kehadiran dosen baru di kampus key, membuat key frustasi. mengutuk, mencaci dosen tersebut menjadi kebiasaannya dan menyantet adalah pilihan terakhir yang sedang key pertimbangkan.
SEASON 2 !!! di gabungkan, baca di sini!!
jangan lupa jadikan favorite, like, comment and vote..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby Widiastuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Key tiba-tiba tersadar akan apa yang juna perbuat olehnya. “ ehhh si gorila mana bun? Mana itu orang? Ya ampun kok kurang di ajar gitu sih itu orang?” teriak key yang langsung terbangun dari sofanya dan mulai mengoceh tak jelas dan membuat ayah bundanya kebingungan.
“ gorila itu siapa kak?” tanya ayah.
“ juna lah siapa lagi ??” jawab key yang langsung mendapatkan timpukan bantal lagi dari bundanya.
“ busetttt bun..” key meringis.
“ kakak nggak boleh gitu dong, juna itu abang kamu !!” ujar ayah dengan nada serius.
Key mengangguk pelan. “ tau yah tau, tapi dia itu astagfirllah. Tau enggak apa yang bang juna lakuin ke kakak yah?” ujar key.
Ayahnya menangkat kepalanya pelan. “ apaan?”
“ key di tinggal di mobilnya, udah tau key tidur bukannya di bangunin atau di gendong ini di tinggalin yah !! catat DI TINGGALIN !!” teriak key mengeluarkan semua kekesalannya.
Bunda dan ayahnya saling melirik dan di detik kemudian mereka tertawa sembari menggelengkan kepalanya berkali-kali. Key di buat terkejut dengan tanggapan ayah bundanya yang malah menertawakannnya. “ ya allah gue berada di keluarga macam apa sih? Gue kayaknya tersesat deh ..” sahut key yang menggelengkan kepalanya tak
mengerti dengan kelakuan kedua orang tuanya. Ayah di sela-sela tawanya. “ terus kok kamu bangun?” tanya yang langsung membuat key mmebulat.
“ pertanyaan macam apa itu ya allah?” ujar key kesal yang langsung pergi untuk menuju kamar juna.
Tawa kedua orang tuanya semakin pecah melihat key ngambek, key hanya bisa mengelus dadanya berharap mendapatkan stok sabar di toko online langganannya.
“ junaaa......” teriak key yang berjalan menaiki tangga rumahnya.
“ gorilaaaaa keluar luh ...” teriak key lagi.
Key yang kini sudah berada di depan pintu kamar juna mulai mengtuk-ngetukan pintu kamar berwarna
coklat itu.
Tok tok tok
Dor dor dorrr
“ woy keluar lu !!” terik key.
Bunda berteriak dari bawah. “ kakakk jangan teriak-teriakkkk !!”
Key melirik ke belakang. “ bundaaaaaaa jangan teriak-teriak ...” sahutnya.
Bunda melebarkan matanya. “ bocahhh gendeng !!” cercanya.
Aji keluar dari kamarnya dengan wajah kusutnya. “ eh kunti brisik woy !! gue lagi nugas nih !!”
Key mirik sekilas. “ brisik lu, nggak usah ikut campur !!”
Dor dorr dorrr
“ woy keluar lu bang !!” teriaknya lagi.
Aji mengacak-acak rambutnya kesal. “ kapan sih lu tuh diem gitu, nggak bikin gaduh di rumah. Kapan?” tanya aji frustasi.
“ sorry, gue nggak bisa...” sahut key.
Bunda dan ayah mendatangi keberadaan key yang mulai berulah lagi di rumah. “ kakak brisik sayang, nggak boleh teriak-teriak..” sahut ayah yang muncul dari belakang key.
Key menggelengkan kepalanya. “ nggak bisa yah ini harus kakak selesaikan dengan manusia durhaka di dalam kamar ini...” sahutnya sembari menunjuk pintu kamar juna.
“ abang kamu kayaknya tidur, kasian capek dia. Dia ajah tadi masuk cuman cium tangan doang ke bunda terus langsung naik..” ujar bunda mencoba menenangkan jiwa key yang memberontak.
“ nggak bisa bun, nggak bisa !!” dumal key.
