NovelToon NovelToon
Penakluk Cinta Sang Kapten

Penakluk Cinta Sang Kapten

Status: tamat
Genre:Duda / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:75k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Bismillah karya baru FB Tupar Nasir
WA 089520229628

Sekuel dari Ya, Aku Akan Pergi Mas Kapten

Kapten Excel belum move on dari mantan istrinya. Dia ingin mencari sosok seperti Elyana. Namun, pertemuan dengan seorang perempuan muda yang menyebabkan anaknya celaka mengubah segalanya. Akankah Kapten Excel Damara akan jatuh cinta kembali pada seorang perempuan?

Jangan lupa ikuti kisahnya, ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Bertemu Juragan Awan

     "Kalau kamu ingin aman, maka kamu harus ikuti perintah kami," tukas pria yang bernama Brad, seraya bermaksud meraih tangan Zinni, tapi Zinni segera menghindar.

     Walaupun dalam keadaan takut, Zinni berusaha menenangkan diri, dia tidak mau kelihatan takut atau gelisah di depan kedua orang suruhan Juragan Awan. Kalau kelihatan takut, pastinya dua orang suruhan Juragan Awan akan merasa senang.

     "Kalau boleh tahu, kenapa bapak-bapak memperlakukan saya seperti ini? Saya bukan penjahat, saya pribumi di rumah ini. Saya sengaja datang ke kampung halaman saya, karena memang sengaja ingi melihat tanah dan rumah peninggalan orang tua saya," tutur Zinni pura-pura tidak gentar.

     "Nanti, kamu akan tahu sendiri kenapa kami melakukan ini. Yang jelas, kehadiran kamu di sini, akan menjadi kabar baik buat bos kami," ungkap pria yang bernama Brad sembari matanya bergulir ke arah temannya.

     "Bos? Siapa bos kalian? Memangnya bos kalian ada perlu apa dan apa hubungannya terhadap saya?" Zinni kembali bertanya, meskipun dia sudah tahu maksud dan tujuan Juragan Awan, akan tetapi di sini, Zinni pura-pura belum tahu. Rekaman suara yang sempat dia rekam tadi siang saat bersembunyi, menjadi bukti kuat niat busuk Juragan Awan atau Kepala Desa kampung ini.

     "Jangan banyak tanya, sebentar lagi kamu akan tahu apa tujuan bos kami. Sebentar lagi bos kami akan datang," ujar pria berkemeja krem.

     Zinni tidak menyahut, hatinya mulai gundah, terlebih Excel dipastikan masih kurang lebih tiga jam lagi sampai ke kampung ini. Sebisa mungkin Zinni harus bisa bertahan di rumah ini sampai Excel datang.

     "Ya Allah, tolong hamba. Selamatkan hamba dari orang-orang jahat ini. Dan tolong segera datangkan Pak Excel kemari, hamba takut," doanya dalam hati.

     Dua orang pria yang bertubuh kekar itu, tidak berhenti melakukan pengawasan terhadap Zinni. Yang berkemeja krem berdiri menghadang pintu belakang, sementara pria berkaca mata, luntang-lantung di dalam rumah. Hal itu membuat Zinni merasa dirinya bagai seorang penjahat, padahal dia seorang pribumi dan pemilik rumah.

     "Apakah sambungan telpon ini masih tersambung pada Pak Excel? Semoga saja tersambung. Tapi, kalau sinyalnya jelek, sambungan telpon ini pasti tidak akan sampai pada Pak Excel." Zinni berbicara di dalam hati sembari memikirkan cara agar dia bisa mengirimkan pesan WA pada Excel.

     "Sebentar, Pak. Saya mau ke kamar mandi. Saya mau buang air kecil, saya kebelet," ujar Zinni.

     Dua orang itu saling pandang, seperti takut Zinni akan kabur. "Kenapa bapak-bapak saling lempar pandang, saya hanya mau kencing saja di dalam kamar mandi ini. Bapak-bapak tinggal menunggu saja di situ, saya tidak mungkin kabur kok," ujar Zinni tidak suka.

