengambilnya, tapi setelah Jilu memegangnya tiba-tiba tombak itu bereaksi dan langsung menyerap darah Jilu dengan ganas.

Aaaaaah!!!

Jilu meraung kesakitan dan bahkan tubuhnya pun mulai mengering, dan jika bukan karna kepercayaannya pada Jiang Chen, dia pasti sudah berpikir bahwa dia telah ditipu.

Aaaaaaaahhh!!!

Jilu berusaha mempertahankan kesadarannya dengan mengigit lidahnya dan dia juga sudah berusaha melawan, tapi itu semua percuma sehingga dia hanya bisa menerimanya dengan pasrah lalu pingsan di tempat.

Setelah pingsanya Jilu, Tombak itu pun akhirnya berhenti menyerap darahnya, tapi bukan hanya berhenti biasa, tombak itu pun mulai meregenerasi darah yang berada pada tubuh Jilu, sehingga tubuhnya yang asalnya mengering mulai kembali normal.

Jia Yong yang melihat itu semua melompat kaget dan tidak bisa tidak berkata "Sialll, apakah aku sedang bermimpi?"

Jia Yong bertanya "Boss, apa yang terjadi dengan saudara Jilu"

Setelah semua mereka sudah menjadi keluarga, sehingga mereka kadang mengunakan kata saudara.

Jiang Chen berkata "Ini proses pengakuan sebagai Tuan dari tombak itu, dan sekarang Jilu sudah di akui"

Jia Yong terkejut lagi "Apakah dia tidak akan apa-apa?"

Jiang Chen tersenyum dan berkata "Bukan hanya itu, dia juga akan berkali-kali lebih kuat dari sekarang, maka persiapkanlah dirimu saat melakukan sparing dengannya"

Jia Yong berkeringat mendengar itu, entah karna dia takut terluka atau karna dia takut kalah tanpa perlawanan.

Tidak lama setelah itu Jilu pun akhirnya terbangun dan langsung bangkit dari posisi pingsannya, Jilu pun melihat bahwa tombak itu masih berada di genggamannya, tapi sekarang berbeda dia tidak lagi menyerap darah Jilu, bahkan ada sebuah tulisan baru muncul di gagangnya yaitu

"Tombak Naga Langit"

Jilu pun menyadari bahwa itu adalah nama sesungguhnya dari Tombak ini, tapi saat Jilu memeriksanya dia terkejut karena ternyata tombak ini hanyalah Tombak tingkat Elit biasa.

Jiang Chen pun akhirnya berkata "Tombak itu adalah sebuah senjata dari era kuno, dan dia juga telah kehilangan kekuatan dari masa jayanya, tapi kau tidak perlu khawatir karena Tombak itu akan terus meningkat seiringan dengan tingkat kultivasimu"

Jilu tertegun karena ternyata tombak ini sangat berharga dan Jiang Chen memberikannya padanya, Jilu pun tersentuh dan berkata "Bukankah senjata ini lebih cocok untukmu boss? Aku tidak bisa menerimanya"

Jiang Chen menggelengkan kepalanya dan berkata "Tombak itu sudah menerimamu dan dia juga telah mencuci tubuhmu sebagai persetujuan, sehingga bahkan jika kau mati tombak itu hanya akan hancur bersamamu"

Jiang Chen tersenyum dan melanjutkan "Lagian aku lebih suka senjata yang lebih tirani"

Mendengar itu Jilu lebih tersentuh, karena Jiang Chen pasti telah merencanakan semuanya, sehingga dia tidak bisa menolak.

Jilu pun berlutut dan berkata dengan tegas "Terimakasih bos"

Jiang Chen langsung membangunkannya dan berkata "Kita adalah keluarga jangan terlalu formal"

Jilu pun mengangguk, dan langsung mengalihkan pandangannya pada Jia Yong dengan tersenyum mengerikan

Jia Yong yang merasakan sesuatu yang buruk langsung bersembunyi di belakang Jiang Chen dan berkata "Boss kenapa kau tidak memberikan saja senjata itu padaku, aku juga mau yang seperti itu"

Jiang Chen memukul kepala JiaYong dan berkata "Kau pikir mudah untuk mendapatkan senjata seperti itu, lagi pula senjata itu juga tidak cocok untukmu, sehingga aku memberikannya pada Jilu, tapi kau bisa tenang karena di masa depan, kita tidak akan pernah kekurangan lagi senjata yang kuat"

Jiang Chen pertanya pada Jilu "Apa nama tombak itu?"

Jilu menjawab "Tombak Naga Langit"

Sekarang giliran Jiang Chen yang terkejut dan tertawa, sambil berkata "Hahaha.... Aku tidak pernah menyangka bahwa kita akan menemukan sebuah harta karun era kuno dengan mudah"

Jilu terkejut dengan Jiang Chen yang bahagia, sehingga dia tidak bisa tidak bertanya "Apakah ada yang salah dengan itu boss"

Jiang Chen menjawab "Aku pernah membaca di perpustakaan Klan Jiang, bahwa dulu ada seorang ahli yang sangat hebat, tapi bukan hanya hebat dia juga memiliki sebuah senjata yang sangat kuat di genggamannya dan dengan senjatanya itu dia berhasil menjadi salah satu ahli nomor 1 dibenua ini. Namun, ahli tersebut tiba-tiba menghilang dan hanya menyisakan legenda tentang namanya Ji Yang dan nama tombaknya Tombak Naga Langit"

Jilu dan Jia Yong meloncat kaget, terutama Jilu, dia bahkan hampir pingsan kembali sangking terkejutnya dengan fakta dia telah mendapatkan sebuah senjata dari legenda.

1
Muh Nasrun
Umur 10 tahun harusnya masih main kelereng, kenapa sdh mengetahui wanita cantik, apa umur segitu sdh bisa mengerti tentang pacaran dan sex, thor masih2 anak2 jgn ceritanya di buat spt orang dewasa.
Muh Nasrun
Thor, pakai ilmu apa Jian cheng, sampai bisa membunuh kawannya, memahami ilmu yg di baca di perpukaan saja blm, kenapa sdh menjadi lihai, tdk di jelaskan juga ilmu apa di pakai, apa abra katabra ilmunya, ceritanya dangkal thor.
Muh Nasrun
Thor, Jilu dan Jia long hanya dpt ilmu kurtivasi, kenapa sdh bisa bertarung, dari mana ilmunya, ceritanya di buat berlogika, jgn semuanya di buat instan saja, pembaca jadi bingung thor.
Jade Meamoure
Thor novel ini kan dah lama lho tp koq belum tamat jg ya
Jade Meamoure
haishhh kasian pak'e kena tendangan mulu dari mak'e nasib nasib
Jade Meamoure
hayooo jangan umpetin anak orang
Jade Meamoure
rasa'no
Jade Meamoure
sangat bagus masih ada tuan muda yg rendah hati begitu jg semua orang yang ada di klan
Yuda Suastika
upupupupupupuppupupu
Yuda Suastika
ingat ada ming mei
Yuda Suastika
kuattttttt
Yuda Suastika
upupupupupupupupupupupupupupupup
Yuda Suastika
upupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupup
Yuda Suastika
upupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupup
Yuda Suastika
njuuuuuttt
Yuda Suastika
upupupupupupupup
Yuda Suastika
habisinnnn
Yuda Suastika
traveling again
Yuda Suastika
mantaaappp
Yuda Suastika
msntaappp,menjadi kuaatttttt..upupupupupupupupupup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!