Akhirnya juna keluar dari kamarnya dengan wajah sumringahnya. “ muka begini abis tidur? Liat bun dia tuh seneng ngeliat adiknya malu, merana, sengsara. Liat tuh mukannya !! muka pengen di tampoll bun..” cerca key saat mendapati juna keluar dengan wajah segar sehabis mandi.
“ eh key udah bangun..” sapanya pada key yang sudah melihatnya dengan mata sinisnya.
“ jun kamu ini kenapa adik kamu di tinggalin di mobil sih? Kan kasihan..” sahut ayah yang membuat key berdecak. “ tadi ngetawain sekarang ngapa jadi di bela ..” cicit key.
Juna tiba-tiba memasuki kamarnya lagi dan menutupnya, keempat manusia di sekitar kamarnya saling melirik dan kebingungan. “ itu orang ngapa sih?” tanya aji heran.
Juna kembali menarik pintunya. “ hayyy gengsss juna pulang....” sapanya saat muncul dari balik pintunya. Sedangkan ke empat manusia di depannya menatap heran dengan keluan pria berusia dua puluh empat tahun ini.
" Akhirnya kamu pulang juga, katanya mau pulang kemarin lusa . Gimana sih?" bunda mencoba menyaut untuk membela juna agar tidak di sangka gila oleh seluruh keluarganya.
" Maaf Bun juga ada urusan penting nih...” ujar juna sok imut.
" Selamat ulangtahun ya sayang..” ujar bunda sembari merangkulnya.
" Makasih Bun...” juna terlihat lebh sumringah.
Key dan aji menggelengkan kepalanya. “ yang waras ngalah ..” sahut key.
" Ya elah si jailangkung pake balik.." ujar aji yang tib-tiba terlihat terkejut dengan kemunculan juna.
" Eh semprul, jangan durhaka kamu ya...” ujar juna saat tak menerima panggilan dari adik bungsunya.
" Heh Kunti, lu nggak mau ngucapin selamat gitu ke Abang terganteng lu?” suara juna membuat key bergidik jijik.
"Saya merasakan aura negatif di sebelah Sanah permisi.." sahut key yang membuat aji terkekeh. “ ya allah ada apa dengan keluarga ku ya allah..” ujar key terlihat merengek. Ayahnya tiba-tiba mengelus kepalanya dari belakang. “ sabar ya kak, ayah juga bingung dengan situasi aneh ini...” ujar ayah sedikit meringis.
Aji, bunda dan juna terkekh melihat ekspresi sang ayah yang jadi ikutan alay seperti key. “ ih geli deh liat ekspresi ayah..” sahut bunda bergidik.
Juna memicingkan matanya. “ buruan key kasih gue ucapan selamat..” ujar juna.
“ ogah !! nggak ingat apa sama yang lu lakuin ke gue di mobil?” sahut key tak terima.
Juna berganti ekspresi menjadi sendu." Eh eh nggak boleh gitu, sana ucapin selamat. Nanti Abang kamu nangis loh.” Ujar bunda.
" Selamat ya Abang Juna naxnya bunda Lina eak eak yang selalu di putusin.." ujar key sembari memberi salam pada abangnya itu.
bundany melotot ke arah key karena tidak mengucapkannya dengan benar.“ iya iya anak pertama mah getoh, selalu benarrr..” sahut key.
Key memicingkan matanya tak suka. " Selamat karena telah panjang umur, semoga selalu sehat, di berikan hidayah untuk selalu tobat. Semoga semakin dewasa, semakin waras dan tobat maling-memalingkan cemilan gue dan aji. Aamiin..” ujar key.
" Sejak kapan gue maling cemilan lu?” tanya juna sok polos.
" Sejak saat di mana lu hampir gila karena selalu di tinggalin cewek lu yang Alhamdulillah nya sadar telah memilih yang salah." Sahut aji.
" Woyy..” teriak juna tak terima.
" Biasa aja sih..” cerca key.
“ ayah terharu dengan kekompakan kalian..” suara ayah membuat key menautkan alisnya heran. “ di mana letak kekompakannya ya gusti??” ujar key terheran-heran.
" Selamat ya bang, semoga bisa menjadi kakak yang waras, sehat dan menjadi panutan bagi semut-semut di taman depan.” Sahut aji lagi memberikan selamat.
" Kenapa kalian nggak ada yang bener sih doanya? Kalian tuh ya bercanda terus...” juna terlihat kesal.