     "Masuklah dan kencing cepat!" ujar pria bernama Brad memperlihatkan wajah yang galak. Zinni segera masuk ke dalam kamar mandi, yang ternyata gelap. Zinni sedikit ngeri dengan gelap, meskipun saat ini masih sore, tapi lampu di rumahnya memang sudah diputus PLN.

     Zinni keluar lagi dari kamar mandi. "Pak, di dalam gelap, apakah saya boleh pinjam senter sebentar untuk penerangan?" ujar Zinni seraya menatap pria berkaca mata yang memegang senter.

     "Jangan lama!" Pria berkaca mata itu memberikan senternya, meskipun tadi seperti terpaksa.

     "Baik, Pak. Terimakasih," ujarnya, lalu kembali masuk ke dalam kamar mandi.

     Setelah berada di dalam, Zinni memeriksa keran air lalu membukanya. Sayang sekali kerannya tidak keluar air.

     Tidak hilang akal, Zinni meraih gayung. Untungnya bak di dalam kamar mandi itu masih ada airnya, meskipun airnya kotor karena debu dan dimakan waktu. Zinni meraih air satu gayung, tetapi bukan untuk dia pakai cebok, melainkan untuk dibuang begitu saja, sekedar mengalihkan perhatian dua orang pria di luar yang mengawasinya.

     Zinni, segera meraih Hp nya, membuka WA dan mengetikkan pesan dengan cepat pada Excel.

     "Pak Excel, saya saat ini sedang diawasi dua orang suruhan seorang kepala desa kampung Sami Mawon, mereka punya tujuan ingin merampas kepemilikan tanah saya. Tolong, setelah pesan saya tiba, jika saya menghubungi Pak Excel. Pak Excel angkat dan dengarkan saja. Tolong, ya, Pak."

     Pesan itu terkirim, nasib baik sinyal juga sedang lumayan bagus, dan diharapkan saat menghubungi Excel, jaringannya bagus juga.

     Setelah pesan terkirim, Zinni segera menghubungi Excel, tidak lupa saat menghubungi, dia meraih air lalu dia siramkan ke dalam WC, supaya suara sambungan telpon tidak terdengar keluar.

     Zinni bersyukur, panggilannya di angkat Excel. Lalu Hp itu ia masukkan kembali ke dalam tas. Setelah itu dia segera keluar dari kamar mandi.

     "Ini senternya, Pak. Terimakasih banyak." Zinni memberikan senter itu kembali pada pria berkaca mata.

     Tidak lama dari itu, sebuah deru mobil terdengar di depan rumah Zinni. Zinni mulai takut. Kedua pria itu bersiaga, seperti akan menyambut kedatangan orang berpengaruh.

     "Itu siapa?" tanya Zinni dengan perasaan yang mulai tidak tenang.

     "Dia bos kami bersama pengawal-pengawalnya," jawab pria berkemeja krem.

     Derap langkah kaki dari luar rumah mulai terdengar, sepertinya ada beberapa orang yang akan masuk ke dalam rumah. Zinni mulai takut.

     "Pak, saya mohon jangan apa-apakan saya. Saya bukan penjahat. Rumah ini milik saya. Tolong, jangan membuat saya merasa terancam," mohon Zinni benar-benar takut.

     Tidak lama setelah Zinni memohon, tiga orang pria bertubuh besar dan kekar masuk. Dua pria yang berada di dalam rumah mempersilahkan mereka. Namun dua orang diantaranya, keluar lagi, dan sepertinya meraka hanyalah dua orang pengawal.

     Sementara pria yang memakai topi laken, dan berkaca mata, tetap di dalam. Dia mengarahkan tatap kepada Zinni. Zinni menduga pria setengah abad itu adalah orang yang disebut bos oleh dua orang tadi.

     Pria bertopi yang tidak lain Kades Awan, menghampiri Zinni yang mulai takut. Wajahnya berbinar seperti buaya lapar, sementara bibirnya menyunggingkan senyum.

     "Pucuk dicinta ulam tiba. Apa yang ditunggu, rupanya datang dengan sendirinya tanpa harus susah payah mencari ke kota," ujarnya seraya tangan kanannya dengan cepat menjawil dagu Zinni.

