Seorang pria tampan dan Mapan bernama Anan, Dia seorang CEO yang punya sifat sombong dan arogan.
Tetapi dibalik sikap angkuhnya dia sedang mencari ibu dan adiknya yang diusir oleh sang ayah, karena fitnah kejai dari pelakor.
18 tahun kemudian Adilla bekerja sebage OG diperusahaan Anan, yang selalu diperlakukan dengan kasar olehnya.
Akankah Anan akan mengetahui bahwa Adilla adalah adik kandungnya?
Ataukah justru Anan jatuh cinta padanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ncess Iren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Efan Vs Anan
Pov Adilla
Hari ini aku bangun kesiangan karena tidur lagi setelah sholat subuh tadi, Kak Efan juga udah pamit ke kantor. Sebetulnya hari ini aku ada kuliah pagi, tapi karena bangun kesiangan ya sudah berarti gak ngampus. Absen aja karena udah telat juga, aku ngecek ponselku sekarang. Ternyata banyak chat dari temen_temenku, maya dan febbi tapi ku abaikan tapi aku malah mencari nomer suamiku.
Lama aku berbaring kek gini, badanku rasanya kaya meriang gitu. Kepala pusing banget tubuh rasanya gak punya tenaga, aku maksa keluar kamar sekedar bikin susu hangat di dapur gak enak juga kalau nyuruh_nyuruh bibi.
Aku mencoba chat Kak Anan tapi tidak di baca, mungkin dia sedang sibuk.
Karena merasa badanku yang makin gak enak, akhirnya aku pun ngabari Kak efan. Karena gak mungkin aku bilang ke bunda, yang ada nanti beliau kepikiran. Sebenarnya tadi aku sudah menghubungi Kak Anan, buat bawain obat tapi ponselnya gak aktif takutnya kakakku itu sedang meeting.
"Kak nanti kalau pulang tolong beliin obat ya, dilla sepertinya mau demam deh sekalian Kak Efan makan malam diluar aja nanti. √
Lama aku tunggu balesan tapi sama kayak kakakku, aku melihat jam dinding dan tertawa sendiri. Ya iyalah semua orang sibuk karena ini jam kerja, akhirnya aku memilih untuk masuk kamar lagi aja. Aku coba buat pejamin mata supaya bisa kembali tidur, tapi tetap aja gak bisa tertidur yang ada kepalaku tambah gliengan.
Entah sudah berapa lama aku mejamin mata, tapi harus ku buka lagi karena aku merasa elusan pelan dikepalaku ternyata itu suamiku.
"Loh sayang kenapa udah pulang jam segini? memangnya dikantor gak ada kerjaan Kak? aku bertanya pada Kak Efan yang mulai sibuk pegang sana sini, untuk ngecek suhu badanku.
"Badan kamu anget sayang, kenapa tadi pagi gak kasih tau Kakak? kalau Kakak tau kan, bisa izin gak masuk kantor.. Ucap Kak Efan.
"Cuma demam biasa mas, jangan kawatir gini.. Jawab dilla.
"Yang namanya sakit, mana ada yang biasa sayang... sekarang kamu makan dulu dek, nanti minum obatnya ya... Ucap Efan dengan penuh kasih sayang.
"Kak efan mau balik kantor? tanya dilla.
"Ngga sayang, Kakak jagain dilla dirumah aja. Oya Kakak lupa hari ini bibi pulang kampung, jadi biar Kakak nanti yang masakin kamu ya.. Adilla tersenyum mengangguk, tentu saja setiap istri pasti mendambakan dapat perhatian dari sang suami.
"Kak.. panggil dilla sambil memegang lengan suaminya.
"Iya sayang apakah, dilla butuh sesuatu? tanya Efan sangat manis.
"Dilla boleh nanya gak, jujur soalnya dilla masih penasaran. Sebenarnya perasaan Kak efan, ke Kak liora itu seperti apa.. setelah keluar kata itu, dilla cepat_cepat menundukan mukanya. Efan paham banget kalau istri kecilnya lagi nahan, biar gak nangis.
Efan merengkuh tubuh istrinya yang sangat dicintainya ini, lalu berkata: "Sayang yang berhak mendapatkan cintanya Kakak itu ya kamu, istriku satu_satunya perempuan yang Kak efan cintai setelah Mommy... Ucap Efan yang cukup membuat hati dilla mencair, bagaikan gunung es di sungai amazon.
"Kak efan sejak kapan pandai ngegombal.. Ucap Dilla sambil memonyongkan bibirnya.
"Sayang Kakak gak lagi gombal, Kakak suka semua yang ada di diri kamu. Sudah jangan kebanyakan mikir sekarang dilla istirahat aja ya, biar Kak efan yang nungguin Kak Anan sekalian mau ngejelasin prihal kemarin... Ucap Efan lembut dilla hanya mengangguk.