" Karena memang hidup itu sebercanda itu bang..” jawab key polos.
Juna melirik ayahnya yang masih memandangi ke empat manusia di depannya dengan wajah sendu. " Ucapin Juna dong yah, kok diem aja..” ujar juna merengek.
" Iya iya, selamat ya anak ayah yang pertama. Semoga selalu sehat, di berikan kemudahan dalam rezeki dan segala urusan lainnya. Semoga menjadi panutan bagi adik adiknya dan segera bisa melamar calon istrinya..
" Aamiin yah, makasih. Juna jadi terharu..” ujar juna sembari merangkul ayahnya.
" Dih lebaynya.." ujar key.
" Lope lope di udara buat kalian semua..” juna terlihat terharu dengan ucapan ayah nya.
" Ih gue nggak mau Nerima lope-lope dari lu ..” sahut key menyilangkan tangannya.
" Gue juga..” aji mulai mengikuti keanehan kakaknya.
" Bodo amat dahh..” juna acuh terhadap tingkah ajaib adik-adiknya.
" Jun cepetan dong lamar calon kamu..” ujar bunda menggandeng lengan juna memasuki kamar
juna.
" Calon?? Hahahaha calon aja nggak punya gimana mau ngelamarnya" teriak key sembari tertawa dan memasuki kamar juna.
" Semprul.” Cerca juna.
" Loh kamu putus lagi?” tanya ayah yang juga mengikuti yang lain memasuki kamar juna.
" Iya yah..” jawabnya pasrah.
" Yaudah langsung lamar aja cewek yang kamu taksir..” sahut ayah.
" Ayah udah pengen nimang cucu nih..” lanjutnya.
" Ih ayah sabar Napa...” ujar juna dengan wajah cemberutnya.
" Buruan kamu nikah, nanti di langkahin sama key loh." Ujar bunda.
" Lah key aja lebih jomblo dari juna Bun.." sahut juna tak terima.
" Ihh key mah bentar lagi juga ada yang ngelamar..” ujar bunda antusias.
" Hah siapa?” tanya key yang merasa tidak tahu-menahu tentang ini.
" Ih pokoknya mah the best lah” sahut bunda dengan senyum sumringahnya.
" Siapa Bun? Shaw Mendes ya?" tanya key ikut antusias.
" Ih Shawn Mendes udah ibu blacklist..” ujar bunda yang semakin emmbuat ke empat manusia di dalam kamar juna penasaran.
"Terus siapa Bun? Kok ayah nggak tau? ” tanya ayah yang juga penasaran.
" Afgan?” tanya key semakin mengada-ngada.
" Ah Afgan juga udah bunda blacklist..” ujar bunda menggelengkan kepalanya.
" Terus siapa dong Bun?” key semakin penasaran, pikirnya siapa tahu emmang sudah ada yang berniat melamarnya.
" Pak arka...” sahut bunda dengan sudut bibir yang terangkat ke atas memperlihatkan barisan gigi putihnya.
" Hah??” ke empat manusia lainnya terkejut.
" Bunda apaan sih?.” Key berubah menjadi cemberut.
" Ih bunda serius..” ujar bunda menggenggam tangan key.
" Loh kok arka?” Tanya Juna.
" Arka siapa sih Bun? Dosennya key yang itu? " Tanya ayah
" Iya dosennya key yang itu loh.."
" Emang dia mau ngelamar key?" Tanya aji. Mereka bertiga menjadi semakin antusias, tidak dengan key. Key yang sedari tadi menimbrung mulai keluar dari kumpulan orang yang antusias akan gosip. Key menyenderkan bahunya pada dinding ranjang juna.
Hadehhh si arka guna-gunain bunda gue kali ya?
Masa demi arka, shawn mendes di blacklist, ora bener iki bung !!
" Feeling bunda pak arka suka sama key..” ujar bunda pada ketiga manusia yang emnimbrung ke arahnya.
" Ih bunda apaan sih..” sahut key yang tak terima.
" Ih bunda serius...” ujar bunda meyakinkan.
" Ih Bun udah lah, nggak asik banget pembahasannya...” cerca key yang semakin cemberut.
" Wah sepertinya sudah ada benih-benih yang bermekaran di antara key dan arka...” suara juna semakin membuat key melebarkan matanya sinis.