     Zinni tersentak, dia tidak keburu menghindar. "Maaf, Pak. Tolong, jangan sentuh saya. Dan kalau boleh tahu, Bapak siapa? Kenapa saya pulang ke kampung halaman saya dan ke rumah saya, tiba-tiba dua orang suruhan Bapak menahan saya dan bilang bahwa bosnya yaitu Bapak ingin bertemu saya. Lalu ada apa Bapak ingin bertemu saya?" cecar Zinni memberanikan diri. Dia tidak mau terlihat takut, supaya pria itu tidak terlalu menggampangkannya.

     "Saya kepala desa kampung ini sekarang, dan saya ingin mendapatkan apa yang saya inginkan, termasuk memiliki kamu gadis cantik," ujarnya diiringi seringai yang bagi Zinni menjijikkan.

     "Maksud Bapak apa? Saya tidak paham. Memiliki saya seperti apa? Mohon maaf, saya sudah menikah, Pak. Saya datang ke kampung halaman saya, karena mau memantau tanah dan rumah saya. Karena tanah dan rumah ini akan saya jual pada pengusaha kaya di kota," tutur Zinni, mendadak punya ide dan bilang bahwa tanah miliknya akan dia jual pada seorang pengusaha kaya di kota.

     

1
Arin
/Heart/
Nasir: Makasih banyak Kakak cantik.
total 1 replies
sudarti darti
semoga tiba tepat waktu agar zinni selamat
Nasir: Aamiin...
total 1 replies
maila sastroadmidjojo
setuju lah lagian anaknya nada pun suka dgn zinni TOP BGT lah klo excel dengan zinni drpd dgn erni yg doyan selingkuh
dewi_nie
ya ampuuun si zinni somplaknyaaaa...🤣
Asti Zahra
ini mah kayaknya author nya orang Sunda ya... ada kata mendilak, semidan beberapa kata lainnya yang biasa dipakai orang Sunda... semangat terus untuk berkarya yaa
Nasir: Hehhehe... bnr Kakak. Tahu aja Kakka ini....
total 1 replies
Lendra malayu
lanjuttt
istiqlal👻👻
bagus thor
Aliya Awina
lanjut thor....
arik Erwanty
bon chapnya Thor /Pray/
indy
Terima kasih kakak, tunggu karya selanjutnya
Nasir: Jangan lupa ya Kak dukung lagi. Mau yg Sedih lalu ending bahagia atau mau romantis ada kocaknya Kak....?
total 1 replies
Mira Rista
Alhamdulilah,,sudah tamat,,,thur,,ditunggu Bunus,nya,thur
Nasir: Siap Kak...
total 1 replies
Suci Dava
Alhamdulillah sdh tamat yaa thor, jngn lupa Bon-chap nya yaa thor, selalu ku tunggu karya2mu thor.
Nasir: Makasih Kak. Tungguin kisah lain ya.
total 1 replies
Eva Wahyuni
Akhirnya,, kebahagiaan menghampiri Excel juga.. Selamat ya pak Excel dan Bu Excel 🥰🥰🥰.. semoga langgeng pernikahan nya ..
Eva Wahyuni: siap Thor 🥰..
ditunggu cerita baru nya Thor 🥰🤩💪
total 2 replies
n_utami
ayoyo... tahan dulu lah mas Excel🤣🤣🤣
Sisca Afrianty
apa perasaan aq aja ya kak..kyaknya alurnya cepet ya?
Nasir: Hehehe, iya Kak, sengaja dipercepat. Maafin ya.
total 1 replies
istiqlal👻👻
sandal cross..? sandal apa.
Nasir: Hehhehe... Crocs... Kak...
total 1 replies
Eva Wahyuni
pasti Setuju, mereka malah senang karena Excel sudah move on dari mantan nya.. apalagi cucu mereka sangat menyukai zinni..
semoga saja benar ya Thor ☺️🤩
n_utami
apalah. mahar nya ini euyyy.. sendal cross😭😭🙏
Nasir: Wkwkwkwkk.... kan mimpi katanya...
total 1 replies
Arin
🤣🤣🤣🤣🤣🤣Zinni memang kocak.
Arda Pratama
bagus
Nasir: Mksh ya Kak Syantik.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!