Cukup lama juga dilla tertidur, lumayanlah membuat tubuhnya sudah merasa enakan. Namun baru saja dia membuka mata, dia sudah dikagetkan dengan suara berisik yang terdengar dari bawah.
Akhirnya dilla pun turun dari pembaringannya, kemudian gegas dia ke kamar mandi tuk sholat. Dilla pun segera turun kebawah dia merasa penasaran, ada apa gerangan yang membuat berisik begitu. Dari tangga aja udah terlihat, bagaimana situasi dapur saat ini udah kayak lagi ada tawuran antar sekolah.
"Kalian lagi ngapain? wahai dua pangeranku? tanya dilla dengan perasaan yang campur aduk, ada kesal pengen ketawa juga melihat Kak efan yang lagi pegang centong, sedangkan Kak efan yang entahlah. Dua lelaki yang disayanginya ini, sudah mampu bikin dapur jadi berantakan begini mana bibi lagi pulang lagi.
"Kita lagi masak buat kamu.. Ucap mereka berbarengan sambil nyengir, wow kompak juga.
"Memangnya mau masak apa? sampai dapur kayak bekas tawuran.. tanya dilla yang di bikin pusing oleh kelakuan dua laki_laki ini, baru sehari masuk dapur udah begini bisa_bisa bibi langsung koit nih.
"Masak sayur bening, sama telur dadar" Jawab Kak Anan sambil tersenyum tanpa dosa, dilla mulai berpikir dia memang tidak pernah diizinkan buat masak. Tapi seingatnya bundanya gak gitu_gitu amat deh.
Masyaallah mereka sungguh luar biasa, hanya karena mau masak sayur bening sama telur dadar. Dapur sudah kacau balau begini, tak dapat dibayangkan apa jadinya kalau masak benda yang lain.
"Sebelumnya dilla mau ngucapin makasih ya, buat kakak\_kakakku tercinta. Tapi ngomong\_ngomong kalian sudah pada sholat belum? tanya dilla dengan memicingkan matanya.
"Astagfirullah iya belum.. Dilla geleng_geleng kepala, udah gede masih kayak bocil.
Akhirnya Anan pamit buat naik keatas, tuk menjalankan kewajiban namun pas melewati dilla dia mencuri mencium pipi adiknya.
"Hei ngapain lo cium istri gue.. Ucap Efan geram.
"Gue cium adik gue ya! Jawab Anan santai sambil terus berjalan menaiki anak tangga.
Efan memeluk istrinya, lalu tanpa memperdulikan kakak iparnya tiba_tiba efan melumat rakus bibir dilla. Sontak membuat sang empu terperanjat, terlebih disitu masih ada kakaknya.
"Hei bahlul ngapain lo melakukan adegan dewasa, disaat ada gue disini... Ucap Anan sambil berkacak pinggang, yang membikin mereka tertawa.
"Makanya cari pacar kak, biar cepet nikah ya sayang.. Ucap efan mengejek, dan diangguki oleh Adilla.
"Buat apa cepet_cepet nikah, kalau pada akhirnya nyakiti hati istri mulu kerjaanya.. duaaarrr ucapan Anan telak menghujam ulu hati efan, pria tampan rupawan itu benar_benar merasa tersinggung dengan ucapan kakak iparnya barusan. Tapi dia tidak marah, karena memang kenyataan meskipun terpaksa dia melakukan itu. Sebenarnya efan sudah menjelaskan, titik permasalahannya pada Anan.
Adilla mengelus lengan suaminya menenangkan, dia tau kakaknya itu dengan sengaja berkata begitu.
"Sayang jangan diambil hati ya, Kak Anan itu cuma bercanda.. Ucap dilla sambil bergelayut manja pada leher efan.
Efan mengangguk sambil tersenyum, "Iya sayang, kamu tenang aja aku gak papa kok. Doain aja semoga masalahku secepatnya bisa diatasi, tadi Kak Anan juga sudah bilang mau mencarikan solusi untuk masalah ini.
"Ya udah Kak, cepet sana sholat nanti keburu habis waktunya.. Ucap dilla, yang diangguki oleh Efan.
"Maafin Kakak sama Kak Anan ya, udah berantakin dapur.. Ujar efan lembut, lalu dia beranjak pergi menaiki anak tangga. Seperginya efan dari dapur dilla menghembuskan nafas, kenapa bisa seberantakan gini ya. Dilla hanya bisa geleng_geleng kepala lalu dia pun membereskan dapurnya, dilla bukannya pandai sangat dalam hal beres memberes. Tapi masa iya dibiarkan saja sampai bibi datang, ya kali ntar yang ada nih rumah jadi sarang kecoa lagi.
Bersambung