" Brisik lu!!” cerca key sembari melemparkan bantal ke arah juna.
" Ih kok sewot, berarti bener dong..” aji mulai menimbrung pada juna.
" Nggak lucu ! Key sama arka nggak ada hubungan apa-apa serius!!” dumal key.
" Yakin?” Tanya bunda.
" Bunda yakin kok pak arka ada rasa...” lanjut bunda yang melirikan matanya pada aji.
" Ih bundaaa !!” key sedikit berteriak tak terima.
" Serius, nih bukti terkuat. Dia ngapain jemput kamu ke rumah? Kalo emang dia nyuruh kamu datang ke seminarnya tinggal kasih alamat tempatnya aja atau nyuruh kamu ke kampus baru pergi bareng. Iya engga ji?” tanyanya pad aji yang menopang dagunya di bantal.
" Bener juga sih Bun..” jawab aji sembari memutarkan bola matanya.
“ terus tadi kamu bilang, kalo kamu tadi ngobrol dulu kan sama pak arka? Berarti dia itu datang ke sini setau bunda dua kali. Untuk apa coba? Masa ke mahasiswinya begitu amat? Iya nggak ji?” ujar bunda semakin memprovokasi.
“ pak arka ke sini lagi bun?” Tanya aji.
“ iya tadi sore skitar jam tiga atau jam empat ya lupa buda. Dia katanya mau jemput key, eh tapi key kan udah pergi sama temennya. Terus muka dia keliatan nggak suka gitu…” sahut bunda semakin membuat ketiga mahkluk
yang mendengarnya semakin antusias.
“ muka cemburu gitu ya bun?” Tanya aji semakin memperkeruh.
Bunda menganggukan kepalanya. “ iya ji, dia langsung ngambil handphonenya gitu dari saku celananya. Dia ngehubungi kamu kan key?” Tanya bunda pada key, key hanya mengangkat bahunya acuh dan tak peduli.
“ coba liat deh berapa panggilan tak terjawab dari arka, itu bias nentuin gimana arka ke elu key..” ujar aji melirik key yang sudah mulai menguap tak peduli dengan perbincangan yang menurutnya sangat tidak menarik.
" Wah wah, akhirnya key akan melepaskan kelajangannya...” sahut juna. Aji semakin tertarik untuk membuat kakak perempuannya semakin kesal. “ eh tapi kan pak arka punya tunangan. Iya nggak bang? Inget kan pas ketemu di mall? “ Tanya aji pada juna.
Bunda membulatkan matanya. “ serius? Tapi kok sikap pak arka ke key itu beda loh. Bunda liat sendiri..” sahut bunda.
Juna melirik matanya ke atas mencoba mengingat. “ eh iya sih, si arka kan udah punya tunangan ..” sahutnya.
“ coba lah lu perjelas key hubungan lu sama arka gimana, jangan mau di gantungin !!” sahut juna sembari melirik key yang hanya menyimak saja.
“ dihh siapa juga yang ngerasa di gantungin, demen liat mukanya aja gue ah ogah !!” sinis key sembari memainkan rambutnya.
"Wah kok cuman ayah doang sih yang belum ketemu itu orang...” suara ayah semakin membuat key mengerang frustasi mengahadapi keluarganya.
" Ih ayah sih pergi-pergi terus...” ujar bunda menyalahkan ayahnya yang belum juga bertemu dengan calon suami anaknya.
" Key besok kamu ada kuliah. ?” tanya ayah tiba-tiba.
" Ada kenapa yah?” tanya key.
" Ayah jemput ke kampus ya..” jawaban ayahnya membuat key menautkan alisnya heran.
" Nggak usah nanti naik ojol aja...” sahut key menolak.
" Ih jangan, ayah kan mau liat si arka itu kayak gimana bentuknya..” sahut ayah yang membuat juna, aji dan bunda terkikik karena berhasil membuat ayahnya mengikuti permainan mereka yang berharap arka menjadi bagian dari keluarga mereka.
“ ih ayah kenapa ikut-ikutan sih ,!!” cerca key kesal karena kini ayahnya mulai terkontaminasi oleh mahkluk lain di rumahnya.
“ ayah mau memastikan si arka itu pantas enggak untuk kamu Dan ayah mau memastikan dia nggak bakalan berani buat hati kamu tergores sedikitpun !!’ ayah terdengar sangat serius.